End of Project Work

21 Februari, 2019

World Reformation 97

on  
In  

hanya di setiablog
“Kupikir aku akan mati!”

Setelah kehilangan kemampuan mengapung, aku jatuh di dalam dedaunan dan, untungnya, aku terjebak di cabang dan berakhir tanpa ada kejadian besar. Aku katakan cabang, tapi kita berbicara tentang Grandma Wood di sini, jadi cukup besar untuk disebut tanah itu sendiri. Lebih dari cukup untuk menganggapnya sebagai pijakan.

Dan jika aku jatuh tanpa henti, aku pasti akan mati.

Tapi, saat aku jatuh ke ranting pohon yang tebal, Mantle yang jatuh setelah menabrakku dengan payudara raksasa miliknya dan aku merasa seolah-olah aku akan mati dihancurkan olehnya.

Aku merasa akan mati dua kali.

“Maaf, maaf, maaf, maaaaaf!”

Wanita raksasa itu bersujud di atas cabang.

Seorang wanita besar yang dapat dengan mudah kau nyatakan bahwa tidak ada pria dewasa yang bisa tumbuh sebesar dia.

Dari para wanita yang kukenal, orang yang paling tinggi adalah Pahlawan Api, Mirack, tetapi bahkan ketika membandingkannya dengan Mirack, dari apa yang bisa aku ukur dengan mataku, dia setidaknya 1,5 kali lebih besar darinya.

Tentu saja, dia lebih tinggi dariku juga. Jika kami berbaris, wajahku akan berada tepat di payudaranya.

Tapi, sejak aku bertemu dengannya, satu-satunya hal yang dia lakukan adalah mengucapkan kata-kata yang sama dan bersujud, jadi aku tidak tahu pasti apakah pengukuranku ini benar.

“Maafkan aku, maafkan aku. Aku akan melakukan apa saja~!!”

Dan wanita raksasa ini masih meminta maaf.

Untuk apa dia meminta maaf sebanyak ini?

“...Uhm, pertama-tama, kau benar-benar Ibu Bumi Mantle, kan?”

“Ya! Dan kau adalah sang Dewa Kegelapan Entropy-san, kan?!”

Yah begitulah.

Jika dia bisa mengatakan identitasku, itu adalah bukti bahwa dia juga seorang Dewa.

“Tubuh itu...apa kau menjelma sebagai monster seperti Nova dan Coacervate?”

Kenapa keempat Dewa Elemen Dasar suka menjelma menjadi monster?

“…Tidak, bukan. Ini hanya tubuh sementara.”

“Hm?”

“Untuk berkomunikasi di dunia permukaan, akan lebih mudah untuk memiliki kemampuan untuk merasakan dan berbicara. Itu adalah salah satu kemampuan yang kumiliki sebagai Dewa Ibu Bumi. Aku dapat menghubungkan indraku langsung ke tanaman apapun yang kumau. Aku menyebutnya ‘Peri’.”

Mengatakan ini, Mantle melihat ke bawah pada tubuhnya sendiri yang bersinar sedikit dan menunjukkan sedikit rasa malu.

“Ini biasanya dalam ukuran telapak tangan, tapi tampaknya itu sebanding dengan tanaman yang dibuat sebagai sumbernya. Aku tidak menyangka ‘Peri’ yang dibuat dari Grandma Wood menjadi begitu besar...”

Kekuatan yang tidak aku ketahui.

Kekuatan dari sang Ibu Bumi Mantle tidak hanya dari bumi, tetapi juga mencakup tumbuh-tumbuhan yang tumbuh darinya secara keseluruhan.

Dalam hal itu, dapat dikatakan bahwa kekuatannya jauh lebih luas dibandingkan denganku – Dewa Kegelapan.

“Tapi itu tidak nyaman. Tubuh ini tidak memiliki kemampuan untuk bertarung. Yang paling bisa kulakukan hanyalah bercakap-cakap…… ah, ada juga satu hal lain yang bisa dilakukannya! Ingin membelai payudaraku?”

“Aku tidak mau!”

Aku sudah cukup banyak dengan Karen-san dan Yorishiro.

Ketika aku langsung menolaknya, ekspresi Mantle yang bersemangat tiba-tiba membeku.

“Sudah kuduga, Entropy-san, kau benar-benar marah!”

“Eh?”

Lalu, dia mulai menangis.

“Uuuuuh~~!! Maaf, maaf, maaf~!! Kau bisa membelai hal-hal lain selain dari payudaraku, jadi tolong maafkan aku~!!”

Dan dia sekali lagi memulai dengan badai permintaan maaf.

Selain itu, dia tidak hanya meminta maaf, dia juga berpegangan padaku, jadi dengan tubuh besarnya yang menekanku, aku mungkin terbunuh.

“Eey, sudah berhentu dulu! Sejak awal, untuk apa kau meminta maaf selama ini?!”

“Tapi Entropy-san, kau marah, bukan? Soal apa yang terjadi 1.600 tahun yang lalu...”

Aah.

“Itu sebabnya, sejak saat kau menjelma, kau bertarung melawan Nova-san dan Coacervate-san, dan mengubahnya menjadi bubur kertas. Dan sekarang, kau juga ingin membalas dendam padaku, kan? Bagaimanapun juga, kami tidak tahu di mana Quasar-san...”

Begitu ya. Jadi dia membicarakan soal Pertempuran Dewa yang terjadi 1.600 tahun yang lalu...

Aku disegel selama 1.600 tahun setelah dikalahkan oleh lima Dewa Pencipta. Sekarang segel telah dibatalkan dan aku bebas, dia pikir aku sekarang berkeliling mengalahkan mereka untuk membersihkan dendamku...itu memang kesimpulan yang masuk akal.

Juga, bubur kertas?

“Aku benar-benar minta maaf! Aku tidak benar-benar berubah menjadi musuhmu karena aku benci Entropy-san atau semacamnya! Aku tidak ingin keluar dari grup~!”

Mengatakan ini, ‘peri’ raksasa bersujud sekali lagi.

Memang benar wanita ini sudah seperti ini sejak dulu.

Bagaimana mengatakannya ya, sepertinya dia tidak mandiri sama sekali, atau lebih tepatnya, dia tidak memiliki pendapatnya sendiri. Dia akhirnya ditekan oleh lingkungannya.

Harapannya mungkin ‘Aku tidak ingin menjadi musuh siapapun’.

Dan karena itu, ketika ada konfrontasi, dia ingin menjadi baik untuk kedua belah pihak dan akhirnya tidak dapat mengatakan apa-apa sendiri.

Walaupun begitu, dalam pertempuran 1.600 tahun yang lalu, kekuatan tempurnya sangat condong ke satu sisi sehingga dia menilai mustahil untuk tetap netral dan memutuskan untuk bergabung dengan Dewa lain.

Dengan kata lain, golongan yang tidak berpihak.

“...Tapi dalam 1.600 tahun ini, situasinya telah banyak berubah. Kalian empat Dewa Elemen Dasar telah berubah karena terlalu banyak mandi dalam energi doa dan tidak dapat menunjukkan kekuatan kalian sebelumnya. Dan faktor terbesarnya yaitu Inflation sang Dewi Cahaya tidak lagi di sisimu.”

“Hyu!”

“Terus terang saja, dalam pertempuran 1.600 tahun yang lalu, tidak akan berlebihan untuk mengatakan bahwa itu adalah 1 vs 1 antara Inflation dan aku. Aku memiliki keunggulan absolut melawan kalian empat Elemen Dasar, tapi aku sama sekali tidak berdaya melawan elemen cahaya. Melawan Inflation sebagai sekutumu sama dengan aku yang sudah skakmat.”

Tetapi karena naik turunnya Negeri Dunia Bawah Kegelapan yang terjadi setelah pertempuran para Dewa, Inflation akhirnya berubah menjadi Dewi yang pasti akan membunuh keempat Elemen Dasar.

Walaupun pertempuran para Dewa terjadi lagi, dia tidak akan berpihak pada empat Elemen Dasar lagi.

“Setelah aku memikirkannya, aku dengar kau juga mendukung penghancuran Negeri Dunia Bawah Kegelapan.”

Tepat pada saat sejarah umat manusia dimulai, Inflation sang Dewi Cahaya telah menjelma menjadi manusia bernama Izanami, dan apa yang diciptakan adalah bangsa tertua dari semuanya, Negeri Dunia Bawah.

Pertama kali manusia menunjukkan perkembangan dalam budaya dan kemajuan telah merusak kompleks superioritas para Dewa dan karenanya, pembersihan dimulai.

Dengan bencana yang dibawa oleh para Dewa dan penjajah dari luar yang dipengaruhi oleh mereka, Negeri Dunia Bawah musnah.

Orang-orang yang melakukan ini adalah Dewa Elemen Dasar dari Bumi, Air, Api, dan Angin. Dalam grup itu, Ibu Bumi Mantle disertakan.

“M-Maap~~!”

Karena dia terlalu banyak menangis, suaranya sangat luar biasa.

“Aku tidak punya pilihan~! Mereka bertiga datang padaku untuk menyuruhku bekerja sama~~! Jika Inflation ada di sana, aku akan bisa sedikit menentang mereka, tapi dia sudah lama hilang, apalagi, ketika kita menemukannya, kita menemukan bahwa dia sebenarnya adalah penjelmaan dari ratu dari Negeri Dunia Bawah~~!!”

Dia benar-benar seorang gadis yang mudah ditekan oleh orang lain.

Menurut Yorishiro yang tahu tentang peristiwa pada waktu itu, Mantle bersikap sederhana dalam penghancuran Negeri Dunia Bawah dan telah bekerja sama dengan para Dewa lainnya dengan enggan.

Penggurunan yang terjadi adalah lambat maju dibandingkan dengan bencana dari Dewa lain, apalagi, itu akhirnya membantu dalam segel yang dilakukan Inflation.

“Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf. Kau bisa membelai di mana saja kau mau~~!!”

Dewa Ibu Bumi menggosok dahinya di tanah, atau lebih tepatnya, cabang yang berfungsi sebagai pijakan kita.

Ini mungkin dianggap kepribadiannya tapi, sikapnya yang membuatmu mempertanyakan ‘Martabat Dewa? Apa itu?’ sebaliknya sangat menyentuh.

“Hah...sudah tenang saja.”

Aku mengatakan ini sambil kehilangan kekuatan.

FP: setia's blog

Share: