Unlimited Project Works

11 Februari, 2019

Little Mokushiroku v3 2-2

on  
In  

diterjemahkan oleh setia-kun
Intermission 2

Ketika dia melihat jam, itu sudah lewat pukul 10:00 malam. Satsuki mulai lelah. Dia menghela napas lemah dan berhenti mengeluarkan mantra anti-kutukannya.

“Zzz ... Zzz ...”

“...”

Dia menjaga mantra itu selama empat jam, tapi Harissa masih belum menunjukkan tanda-tanda untuk bangun. Mungkin dia tidak akan ...

Gagasan itu terlintas di benak Satsuki, tapi dia dengan penuh semangat menggelengkan kepalanya. Mantra tidur Harissa lebih kuat dari yang dia duga. Dia mulai kehilangan harapan.

Dia tak mengenal Harissa selama itu, tapi Satsuki menyukai penyihir kecil dari dunia lain. Hanya seorang gadis malang yang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk pulang.

Tepat setelah dia mulai tinggal di rumah Rekka, dia meminta Satsuki untuk mengajarinya bagaimana melakukan tugas-tugas. Dia mengatakan bahwa dia ingin membantu Rekka.

Dia mungkin sudah bagus dengan pekerjaan rumah tangga sejak awal. Yang harus Satsuki lakukan hanyalah mengajarinya cara berbelanja dan menggunakan peralatan modern. Harissa dengan cepat mengambil alih semua pekerjaan rumah tangga Namidare. Sangat lucu untuk melihatnya melakukan yang terbaik untuk membantu Rekka.

Sebenarnya, Satsuki sedikit menyesal mengajarinya bagaimana menggunakan dapur. Akibatnya, dia memiliki lebih sedikit kesempatan untuk membuat makan siang untuk Rekka sendiri. Masakan Harissa sesuai dengan gaya dunianya. Itu memiliki rasa unik yang sangat enak.

Dalam artian itu, dia adalah salah satu rival-rival Satsuki untuk hati Rekka. (Kenyataan bahwa “rival” dalam bentuk jamak itu cukup buruk.) Tapi sebagai seseorang, Satsuki tidak mempedulikannya.

Itu seperti memiliki seorang adik perempuan, pikir Satsuki. Itu sebabnya dia ingin membantunya.

“... Baiklah.”

Satsuki mulai merapalkan mantranya lagi. Sekali lagi, cahaya biru berkumpul di tangannya dan dengan lembut menyelimuti Harissa yang sedang tidur.

“......”

Saat dia membaca mantra, Satsuki mendapati dirinya memikirkan teman masa kecilnya.

“Rekka ...” Dia membisikkan nama anak laki-laki yang tak hadir tersebut.

Biasanya namanya membawa cahaya hangat ke hatinya, tapi sekarang membuat bayangan hitam.

Dia tahu Rekka ada di luar sana mencoba menyelamatkan Harissa. Itu sangat dia yakini. Begitulah teman masa kecilnya.

Dia bisa malas, dia benci untuk menonjol, dan dia tak pernah berkelahi. Dia adalah seorang anak laki-laki yang mencintai apa yang normal, dan membenci menyebabkan keributan. Tapi bukan berarti dia tidak akan melakukannya untuk menyelamatkan seseorang yang sedang dalam kesulitan. Dia akan mengeluh, dan dia akan mengatakan dia berharap orang lain akan melakukannya untuknya, tapi ...

“Pada akhirnya, Rekka tidak akan menyerah pada siapa pun ...” katanya nostalgia.

Satsuki pernah bertemu kucing liar, tapi orangtuanya menyuruhnya membuangnya. Rekka kemudian menemukan dia menangis, dan mengatakan kepadanya bahwa dia akan membantu menemukan pemilik baru untuk kucing liar tersebut.

“Ayahku menyelamatkan seekor kucing di tepi sungai beberapa waktu yang lalu, dan aku membantunya menemukan seseorang untuk menjaganya,” katanya.

Dia bahkan mengatakan padanya bahwa dia tahu semua tempat terbaik untuk memasang tanda-tanda. Tapi ...

“Nggak! Aku ingin menjaganya sendiri!”

Satsuki dulu itu egois.

Dengan caranya yang kekanak-kanakan, dia jatuh hati pada kucing tersebut. Pada awalnya, Rekka mencoba membujuk Satsuki sebaliknya ... tetapi ketika dia menyadari itu tidak berhasil, dia membawanya dan kucing ke kuil dekatnya.

“Ayo tetap di sini dan urus itu.”

“Baik!”

Untuk sesaat setelah itu, mereka mengunjungi kuil dari hari ke hari. Mereka membawa susu untuk diminum dan selimut agar tetap hangat.

Setelah satu tahun atau lebih, kucing itu tumbuh dan berkeliaran di suatu tempat. Tapi Rekka tetap bersamanya sampai akhir.


Dia pikir itu normal bagi orang untuk bahagia. Dan dia sepertinya berpikir itu normal untuk mencoba melindungi itu.

Tapi ... sekarang dia menolak keras Satsuki, dan melukai dirinya sebagai hasilnya.

Mungkin dia tidak bermaksud begitu. Mungkin dia punya alasan yang bagus. Mungkin Satsuki baru saja salah paham dengan apa yang dia lakukan, dan mulai kesal tanpa alasan. Walau begitu ...

Dia tak tahu harus berbuat apa. Mereka sudah bersama sejak mereka masih kecil, dan ini adalah pertama kalinya hal seperti ini pernah terjadi.

Karena ... dia menyukai Rekka.

Gangguan sedikit saja mengguncang hatinya. Luka itu dalam.

Tidak peduli betapa dia memikirkannya — tidak peduli betapa dia mencintai Rekka — dia tidak bisa mengerti dirinya sekarang. Jika bisa, takkan ada masalah sama sekali.

Sihir Mahakuasa pun tak bisa mengungkapkan perasaan orang. Ketidakpastian hitam memakan hatinya.

Rasa sakit yang menusuk dan menyakitkan ...

“...”

Satsuki menutup matanya dan mencoba bertahan.

Tetapi rasa sakit itu tidak berhenti.
MARI KOMENTAR

Share: