Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

10 Februari, 2019

Campione v21 3-1

on  
In  

hanya di setiablog
Bagian 1

Bukan hanya Godou yang telah mengumpulkan pengalaman dalam satu tahun ini.

Teman-temannya yang menemaninya melalui pertempuran dan petualangan juga sama.

Partner pertamanya, “pacar”-nya Erica-nya. Pemilik kekuatan penglihatan spiritual tak tertandingi (Penerawangan Roh), Mariya Yuri. Seorang penyihir dan ksatria, yang mahir dalam teknik keduanya, Liliana. Sang hime-miko berpedang dan pengguna Ama no Murakumo no Tsurugi, Ena──.

Serangan tak terduga turun dari atas mereka.

Terlebih lagi, itu adalah [Panah Api] yang ditembakkan oleh dewa perang Lakhsmana.

Biasanya, siapapun akan dihabisi oleh ledakan dan api bersama dengan bangunan pasar baru yang ditargetkan. Tidak dapat melakukan apapun untuk melawan, mereka akan dimusnahkan tanpa menyisakan sedikit pun tulang.

Tapi, para gadis memiliki pengalaman dan metode.

“Semuanya──sesuatu akan datang.”

Peringat Mariya Yuri.

Suara dan ekspresi hime-miko yang unggul dalam penerawangan roh lebih dari siapapun dipenuhi dengan urgensi. Saat yang lain melihat dan mendengar itu, Erica memanggil pedang kesayangannya Cuore di Lione ke tangannya lebih dulu.

“Untuk mempertahankan tatanan Roma, senat menasihati meruntuhkan kekaisaran!”

Pedang ajaib singa berubah menjadi rantai panjang dan bergerak secara otomatis.

Rantai logam bergerak dengan suara gemerincing sambil menggambar pentagram di udara. Itu adalah tanda suci yang juga digunakan oleh Raja Salomon untuk mengusir kejahatan.

“Wahai baja singa. Senatus Consultum Ultimum, umumkan!”

Itu adalah sihir perlindungan terhebat yang Erica pelajari karena berafiliasi dengan Salib Tembaga-Hitam.

Jika hanya untuk waktu yang singkat, itu bisa membentuk penghalang yang bahkan bisa menahan kekuatan dewata sampai tingkat tertentu. Tingkat pengaruhnya sudah terbukti dalam pertempuran melawan raja dewata Melqart dan dewa panen yang baik Saturnus.

“Lily, sembunyikan obat rahasianya!”

“Tentu saja aku tahu!”

Liliana bergerak bahkan sebelum Erica berbicara.

Tangan kanannya dengan cepat melambai di atas meja kerja. Hanya dengan itu obat yang hampir selesai segera lenyap. Itu “tersembunyi” menggunakan sihir.

Itu bisa dipanggil kembali dengan teknik <Memanggil> kapan saja dia membutuhkannya.

Juga, Yuri yang memberi peringatan di awal adalah──

“Aku mempersembahkan doa kepada para dewa Kamimusubi, Takamimusubi, Ikumusubi, Tarumusubi, Tamatsumemusubi, Oomiya no Me, Oomiketsu no Kami, dan Kotoshironushi. Jawablah penumpas peramal yang menenangkan roh orang mati, tolong tunjukkan ketenangan……!”

Dia menggabungkan kedua tangannya di depan dadanya dan berdoa.

Cahaya putih mulai dipancarkan dari seluruh tubuhnya yang dibalut pakaian miko.

Itu adalah dharma <Penumpas Roh Orang Mati> demi menekan kekuatan dewata yang tak terkendali dan roh orang mati. Cahaya putih dengan lembut menyelimuti keempat gadis itu.

Demikian juga hal ini dapat menunjukkan keampuhan perlindungan yang menakjubkan bahkan terhadap otoritas suci dari seorang dewa, bahkan untuk waktu yang singkat.

Lalu, hime-miko berpedang juga menyelesaikan [hal-hal yang seharusnya dilakukan].

“Yang Mulia, pinjamkan Ena Ama no Murakumo!”

Walaupun pihak lain tidak ada di permukaan bumi ini.

Ada ikatan antara keduanya yang tidak bisa diputus karena pedang suci yang setara dengan harta nasional Jepang. Ketika Ena berteriak, Ama no Murakumo no Tsurugi segera muncul di tangannya.

Ena meminjam kekuatan spiritual pedang suci untuk Erica dan Yuri, bekerja sama dengan seni rahasia perlindungan sementara──

Ena memanggil nama pemuda kesayangannya sekali lagi.

“Yang Mulia, Kusanagi Godou! Untuk melindungi kami semua…… cepatlah ke sini!”

Inkarnasi pertama Verethragna, Angin.

Jika namanya dipanggil oleh seseorang yang didekati oleh bahaya fana, dia akan bisa tiba di sana seketika.

Kondisi untuk mengaktifkan inkarnasi ini sepenuhnya diatur. Tindakan balasan untuk menyelamatkan semua orang dari kemarahan Panah Api juga sempurna.

Itu sebabnya, para gadis tidak melakukan kesalahan sama sekali.

Ketika Godou menyelesaikan kembalinya menggunakan teleportasi instan dengan inkarnasi Angin dari Dunia Astral——lokasi ibu Pandora, keempat rekannya di permukaan jatuh.

Sebaliknya, itu adalah sesuatu yang alami yang tidak bisa diperbuat.

Biar bagaimanapun, seseorang yang bisa aman setelah terkena semangat pertempuran dan kebencian dewa adalah orang aneh.

“……Erica. Mariya. Liliana. Seishuuin.”

Godou memanggil nama semua orang ketika dia menyaksikan adegan bencana.

Keempatnya——berada di tanah.

Mungkin karena manfaat dari mantra pertahanan yang tumpang tindih, pakaian dan tubuh mereka tidak terlihat hangus atau melepuh.

Godou berlari ke arah Erica yang paling dekat dan mencoba menyentuh pipi wajahnya yang masih terlihat cantik. Itu dingin seperti es.

Dia juga mencoba melakukan hal yang sama pada Yuri, Liliana, dan Ena. Semua orang kedinginan.

Godou melihat sekeliling.

Itu adalah ladang yang terbakar. Tentunya ada fasilitas besar di petak kosong yang terlalu lebar ini. Namun sekarang apa yang selamat dari api hanya beberapa kerangka bangunan yang terbuat dari rebar──.

Dua dewa perang ada di sana di daerah yang terbakar api yang membara di sana-sini.

“Kau datang juga, Kusanagi Godou.”

Dewa kera putih angin Hanuman berbicara.

“Kau juga pengguna angin. Apalagi, kau adalah dewa yang meniup angin perlindungan dan keselamatan. Aku pikir ketika bahaya mendekati temanmu di permukaan, kau pasti akan datang kemari.”

“Jadi kau yang melakukan ini pada semua orang, Hanuman?”

“Tidaklah. Sesuatu seperti kehidupan dan kematian orang rendahan bahkan tidak kupikirkan.”

“Seperti yang dikatakan Hanuman-dono. Apa yang kulakukan tidak lebih dari menembakan panah panas yang menyengat dan—panah tanah beku yang kupinjam dari quiver kakakku.”

Lakhsmana dengan tenang berbicara dengan busur panjang yang terbuat dari kayu di tangan.

“Orang-orang ini, sepertinya mereka entah bagaimana menahan panah pertama. Tapi benar saja, mereka hanya manusia biasa. Sudah jelas bahwa mereka tidak tahan panah kedua juga.”

Lakhsmana berulang kali menunjukkan distorsi yang bahkan bisa dikatakan sebagai kejahatan.

Namun, saat ini dia menyendiri. Dia memiliki martabat yang benar-benar layak sebagai sesosok [dewa].

Tentunya dia memikirkan orang-orang seperti kawan-kawan Kusanagi Godou sebagai tidak lebih dari lonceng untuk memanggil target. ……Hal seperti itu memicu kemarahan Godou.

“Untuk kemenangan, datanglah di depanku.”

Godou bergumam.

“Wahai matahari abadi, aku memohon padamu untuk memberikan cahaya ke kuda jantan. Wahai kuda jantan yang bergerak bak dewa dengan keagungan yang menakjubkan, bawalah halo tuanmu.”

Kata-kata kekuatan demi menyebut inkarnasi ketiga Verethragna, Kuda Putih.

Rapalan itu tenang saja. Namun, dari jauh——matahari bersinar di puncak memuntahkan suar dari lingkarannya──

Godou segera yakin. Dia lebih lanjut meneriakkan ini juga.

“Sekarang giliranmu, Lancelot du Lac. Bertarunglah sebagai tombakku!”

Kuda Putih yang memaksa sinar matahari menjadi tombak pembantaian.

Kekuatan penuh dan mencongklang ksatria kecepatan penuh oleh dewa perang bertombak.

Itu adalah gerakan drastis dimana Kusanagi Godou secara bersamaan melalui dua “senjata proyektil” terkuat yang dia miliki.

FP: setia's blog

Share: