Back to top

Campione v6 3-5

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
Bagian 5

Keesokan harinya setelah mengunjungi kediaman Sayanomiya.

Waktu makan siang di atap bagian SMA Akademi Jounan, wajah-wajah yang akrab berkumpul bersama.

Godou, Erica, Yuri, Liliana, mereka berempat semua terlibat dengan asosiasi aneh dan rahasia atau tempat-tempat suci yang misterius sehingga mereka sering bertemu di luar sekolah. Di sisi lain, mereka memiliki kemungkinan yang sama untuk berangkat secara terpisah sehabis sekolah dan melakukan urusan mereka sendiri, pergi setelah salam sederhana.

Namun, mereka selalu berkumpul di sini untuk makan siang setiap hari. (Pada hari-hari hujan, itu adalah kafetaria.)

Tanpa kesepakatan, itu hanya urusan seperti biasa setiap hari.

Sebagai catatan tambahan, adik perempuan Godou, Shizuka yang menghadiri kelas di bagian SMP, juga sering datang ke sini, tidak setiap hari. Meskipun itu adalah kampus yang sama, bangunannya berbeda, jadi dia hanya akan datang ketika dia merasa terlalu repot untuk membeli roti di toko.

Hari ini Shizuka tidak hadir, yang memungkinkan mereka untuk bercakap-cakap di luar topik yang biasa.

"Hmm–? Pria misoginis itu datang ke Jepang?"

Mendengar tentang Lu apalah dari Godou, Erica menatap lebar.

"Misoginis?"

"Ya, tampaknya sangat populer dengan para wanita, tapi sangat keras kepala dan menindas. Dia menyimpan dendam tertentu terhadap wanita cantik dan cakap, jadi aku salah satu dari mereka yang dia benci."

Setiap kali Erica menggambarkan dirinya sebagai orang yang kuat dan cantik, dia pasti punya alasan bagus.

"Saat itu, ketika aku sering memiliki kesempatan untuk mengobrol dengannya, sepertinya ada seorang wanita yang sangat kuat dan kasar yang dekat dengannya. Itu mungkin mengapa dia mengembangkan jenis perlawanan oposisi yang aneh ini, atau mungkin ada semacam trauma masa kanak-kanak."

"...Dengan kata lain, dia adalah orang yang aneh."

Erica mengangguk setuju dengan kesimpulan Godou.

"Dia adalah orang yang sangat aneh, tapi jenius bagaikan setan, yang kecakapan seni bela dirinya bahkan melebihi Sir Salvatore. Suatu hari dia akan meninggalkan reputasi seperti Mozart atau Da Vinci."

"Bahkan lebih menakjubkan dari si bodoh itu... Itu tidak mungkin?"

Godou mencoba memastikan. Dia pernah mengalami secara langsung dengan keterampilannya yang luar biasa dari tubuh Salvatore Doni dengan pedang, jadi sangat sulit untuk dipercaya.

"Dari segi bakat alami keseluruhan, tidak diragukan lagi. Bukankah sudah kukatakan selama ini? Satu-satunya keterampilan paling hebat Sir Salvatore adalah pedang. Sebelum menjadi Campione, konstitusi tubuhnya bahkan tidak bisa menyimpan prana. Apa yang kita sebut prana, dikenal sebagai 'qi' untuk pengguna Cina. Apa kamu mengerti apa artinya itu?"

Mendengar pertanyaan Erica, Godou langsung berpikir tentang "seni bela diri = kung fu = qi = qigong?"

Selain itu, prana adalah apa yang memicu mantra dan otoritas. Dibandingkan dengan penyihir biasa, tubuh Campione mengandung beberapa ratus kali prna. Godou telah mendengar ini sebelumnya.

"Benar. Umumnya dikenal sebagai qigong, seniman bela diri Cina menyebutnya neigong seorang master di neigong akan memiliki tubuh mereka dikelilingi oleh prana yang kuat. Selain diterapkan pada seni sihir atau Tao, itu juga bisa digunakan dalam teknik mistik seni bela diri."

Sama seperti seorang warrior dalam RPG dapat mengkonsumsi MP untuk menggunakan serangan akhir? Godou mengingat kembali game yang dimainkan Shizuka dan mencoba membayangkannya.

"Jadi tanpa mencapai level neigong setara dengan penguasaan keterampilan tak bersenjata dan pedang, seseorang tidak dapat mempelajari teknik mistik paling canggih dalam seni bela diri. Keterampilan pedang ksatria kami mengikuti konsep yang sama, keahlian pedang dan prana harus dilatih pada saat yang sama. Karena bakatnya untuk berada secara eksklusif di satu sisi, Sir Salvatore hanya bisa digambarkan sebagai seorang genius sesat."

Genius sesat, pengguna pedang jahat yang menyimpang dari norma.

Godou bisa setuju dengan itu, karena itu adalah deskripsi yang sangat tepat yang cocok untuk pria itu.

"Sebisa mungkin, hindari memasuki konfrontasi melawan orang itu. Dalam hal kekuatan penetratif dan mobilitas, aku mungkin kalah... Tapi, aku yakin bahwa konflik kekerasan tidak akan berkembang di antara kami. "

Erica berbicara dengan ekspresi yang sedikit tidak senang. Itu wajar saja. [Diavolo Rosso] menggunakan kecerdasan dan unggul dalam menyusun strategi. Selama dia memiliki niat, dia akan secara brutal menargetkan kelemahan musuh, bereaksi seperti penjahat intelektual untuk mendapatkan kemenangan akhir. Namun, sifat sejatinya adalah seorang ksatria yang suka membuat serangan frontal langsung.

Memenangkan pertempuran langsung adalah hadiah nyata dari medan perang. Sangat berbahaya untuk memasuki konflik langsung dengan mereka yang berpegang pada estetika ini, yang berarti bahwa demi kemenangan, dia bisa membuang harga dirinya.

"Pokoknya, ayo cepat mulai makan siang – Ah, Yuri sepertinya sudah membawa beberapa hal hari ini?"

Mengesampingkan hal yang tidak menyenangkan, Erica melihat makan siang hari ini.

"Ah iya. Kalau bisa, semuanya tolong bagikan."

Yuri mengeluarkan bekal berisi nasi lele.

Kotak makan siang lainnya dikemas dengan telur goreng, kinpira burdock, sup ayam ala Chikuzen, teriyaki mackerel, kubis Cina acar, dll, sementara termosnya berisi sup miso dengan rumput laut serta tahu.

Erica mengambil piring berbagai dimsum Cina, dengan pangsit udang, kepiting roe shaomai, dan kue ketan beras dengan isian daging babi dan chestnut. Satu pandangan sudah cukup untuk mengatakan bahwa itu disiapkan oleh pembantu dan asisten, Arianna. Meskipun memalukan karena sudah dingin, itu masih sangat lezat.

Dan Godou memutuskan untuk berterima kasih kepada langit, karena tidak ada sesuatu yang direbus.

"Mariya Yuri, ada apa denganmu? Seperti yang Erica katakan, makan siangmu belakangan ini sangat murah hati?"

Menerima cangkir kertas yang diisi dengan sup miso dari Yuri, Liliana bertanya dengan nada suara yang meragukan.

"Masalah Hikari telah mengganggu semua orang belakangan ini, jadi kupikir aku harus membalas budi sedikit..."

Hime-Miko yang cantik menjawab dengan malu-malu. Karena jumlah peserta yang meningkat, semua orang kekurangan akhir-akhir ini. meskipun dia tidak menyiapkan ekstra karena Hikari, jumlah hidangan yang dia bawa masih cukup banyak.

"Tak masalah. Menjaga seorang gadis yang dekat dengannya adalah tugas [Raja], hal semacam ini benar-benar sepele ... aku juga berpikir tidak ada masalah tambahan."

"Ya, aku mengerti."

Liliana berbicara saat dia mengambil sepotong telur goreng yang tebal, sementara Yuri tetap merasa malu.

Ksatria biru berambut perak itu sangat tenang, menakjubkan, dan santai. Pernyataan semacam ini penuh dengan gayanya yang unik, suatu tindakan yang hanya mungkin bagi seseorang yang telah berkomitmen pada suatu keputusan besar.

Sejak taruhan kemarin, atmosfer semacam ini bertahan.

Seakan menunggu langkah selanjutnya, diam-diam mengumpulkan kekuatan–

Godou menoleh ke samping dan menatap Erica. Ksatria merah berambut pirang itu sedang mengamati teman lamanya dan rivalnya dengan mata tak percaya, seakan ragu-ragu di depan hewan, bertanya-tanya apakah itu hewan langka atau hewan buas... sesuatu seperti itu.

Pada saat ini, sesuatu bergetar di antara barang-barang Yuri.

Di samping tas yang membawa kotak makan siang, ponsel berdering.

"Maaf, tolong jangan pedulikan aku, semuanya silakan makan duluan."

Membaca tampilan panggilan, Yuri bangkit dengan sopan. Meninggalkan tempat mereka berkumpul, dia menerima panggilan di sudut atap.

"Kusanagi Godou, aku juga sudah menyiapkan makanan penutup untuk hari ini. Berkat pujian untuk kue sebelumnya, aku mencoba beberapa varietas lainnya, cobalah ini dengan selai ara."

Liliana tiba-tiba membuka kotak makan siang, kue keju yang tersusun rapi di dalamnya. Di sampingnya ada toples kecil berisi selai berwarna oranye. Karena itu dia, ini sepertinya buatan sendiri juga.

"Sungguh langka, Lily, kamu biasa hanya makan hidangan utama untuk makan siang."

Erica sering menikmati berbicara dengan nada halus dan makna, tetapi kali ini dia agak langsung, dan bahkan memasang ekspresi yang mencurigakan.

Liliana memang memiliki preferensi seperti itu dalam masakannya seperti yang Erica gambarkan, kemungkinan besar karena dia ingin mengklaim posisi memimpin di atas meja makan siang, dan tanpa sadar memutuskan untuk membuat hidangan utama.

"Hanya menyiapkan hidangan utama untuk membuat semua orang menjadi terlalu biasa, itu baik untuk melakukan sesuatu seperti ini dari waktu ke waktu ... Selalu menjadi sorotan, seseorang sepertimu mungkin tidak pernah memahami perasaan ini."

Ksatria berambut perak berbicara dengan tenang, meskipun kata-katanya berakhir pada catatan yang kompetitif.

...Dalam kenyataannya, meskipun tidak hal ekstrem yang sama seperti Erica, Liliana juga menarik banyak perhatian. Jika ini tidak terjadi, pasangan merah dan biru tidak akan mampu menjadi rival. Meskipun itu adalah kebenaran, bagi Liliana untuk menumbuhkan gagasan semacam itu, kemungkinan besar apa yang terjadi kemarin yang mendorong perubahannya?

"Apa yang terjadi hari ini, Lily? Kamu tampak sedikit tidak biasa?"

Akhirnya, Erica bertanya langsung.

"Biasa saja ... Hanya saja aku telah memutuskan dengan tekad, sebagai ksatria utama yang dilayani disisi Kusanagi Godou, pengakuan publik oleh dia dan orang lain di sekitarnya akan segera terjadi, jadi aku harus bertindak dan berpikir dengan cara yang layak untuk posisi dan tanggung jawab ini."

Jawaban Liliana sangat serius, dan nada suaranya tegas dan kuat.

"Karena itu Erica, terhadap tindakan rayuanmu, aku akan mempertimbangkan untuk menutup mata. Orang yang bertanggung jawab tidak boleh cemburu pada pacar belaka. Tentu saja, ini tergantung apakah tindakanmu memiliki efek buruk pada jadwal Kusanagi Godou."

Pernyataan ini disampaikan dengan sikap yang superior, membuat Erica melirik jahat padanya.

"Ah? Dengan kata lain, segera kamu akan menjadi partner paling terpercaya Godou?"

"Sekitar sebulan lagi, kan, Kusanagi Godou?"

Liliana dengan sembunyi-sembunyi menatap Godou, dia memiliki keyakinan mutlak dalam kemenangan.

Ya, tapi tidak juga. Dengan kondisi seperti itu, Godou yakin dia tidak akan kalah.

"Sepertinya ada semacam perjanjian rahasia? Tapi bagi seseorang untuk menjadi ksatria dan kekasih utama, kekuatan dan sihir saja tidak cukup. Yang penting adalah kemampuan untuk memberi nasihat kepada raja, memiliki kecerdasan dan strategi, diplomasi, seni percakapan dan negosiasi... Bisakah kamu melakukan semua itu, Lily?"

Senyum yang sangat elegan muncul di wajah Erica saat dia bertanya, mungkin efek samping yang indah dari kebangkitannya dalam semangat bertarung. Perilaku halus seperti yang cocok dengan sang [Diavolo Rosso].

"Aku mengakui kepandaianmu yang berpikiran sempit, tapi memperlakukannya sebagai bakat untuk menjadi penasihat raja, itu tidak membual terlalu jauh? Kepercayaan adalah hal yang paling penting antara seorang raja dan seorang ksatria. Dalam hal ini, aku akan mencegah hati tulusnya dicuri oleh orang lain."

Liliana sangat tenang. Dalam perdebatan serius, Erica akan menang, tapi perkembangan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kalau kamu mengatakan demikian, maka tunjukkan kemampuanmu sebagai ksatria utama... Bagaimana dengan masalah terkini tentang kedatangan Lu Yinghua di Jepang, apa pendapatmu?"

"Oh, maksudmu itu masalah murid langsung Pemimpin Sekte Luo Hao."

Liliana dengan ringan mengangguk pada pertanyaan Erica yang lucu.

"Yah, meskipun itu adalah reaksi yang tidak pincar, aku pikir menjadi waspada adalah yang paling penting. Ada kemungkinan bahwa pemimpin sekte sesat merencanakan semacam keributan di Jepang, dan mengirim muridnya ke sana."

"Ya, sama seperti Marquis Voban. Jadi bersiaplah yang terbaik."

Erica menanggapi saran Liliana yang mendadak tidak mungkin.

"Kemungkinan itu hampir mustahil. Tapi, dalam enam bulan terakhir, aku akhirnya menyadarinya. Campione selalu menyalakan setiap bara api di sekitar mereka menjadi bencana kebakaran. Godou adalah tipe ini, dan begitu pula Voban dan Sir Salvatore. Pemimpin Sekte Luo Hao seharusnya sama."

"Itu benar, mereka semua terkenal karena menyebabkan masalah tanpa alasan."

Kedua ramalan ksatria itu mirip dengan delusi mania penganiayaan, dan Godou hanya menganggap mereka sebagai spekulasi yang mustahil.

Omong-omong, tolong jangan ganggu aku dengan sekelompok orang itu dengan cara seperti itu.

"Bagaimanapun juga, titik pertengkaran terletak pada Pemimpin Sekte Luo Hao, yang penampilan dan kepribadiannya tidak diketahui lengkap, serta jenis dewa apa yang telah dia lawan di masa lalu. Erica, kamu pernah tinggal di Hong Kong, tolong beri tahu aku jika kamu punya informasi tentang dia."

"Mengenai informasi tentang Pemimpin Sekte, mereka yang terlibat dalam lingkaran Cina bahkan lebih ketat dalam menjaga rahasia mereka. Ada desas-desus bahwa orang percaya sekte berkewajiban untuk membutakan diri mereka sendiri jika mereka melihat orangnya, dan memotong telinga mereka sendiri jika mereka mendengar suaranya."

Saat percakapan berlanjut ke titik ini, Yuri kembali dari panggilan teleponnya.

"Godou-san, aku benar-benar harus berterima kasih untuk ini."

Ekspresi terima kasih Yuri tiba-tiba membuat Godou bingung, apa yang sebenarnya terjadi?

"Panggilan barusan adalah dari Amakasu-san. Kemarin, Godou-san meminta percobaan sementara di Saitenguu, dan keluarga Kuhoudzuka sudah setuju."

"Uh, benarkah? Bukankah mereka bilang kita harus menunggu?"

"Meskipun tidak ada preseden, tetapi itu adalah permintaan [Raja], jadi mereka hanya bisa menerimanya. Mereka memberi tahu kami bahwa kami dapat pergi ke Nikkou kapan saja setelah kami siap."

Kepalanya tertunduk dengan hormat, didikan Yuri yang luar biasa dari masa kanak-kanak sangat jelas bagi semua orang, bertindak seperti Yamato Nadeshiko sejati.

"Bagimu untuk meminjamkan kekuatanmu demi adikku Hikari, aku benar-benar bersyukur. Sebagai kakak, izinkan aku mengucapkan terima kasih di sini."

"Itu tidak perlu, aku benar-benar tidak melakukan apa-apa."

"Tentu saja, aku juga akan berterima kasih kepada Kaoru yang melakukan negosiasi yang sebenarnya, tapi pertama-tama biarkan aku mengucapkan terima kasih kepada Godou-san di sini."

Yuri menjawab dengan senyum tenang dan bersyukur. Karena keanggunan dan sikap hormatnya, sulit untuk tersinggung. Jika Godou tidak menerima, dia akan merasa seperti dia adalah orang yang keterlaluan. Tersenyum masam, Godou mengangguk.

"Jadi, masalah Mariya Hikari terpecahkan sekarang. Aku harus mengatakan itu luar biasa."

Liliana menyimpulkan.

Godou tiba-tiba berpikir. Pemimpin (yang seharusnya) dari kelompok ini di sini adalah Kusanagi Godou, sementara komandannya adalah Erica Blandelli. Ini selalu merupakan pembagian peran.

Sekarang Liliana ingin memeras sebagai komandannya, apa itu ide yang baik atau buruk?

"Benar, Yuri, sudahkah tanggal ditetapkan untuk percobaan?"

Erica mendadak bertanya.

"Ya, akhir pekan yang akan datang ini adalah liburan tiga hari, jadi itulah waktunya."

"Oh... aku kira Yuri akan ikut?"

"Tentu saja, karena aku kakaknya, dan Hime-Miko seperti dirinya... Apa ada masalah?"

Pertanyaan halus Erica membuat Yuri membalas dengan bingung.

"Lalu aku punya saran. Adik Yuri setara dengan menjadi adik Godou – dan juga kita semua di sini. Oleh karena itu, mengapa tidak semua orang pergi bersama?"

"Apa katamu?"

"Godou, hanya dengan jawaban dari Komite, bukan berarti tugasmu sudah berakhir. Kamu harus bertanggung jawab penuh, dan melindungi Hikari sampai akhir. Jika anak itu menerima perlakuan tidak adil, apa yang akan kamu lakukan?"

Kata-kata [Diavolo Rosso] benar, tapi sudut bibirnya menunjukkan senyuman antisipasi, dan matanya berkilat seperti anak nakal.

"Sebenarnya aku punya beberapa hal yang ingin aku selidiki, dan ada tempat-tempat wisata terkenal dan tempat-tempat indah di sekitar kuil ini. Waktunya sempurna, semuanya, mari kita pergi berkunjung."

Godou mendesah. Di tengah ucapannya, dia sudah menemukan motifnya.

Erica telah membuat hal yang sangat bagus tentang mengambil tanggung jawab penuh, menyebabkan dia mengingat apa yang telah disebutkan Sayanomiya Kaoru. Raja dewata itu pasti bukan keberadaan yang aman.

Dan meskipun disegel, tapi bagaimana jika ada [Dewa Sesat] -

Godou membuat keputusan untuk melakukan perjalanan ke Nikkou.

Batas Taman Nasional Nikkou sangat luas dan tidak hanya termasuk Prefektur Tochigi, tapi juga Gunma dan Fukushima.

Dan berbicara tentang Nikkou, tentu saja ada Toushouguu, Kuil Futarasan, Gunung Nikkou Rinnouji, juga area di sekitar Okunikkou. Belum lagi tempat-tempat indah seperti Nantaisan, Danau Chuuzenji, atau Senjougahara.

Saitenguu adalah kuil yang dibangun di sudut Gunung Nikkou.

Dibandingkan dengan kemegahan Toushouguu dan Kuil Futarasan di barat, itu adalah tempat suci yang tenang dihapus dari tujuan wisata biasa.

Dalam batas-batasnya, Kuhoudzuka Mikihiko sedang membuat panggilan ponsel saat mengenakan pakaian kuil.

"Bahkan Kusanagi-sama akan melakukan kedatangannya? Tentu saja kami sangat berterima kasih. Benar, ya, tolong sampaikan salamku ke Hikari-san..."

Seorang anak lelaki dan perempuan muda sedang mendengarkan di sampingnya, mereka adalah Lu Yinghua dan Asherah.

