Unlimited Project Works

23 Januari, 2019

World Reformation 66

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Berada dalam situasi ini yang tidak aku harapkan sama sekali, akhirnya aku terpojok.

‘Kenapa jadi begini?’, Adalah satu-satunya hal yang bisa kupikirkan mengenai ini.

Di satu sisi, ada sang pendiri yang mengendalikan salah satu dari lima gereja paling terkemuka di dunia, apalagi, dia adalah seorang Dewi; di sisi lain, pahlawan yang mewakili gereja yang sama.

Aku telah dinyatakan cinta oleh kedua belah pihak.

Aku tidak tahu apa cara terbaik untuk menghadapi ini.

Sejak awal, Kuromiya Haine ini belum menerima cinta dari seorang wanita yang seusia denganku sejak aku dilahirkan.

Desa tempat saya dilahirkan tidak memiliki banyak orang. Selain itu, ada banyak kesempatan di mana aku membantu ayahku dalam pekerjaannya sebagai pemburu, jadi peluangku untuk berinteraksi dengan orang-orang seusiaku ini tidak banyak.

Dan tentu saja, praktis tidak ada contoh di mana aku berbicara dengan wanita.

Kadang aku ditanyai oleh para gadis tentang ‘ingin memetik tanaman liar yang dapat dimakan’ dan aku menemani mereka sebagai pengawal karena pekerjaanku adalah seorang pemburu. Sebagai tanda terima kasih, mereka mengatakan kepadaku, ‘Aku akan mentraktirmu hidangan tanaman yang bisa dimakan’, dan dipanggil ke rumah gadis itu. Dan sementara itu, dia juga mengatakan kepadaku ‘sudah terlambat, bagaimana kalau menginap di sini?’.........maaf, sepertinya aku benar-benar memiliki waktu ketika aku mengakui cinta.

Tapi ini pertama kalinya aku diakui cinta dengan cara yang begitu jujur.

Apalagi oleh dua sekaligus.

Memang benar bahwa aku adalah reinkarnasi Entropy sang Dewa Kegelapan dan aku adalah Dewa. Sebagai Dewa, aku telah melampaui semua emosi dan tidak akan goyah karena cinta.

Tapi sekarang, wadah tempat aku memiliki jiwa Dewa ini adalah manusia.

Selama aku seorang manusia, memiliki wadah daging, memiliki tubuh, aku tidak dapat tetap terasing dari insting dan keinginannya.

Aku ingin hidup, aku tidak ingin mati, aku lapar, ini dingin, ini panas, aku mengantuk, aku ingin berhubungan seks, aku ingin cinta, aku ingin dicintai, aku ingin membuat orang yang kucintai bahagia, aku ingin tempat, aku ingin keluarga, aku tidak ingin kesepian, aku ingin mencintai seseorang, cinta, cinta, cinta!
setiakun
...Adalah jenis emosi yang datang dari hatiku, tetapi juga memanifestasikan dalam tubuhku juga.

Itu sebabnya, biarpun itu bukan masalah bagi Entropy sang Dewa Kegelapan, itu adalah masalah besar bagi Kuromiya Haine si manusia.

Dan pada saat ini!!

“Sekarang, Haine-san.”

“Siapa yang akan kau pilih sebagai pacarmu?”

Kedua wanita cantik itu terus-menerus mendekat seperti binatang buas mengejar mangsa mereka.

Apa aku harus memilih salah satu dari mereka sekarang?

Itu sendiri sangat berat bagiku, atau lebih tepatnya, akan sangat menyakitkan bagi orang yang tidak dipilih.

Setelah memikirkannya dengan seksama, akhirnya aku bersujud.

“Uhm, maaf. Apa benar-benar perlu untuk mengeluarkan jawabannya sekarang?”

Adalah apa yang kumohon dengan air mata di mataku.

Sosokku itu pasti terlihat sangat memalukan. Intensitas keduanya menghilang.

“Ya ampun, Haine-san, tidak perlu mengatakan itu dengan mata begitu.”

“Sepertinya kita terlalu cepat mendesak jawaban. Ini sesuatu yang penting. Akan lebih baik meluangkan waktu untuk mengeluarkan jawaban. Apakah itu baik-baik saja, Karen-san?”

“Tentu saja, Yorishiro-sama. Ayo berkompetisi dengan adil dan jujur!”

Adalah apa yang dia katakan ketika kedua pahlawan bertukar jabat tangan.

Keduanya adalah gadis yang baik hati, jadi situasi yang biasanya merupakan jalan berlumpur ini telah terselubung kembali dengan mulus.

Bagaimanapun, dapatkah ini dianggap sebagai...terselamatkan?

“Tapi ada satu hal yang ingin aku katakan pada Haine-san.”

“Benarkah?!”

Adalah apa yang kupikirkan, tapi Yorishiro sekali lagi meneruskan.

Apa lagi sekarang?

“Ini sah untuk memilih keduanya.”

““Eeeeeeeh?!!””

Ini mengejutkan Karen-san dan aku.

Berlaku untuk memilih keduanya? Apa artinya ini?

“Dengan kata lain, inilah maksudku.”

Yorishiro dengan gembira berjalan ke rak buku yang ada di samping.

Ah benar, ini perpustakaan.

Yorishiro memilih satu buku dari rak buku dan mengeluarkannya. Judul buku itu mendapat perhatian Karen-san.

“...Bukankah itu...kitab suci Gereja Cahaya kita?”

“Kitab suci?”

“Itu adalah sebuah buku yang memuat kisah-kisah Inflation sang Dewi Cahaya yang dipuja oleh Gereja Cahaya, sejarah masa-masa awal gereja, ajaran bahwa para pengikut Gereja Cahaya harus mematuhinya, dan ajaran yang dikhotbah para Pendiri-sama sebelumnya. Bagi kami, kitab suci Gereja Cahaya adalah buku yang paling sakral. Di Kota Apollon, akan selalu ada satu buku di setiap keluarga.”

“Eh? Tapi aku tidak punya?”

Aku baru saja memasuki gereja.

Mengabaikan apa yang kami bicarakan, Yorishiro membalik halaman-halaman dari apa yang disebut sebagai kitab suci ini.

Aku sudah tahu ini, tapi dia benar-benar orang yang berjalan dengan kecepatannya sendiri.

“...Karen-san, bisakah kau menghafalkan ajaran gereja?”

“Eh?! U-Uhm...”

Karen-san bingung sejenak, dan pada waktunya, dia menundukkan kepalanya.

“Maaf, aku tidak bisa!”

“Itu tidak masalah. Mengingat semua kitab suci Cahaya, tidak ada satupun di para petinggi gereja saat ini yang dapat melakukannya... ..Jadi, bagian yang penting ada di sini.”

“Eh?” “Eh?”

Kami berkonsentrasi pada bagian kitab suci yang Yorishiro tunjuk.

Itu adalah halaman yang ditulis sebagai klausa sila, dan menunjukkan perintah dan aturan yang harus dipatuhi oleh jemaat Cahaya.

Di sana, inilah yang ditulis.

[Orang yang akan menjadi suami sang Pendiri akan diizinkan berpoligami.]

“Ooooi!!!”

Tidak mungkin aku tidak akan membalas ini.

“...Hei, bagian ini, kaulah yang memasukkannya dalam kitab suci, kan? Kaulah yang menyalahgunakan wewenangmu, kan?”

“Ya ampun, Haine-san. Meskipun aku adalah Pendirinya, mana mungkin aku dapat dengan mudah mengubah kitab suci yang dapat dianggap sebagai akar dari gereja-desu wa.”

“Eh? Lalu...”

Ketika aku berada di tengah kebingunganku, Yorishiro membisikkan ini kepadaku.

(...Ketika gereja didirikan, aku memerintahkan mereka melalui oracle untuk memasukkannya.)

“Jadi itu benar-benar kau!!”

Itu bukan penyalahgunaan wewenang sebagai Pendiri, tetapi sebagai Dewa!

Sungguh Dewa yang sulit dipercaya!

...Hm? Tunggu. Dalam hal itu, alih-alih Yorishiro, itu lebih seperti, Inflation sang Dewi Cahaya sudah meramalkan sesuatu seperti ini akan terjadi dari masa itu di masa lalu...

“‘Aku sudah memperkirakan apa yang akan kau lakukan’ ......Kata-kata yang kaukatakan kepadaku sebelumnya, aku akan melemparkannya kembali kepadamu-desu wa.”

“Ooow?!”

Apakah kau bilang padaku bahwa ia memperkirakan aku akan bereinkarnasi sebagai manusia setelah aku dibebaskan sejak beberapa abad yang lalu dan sedang melakukan persiapan untuk itu?

Untuk menikmati kehidupan manusianya denganku sebanyak yang dia bisa?

“Jadi, jika kita mengikuti sila ini, kau boleh mencintai Karen-san dan aku secara bersamaan.”

“Keduanya...pada saat yang sama...”

Karen-san mengulangi kata-kata itu dengan terpesona.

“Bagaimana, Karen-san? Tentu saja, kalau kau ingin memonopoli Haine-san, aku tidak akan punya pilihan selain bertarung denganmu dengan adil dan jujur...”

“Yorishiro-sama!”

Karen-san dengan erat memegang kedua tangan Yorishiro.

“Pendiri kami!”

Karen-san kalah...
MARI KOMENTAR

Share: