Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

14 Februari, 2019

Martial Peak 77

on  
In  

hanya di setiablog
Chapter 77: Lepaskan Mereka

“Mengorbankan Yang Kai untuk menyelamatkan Su Yan, apakah menurutmu pilihanmu benar?” Tanya Bendahara Meng sebelum tertawa ringan.

Su Xuan Wu menjadi sangat malu dan mengira dia datang untuk mengkritiknya.

Meng Wu Ya melanjutkan. “Kalau begittu, dan kau melakukan ini, berhasil menyelamatkan Su Yan dari kesulitannya, apa yang akan dia pikirkan ketika dia menyadari alasan keselamatannya?”

Su Xuan Wu menatap ke depan dengan tatapan kosong sebelum butir-butir keringat jatuh dari dahinya ketika dia menyadari beratnya situasi.

“Jika kau melalui ini, maka kau hanya akan menciptakan iblis batin/rasa bersalah di dalam hatinya! Dia berlatih di Ice Heart Secrets, jadi jika iblis/rasa bersalah ini benar-benar muncul; kau, lebih dari orang lain, harusnya tahu konsekuensinya.” Meng Wu Ya berbisik ke telinga Su Xuan Wu, sementara dia merasa seperti disambar petir, perasaan penyesalan besar muncul dalam dirinya.

Dia hanya memikirkan manfaat jangka pendek, dan gagal melihat efek jangka panjang yang akan terjadi pada Su Yan. Benar, bahwa dengan mengorbankan Yang Kai dia akan menyelamatkan Su Yan, tapi selama dia hidup setiap hari dia akan berpikir tentang bagaimana dia diselamatkan dan bagaimana itu semua dari kerja keras Yang Kai. Setelah memikirkannya untuk waktu yang lama, dia akan tersiksa oleh rasa bersalah, jadi bagaimana kultivasinya naik?

“Terima kasih banyak kepada Bendahara Meng untuk petunjuknya!” Su Xuan Wu menanggapi dengan hormat.

*Ha ha.* Meng Wu Ya tertawa kecil, “Meskipun aku tidak mengatakannya, kau masih akan menyadarinya. Hanya pada saat itu, sudah terlambat!”

Tetua Besar berdiri di samping, dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca; setelah sekian lama, dengan susah payah ia akhirnya berhasil menemukan keuntungan daripada Saudara Kedua, tapi tepat ketika segala sesuatunya akan datang, Bendahara Meng muncul. Dengan hanya beberapa kata darinya, bagaimana mungkin Saudara Keduanya rela terus menaikkan bendera putihnya? Untuk prospek masa depan Su Yan, dia pasti tidak akan kebobolan kali ini.

Menyadari ini, wajah Wei Xi Tong jatuh. “Bendahara Meng, ini Elder Hall di High Heaven Pavilion, tak ada, bahkan tetua sekalipun, tanpa izin tidak bisa masuk ke sini. aku sarankan kau kembali dari mana kau datang.”

Meng Wu Ya hanya meliriknya, mundur dengan tenang, dan kemudian sosoknya tiba-tiba menghilang dan muncul kembali di tempat tertinggi di Elder Hall.

“Kurang ajar!” Wei Xi Tong berteriak dengan keras sementara beberapa wajah tetua yang lain semua tajam karena marah, mereka semua menatap Meng Wu Ya dengan marah.

Masalah mereka tidak dengan dia secara pribadi, tapi karena kenyataan bahwa kursi milik Kepala High Heaven Pavilion dan terpisah dari Kepala, tidak ada orang lain yang memiliki kualifikasi untuk berada di sana. Meskipun para tetua ini telah berjuang satu sama lain selama bertahun-tahun, bahkan Tetua Besar tidak berani menduduki posisi itu.

Tetapi sekarang, seorang bendahara belaka dari Contribution Hall yang tidak diketahui asalnya berani pergi ke tempat itu. Bagaimana para tetua ini tidak marah? Ini adalah penghinaan total bagi seluruh sekte!

“He he, semuanya, tolong jangan marah.” Meng Wu Ya tertawa dengan acuh tak acuh, dan sambil membelai janggutnya dia berbicara, “Aku di sini mewakili Kepala dan hanya di sini untuk menyampaikan pesan!”

“Mewakili Kepala?” Lima tetua berteriak pada saat yang sama.

Dalam beberapa tahun terakhir, walau lima tetua yang ingin bertemu dengannya, itu setara dengan meraih langit; mereka tidak akan mengira bahwa Bendahara Meng akan dapat bertemu dengannya. Dan dengan nadanya, sepertinya karena kejadian hari ini, dia memiliki beberapa hal yang ingin dia katakan.

[Tentang apa semua ini? Pada hari biasa, meskipun keadaan terbalik, Kepala tidak akan ikut campur. Jadi mengapa dia ikut campur ketika itu hanya perselisihan kecil generasi yang lebih muda?]

“Apa ini, kalian semua pasti mengakui ini kan?” Di dalam tangan Meng Wu Ya, ada liontin giok berwarna ungu.

“Liontin kepala!”

Liontin giok ini adalah simbol High Heaven Pavilion dan benar-benar mustahil untuk dipalsukan.


“Karena kalian tahu, itu bagus.” Meng Wu Ya tersenyum ramah.

Wei Xi Tong bertanya dengan nada berpikir. “Aku ingin bertanya, instruksi apa yang Kepala ingin kau sampaikan?”

Meskipun sudah sepuluh tahun sejak Kepala mengelola urusan yang berkaitan dengan High Heaven Pavilion, prestise dan kekuatan posisinya tidak melemah sedikitpun.

Meng Wu Ya menjawab. “Sang Kepala bilang, kau telah membuat hal-hal besar menjadi kecil dan hal-hal kecil menjadi besar, semua ini karena nama orang-orang yang terlibat! Sebagai generasi yang lebih tua, tidakkah kau malu untuk campur tangan dalam masalah generasi muda? Bukankah kau terlalu malu?”

Wei Xi Tong terkejut dan akhirnya berbicara setelah waktu yang lama, “Kepala...Kepala benar-benar mengatakan itu?”

“Oh, bagian terakhir itu adalah kata-kataku. Sang Kepala hanya mengatakan bagian pertama!” Meng Wu Ya menjawab dengan acuh tak acuh.

Kelima tetua marah sampai-sampai mereka ingin meludahkan darah! Memarahi ini terlalu berlebihan!

“Juga, Yang Kai sudah memasuki Tahap Initial Element, jadi dia harus dipromosikan menjadi Murid Biasa. Bagaimanapun juga, terus memiliki status Murid Percobaannya bukanlah hal yang baik.”

“Ini, ini kata-katamu, atau sang kepala?” Wei Xi Tong bertanya dengan cukup banyak keraguan.

“Ini dikatakan oleh sang Kepala.” Meng Wu Ya tertawa cukup banyak, “Karena aku sudah mengirimkan ini, maka aku akan meninggalkan kalian semua sekarang.”

Dengan ini, dia mulai berjalan turun dari posisi itu.

Kelima tetua semua saling memandang dan memberi isyarat dengan mata mereka. Karena Kepala sudah mengucapkannya, apa lagi yang tersisa untuk dibahas karena itu bukan masalah besar? Mereka semua menyebabkan keributan karena motif mereka sendiri, jadi tidak mengejar, bukankah itu tugas yang sederhana?

Su Xuan Wu tertawa dingin dan melambaikan tangannya sebelum berjalan keluar. Dengan perintah Kepala, dia tidak lagi perlu bertengkar lebih jauh dan ketika dia mencapai bagian bawah aula; dia membawa Su Mu dan cepat-cepat pergi.

Segera setelah Tetua Kedua pergi, Tetua Ketiga He Bei Shui juga undur diri hingga hanya menyisakan faksi Tetua Besar di Aula Penatua.

Tetua Kelima You Zi Zai berbicara. “Saudara Pertama, ada sesuatu yang tidak beres. Peristiwa hari ini tidak sebesar itu, tapi mereka menggerakkan Kepala. Mungkinkah ada semacam konspirasi di dalamnya?”

Tetua Keempat juga mengangguk setuju. “Mungkinkah Kepala ingin mengirimi kami peringatan bahwa dia masih mengawasi High Heaven Pavilion?”

Ini juga dugaan tersembunyi yang dibuat oleh Tetua Besar, tapi dia tidak mau mengakuinya. Sekarang setelah orang lain menyuarakannya, jantungnya berdegup kencang.

“Apapun itu, kita harus mundur selangkah dan nanti, apapun itu, kita harus hati-hati, lebih hati-hati.” Ucap Sang Tetua Besar, bergumam pada dirinya sendiri, “Tapi kau bisa mencoba menyelidiki niat Kepala dan melihat apa yang sebenarnya Kepala pikirkan. Lihat apakah dia punya ide gagasan meninggalkan pengasingan dan mengambil alih High Heaven Pavilion, maka aku harus menjadi asisten, tapi jika dia hanya bertindak secara mendadak...maka ini seharusnya tidak dilanjutkan di High Heaven Pavilion. Harus ada seseorang yang benar-benar dapat mengambil alih.”

“Betul! Tapi, bagaimana kita menyelidiki?” Tetua Keempat bertanya dengan pelan.

“Bukankah Kepala bilang untuk mempromosikan Yang Kai menjadi Murid Biasa? Mungkin kita bisa mendapatkan sesuatu dari itu.”

“Sepertinya begitu!” Baik Tetua Keempat dan Tetua Kelima tiba-tiba menyadari.



Forest Prison, Su Yan, Xie Hong Chen dan yang lainnya masih berhadapan, tidak ada yang berani bergerak.

Situasi ini sudah berlangsung selama tiga puluh menit penuh; udara dingin di sekitar Su Yan semakin kuat. Jika bukan karena fakta bahwa Keterampilan Bela Diri yang dikultivasi Yang Kai kebetulan menekan Ice Heart Secrets-nya, dia mungkin sudah lama membeku menjadi patung es.

Saat mereka terus berada di jalan buntu, Murid Disciplinary Hall datang bergegas dan berteriak dengan keras. “Tetua Besar telah mengirim perintah, lepaskan mereka!”

“Apa?” Xie Hong Chen tercengang.

Murid Disciplinary Hall itu melanjutkan dengan ekspresi pahit di wajahnya. “Kakak Senior Xie, para Tetua sudah bilang bahwa masalah hari ini berakhir di sini dan tidak ada yang menyelidiki lebih lanjut atau akan dihukum sesuai dengan Aturan Sekte!”

Xie Hong Chen memandang Yang Kai dengan tatapan berbisa. Itu karena jika Su Yan mulai menyerang, maka dia bisa menemukan alasan untuk mengeluarkan Yang Kai! Tapi Su Yan tidak pernah memberinya kesempatan tersebut, dan mendengar perintah dari Tetua, dia tahu bahwa tidak ada lagi kesempatan baginya untuk membawa Yang Kai keluar.

Mengepalkan giginya dalam kesedihan, Xie Hong Chen berteriak dengan marah. “Lepaskan mereka!”

Su Yan terus membantu Yang Kai sambil perlahan memimpin Li Yun Tian dan yang lainnya di luar. Di bawah tatapan kompleks Xie Hong Chen, mereka perlahan berjalan pergi.

FP: setia's blog

Share: