Campione v21 3-2

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Bagian 2

Api Kuda Putih hanya bisa ditembak ketika menyerang penjahat hebat yang merugikan penduduk.

Pangeran Lakhsmana yang menerima semua distorsi dan noda yang kakaknya Rama harus menanggung kualifikasi yang cukup untuk menjadi sasarannya.

“GUuuuuuoooOOOOOOOOOOOOOH!?”

Muka tampan yang mirip kakaknya yang murni itu berputar dalam kesedihan.

Ditelan oleh tiang api yang turun dari langit, dia menderita dibakar hidup-hidup.

“ U──nuuh! Aku harus mempertaruhkan nyawaku demi kakak!”

“Berisik. Lagian, seorang pria di selevelmu terlalu banyak menyela.”

Godou merasa tak ada semangat juang atau naluri yang muncul.

Godou bergumam dengan amarah dingin. Suaranya yang terdengar meremehkan musuh dengan status lebih rendah dari jauh “di atas” benar-benar dalam gaya [Raja Iblis].

“Berhenti menyela lagi tanpa diundang ke pertandingan antara aku dan Rama.”

“Kuuuuuuh!”

Sosok Lakhsmana menghilang di dalam tiang api.

Dia terbunuh——tidak. Dia tidak menganggapnya bisa dibakar sampai mati seperti ini dan secara pribadi memilih untuk mundur. Karena kegigihannya mengabdikan hidupnya demi kakaknya.

……Yah, itu tidak masalah.

Godou mengangguk tanpa emosi setelah mengurus satu lawan.

Kemarahannya terhadap banyak yang menyakiti gadis-gadis tercintanya itu terlalu besar daripada menjadi emosional yang ganas, dia memasuki keadaan tenang.

──Dia harus menyebarkan kelompok semacam ini bahkan sedetik lebih cepat dan kemudian tinggal dekat dengan teman-temannya.

Ketika dia melihat ke langit, dua dewa perang sedang melakukan pertarungan.

“Kau! Beraninya kau melupakan kewajibanmu pada pangeran dan berpihak pada seorang Pembunuh Dewa!”

Dewa Hanuman yang terbang bebas mengumpat di udara.

“Itu adalah tindakan yang tidak pantas untuk dewa, Lancelot du Lac!”

“Kau berbicara omong kosong. Bila kau ingin berkhotbah tentang jalan kesetiaan, maka lakukanlah di tempat lain. Aku adalah dewa ksatria, tetapi pada saat yang sama ratu orang Amazon yang menunggang kuda, kepala sekelompok bajingan!”

Lancelot mengejek dewa kera putih yang tak tergoyahkan dalam kesetiaannya.

“Aku akan memacu kudaku mengikuti keinginan hatiku, dan dengan bebas memutuskan musuh yang harus aku kubur!”

“Nuuh!”

“Kini kau adalah targetku, Hanuman!”

Dewa perang Lancelot du Lac yang saat ini menjadi [tombak] Godou──

Dia memacu kuda putihnya sambil menyiapkan tombak dan perisainya.

Ksatria dan kuda bergerak dalam zigzag dengan kecepatan yang sama seperti petir mengejar Hanuman. Untuk menusuknya dengan ujung tombak.

Raja kera yang turun dari dewa angin menghindar dengan belokan tajam dan mencoba berputar di belakang kuda.

Namun, saat lawan mendekati punggungnya, Lancelot dan kuda putihnya tiba-tiba berakselerasi, mengambil pendakian yang curam, menukik, dia lolos dari kesulitan dengan gerakan udaranya.

Dan kemudian, pertempuran sengit berulang antara dewa kera dan dewa ksatria──.

Angin dan petir, anak-anak yang diutus oleh surga dari elemen-elemen itu mengejar dan dikejar secara alternatif. Menatap itu, Godou puas. Dalam situasi seperti itu, itu takkan menjadi masalah biarpun dia tidak segera memberi penguatan.

“Yosh.”

Godou pindah ke sisi teman-temannya.

Erica, Yuri, Liliana, dan kemudian Ena. Pertama dia mengambil pergelangan tangan gadis Italia yang memiliki julukan Diavolo Rosso. Dia tidak memiliki denyut nadi. Dia dingin seperti es. Tiga lainnya pasti sama.

Tapi, Godou tidak terganggu lagi hanya karena ini.

Dia memiliki keyakinan. Bahwa ‘mereka bisa diselamatkan jika itu aku’.

Dia memiliki perasaan kemahakuasaan. Bahwa ‘Akulah satu-satunya penyelamat’.

Itu adalah kesombongan [yang dipilih] yang hanya diizinkan untuk pahlawan atau orang suci.

Ya. Ketika dewa perang Verethragna dari Persia kuno——yang berorientasi ke permukaan, ia memilih “bentuk tertentu” sebagai preferensinya dan melindungi rakyat yang tidak berdosa.

Seorang remaja berusia lima belas tahun yang bersinar. Inkarnasi keenam Verethragna.

Godou mengucapkan mantra untuk membangunkan otoritasnya sendiri.

“Aku datang demi kemenangan. Aku datang demi dukungan, demi penyembuhan, demi keadilan, demi kehidupan yang baik. Sambutlah kedatanganku dengan pemujaan!”

Keselamatan dan perlindungan bisa dibagikan kepada orang-orang yang mempertaruhkan hidup mereka demi Kusanagi Godou.

Itu adalah otoritas Pemuda.

Beberapa bulan yang lalu adalah saat terakhir dia menggunakan otoritas ini dalam pertempuran melawan Sun Wukong di Nikkou. Saat ini, cahaya putih──sakral dipancarkan dari seluruh tubuh Godou.

Kekuatan untuk menampilkan keadilan dan keajaiban ke dunia menjadi keagungan yang meluap.

“Wahai pengikutku”

Godou berlutut, pertama dia mengangkat Erica ke dalam pelukannya.

“Aku tidak menyetujui kematian tanpa persetujuanku. Perlindungan dewata dari dewa perang suci takkan mengenali bahkan ketenangan kematian. Nikmatilah hak istimewa dan penderitaan yang dipilih, bersama denganku......!”

Dia mencium gadis berambut pirang yang disayanginya.

Melalui pertukaran bibir, [perlindungan dewata] dikirim.

Itu adalah berkah yang telah dia berikan dua kali kepada Erica sebelumnya. Sama seperti sebelumnya, dan waktu sebelum itu, dengan daya hidup yang sangat besar ini dihirup ke dalam jantung dan tubuhnya. Sebagai ganti memberikan rasa sakit yang parah padanya.

Namun, bagaimanapun.

“Nn......Godou──Campione-ku……”

Mata Erica yang tertutup terbuka dalam keracunan.

Bibirnya mengeluarkan napas yang terengah-engah dan bisikan manis.

Berbeda dari dua kali sebelumnya. Jantung dan tubuh Erica telah terbiasa dengan ritual yang mulia ini, dia sudah bisa menerima kegairahan dan kekuatan dari seorang yang terpilih tanpa rasa sakit.

Namun, masih ada tiga teman lainnya yang kolaps.

Godou berlutut di depan mereka satu demi satu, dan mengulangi ciuman itu.

“Aku merasakannya, kekuatan Godou-san……Benar-benar......luar biasa……”

“Rajaku—Aku bersumpah aku akan membalas berkah ini, b, bolehkah...jika aku memohon agar kau menciumku sedikit lagi......?”

“Ja. Jangan, Yang Mulia. Memalukan untuk dilihat di tempat seperti ini......hadapi itu de──”

Dengan ini semuanya dibereskan.

Godou dengan tegas mengangkat wajahnya dan mengalihkan tatapannya sekali lagi ke pertempuran udara.

 

“Aku menyadarinya, dewa perang bertombak-dono!”

Hanuman akhirnya berhenti melarikan diri.

Dia datang menyerang Lancelot dan kudanya yang tercinta. Sementara lengan kera yang ditutupi bulu putih berayun di sekitar tongkat baja——dengan beban berat menempel di ujungnya.

*GAaaNN-!*

Lancelot mengangkat perisainya dan memblokir tongkat dewa kera putih di atas kudanya.

“Ku……-!”

Ratu orang yang menunggang kuda meringis setelah menerima kekuatan besar Hanuman.

Pada saat dia melindungi Guinevere, wajahnya benar-benar tersembunyi oleh helm full facce. Saat ini dia mengenakan helm yang memaparkan wajahnya yang cantik.

Mengekspos wajah seseorang dan menampilkan keganasan seseorang juga merupakan tugas seorang ratu pertempuran.

Lancelot menunjukkan ekspresi tidak sabar hanya sesaat──.

Dewa perang Hanuman melihat itu sepenuhnya dan dia terkekeh.

“Fufufufufu, seperti yang kuduga. Aku berpikir bila ini benar-benar terjadi karena aku melihat gaya bertarungmu setelah kau melayani Kusanagi Godou. Sepertinya kau...terikat oleh batas waktu.”

“Sungguh tajam, kera putih-dono.”

Kedua dewa perang memulai kontes kekuatan menggunakan perisai dan tongkat.

Ketika Haniman mendorong, Lancelot juga mendorong kembali. Ketika tongkat dengan ujung tertimbang perlahan mendorong dengan lebih banyak kekuatan, Lancelot juga menerapkan kekuatan yang sama pada perisainya yang berbentuk berlian…….

“Saat kau bisa bertarung dengan bebas sesuka hatimu, itu tak lama dengan segala cara dari apa yang kulihat, apakah aku benar?”

“Fuh. Jadi itu tidak berarti biarpun aku menghindari pertanyaan tersebut.”

Dewa perang bertombak itu tersenyum pahit dan mengangguk sportif.

Lancelot hanya bisa aktif dengan kekuatan penuh dan kecepatan penuh dalam [sekitar sepuluh menit] dalam pengertian manusia. Arusnya pada akhirnya adalah dewa bawahan yang Kusanagi Godou panggil.

“Kalau begitu kera-dono. Kau berubah menjadi pendekatan kasar karena kau memperkirakan bahwa batasku sudah dekat.”

“Memang. Waktu untuk pertempuran sudah matang sekarang……”

‘Guh!’ Hanuman mendorong tongkatnya lebih banyak lagi.

Perisai berbentuk berlian tidak bisa mendorong melawan ini. Kekuatan yang tersisa Lancelot hampir habis. Tapi dia tidak kehilangan mental, dewa perang bertombak itu menyeringai dengan susah payah.

“Sun Wukong──kau berbeda dari kera sebangsamu, kau cerdas huh!”

“Tolong jangan salah paham. Itu karena legenda dari seorang yang rendah hati ini dan Raja Rama, anekdot [santo pengiring dan pendamping kera] diedarkan di negara-negara timur, hingga kisah kera-dono dengan otak bersel satu——model yang belum matang lahir. Dapat dikatakan bahwa dia adalah kerabatku yang sangat jauh, tapi kami tidak memiliki hubungan langsung.”

Mungkin ada sesuatu yang tak bisa ia hasilkan sebagai bawahan yang serius dan setia.

Hanuman berbicara dengan ketidakpuasan yang tidak biasa baginya.

“Aku memintamu untuk tidak membandingkan Sun-dono denganku.”

“Maafkan aku. Pada awal kesuksesanku dalam memotong jalan, aku pasti akan mengajarkan itu kepada orang lain.”

“Ah──Aku bilang, itu tidak perlu.”

*BUN-!*

Dengan kekuatan kasar, Hanuman menyapu tongkatnya secara horizontal.

Perisai itu terlempar menjauh dari tangan kiri Lancelot. Terbang ke udara kosong yang jauh.

“Aku sama sekali tidak ingin melepaskanmu. Bila aku melepaskanmu, takkan diketahui dalam bentuk seperti apa kau akan membantu Kusanagi Godou. Aku pasti akan menghabisimu di sini.”

“Chih!”

Ratu mendecakkan lidahnya, sebelum Hanuman memanggil angin.

*GOU!* Angin mengerang di sekitar dua dewa perang dan mulai berputar. Angin menjadi pusaran udara yang luar biasa. Itu memunculkan...tornado yang melolong dengan keras.

Kera kera putih dan dewi mengendarai kuda, kedua belah pihak benar-benar tertelan oleh tornado!

“Selamat tinggal, dewa tombak. Dengan ini kau tak bisa melarikan diri.”

“Yeah.…… Hal yang sama berlaku untukmu.”

“!?”

Ketidaksabaran dan gertakan berubah sepenuhnya, menjadi senyum prajurit yang yakin akan kemenangan.

Menyaksikan perubahan pada Lancelot, dewa kera putih Hanuman tercengang. Sesaat berikutnya, lolongan yang menindas geraman tornado yang bergemuruh——bergema ke langit.

 

“Usai sang penguasa berbicara. Orang berdosa harus dijatuhi keadilan.”

Pertempuran udara antara Hanuman yang melejit dan dewa perang yang dipercayakan dengan peran sebagai umpan.

Untuk menutup pelarian Lancelot du Lac, Hanuman menghasilkan tornado yang tinggi ke langit yang seperti penjara. Langsung, mantra Godou diucapkan.

“Yang tidak tergoyahkan dan tidak bisa didekati, sumpah yang mematahkan orang-orang berdosa harus dibersihkan oleh palu besi keadilan! Semoga duri bisa hancur, semoga tulang patah, tendon robek, rambut, otak, dan darah bercampur dan diinjak bersama dengan bumi!”

*OOOOOOOOOOOoooooooooNNNNNNN-!*

Dari tanah lapangan terbakar yang muncul dari Panah Api, seekor binatang besar berotot terbang keluar. Itu adalah Babi Hutan yang panjangnya dua puluh meter.

Inkarnasi kelima Verethragna yang juga disebut sebagai diri Godou yang lain.

Monster besar hitam itu——melompat.

Mengarah setinggi di langit, ia melompat menggunakan seluruh tubuhnya layaknya per. Itu naik tajam ke langit seperti roket diluncurkan.

Sudah malam tanpa disadari, bulan purnama menerangi tanah dengan cahaya yang tumbuh.

Babi itu membuat lompatan besar seolah terbang menuju bulan tersebut. Makhluk dewata terus naik terus, dan akhirnya menggeram di udara dan menabrak tornado──

*OOOOOOOOooooooooNNNNNNNNN-!*

Pertama, suara melolong yang berisi gelombang ultrasonik meniadakan putaran tornado dan membubarkannya.

Selanjutnya tubuh besar Babi Hutan tidak berhenti memanjat curam dengan kecepatan tinggi yang seperti roket, dengan kuat membawa dewa kera putih Hanuman ke ketinggian yang lebih tinggi di langit.

“NUOOOOOOH!”

Babi itu menusuk tubuh Hanuman dengan kedua taring di hidungnya.

Tentunya itu takkan menjadi luka yang mematikan. Kera yang juga unggul dalam kekuatan supranatural memperbesar tubuhnya sendiri dan menjadi ukuran yang tidak kalah dengan tubuh besar Babi Hutan.

“Ayahku, Dewa Angin Vayu, tolong pinjamkan aku kekuatan fisik yang bahkan bisa menggerakkan gunung!”

Hanuman berteriak.

Dia memeras semua kekuatan fisik dan kekuatan terbangnya dan mencoba untuk mendorong kembali pendakian si Babi Hutan yang curam. Tapi, ada Lancelot dan kuda putihnya yang menyerang.

Ujung tombak menghunjam ke dahi Hanuman yang membesar!

“Gallop seorang ksatria dengan kekuatan penuh dan kecepatan penuh—” “Malam ini kita akan berpacu menuju bintang-bintang, temanku!”

*NEEIIIIIIGHHHH-!*

*OOOOOOOOooooooooNNNNNNN-!*

Kuda dan Babi Hutan menanggapi perintah ratu Lancelot. Tiga yang melayani Kusanagi Godou menuangkan semua kekuatan sihir mereka untuk terbang dan naik.

Tubuh Hanuman yang tertusuk itu ditusuk oleh taring dan tombak dan kekuatan desakan, untuk menyeringaikan dia!

Semakin tinggi dan semakin tinggi— para dewa dan makhluk dewata berderap ke langit malam seperti roket asli. Ketika mereka mencapai ketinggian super tinggi yang kemungkinan melintasi stratosfer, lebih dari seratus kilometer dari permukaan, saat itu.

Keyakinan tentang “Rasakan itu!” menggenang di dalam hati Godou.

Para pengikutnya telah menyerahkan kera dewa putih Hanuman untuk dilupakan. Dan untuk menyita kekuatan dewatanya, ibu Pandora harus memutar Lingkaran Perampasan dari jauh.

Untuk sesaat bahu Godou menjadi sangat berat.

Kekuatan berikutnya mengalir ke seluruh tubuhnya. Itu adalah hadiah dari pembunuhan dewa.
Load comments