Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

24 Januari, 2019

World Reformation 74

on  
In  

hanya di setiablog
“Aku adalah Dewa Kegelapan...Entropy...”

Bayangan itu mengulangi perkataan yang sama.

Tapi, apa artinya ini?

Tidak mungkin makhluk itu adalah Entropy sang Dewa Kegelapan. Entropy sang Dewa Kegelapan yang asli ada di sini.

“Dewa Kegelpan...Apa makhluk itu bilang bahwa ia adalah Entropy-sama sang Dewa Kegelapan?!”

Karen-san juga kebingungan.

Tujuan dari perjalanan ini...apalagi, target yang seharusnya tidak dapat kita temukan...telah muncul tepat di depan mata kita.

“Aku...belum pernah melihat Dewa dengan mataku sendiri. Tapi tentu saja itu bukan manusia, dan sekarang aku memperhatikan dengan seksama, itu berbeda dari monster juga. Lalu, apakah itu benar-benar Dewa?!”

Tidak. Penilaian Karen-san salah.

Memang benar ini bukan manusia atau monster. Tapi meski begitu, terburu-buru untuk menyebutnya Dewa.

Khususnya Entropy sang Dewa Kegelapan, itu mustahil.

Reinkarnasi Dewa Kegelapan ada di sini.

Selama aku adalah Dewa Kegelapan, mana mungkin ini yang asli.

Lalu, benda apa yang memanggil dirinya dengan namaku?

Paling tidak, ia tahu nama Entropy. Dengan hanya itu, itu berubah menjadi sulit untuk mengabaikan misteri.

Aku seharusnya menjadi Dewa tersembunyi yang disegel 1.600 tahun yang lalu dan tidak ada yang tahu.

“...”

Karen-san dan aku bingung, tetapi ketika aku melirik Yorishiro, aku bisa melihat bahwa hanya dia yang tenang.

Apa yang harus kita lakukan dalam situasi ini?

Tidak dapat membaca situasinya, kami tidak dapat membuat langkah yang ceroboh.

Orang yang menggerakkan situasinya adalah...bayangan gelap.

“Aku...Dewa Kegelapan...Entropy.”

“Eh?!”

Sosok itu, yang nyaris tidak mempertahankan siluet manusia, hancur, dan bergerak dengan cepat dalam bentuk seperti garis tebal.

Dan tempat tujuan perpindahannya adalah...

“Karen-san! Awas!”

“Eh?!”

Tepat sebelum hendak memukulnya, pedang suci mengusir bayangan yang menerjang.

Bagus, dia dijaga dengan baik dari itu. Tapi...

“Benar saja, ia benar-benar musuh!”

Itu artinya jika makhluk itu menyerang kita.

Makhluk itu masih merupakan eksistensi yang penuh dengan teka-teki, namun tidak ada pilihan selain melawan.

“[Dark Matter, Set]!”

Beberapa ribu, beberapa juta partikel hitam legam muncul dari kedua tangan, menjadi gumpalan, dan menciptakan pusaran hitam.

Ini adalah pusaran brutal yang terbentuk dari materi gelap yang menghapus bumi, air, api, dan angin saat bersentuhan dengan mereka.

Selain itu, ia juga memiliki sifat kedua yaitu kontrol gravitasi. Bahkan terhadap hal-hal yang tidak terdiri dari kekuatan dewata, masih memiliki kekuatan penindasan yang kuat.

“Makan ini!!”

Aku melepaskan pusaran hitam menuju bayangan hitam.

Sekarang, apa yang akan kaulakukan? Meski itu bohong, kau menyebut dirimu sendiri Dewa Kegelapan. Tunjukkan padaku bagaimana kau akan berurusan dengan materi gelap!

Tapi bayangan itu tidak berhadapan langsung dengan materi gelap, itu berubah panjang dan sempit dan melompat pergi.

“Sialan, melarikan diri?!”

Selain itu, gerakan-gerakan itu jauh lebih gesit daripada yang kuharapkan.

Jika ia meninggalkan jangkauan cahaya yang diciptakan oleh pedang suci Karen-san, mata manusia tidak dapat mengimbangi kecepatannya.

“Aku akan membantumu, Haine-san! Aku akan menambahkan sedikit kekuatan dewata cahaya, dan...!”

Karen-san meningkatkan jumlah kekuatan dewata cahaya yang dia tuangkan dalam pedang sucinya.

Ketika dia melakukan itu, bilah melepaskan bahkan lebih banyak cahaya, dan menyalakan bola yang lebih besar.

Oke, dengan ini, meskipun bayangan itu sudah jauh malarikan diri, kita masih bisa melihatnya tanpa kehilangan pandangan.

“Kau tidak boleh! Karen-san!”

Pada saat itu, jeritan tegang terdengar. Orang yang mengeluarkan suara itu adalah...

“Yorishiro?!”

Yorishiro, yang telah bertindak tenang selama ini seolah-olah dia tahu segalanya, tiba-tiba gelisah.

Tetapi aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal ini.

Bayangan itu telah berubah menjadi garis saat ia muncul, dan menyerang Karen-san.

“Ei!”

Karen-san sekali lagi menangkisnya dengan pedang suci dan menghindari serangan langsung.

Tapi, mengapa bayangan itu tiba-tiba mengubah targetnya menjadi Karen-san?!

“Kenapa tiba-tiba?! .........Tapi sebagai pahlawan, aku hanya perlu melepaskan percikan api yang datang.”

“Karen-san!”

“Haine-san, tolong serahkan ini padaku, kau lindungi Yorishiro-sama! Di bawah tanah yang sempit ini, aku tidak bisa memanfaatkan ‘Holy Light Sword’ yang luas. Kalau begitu, aku akan memusatkan kekuatan dewata cahaya ke satu titik dan...!”

Dia menyesuaikan tujuannya dengan ujung pedang sucinya, dan...menembak.

“[Holy Light Line]!!”

Bilah pedang suci berubah menjadi cahaya dan membentang.

Berbicara dengan akurat, itu adalah kekuatan dewata berbentuk garis yang ditembakkan dari pedang suci, dan sepertinya bilah itu sendiri telah terentang.

Duri cahaya itu menembus bayangan yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

“Yay! Aku memukulnya!”

Berpikir dia akan bisa mengenai itu dalam satu serangan melawan target yang membuat gerakan gila, seperti yang diharapkan dari seorang pahlawan.

Tapi...

“Kau tidak boleh! Ini buruk!”

Yorishiro berteriak sekali lagi.

“Bukan karena serangannya mengenai target, anak itu sengaja diserang! Kau tidak bisa memberikan kekuatan dewata cahaya kepada anak itu!”

Pada saat kami melihat ada sesuatu yang salah, sudah terlambat.

Setelah menerima serangan langsung dari serangan Karen-san, kami pikir itu akan terluka dan melemah, namun harapan itu dikhianati.

Itu sangat bertolak belakang.

“Aku...Dewa Kegelapan...Entropy.”

Bayangan itu...memakan serangan Karen-san dan menjadi lebih besar!

FP: setia's blog

Share: