World Reformation 91

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

“...Grandma Wood?”

Aku ulangi nama yang dibicarakan sapi itu.

(Betul, Mother Monster Bumi yang diciptakan oleh Ibu Bumi, Mantle.)

Nova terus berbicara dalam saluran pemikiran yang hanya bisa kudengar.

Aku juga bercakap-cakap dengannya di saluran pemikiran, jadi jika situasi ini berlangsung lama, orang-orang di sekitar mungkin berpikir bahwa aku adalah orang aneh yang sangat suka mengagumi monster berbentuk sapi, tapi sepertinya ini bukan saatnya khawatir tentang itu.

(Seperti namanya, itu adalah monster tipe pohon raksasa. Di antara monster, kemungkinan besar yang terbesar dari mereka semua. Mother Monster awalnya besar, tetapi Grandma Wood secara keseluruhan lebih besar bahkan di dalam grup itu.)

(Dan kau bilang kau tahu lokasinya? Selain itu, kau akan memberitahuku tentang itu?)

(Ini kan pohon. Tidak bisa bergerak dari tempat ia dilahirkan. Dan, apakah aku memberitahumu atau tidak tergantung pada sikapmu.)

(Apa, jadi ada kondisi pertukaran ya.)

(Jawab saja aku. Kenapa kau tidak menyegelku?)

(Hm? Aku sudah.)

(Hal yang menyedihkan ini tak bisa disebut segel. Bukan tipe yang bisa kau kembalikan ke Dunia Dewa kapan pun kau mau jika kau mau; segel asli yang kami lakukan untukmu 1.600 tahun yang lalu.)

(Ah.)

(Kebebasanmu diambil selama 1.600 tahun karenanya. Dalam pertempuran baru itu, aku kalah darimu dan posisi kami terbalik. Itu adalah kesempatanmu untuk membalas dendam, tapi, kenapa kau tidak melakukannya? Kau adalah salah satu kutub, apalagi, Dewa Kegelapan yang memiliki keunggulan absolut terhadap empat Elemen Dasar. Kalau kau mau, kau bisa membuat segel yang cukup kuat dibandingkan dengan segel yang kami lima Dewa gunakan.)

(Tidak, aku tidak bisa. Pertama, orang yang menciptakan segel itu adalah Coacervate yang curang.)

(Eh? Coacervate yang pengecut?)

(Itu benar, Coacervate rendahan itu. Itu sebabnya, aku tidak tahu bagaimana cara menyegel, dan biarpun aku tahu, tidak perlu sampai begitu, kan?)

(Tu...)

(Jujur saja, aku kesal padamu dan Coacervate, itu sebabnya aku mengahajar kalian berdua. Jika aku masih menyimpan dendam setelah menghajar kalian, itu berarti aku tidak bisa mengendalikan kebencianku sendiri. Tapi setelah melihat masa lalu kalian, aku belajar bahwa kau pasti akan menyebabkan masalah bagi manusia, jadi aku akan memutuskan hubungan yang kau miliki dengan mereka. Itulah alasan mengalahkan Mother Monster.)

(...)

(Ada apa denganmu, diam begitu. Kalau kau telah diyakinkan, beri tahu aku lokasi Grandma Wood.)

(…Diam! Idiot, mati sana!)

Entah kenapa, aku merasa terhina.

Apa, jadi kau benar-benar tidak akan memberitahuku.

Sementara aku memikirkan apa yang harus kulakukan, aku melihat sekeliling dan...aku menemukan sesuatu yang bagus.

“Maaf~, bisakah aku memberikan ini padanya?”

“Tak masalah. Tapi hanya sedikit, oke? Makanannya nanti tidak akan masuk kalau kau memberinya terlalu banyak.”

Menerima izin dari orang yang sedang membersihkan sudut tempat itu dan tampaknya menjadi penanggung jawabnya, aku memasukkan tanganku ke ember dan mengeluarkan wortel.

(Ayo~ tolong katakan padaku dengan ini.) Adalah apa yang kukatakan saat aku memamerkan wortel padanya.

(?!!!!)

Sapi itu terangkat tinggi, dan mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi.

Sepertinya itu sangat efektif.

(J-Jangan meremehkanku, Dewa Kegelapan! Kau tahu, hari ini, akan ada murid dari sebuah sekolah dekat sini datang untuk tamasya dan akan memberiku makanan. Sampai menunjukkan kepada anak-anak teknik spesialku, rakus, aku mengosongkan perutku!!)

Betapa terbiasanya kau dengan gaya hidupmu saat ini...

***

Dengan semua itu, aku bisa mendapatkan informasi yang diperlukan.

Lokasi Mother Monster Bumi, Grandma Wood.

Aku masih tak tahu lokasi dari ketiga Mother Monster lainnya, tapi mari kita hancurkan yang kutahu dulu.

Jadi, Grandma Wood yang dimaksud adalah monster berbentuk pohon dan merupakan tipe yang setelah ditempatkan di satu lokasi, ia tidak akan pernah bergerak dari sana, yang banyak membantuku.

Dengan informasi yang kuterima dari Nova, dan membandingkannya dengan geografi saat ini, aku menghitung di mana tujuannya.

Melakukan itu, aku belajar sesuatu yang sulit dipercaya.

***

“Itukah Mother Monster Bumi, Grandma Wood?”

Setelah menyimpulkan di mana itu, aku dengan cepat terbang menuju lokasi.

Yang kutemui adalah...tentu saja sosok pohon raksasa yang melampaui imajinasiku.

Teramat besar.

Walaupun tujuanku masih di sisi lain gunung, ada hijau di sisi lain puncak gunung.

Itu kemungkinan besar daun hijau.

Daun yang tumbuh tebal melebihi ukuran gunung dan menekankan keberadaannya bagiku yang jauh.

Pohon yang lebih besar dari gunung.

Seolah-olah itu adalah pilar yang menopang langit.

Dan juga…

“Apa yang ada di dasar pohon itu adalah...kota di mana markas pusat Gereja Bumi berada, ibukota bumi, Ishtar Blaze?!”

Sepertinya begitulah adanya.

Sambil menuju ke tempat di mana Monster Bumi itu, aku, pada saat yang sama, sedang menuju ke markas besar Gereja Bumi.
Load comments