"Sungguh menakjubkan, dari cara bicara seperti itu kau benar-benar tidak bisa mengatakan bahwa dia dikendalikan oleh Kakak."

"Tentu saja, aku adalah orang yang berdiri di antara puncak penyihir."

Gadis itu menjawab pujian pemuda itu dengan tidak tertarik.

Dia menatap Kuhoudzuka Mikihiko seperti boneka yang membuatnya bosan bermain.

"Satu-satunya masalah adalah, bukan hanya miko yang akan digunakan sebagai kuncinya, tapi Kusanagi Godou pun – [Raja] negara ini akan datang, yang menghadirkan sedikit masalah."

Telinga Lu Yinghua tidak hanya mendengar suara Kuhoudzuka Mikihiko, tapi bahkan semua suara di sisi lain ponsel. Sungguh suara yang indah, sedikit bernada tinggi untuk laki-laki, tapi agak rendah untuk perempuan...

"Hmph, biarkan dia datang jika dia berani. Aku bersedia mengambil spekulasi terhadap John Pluto Smith. Untuk bocah yang belum pernah menjadi Campione selama setahun, itu akan menjadi hal mudah."

"Aku mengerti, alasan mengapa Kakak gagal di Los Angeles, akhirnya aku mengerti sekarang."

Lu Yinghua mencibir pada penyihir bermata jahat dalam semngat pertempuran yang tinggi.

"...Kurang ajar kau."

"Kakak belum benar-benar mengerti apa yang merepotkan keberadaan [Raja-raja] ini. Ini tidak ada hubungannya dengan pengalaman untuk orang-orang ini. Pada saat mereka merebut otoritas dewa, bahkan sebelum mereka menjadi Campione, mereka sudah menjadi eksistensi transenden. Meskipun aku dan Kakak adalah master dari keahlian kita, bahkan [Raja] yang paling lemah akan jauh lebih kuat dari kita."

Lu Yinghua menggambarkan Campione dengan mata tertekan.

"Mereka bukan orang yang bisa dikalahkan oleh orang-orang seperti teknik, mantra, strategi, atau perangkap. Meskipun kemampuan bela diriku mungkin melebihi lima dari tujuh [Raja], aku tidak berani bersaing dalam konfrontasi frontal. Orang-orang seperti mereka selalu menemukan 'jalan menuju kemenangan' tidak peduli lawan jenis apa yang mereka hadapi. Entah kau memiliki bakat luar biasa, atau seratus tahun pelatihan, semuanya sia-sia melawan mereka. Itulah mengapa mereka disebut raja."

Pemuda yang menghabiskan sepuluh dari empat belas tahun usianya dengan gurunya, menjelaskan dengan muram.

"Membiarkan raja berkelahi habis-habisan adalah tindakan terbaik. Kita hanya perlu mempertahankan tugas kita sendiri."

"Kalau begitu... Apa kau akan memanggil gurumu?"

Yang paling ganas, orang yang telah mencapai puncak bela diri, Campione yang mencari kekalahan tapi tidak pernah menemukannya.

Lu Yinghua mengangguk.

"Itu perlu. Katakan padanya bahwa jika dia tidak muncul, rencananya akan dihalangi. Bujuk dia dengan sekuat tenaga, dan kemudian dengan hormat menyambut kedatangannya yang agung. Bagaimanapun juga, ia harus datang cepat atau lambat demi bertemu dengan raja dewata. Lebih cepat seharusnya lebih baik daripada nanti ... Itu yang kupikirkan ..."

Mengingat keras kepala gurunya yang tidak masuk akal, pemuda yang bersemangat itu menghela napas.

"Kalau tidak, jika kita bertemu dengan kegagalan, aku tidak bisa membayangkan hukuman mengerikan macam apa – aku bahkan tidak berani memikirkannya. Kita mungkin juga pergi ke depan dan mengundang guruku yang biasanya terlalu malas untuk pergi keluar. Akan lebih praktis untuk hanya menderita beberapa pukulan berat dan dilakukan dengan itu ..."

Menuju tempat suci kuil di Timur Jauh, para aktor berkumpul di panggung ini.

Butuh beberapa hari lagi sebelum mereka berkumpul di satu tempat. Sementara itu, tanda-tanda badai meningkat.