Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

24 Januari, 2019

World Reformation 72

on  
In  

hanya di setiablog
“Ara, Karen-san, kulitmu beneran putih. Selain itu, sangat jelas, sepertinya porselen putih yang dipoles.”

“Oh, ayolah, Yorishiro-sama, tolong jangan menatap tubuh telanjangku dengan penuh perhatian. Yorishiro-sama, kau sendiri memiliki tubuh yang berkembang dan...uhm...itu sangat besar.”

Mereka benar-benar pergi mandi.

Suara percikan air dan tawa bak kicau burung.

Semua itu memasuki telingaku dan merangsang bagian laki-laki Kuromiya Haine. Dan pada saat yang sama, bagian manusia dari Kuromiya Haine memperingatkan: ‘ini belum waktunya, jangan terburu-buru’.

Perjuangan sengit antara akal dan hasrat.

Tentu saja, ini adalah tujuan dari gadis-gadis itu.

“Eek! Yorishiro-sama, tolong jangan menyodok di tempat-tempat aneh!”

“Tidak masalah, kan? Tubuhku dan tubuhmu adalah pesta pribadi Haine-san. Contoh tubuh yang lain akan membantu dalam memahami apa yang perlu diperbaiki-desu wa.”

“Eh? Kalau gitu, apa aku boleh menyodok Yorishiro-sama juga?”

“Tentu saja. Silakan dan lakukan di mana saja yang kau mau.”

Aaaaaaahhh!!!

Itu adalah jeritan naluriku.

Mereka mengatakan hal-hal itu sambil mengetahui. Sengaja membuatku mendengarnya, mereka bermaksud menghancurkan akal sehatku dengan ‘kya kya fufu’ mereka.

Memang benar aku bilang aku tidak akan mengintip, dan aku juga berkata aku tidak akan mandi dengan mereka.

Jika aku menghilang dari pandangan mereka, keraguan bahwa aku mungkin akan mengintip tidak akan hilang, jadi aku pergi dan membalikkan punggungku di daerah dekat mata air dan saat ini sedang duduk dengan kuat di sana.

Karena punggungku terbalik, aku tidak bisa melihat, tapi aku dapat dengan jelas mendengar suara air dan suara mereka yang indah.

Mereka tahu. Jika mereka terus-menerus membuatku mendengar suara-suara itu, mereka dapat memecahkan alasanku dan aku akan berubah menjadi binatang.

Kerja sama keduanya terlalu menakutkan.

Mereka berdua ekstrem dalam perilaku mereka, tapi entah itu Karen-san atau Yorishiro, ketika mereka sendirian, mereka adalah gadis-gadis yang memiliki syarat sedikit lebih dari ini.

Ada juga mata sekeliling dan mereka adalah gadis yang cerdas, jadi mereka tahu bahwa jika mereka kehilangan rasa malu, itu akan mengerikan.

Tapi rem yang mereka tempatkan ketika mereka sendiri tiba-tiba hancur ketika ada mereka berdua.

Ketika seorang mengambil satu langkah, yang lain akan berkata: ‘ah, jadi tidak apa-apa untuk pergi sejauh itu’, dan melakukan satu langkah lebih jauh dari itu. Lalu, pihak lain, melihat ini, akan berkata: ‘ah, jadi tidak apa-apa untuk pergi sejauh itu’, dan itu akan menjadi pengulangan saat mereka menggali diri mereka ke dalam lubang yang lebih dalam.

Pada saat mereka perhatikan, mereka sudah berada di garis yang tidak seharusnya mereka lewati.

Itulah kesalahan yang akhirnya kau sesali.

Karen-san dan Yorishiro; keduanya sebenarnya sangat mirip, dan itulah mengapa mereka adalah tipe yang berbahaya untuk bergaul bersama.

Berada di antara keduanya, kami bertiga di sebuah oasis di tengah gurun yang pada dasarnya adalah pulau terpencil.

Bertemu seseorang di sini hampir nol. Karena berbagai alasan, aku tidak dapat bergerak selama hampir setengah hari.

Ada apa dengan jalan buntu ini yang tidak bercelah? Tak ada jalan keluar!

Jika rayuan ini berlanjut sampai matahari terbenam, aku pun takkan bisa melindungi tekad bajaku!

Apa yang harus kulakukan, Haine?!

Apa yang harus kulakukan mengenai binatang di dalam diriku?!

***

Aku berhasil menanggungnya.

Karena kedua wanita suci itu lelah sendiri seusai mandi.

“Ku...ku...ku......”

“Ufufu, dia tidur nyenyak.”

Karen-san membuat suara tidur, dan Yorishiro, yang meletakkan kepala Karen-san di pangkuannya, menatapnya dengan gembira.

“Dia pasti lelah setelah terlalu banyak bermain-main. Pagi ini, dia berwajah yang mengatakan dia tidak tidur sama sekali karena kegembiraannya. Kesenangan mandi pasti membuatnya tertidur.”

“Ah, aku diselamatkan~. Hampir saja.”

Berkat Karen-san tertidur, serangannya telah berhenti.

Jika terus seperti itu, alasanku pasti hancur, dan situasi yang tidak dapat ditunjukkan kepada anak-anak akan terjadi.

“...Karen-san benar-benar menjadi gadis yang bersemangat. Sejak bertemu dengan Haine-san, dia telah berubah sampai kau takkan bisa mengenalinya.”

“Eh? Beneran?”

“Beneran. Intinya sebagai orang yang bersemangat tidak berubah, namun dalam pelantikannya sebagai pahlawan, semangat itu ditunjukkan secara terbuka. Dengan bertemu Haine-san, dia menjadi bisa bermain-main cukup banyak.”

“Yah, maaf karena menjadi orang jahat yang merusak pahlawan.”

“Itu sebaliknya. Karen-san sebelum bertemu denganmu, bagaimana mengatakannya, terlalu bersemangat, atau lebih tepatnya, menjadi kaku; Biar bagaimanapun, dia tidak memiliki fleksibilitas. Niatnya baik, tapi dia mengorbankan dirinya demi hal itu. Haine-san, kaulah yang membiarkannya melonggarkan kekuatan yang tidak perlu itu.”

“Apa itu hal yang baik?”

“Yap. Sebagai asisten pahlawan, kau benar-benar merawat kesehatan mental pahlawan. Sebagai seorang Pendiri, aku memujimu.”

Yorishiro mendandaninya sebagai lelucon.

Setelah aku memikirkannya, Karen-san sewaktu aku bertemu di desaku memberiku kesan bahwa pundak dan sikunya lebih menempel di depan.

Kupikir itu sudah hilang karena dia semakin akrab denganku, tapi aku mengerti, dialah yang berubah.

“Sudah lama, kupikir aku bisa berteman dengannya.”

Yorishiro terus melihat wajah Karen-san yang sedang tidur.

“Sudah lama, aku berpikir bahwa dia mirip denganku. Dia jatuh cinta dengan orang yang sama denganku, jadi intuisiku sangat tepat. Berkat itu, kami benar-benar menjadi teman baik. Tapi...”

“Hm?”

“Haine-san akan...pasti memilih Karen-san.”

Yorishiro mengatakan sesuatu yang tidak terduga.

Dengan kata lain, itu berarti Yorishiro mengatakan aku akan memilih Karen-san sebagai pacarku?

“Kenapa tiba-tiba? Mengatakan sesuatu yang tidak sepertimu.”

“Yah...kau dan aku punya masa lalu. Biarpun sekarang kita berada di dalam wadah manusia, kau tidak akan menikahi seorang wanita yang menyegelmu sebelumnya, kan?”

Dalam pertempuran para Dewa 1.600 tahun yang lalu, dalam pertempuran di mana aku adalah Entropy sang Dewa Kegelapan dan Yorishiro adalah Inflation sang Dewi Cahaya, aku dikalahkan olehnya, dan disegel untuk waktu yang lama.

“Apa, kau pikir aku menyimpan dendam padamu?”

“Eh?”

“Menurutmu sudah berapa lama? 1.600 tahun. Itu terlalu jauh di masa lalu. Bahkan sulit untuk tidak melupakan dendam yang kualami sehari sebelumnya. Akan terlalu melelahkan untuk menyimpan dendam yang berusia lebih dari 1 tahun.”

“Tapi...yang lain...”

“Alasan mengapa aku memukuli Nova dan Coacervate adalah karena orang-orang itu membuatku kesal. Kalau cuma omong kosong seperti di masa lalu, bahkan dendam di masa lalu pun akan muncul kembali, kan?”

Tapi Yorishiro berbeda.

Inflation sang Dewi Cahaya di depanku berbeda.

“Paling tidak, aku menyukai Inflation sang Dewi Cahaya sebagai Dewa yang setara. Kami adalah teman yang bekerja sama untuk menciptakan dunia. Mana mungkin aku akan membencimu.”

“Haine...Haine-san!!”

“Tapi itu hanya sebagai Entropy sang Dewa Kegelapan pada Inflation sang Dewi Cahaya. Manusia Haine pada Yorishiro...yang harus dimulai dari nol dulu—Uoo?!!”

Aku melihat ke sisiku dan terkejut.

Yorishiro menangis. Diam-diam. Tapi ada sejumlah air mata yang cukup untuk membuat garis mengalir dari kedua matanya.

“Ada apa?! Jangan menangis, oke?”

“Haine-san salah karena mengatakan sesuatu yang akan membuatku menangis. Aku merasa beban yang kupikul selama 1.600 tahun telah jatuh.”

Dan karena itulah dia menangis bahagia.

Dia memiliki lebih banyak bagian yang manis daripada yang kukira.

“Tapi itulah mengapa itu menyedihkan. Sampai-sampai aku ingin menangis.”

“Eh?”

“Ketika kau mengetahui tentang kejahatan yang telah aku lakukan di saat kau tidak berada di sana, kau pasti akan membenciku.”

FP: setia's blog

Share: