Unlimited Project Works

23 Januari, 2019

World Reformation 69

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Apa artinya ini?!

Ada manusia yang memujaku, Entropy sang Dewa Kegelapan?!

Aku tidak tahu soal ini semua. Orang itu sendiri tidak mengetahui bahwa dia sedang disembah...mungkinkah itu?

“Karen-san, tolong bicarakan ini dengan lebih detail.”

Karena didesak oleh Yorishiro, Karen-san melanjutkan.

“Negeri Dunia Bawah Kegelapan sepertinya adalah kota yang dibangun oleh orang-orang, yang menyembah Entropy sang Dewa Kegelapan. Itu tidak disebutkan dalam buku teks sejarah atau geografi, tapi ada antologi puisi dari masa lalu yang menyebutkan nama ini.”

Karen-san membalik halaman-halaman buku catatan itu dan halaman yang penuh dengan apa yang paling jelas tulisannya ditunjukkan kepada kami.

Merangkum puisi itu, orang-orang jahat yang menyembah Dewa Kegelapan telah dihancurkan bersama dengan kota mereka.

Puisi itu menggambarkannya sebagai ‘kemenangan keadilan dan kekalahan kejahatan’, dan dinyanyikan dengan sangat tinggi, tapi dapat digambarkan sebagai ditulis kekanak-kanakan. Itu sampai aku bisa mengerti mengapa itu akan dikubur di sudut perpustakaan.

“Puisi ya. Dibandingkan dengan buku, ini memiliki tingkat kredibilitas yang rendah.”

“Itu benar. Selama tidak ada sesuatu yang mendukungnya, ada kemungkinan bahwa penulis ini menulisnya berdasarkan fantasi sendiri. Dan juga, aku agak takut dengan puisi ini.”

“Takut?”

“Puisi ini menggambarkan Dewa Kegelapan sebagai semacam makhluk jahat yang mencemari manusia. Jika Entropy-sama benar-benar Dewa yang buruk...Aku benar-benar tidak akan menyukainya.”

Karen-san membuat wajah yang sangat sedih.

Sulit bagiku untuk mengatakan apapun. Sebagai orangnya sendiri, aku tidak bisa mengatakan apakah Entropy benar-benar baik atau jahat. Dan aku tidak ingat aku melakukan sesuatu untuk tanah gelap yang disebutkan oleh penulis ini.

Mana mungkin aku bisa melakukan apapun, karena aku disegel dalam periode waktu itu.

Dalam teks puisi itu, satu-satunya hal yang dinyatakan dengan jelas adalah nama tanah, Negeri Dunia Bawah Kegelapan. Aku tidak bisa melihat satu bagian pun yang menyebutkan nama Entropy sang Dewa Kegelapan.

‘Penguasa Kegelapan’, ‘Avatar Kejahatan’; itu adalah satu-satunya yang tidak jelas yang disebutkan di sana.

Benar saja, ini adalah penggambaran fantasi penulis yang cocok denganku secara kebetulan. Itu akan menjadi yang paling alami untuk menerima ini dengan begitu saja, suatu kebetulan...

“Kalau begitu, mari kita konfirmasi.”

...Adalah kesimpulan yang kucapai, namun ada satu orang yang mengatakan sesuatu yang keterlaluan.

“Yorishiro?” “Yorishiro-sama?!”

Aku bertanya-tanya mengapa dia diam, tapi dia benar-benar datang dan melemparkan pernyataan eksplosif lagi.

“Konfirmasi, di mana?!”

“Tentu saja, di Negeri Dunia Bawah Kegelapan. Banyak pertanyaan yang kau punya yang kemungkinan besar akan ada jawabannya ketika kau pergi ke sana.”

“Tapi Yorishiro-sama...!”

Aku berdiri di sisi Karen-san dalam hal ini.

“Negeri Dunia Bawah Kegelapan adalah kota misterius yang bahkan kita tidak tahu apakah itu ada atau tidak! Meskipun ada, itu akan seperti puisi yang telah dituliskan untuk dihancurkan, dan sudah hancur. Pertama, kita tidak tahu di mana itu! Meski kita mencoba mencarinya, tidak ada petunjuk—”

“Kalau soal itu, tidak perlu khawatir.”

Yorishiro mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Jarum magnet kecil...sesuatu seperti kompas.

“Ini adalah salah satu harta rahasia yang telah diwariskan kepada Pendiri Gereja Cahaya, ‘Jarum Bimbingan’.”

“‘Jarum Bimbingan’?!”

“Jarum ini terbuat dari bahan yang sama dengan pedang suci Saint-George yang diberikan kepadamu, Karen-san. Kalau kau menuangkan kekuatan dewata cahaya ke dalamnya dengan bayangan apa yang kau cari dalam benakmu, itu akan menunjuk ke arah tertentu.”

“Luar biasa! Lalu, kalau kita menuangkan kekuatan dewata ke jarum ini dan membayangkan Negeri Dunia Bawah Kegelapan...!!”

Itu akan menunjuk ke arah Negeri Dunia Bawah Kegelapan.

Kedengarannya bagus. Terlalu enak.

“Tapi, kalau apa yang kau cari terlalu jauh, atau bayanganmu terlalu samar, itu tidak akan menunjukkan tujuanmu dengan baik. Untuk mencarinya dengan lebih baik, kau perlu mencurahkan lebih banyak kekuatan dewata cahaya yang lebih banyak. Untuk mencari tempat yang kau tidak tahu di mana di seluruh dunia itu dan belum pernah melihat sebelumnya, Karen-san, meskipun kau menempatkan semua kekuatan dewatamu ke dalamnya, itu masih tidak akan cukup.”

“Ah...”

Realitas tidak seperti itu.

Jalan yang telah dibuka segera ditutup, dan wajah Karen-san berawan.

“Itu sebabnya aku juga akan pergi.”

“Yorishiro-sama?!”

“Kalau kita memasangkan kekuatan dewata cahayamu dengan cahayaku, kita akan punya cukup untuk menutupi seluruh dunia. Karen-san, sebagai ganti harta sakral dan kekuatan dewata ini, dalam pencarianmu untuk Negeri Dunia Bawah Kegelapan, bisakah aku juga menemanimu?”

“Tentu saja! Terima kasih banyak! Yorishiro-sama, kau baik sekali!”

“Ufufu, kita sudah jatuh cinta, kan. Itu diberikan untuk saling membantu.”

Teman-teman yang memproklamirkan diri dalam cinta memegang tangan dan mengayunkan mereka naik dan turun

Tidak, tunggu. Bukankah itu berarti pahlawan dan Pendiri akan absen dari Gereja Cahaya?

“Sepertinya kau tidak nyaman tentang sesuatu, Haine-san.”

“Jangan membaca pikiranku.”

“Tidak masalah. Demi saat seperti ini, aku bekerja keras setiap hari untuk mempertahankan sisa pekerjaan menjadi nol. Jadi, dalam ketidakhadiranku, aku hanya akan memberikan pekerjaan ke Kardinal seolah hidupnya dipertaruhkan.”

“Tolong jangan mengorbankan kekuatan hidup orang lain!”

“Orang-orang itu biasanya tidak bekerja, jadi ini berfungsi dengan baik.”

Yorishiro yang menyedihkan keluar.
setiakun
“Aku juga baik-baik saja. Sama seperti saat kami pergi ke Hydra Ville, selama aku punya mesin terbang, aku bisa menangani situasi apapun tepat waktu! Oke, dengan ini, semuanya sudah diputuskan. Ayo pergi, Haine-san!”

“Eh?”

“Eh?”

Aku menatap Karen-san dengan ekspresi tercengang, dan Karen-san menatapku dengan ekspresi bingung.

......Ya, ya...aku tahu ini akan terjadi.

Aku harus pergi bersama mereka. Lagipula aku adalah asisten pahlawan.

Juga, sebagai reinkarnasi dari Dewa Kegelapan, masalah ini mencurigakan. Aku tidak ingat disembah, tapi, seharusnya ada kota penyembah Dewa Kegelapan. Jika memang ada tempat seperti itu, aku ingin memastikan identitasnya dengan benar.

Dan yang lebih penting, aku tidak bisa meninggalkan mereka berdua, yang telah melampaui ‘parameter cinta Haine-san’ mereka, sendirian!
MARI KOMENTAR

Share: