Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

24 Januari, 2019

World Reformation 80

on  
In  

hanya di setiablog
“Aku...Dewa Kegelapan...Entropy.”

Dan sekarang, aku –Kourin Karen– sedang dalam masalah besar.

“Wah! Kenapa bayang itu datang ke sini?!”

Itu bayangan-san itu.

Kami menemukannya ketika kami berada di tengah-tengah turun ke kota bawah tanah; musuh yang misterius.

Itu terlihat seperti bayangan, dan ia berubah bentuk dengan memusingkan dan menyerang kami.

“Yorishiro-sama! Cepatlah ke sini!”

“Karen-san!”

Menarik tangan Yorishiro-sama, kami berlari secepat mungkin.

Ia mengejar kita. Ia benar-benar mengunci targetnya pada kita!

“Kita belum menunjukkan apapun yang mirip dengan cahaya sejak kita jatuh, tapi, dengan itu pun, ia mengejar kita. Apa ini suatu kebetulan? Atau mungkin...”

“Ini bukan waktunya untuk mengatakan hal sugestif!”

Bagaimanapun juga, kita harus berlari.

Kami sudah belajar bahwa kekuatan dewata cahaya kami adalah makanan bagi bayangan-san ini untuk menjadikan dirinya lebih besar.

Itu berarti kita tidak bisa mengalahkan bayangan-san ini.

Satu-satunya di kelompok tiga anggota ini yang bisa mengalahkan bayangan-san ini adalah orang yang memiliki elemen kegelapan, Haine-san.

Karena itulah Yorishiro-sama mengalami kesulitan berpisah denganku, agar tidak menjadi beban bagi Haine-san.

Namun, bayangan-san yang dimaksud datang kepada kita!

“...Karen-san.”

“Apa yang harus kita lakukan?! Kita lari dengan kecepatan penuh tapi kita tidak bisa menghindar! Tunggu, apa kau memanggilku, Yorishiro-sama?!”

Ada apa dalam situasi genting ini?!

“Tolong tinggalkan aku dan lari.”

“Eh?!”

Apa yang kau katakan, Yorishiro-sama?!

“Peluang bayangan mengarah padaku sangat tinggi. Juga, kau tidak bisa mengeluarkan kecepatan penuhmu karena kau menarikku juga. Kalau kau sendiri, kau seharusnya bisa berlari lebih cepat, kan?”

“Itu bukan alasan yang cukup bagi seorang pahlawan untuk meninggalkan Pendirinya! Sejak awal, mengapa Yorishiro-sama menjadi sasaran?!”

“Aku melihat cahaya berkedip dari kejauhan beberapa waktu yang lalu. Mungkin itu Haine-san yang melambaikan senter.”

“?!”

Aku tidak memperhatikan sama sekali!

“Aku tak tahu apakah itu untuk memberitahu kami lokasinya atau untuk memikat bayangan itu, tapi sekarang bayangan itu mengabaikan ini dan mengejar ke sini, itu berarti bahwa anak ini tidak hanya tertarik oleh cahaya.”

“Mustahil!”

“Setidaknya kau harus lari dan berkumpul kembali dengan Haine-san. Cahaya datang dari jam 4, Jika kau lari ke arah itu, Haine-san seharusnya ada di sana.”

“?!”

Kemudian...!

Aku melepaskan tangan Yorishiro-sama dan membalikkan tubuhku.

Bayangan-san yang mengejar kami dari belakang sekarang tepat di depanku.

“Pedang suci Saint-George, aku mempercayakan kekuatan dewata cahayaku kepadamu; berubahlah menjadi pedang yang memotong musuhku!”

Cahaya menyilaukan yang dilepaskan dari pedangku adalah representasi visual dari frustrasi yang menumpukku!

“Jangan, Karen-san! Anak itu menyerap cahaya dan...!”

Aku mengabaikan peringatan Yorishiro-sama dan melepaskannya.

“[Holy Light Blade]!”

Gelombang cahaya yang dilepaskan tidak mengenai bayangan-san.

Itu terbang di atas bayangan-san dan menuju lebih jauh ke belakang.

Aku membidik tempat yang berbeda. Di bagian bangunan Negeri Dunia Bawah di mana tidak ada yang tinggal lagi, aku memotongnya dengan ‘Holy Light Blade’. Bangunan yang telah dipotong kini berubah menjadi puing-puing belaka, dan lokasi yang jatuh itu, seperti yang dihitung, tepat di atas bayangan-san.

“Aku berhasil! Tepat sasaran!”

Aku bersorak ketika bayangan-san dihancurkan oleh puing-puing.

Walaupun aku tidak dapat memukulnya secara langsung dengan kekuatan cahaya dewataku, serangan fisik dari faktor eksternal mungkin bekerja. Aku tidak menduga ia telah dikalahkan dengan itu, tetapi pasti akan berhasil mejauhkan ia.

“Yorishiro-sama! Ayo gunakan kesempatan ini untuk pergi ke tempat Haine-san!”

“Karen-san!”

Mendengar teriakan Yorishiro-sama, aku secara refleks membungkukkan tubuhku.

Hampir pada saat yang sama aku melakukan ini, potongan-potongan kecil batu beterbangan. Bayangan-san memutar tubuhnya seperti tornado dan meniup puing-puing yang menghancurkannya.

“Aku...Dewa Kegelapan...Entropy.”

Dan setelah itu, bayangan-san menunjukkan sosoknya seolah-olah tidak ada yang terjadi.

“Kuat sekali!”

“Karen-san, lari! Tidak ada alasan bagimu untuk terluka di sini!”

“Tidak, ini dia!”

Aku langsung menjawab.
seetiakun
Bayangan-san yang berlari ke arah kami tampaknya telah tumbuh sedikit lebih besar dengan menyerap serangan barusan, walau itu bukan serangan langsung.

“Pahlawan cahaya melindungi Pendiri Cahaya! Dan yang lebih penting, Yorishiro-sama sekarang adalah temanku! Tentu saja aku akan mempertaruhkan hidupku untuk seorang teman!”

Bayangan-san mungkin berpikir itu membuat kami terpojok, menghentikan pendekatannya dengan kecepatan penuh dan perlahan-lahan menutup jarak dengan hati-hati.

Itu bagus. Aku ingin mengulur lebih banyak waktu.

“Dan juga, harap diingat! Kita masih punya satu orang lagi yang bisa kita percayai, bukan? Tidak mungkin orang itu mengabaikan krisis kita! Karena jika dia melakukan sesuatu seperti itu, dia tidak akan bisa menerima hadiah yang luar biasa nanti!!”

“Karen-san?!”

Karena itu, jangan menyerah. Orang itu pasti akan datang.

“[Dark Matter, Set]”

FP: setia's blog

Share: