Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

22 Januari, 2019

World Reformation 65

on  
In  

hanya di setiablog
Pahlawan Cahaya, Karen-san, yang aku bekerja sebagai asisten. Jika kita berbicara soal Yorishiro sebagai puncak dari Gereja Cahaya, maka Karen-san benar-benar wajah dari Gereja Cahaya.

Dua wanita suci yang Gereja tidak bisa tanpanya, telah bersatu kembali di tempat ini.

“Karen-san?! Lho?!”

“Lho hah? Ini benar-benar suatu kebetulan. Fufufufu~~!”

Karen-san tertawa dengan mulutnya, tapi matanya tidak tertawa.

Dia menatapku dengan matanya yang dingin membeku.

“Aku juga punya hari bebasku sebagai pahlawan, tahu? Apa seburuk itu di fasilitas di tanah airku?”

“Ah...jadi, Karen-san, hari ini kau berpakaian kasual ya. Ini kali pertama aku melihatmu begitu, itu terlihat manis.”

“Terima kasih. Tapi Haine-san, kau sendiri punya gadis cantik yang menemanimu.”

Tatapan Karen-san semakin meningkat dalam kedinginan, dan aku akan membeku karena turunnya suhu di sini!

Kenapa Karen-san begitu menyeramkan ketika kami hanya bertemu secara kebetulan di kota?!

“Juga, Yorishiro-sama, bagaimana kabarmu?”

“Ara, jadi kau tahu.”

“Jika itu orang lain, itu akan menjadi cerita yang berbeda, tapi aku punya banyak pertemuan dengan Yorishiro-sama hampir setiap hari, jadi biarpun kau membuka cadarmu, aku bisa tahu dari suara dan kehadiranmu.”

Yorishiro berdiri dari tempat duduknya dan menatap Karen-san dengan postur tegak.

Karen-san berdiri tegak sejak awal.

*Bigi bigi bigi bigi!*

Suara-suara yang seharusnya tidak bisa kudengar dari atmosfer terdengar tepat ke telingaku!

“Apa boleh mengajukan satu pertanyaan padamu, Pendiri-sama?”

“Lanjutkan.”

“Apa yang kaulakukan dengan Haine-san? Haine-san seharusnya bekerja di korps ksatria hari ini juga.”

“Ara, aku terkejut kau tahu, pahlawan.”

“Haine-san memang asistenku. Lebih penting lagi, tolong jawab pertanyaanku. Apa yang kalian lakukan di sini?”

“Kencan.”

“?!!”

Mungkin karena dia mengatakannya dengan lugas, Karen-san menjadi kaku tanpa bisa mengatakan apa-apa lagi.

“Kencan. Itu adalah tindakan seorang pria dan wanita yang bermain di luar hanya dengan mereka berdua. Tentu saja, ini bukan sebagai kenalan atau sebagai teman; ada kebutuhan kedua belah pihak untuk saling memandang sebagai lawan jenis atau tidak akan dianggap sebagai kencan. Omong-omong, aku telah mengganti pekerjaan Haine-san hari ini menjadi cuti berbayar. Dengan otoritasku.”

“Uhm...! K-Kalau begitu, kalian berdua ini...!”

Bagaimana kau bisa begitu tegas, Yorishiro-san?

Itu sangat tegas sampai Karen-san pun tercengang.

“Tapi tolong jangan salah paham.”

“Eh?”

“Kencan hari ini lebih merupakan hadiah dari Haine-san untukku. Haine-san berutang padaku, untuk menyelamatkanmu.”

“Menyelamatkan aku?!”

Diberitahu ini, Karen-san semakin bingung.

Yorishiro tidak mengungkapkan semuanya, tapi itu membuatku gelisah berapa banyak yang akan dia katakan.

“Untuk membayar utang itu, Haine-san menemaniku. Karena itu, Karen-san, tidak perlu cemburu. Kau seharusnya bahagia. Haine-san melangkah sejauh ini untukmu.”

Biarpun dia mengatakan itu, begitu banyak bagian penting yang kabur, jadi mustahil Karen-san akan memahaminya.

‘Ini akan sulit untuk ditenangkan nanti’ adalah apa yang kupikirkan ketika...

“Tapi, mengesampingkan semua hal itu, aku mencintai Haine-san.”

Beberapa kata-kata Yorishiro menghancurkan segalanya. Menghancurkan segalanya yang rumit.

“Hah?!”

“Haah?!”

Karen-san dan aku berteriak dengan cara yang terlalu meledak-ledak.

“Tidak ada dusta dalam hal ini. Sebagai seorang wanita, aku mencintai Haine-san yang pria. Meskipun ini untuk membayar utang, menghabiskan satu hari bersama Haine-san membuatku sangat bahagia. Aku berpikir tentang memiliki hubungan dengan Haine-san pada tingkat di mana kami berdua saling mencintai. Demi itu, aku tidak akan ragu melakukan apa yang kubisa.”

Apa yang kaukatakan?! Apa yang kau katakan di sini, Yorishiro?!

Kenapa dalam waktu ini, di tempat ini, dan dengan orang ini, kau banyak bicara?!

Bagaimana aku akan menghadapi Karen-san mulai besok! Apa kau berencana menghancurkan semua hubungan manusiaku?!

“!!!”

Karen-san mungkin tidak bisa menerima semua intensitas itu, dia menyembunyikan wajahnya yang benar-benar merah.

‘Mungkin akan lebih baik bagiku untuk melakukan semacam tindak lanjut di sini’, adalah apa yang kupikirkan ketika aku akan memotong pembicaraan, tapi...

“...Lalu, aku juga ingin mengatakan sesuatu pada Pendiri-sama!”

“Apa itu?”

“Aku juga suka Haine-san!!”

Dan Karen-san mengaku juga?!

Mengesampingkan Yorishiro, Karen-san juga?!

Aku hanya bisa terkejut sekarang.

“Itu adalah cinta pada pandangan pertama sejak saat aku bertemu dengannya...... Tidak, pada saat aku mengintai Haine-san, itu lebih seperti aku terpesona olehnya sebagai teman yang dapat diandalkan dan seseorang yang dapat berbagi nilai denganku. Tapi pada saat aku menghabiskan waktu bersamanya dan bertarung bersama dengannya, perlahan-lahan aku tertarik, dan kasih sayang yang mendalam yang melampaui pertemanan dan persahabatan berkembang, dan sejak saat itu, aku mulai menyadari bahwa aku adalah seorang wanita.”

“Itu indah-desu wa, Karen-san.”

“Karena itu, aku akan mengatakan ini dengan jelas. Pendiri-sama –tidak, Yorishiro-sama, kau kencan dengan Haine-san itu sangat tidak menyenangkan! Bahkan jika kau mengatakan kepadaku bahwa itu demi aku, itu tidak membuatku senang sama sekali! Haine-san adalah... orang yang akan menjadi pacarku!!”

Sejujurnya aku tidak bisa mengikuti kecepatan situasi ini.

Sepertinya dua wanita bersaing ketat atas satu pria. Dan ternyata, pria itu adalah aku.

Aku bisa mengerti itu. Tapi ada situasi di mana, meskipun kau mengerti, kau hanya tidak mau. Untuk pertama kalinya hari ini, aku telah mempelajari ini.

“Itu adalah pengakuan yang luar biasa. Seperti yang diharapkan dari pahlawan kita.”

“Kau juga, Yorishiro-sama. Meskipun kau memiliki lebih sedikit kesempatan untuk berhubungan dengan Haine-san, pada titik tertentu, kau bisa berkencan. Kelihaian itu, seperti yang diharapkan dari Pendiri kita.”

“Ufufu.”

“Fufufu.”

Wanita itu menakutkan.

Nah, bagaimana aku harus bergerak dalam situasi ini?

Jika aku hanya mengikuti instingku, itu akan meninggalkannya seolah-olah tidak ada yang terjadi, dan mundur dari tempat ini saat ini juga.

Atau lebih tepatnya, aku ingin melakukan itu. Ayo lakukan.

Dengan hati yang jernih, aku mencoba mundur tanpa mengeluarkan suara, tapi...

“Haine-san.”

“...Iya?”

Aku dihentikan.

“Karena kita ada di sini, mari kita dengar pendapat Haine-san.”

“Benar, itu benar sekali. Haine-san, Yorishiro-sama atau aku...”

““Siapa yang kau inginkan sebagai pacarmu?””

FP: setia's blog

Share: