Back to top

Campione v6 3-3

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
Bagian 3

Setelah membuat janji, Godou dan Liliana pergi bersama ke kediaman Sayanomiya di jalan Sanbanchou di kawasan khusus Chiyoda di Tokyo. Karena tugas atau sedang dalam pelatihan, kedua Hime-Miko tetap di Kuil Nanao.

Memasuki ruang belajar, orang yang ingin mereka temui telah menunggu mereka.

Ketua Komite Kompilasi Sejarah Cabang Tokyo, yaitu, Sayanomiya Kaoru, mengenakan kemeja kelabu dengan dasi, serta jas pria. Seperti biasa, Hime-Miko yang bercross-dress itu secantik biasanya.

Sebagai catatan tambahan, bawahannya, Amakasu Touma, mengenakan pakaian yang tampak usang, siaga di sudut ruang belajar.

"Kamu sudah tahu tentang kami, Empat Keluarga, kan? Keluarga Sayanomiya, Seishuuin, Renjou dan Kuhoudzuka memimpin dunia sihir Jepang. Setiap keluarga memiliki tugas mereka masing-masing, dan Kuhoudzuka bertanggung jawab untuk menjaga Saitenguu di Toushouguu kawasan Nikkou. Kuil ini awalnya dibangun untuk memuliakan [Raja Dewa] pada periode awal Edo."

Sayanomiya Kaoru menjelaskan dengan suara yang sangat jelas.

"Oh." Berdiri di belakang sofa yang sedang Godou duduki, Liliana menanggapi penyebutan raja dewa. Rupanya, dia lebih berpengetahuan tentang budaya Jepang daripada Erica.

"Saitenguu adalah kuil raja dewa yang dilindungi oleh penghalang kuat dan mantra penyegel. Mengikuti perintah keluarga Kuhoudzuka, seorang Hime-Miko dapat menggunakan pemurnian bencana untuk melemahkan segelnya. Melakukan hal itu memungkinkan keluarga untuk mendapatkan kekuatan dari raja dewa – dengan kata lain, mereka dapat menggunakan kekuatan raja dewa."

Pada saat ini, Kaoru tertawa dengan senyuman nakal yang juga sangat menggoda.

"Atau begini, Kuhoudzuka adalah keluarga yang tidak dapat menyelesaikan misi mereka sendiri tanpa Hime-Miko. Meskipun itu tidak cukup untuk membuat mereka kehilangan posisi mereka, tapi ini jelas merupakan hal yang sangat memalukan. Mikihiko-san sudah dikonfirmasi untuk menggantikan keluarga tahun depan. Jika dia bisa mengisi lowongan Hime-Miko selama waktu ini, itu akan menambah banyak reputasinya."

Mendengar penjelasan ini, Godou berbicara tentang titik perhatian.

"Omong-omong, jadi raja dewa adalah dewa?"

"Dewa, ya, tidak salah... Rupanya dewa yang sangat merepotkan."

Kaoru menjawab dengan siap, sementara bawahannya yang terpercaya yang sedang menunggu menambahkan:

"Ya, itu adalah mantra hebat yang membutuhkan pekerjaan hidup dari pendahulu kita, sosok hebat yang mengubah [Baja] sesat menjadi pedang yang melindungi bangsa, dan kemudian menyegelnya di Nikkou. Apa aku perlu menjelaskan lebih lanjut?"

"Ah... Tidak, terima kasih, karena aku tidak ingin tahu terlalu banyak tentang hal-hal yang melibatkan dewa."

Godou menggelengkan kepalanya untuk menolak tawaran Amakasu.

Dia tidak menyangka itu akan menjadi [Baja]. Mendengar istilah itu, itu membuatnya sangat gelisah.

"Terima kasih untuk penjelasan detailnya. Maafkan aku karena tiba-tiba mengganggu kalian semua."

Kaoru dan Amakasu lebih tua darinya, jadi Godou secara alami menggunakan nada suara hormat.

"Sama sekali tidak, untuk tugas sepele semacam ini, kami akan menjawabmu tidak peduli berapa banyak pertanyaannya. Untukmu yang mana raja iblis yang terpisah di dunia ini."

Kaoru tersenyum masam. Meskipun pilihan kata-katanya mirip dengan Kuhoudzuka, tidak ada perasaan kekakuan yang tidak wajar.

Setiap geraknya sangat alami dan indah. Bahkan percakapan yang sembrono akan berubah menjadi lelucon yang penuh gaya. Dia adalah seseorang yang memiliki karisma yang luar biasa, kepribadian androgini ini.

"Namun, itu adalah posisi yang telah kosong selama hampir satu abad. Apakah raja dewa benar-benar ada, tak ada yang telah dikonfirmasi secara langsung, jadi sangat sulit untuk menilai."

Kaoru tersenyum nakal.

"Meskipun sosok Hikari, kepribadiannya sebenarnya sama seriusnya dengan kakaknya. 'Selama itu dalam kemampuanku, aku akan mencoba yang terbaik... Meskipun aku agak takut.' Sesuatu seperti itu. Jadi dia mungkin dalam kebingungan. Sejujurnya, aku merasa itu terlalu berisiko. Lebih baik menolak tawaran itu. Terkadang perlu untuk melindungi diri sendiri."

"Meskipun disegel, posisi kosong ini memang membutuhkan seorang miko untuk melayani [Dewa Sesat]."

Saat majikannya menjelaskan dengan kesembronoan, Amakasu menimpali dengan santai.

Godou mengangguk, setelah penjelasan mereka, masalah itu mudah dimengerti. Keluarga Kuhoudzuka langsung memulai proses perekrutan tanpa merinci risiko menjadi 'Hime-Miko raja dewa' atau pentingnya posisi tersebut.

Dalam hal ini sangat sulit bagi Hikari untuk membuat keputusan, dan juga dia merasa sulit untuk membuat saran.

"Bisakah... untuk menjalankan uji coba di sana dan mencobanya dulu?"

Godou mengusulkan idenya. Bahkan seorang pemuda SMP tahun ketiga yang membidik Kejuaraan Nasional pertama-tama akan berkunjung ke SMA pilihan mereka. Membiarkan Hikari mencoba sesuatu yang serupa, itu adalah gagasan yang sangat sederhana.

Mendengar saran Godou, Sayanomiya Kaoru tertawa terbahak-bahak.

"Membiarkan orang lain selain Hime-Miko yang berhasil masuk ke kedalaman Saitenguu yang terlarang untuk mencoba semua ini? Itu pasti akan menghasilkan retribusi dewata. Mikihiko-san adalah orang yang sangat serius, dan dia pasti akan tersinggung. Idemu sempurna!"

Menyadari sarannya kurang masuk akal, Godou merasa sangat malu.

Jika bisa menjalani uji coba, maka adik Mariya akan sudah melakukannya.

"Bagaimanapun juga tidak ada gunanya?"

"Biasanya, itu tidak akan pernah diizinkan, tapi dalam hal ini, itu adalah keputusan [Raja]."

Dengan kegirangan hati, Kaoru mengeluarkan ponselnya.

Menemukan nomor dari antara kontaknya, panggilan segera terhubung.

"Hei, apa iini Mikihiko-san? Aku Kaoru. Sebenarnya aku punya sesuatu untuk dibicarakan denganmu. Ya benar, soal Hime-Miko. Setelah itu, penjaga Hikari membuat usulan... Ya, tentu saja itu yang terhormat."

Diam-diam tertawa sendiri, suara Kaoru sangat serius.

Raja iblis yang hebat, kejam yang tak bisa dibandingkan, memerintahkan tempat suci itu untuk dibuka demi adik perempuan kekasihnya. Jika Kuhoudzuka Mikihiko menyetujui tuntutan seperti itu, situasinya akan menjadi genting, tapi demi keamanan nasional, dia harus bertahan—

"Sayanomiya-san, aku tidak pernah tahu kamu adalah orang seperti itu."

"Ya, begitulah dia tipe orangnya, yang suka bermain-main dan berbohong, serta menjadi juara playboy tiga kali berturut-turut."

Berbicara tentang fakta yang tidak pasti seperti itu, terkadang ada ancaman, dan air mata di kesempatan lain.

Godou dan Amakasu mendesah ringan saat mereka melihat si cantik ber-cross-dress.

"Ya, benar saja dia tidak bisa langsung setuju, tapi dari perasaan yang aku dapat sekarang, akan ada jawaban dalam tiga hari. Kusanagi-san, kamu bisa serahkan masalah ini padaku, Sayanomiya Kaoru!"

"Perhatianmu... Saya sangat berterima kasih. "

Godou mengungkapkan rasa terima kasihnya secara singkat kepada pemimpin Komite Kompilasi Sejarah yang semangatnya sedang naik ke puncak.

Jelas dia tampak seperti sedang bersenang-senang, walau dia juga seorang teman yang sangat bisa diandalkan. Bagaimanapun juga, mari kita tunggu kabar baiknya. Godou bangkit dari sofa, dan Liliana mengikuti di belakangnya.

Ketika mereka hendak pergi, Amakasu tiba-tiba berbicara:

"Omong-omong, Kusanagi-san. Kalau boleh, bisakah kamu menyampaikan pesan kepada Erica-san?"

Pesan? Godou sangat terkejut dengan permintaan tak terduga ini.

"Dua hari yang lalu, tuan muda dari keluarga Lu dari Hong Kong terlihat di bandara Narita. Aku belum berkenalan dengan pria ini, jadi kalau bisa, aku ingin tahu apakah dia bisa membantu memperkenalkan kami."

"Tuan muda dari keluarga Lu – adalah Lu Yinghua itu!"

Sebelum Godou bisa menjawab, Liliana berbicara dengan penuh semangat.

"Ya, satu-satunya murid langsung Pemimpin Sekte Luo Hao. Erica-san pernah bertemu dengannya sebelumnya di Hong Kong. Mungkinkah Liliana-san pernah bertemu dengannya juga?"

"Belum... Tapi, aku telah mendengar tentang dia berkali-kali."

Percakapan mendadak itu membuat Godou agak cemas. Murid siapa adalah orang ini?

"Apapun Pemimpin Sekte itu, apa itu raja iblis sepertiku yang tinggal di China?"

"Ya, apa kamu masih ingat, Yang Mulia Luo Hao, pemimpin Sekte Suci dari Lima Gunung, Campione yang tinggal di China. Orang yang jarang muncul, orang yang mustahil untuk dinilai."

Amakasu dengan senang hati memamerkan ilmunya.

"Selain Taois dan seni bela diri, dia memiliki otoritas pembunuh dewa...Monster super yang berada pada kondisi buruk dengan Marquis Voban... Selain itu, orang yang dilatih dalam seni bela diri raja iblis agung ini, adalah tuan muda dari keluarga Lu yang disebutkan barusan."

"Aku sering mendengar tentang eksploitnya, karena dia terkenal sebagai tokoh yang paling mampu di generasi Erica dan aku."

Liliana menambahkan.

"Sebenarnya di Jepang, dia bahkan lebih terkenal daripada Erica-san dan Liliana-san. Bagaimanapun juga, China jauh lebih dekat ke Jepang dibandingkan dengan Eropa. Dia terkenal karena qinggong dan serangan telapak tangannya yang kuat."

Dengan kata lain, dia sangat lincah dan seniman bela diri terkenal yang gayanya menampilkan serangan telapak tangan, jelas Amakasu kemudian.

Godou mendesah. Dia benar-benar tidak ingin menemui sesuatu yang merepotkan, tapi karena nasib baik, dia mendengar berita yang dibenci ini.

"Tapi setelah dia meninggalkan Narita, jejaknya hilang. Jika dia berencana tinggal di Jepang untuk sementara waktu, aku pikir lebih baik memberinya sambutan."

"Baiklah, aku akan memberitahu Erica, tapi ada satu pertanyaan."

"Pertanyaan? Silakan, tanyakanlah."

Amakasu tertawa "hoho", dan sekali lagi, Godou menyadari pria ini benar-benar tidak bisa dimengerti.

"Menurutku kamu tidak perlu mengirim pesan melaluiku. Bukankah lebih cepat untuk menghubungi Erica secara langsung? Bukannya kalian saling mengenal."

"Tidak, tidak, hubunganku dengan wanita itu harus dibatasi untuk menghubungi baik kamu atau Yuri-san. Itu cukup. Tentu saja, aku akan tetap menghubunginya secara langsung ketika diperlukan, tapi kecuali jika tidak ada cara lain, aku seharusnya tidak terlalu dekat dengannya... Bagaimanapun juga, terima kasih telah melakukan ini atas namaku."

Pemuda yang mana keturunan ninja, menundukkan kepalanya pada Godou.