Campione v6 4-1

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Bagian 1

Mariya bersaudari, Yuri dan Hikari, serta penjaga mereka Kusanagi Godou.

...Ditambah Erica Blandelli dan Liliana Kranjcar yang mengikuti.

Menggunakan akhir pekan panjang tiga hari pada awal Oktober, mereka berlima merencanakan perjalanan kecil ke Nikkou. Daripada naik kereta api, itu lebih hemat biaya untuk pergi dengan mobil.

Seorang pembantu peserta tertentu menawarkan diri untuk mengemudi, tapi Godou dengan sopan menolak. Meskipun hidupnya sudah penuh bahaya, tidak perlu menambah masalah yang tidak perlu.

Jadi, bagaimana masalah pengemudi harus diselesaikan? Setelah beberapa pertimbangan, Godou memanggil orang tertentu.

'Jika kamu tidak keberatan, biarkan aku membantu kalian. Aku juga akan menyiapkan mobil. Tidak tidak, jangan berterima kasih padaku. Toh, aku juga ingin menyelidiki rahasia-rahasia bagaian dalam keluarga Kuhoudzuka.'

Godou dengan senang hati menerima usul itu, dan pada sore hari di hari pertama, semua orang berkumpul di dekat kediaman Kusanagi.

Hari itu ketika semua orang berjalan menuju Nikkou–

"Hei, Amakasu-san."

Tidak sampai satu jam dalam perjalanan, Godou sudah menyesali keputusan yang jelas-jelas tidak dipikirkannya dengan baik.

Dari kursi penumpang, dia bertanya dari sopir di sebelahnya.

"Dari Tokyo ke Nikkou di Tochigi, aku pikir kita harus menggunakan Touhoku Expressway, kan? Itu harus menjadi rute tercepat, jadi kenapa kita pergi dengan jalan biasa?"

"Ketika bepergian, proses sebelum mencapai tujuan juga sangat penting."

Memegang kemudi, Amakasu Touma menjawab dengan serius.

"Dengarkan baik-baik, Nikkou Kaidou sudah ada sejak zaman kuno dan berjalan dari Nihonbashi ke Nikkou Toushouguu tempat Tokugawa Ieyasu disembah, dan dari dua puluh shukuba sepanjang jalan kita telah melewati Senju-shuku, Souka-shuku, dan Koshigaya-shuku. Di masa lalu, orang-orang biasa berjalan di sepanjang jalan ini dengan berjalan kaki."

Toukaidou, Nakasendou, Koushuu Kaidou, Nikkou Kaidou, dan akhirnya Oushuu Kaidou.

Salah satu Rute Lima Edo, Nikkou Kaidou telah menjadi rute nasional dan prefektur.Amakasu menjelaskan dengan penuh kesungguhan ketika mereka naik minivan tujuh penumpang ini.

"Mencari kenyamanan dan melakukan sesuatu lebih cepat adalah kebiasaan buruk orang modern. Kusanagi-san, bukankah menurutmu kita harus belajar tentang perjalanan orang zaman dahulu, dan mengalami sendiri masa sulit masa lalu?"

"Tidak! Yang kuinginkan sekarang adalah untuk sampai di sana secepat mungkin untuk mengakhiri siksaan mengerikan ini!"

Saat kedua pria itu berbicara dalam isolasi, gadis-gadis di belakang mengobrol dengan kegembiraan yang luar biasa.

Ini sendiri bukanlah masalah. Namun, itulah yang mereka diskusikan.

"J-Jadi Erica-neesama adalah istri utama Onii-sama?"

"Ya itu benar. Hikari akan tinggal dan melayani di sisinya nanti, jadi sebaiknya kamu patuh, dan bantu kakakmu Yuri dengan baik."

"Dengan kata lain, kerja sama kelompok sangat penting...!?"

"Tidak juga. Daripada memiliki semua orang yang harmonis, lebih baik untuk mempertahankan tingkat persaingan. Tapi bersaing memiliki waktu dan tempatnya, jika tidak akan ada masalah selama krisis, jadi mengetahui hierarki adalah kuncinya. Selama kamu tahu perintah siapa yang harus diambil dalam keadaan darurat, sebagian besar masalah dapat diselesaikan dengan mudah.​​"

"Wow... aku telah belajar banyak, Erica-neesama seperti yang dijelaskan Ena-neesama, orang yang sangat luar biasa."

"Begitukah cara Ena menggambarkanku?"

"Dia bilang kamu sangat kuat, memiliki pikiran yang menyaingi Kaoru-san, ditambah kepribadian yang sangat arogan."

"Aku merasa terhormat, tetapi uraian terakhir itu tidak perlu. Aku tidak arogan, sebaliknya, harus dikatakan bahwa aku sangat hebat. Lain kali Hikari bertemu Ena, sebaiknya kamu memperbaikinya dalam hal ini."

"Aku mengerti, nee-sama!"

"Erica, jangan mengambil keuntungan dari kepolosannyauntuk mengindoktrinasinya dengan banyak ide yang salah. Memanggil diri istri utama Kusanagi Godou, itu berlebihan!"

"Ah, semua orang tahu itu adalah hasil akhirnya nanti, kan?"

"Setidaknya aku tidak berpikir demikian. Dari pandanganku, kamu hanya seorang budak licik jahat yang akan memimpin tuan ke masa depan yang gelap... Mariya Hikari, kamu akan lebih baik untuk terlebih dahulu melupakan semua yang Erica katakan, lalu ingat ini: seorang ksatria sejati tidak membiarkan dirinya terikat secara kaku pada posisi dan tanggung jawab mereka."

"Li...Liliana-neesama! Apa artinya itu!?"

"Mengetahui tempatmu memang penting, tapi itu bukan segalanya. Tidak peduli di mana kamu berdiri, diam-diam menawarkan segelanya kepada tuanmu adalah yang paling penting, karena itulah cara sejati ksatria. Membual bahwa dia adalah istri utama atau wanita pertama, menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan kesadarannya."

"Jangan terikat dengan hierarki, dan curahkan diriku pada Onii-sama... Ya, itulah idenya."

"Ya, agar kamu memahami jenis semangat mulia ini, aku mengharapkan hal-hal baik darimu."

"Benar, jadi selama kita menjadi 'wanita cocok' Onii-sama itu tidak apa-apa kan?"

"Co... cocok – anak kecil seharusnya tidak mengatakan hal-hal seperti itu!"

"Hikari! Dari mana kamu mendengar itu!?"

"Ena-neesama yang bilang, kepala keluarga Seishuuin sebelumnya memiliki 'wanita cocok' di mana-mana, dan memperlakukan mereka sebagai kekasih mereka, dan setidaknya akan mengambil tanggung jawab minimum untuk mendukung kebutuhan sehari-hari... Onee-chan, Onii-sama akan menjagaku, kan?"

"U-Ummm... aku katakan ... Hubungan kita dengan Godou-san tidak begitu dekaden..."

"Tapi itu yang dikatakan Ena-neesama, Kusanagi Onii-sama sangat jantan dan dermawan, jadi semua wanita di sekitarnya akan terpesona olehnya. Meskipun dia menyesal dia tidak bisa memonopoli dia bersama dengan Onee-chan, apa boleh buat jika raja mengejar kehidupan pesta pora..."

"Tolong jangan menyebut hal-hal itu terlalu keras, terlalu tidak tahu malu!"

"Ooh, begitukah? Omong-omong, apa rasanya pesta pora?"

"Ah, Hikari pasti ingin sekali belajar. Baiklah, aku beri tahu kamu, ini adalah kisah nyata yang kudengar di Hong Kong–"

"E-Erica-san! Kumohon, tolong jangan berikan dia penjelasan semacam ini."

Selain kakaknya, Hikari telah menjadi ramah dengan orang lain, tanpa menyadarinya, dia sudah memanggil mereka semua "Onee-sama."

Kepribadian yang tidak malu. Godou menyukai hal itu tentang dirinya, tapi karakternya yang banyak bicara membutuhkan sedikit kerja... Namun, jika dia berbalik untuk mengingatkan kursi belakang, itu hanya akan memiliki efek memperingatkan mereka tanpa mencapai tujuannya, jadi Godou berbicara kepada si pengemudi sebagai gantinya.

"Hei, Amakasu-san, bisakah kamu memberiku informasi kontak untuk Seishuuin nanti?"

"Oh, berencana bicara cinta di telepon?"

"Tidak, sama sekali tidak. Nantinya aku akan mengirim pesan teks keluhan kepadanya. Juga, bisakah kamu membiarkanku pergi di stasiun berikutnya? Aku akan naik kereta sendirian."

"Ayolah jangan seperti itu, bepergian membutuhkan teman. Mari kita mengagumi pemandangan di jalanan in bersama-sama. Omong-omong, kita baru saja akan melewati Kasukabe-shuku yang merupakan shukuba pertama tempat Matsuo Bashou tinggal di Oku no Hosomichi."

Godou memelototi Amakasu yang terkikik.

"Bagaimana aku bisa senang dengan percakapan seperti itu yang terjadi di belakang! Apa kamu mengerti perasaan duduk di ranjang paku! Kalau kamu tidak mau membiarkan aku keluar dari mobil, maka setidaknya berkendaralah cepat ke Nikkou!"

"Hahaha, jangan marah, itu tidak sering mendapat kesempatan seperti ini, kamu harus sedikit lebih bahagia."

Mengenakan pakaian sederhana, anggota Komite Kompilasi Sejarah tertawa terbahak-bahak. Dia mungkin memilih rute ini dengan sengaja untuk memaksimalkan penundaan.

Menggambarkan bosnya sebagai orang yang suka bermain lelucon, dia sama saja.

Godou yang tersiksa, semua orang menikmati perjalanan ke Nikkou.

Setelah perjalanan itu, Godou dan kelompoknya mencapai tujuan mereka sekitar pukul satu siang.

Meskipun banyak tempat yang sangat padat, kelompok itu cukup beruntung untuk tidak terpengaruh.

Gunung Nikkou adalah tempat Toushouguu, Kuil Futarasan, dan Rinnouji berada.

Itu masih terlalu dini untuk musim daun merah, tapi sesuai dengan reputasinya sebagai tempat liburan wisata, masih ada banyak pengunjung yang memberikan penghormatan, membuatnya sangat hidup dan ramai, meskipun tidak sampai pada penuh sesak dengan orang-orang... Ada banyak turis dari kedua jenis kelamin dan segala usia, orang yang bepergian sendiri atau dengan keluarga, kekasih, atau grup wisata, dll... Pada dasarnya segala macam orang.

Amakasu menghentikan minivan di tempat parkir dan semua orang turun lebih dulu.

Dan kemudian mereka mencapai jalur kunjungan utama.

Sebelum pintu masuk Toushouguu diapit oleh pohon cedar, torii pertama bisa dilihat di depan, memasuki itu akan mencapai Toushouguu sementara Nikkousan Rinnouji berada di sebelah kanan dan Kuil Futarasan ditemukan dengan mengikuti jauh di sepanjang jalan kiri.

"Omong-omong, Liliana, di mana kita tinggal malam ini?"

"Benar, aku sudah memesan kamar di dekatnya, jadi jangan cemas soal kerumunan bising di sana. Selanjutnya, menurut perintahmu, aku juga memilih hotel yang lebih murah."

Liliana membalas pertanyaan Godou dengan nada suara yang sangat mumpuni.

Dia selalu memiliki kebiasaan memperhatikan detail-detail kecil, dan dengan demikian sangat cocok untuk menangani tugas-tugas semacam ini. Di area ini, dia benar-benar berbeda dari Erica.

"Ya, Lily, aku ingin tempat di mana aku bisa mengenakan yukata, dengan mata air panas terbuka seperti pemandian umum udara terbuka, sehingga aku bisa menyeret Godou keluar malam dan menikmati langit malam bersama saat mandi."

Erica melayangkan senyuman menggoda.

Gadis pirang ini memiliki bakat khusus dalam politik, strategi, dan negosiasi. Dia juga sangat sadar akan gambaran besar dan memahami ekonomi. Namun, urusan duniawi dan serba-serbi, serta tugas-tugas rumit seperti memasak dan pola pikir ekonomi untuk menyertainya, bukanlah keahliannya. Jika diberi tugas seperti itu, dia mungkin masih bisa menyelesaikannya, tapi Godou pasti tidak akan menugaskan pekerjaan ini padanya.

"Tempat kita menginap malam ini menawarkan pemandian udara terbuka, tapi membutuhkan reservasi. Selama Kusanagi Godou berharap, aku akan membuat pengaturan..."

"Oh? Begitu! Godou, mari kita nikmati bersama kita berdua!"

"Siapa yang akan menikmati hal semacam itu!"

Godou dengan marah menggeram dan menolak tawarannya.

Erica punya alasan sendiri untuk tidak mengatur hal-hal ini sendiri. Dari kelihatannya, persaingan antara Erica dan Liliana masih mendukung Erica, dan dia mampu mempertahankan keseimbangan yang rumit ini tanpa batas.

Sebagai catatan tambahan, Mariya bersaudari yang menemani mereka dalam perjalanan ini ...

"Jadi, Godou-san, sudah hampir waktunya berangkat."

"Onii-sama, kita akhirnya akan mencapai kuil di Saitenguu, aku merasa sedikit gugup!"

Mereka telah berbicara, mengabaikan percakapan antara ksatria.

Serius Yuri sudah terbiasa dengan Erica dan Liliana yang berlebih, dan tidak akan mengomel dengan prinsip-prinsip yang benar. Adapun Hikari, dia adalah tipe orang yang dapat dengan cepat bergaul dan berteman dengan siapa saja. Dia memiliki fleksibilitas semacam ini benar-benar terbuang di sini. Godou semakin punya pikiran seperti itu.

"Jadi, kita akan memulai kegiatan terpisah sekarang. Lily, apa itu baik-baik saja?"

"Tidak ada cara lain, jika kami ikut bersamamu, kami mungkin akan berada di jalanmu."

Maka Erica dan Liliana berangkat, karena pergi untuk percobaan di kuil raja dewata, akan lebih baik untuk menghindari kehadiran orang luar.

"Omong-omong, apa Mariya pernah mengunjungi kuil apa pun itu?"

"Ya, aku datang ke sini sekali sebelum aku menjadi Hime-Miko, tapi aku hanya memasuki aula utama dan tidak pergi ke sakral."

Yuri maju menuju torii Toushouguu tanpa ragu-ragu.

Mengikuti di belakangnya adalah Godou dan Hikari.

Nikkou Toushouguu, adalah mausoleum dan kuil yang dibangun untuk memuliakan Tokugawa Ieyasu yang didewakan – Toushou Daigongen. Sebagai kuil mewah dan megah, ada banyak pengunjung dari perjalanan sekolah. Rute tur resmi terdiri dari mendaki tangga batu ke arah pagoda lima lantai, melewati torii, memasuki aula ibadah melalui gerbang Youmeimon yang terkenal, kemudian aula utama, dan akhirnya memasuki kuil bagian dalam Okusha.

Tapi di tengah jalan, Yuri memimpin mereka menuju bangunan yang tampak sederhana.

Berbicara tentang Toushouguu, itu adalah ruang mewah yang dibangun oleh setara dengan beberapa puluh miliar yen dalam istilah modern. Ini memberi kesan mengkilap emas, dan penuh dengan patung dan dekorasi kecil yang halus.

Tapi di sana ada bangunan yang sangat kecil dan tidak didekorasi, sangat berbeda dari pagoda lima lantai dan gerbang Omotemon yang terlihat sejauh ini. Namun, masih ada banyak turis dan itu adalah tempat pemandangan yang tak terduga populer.

"Rasanya seperti tempat ini sangat membosankan, karena yang lainnya begitu luar biasa."

"Ini adalah Kandang Sakral Shinkyu... Bangunan yang mengikat hubungan yang menentukan antara Toushouguu dan raja dewata."

Yuri membalas kesan pertama Godou. Kandang sakral? Godou memperhatikan ada dua kuda di kandang, yang berarti ini adalah lumbung untuk memelihara kuda.

"Onii-sama, cepat lihat, ada kera!"

Hikari menunjuk dengan keaktifan yang besar di dinding gedung.

Di sepanjang tepi bawah atap rumah yang khas, ada banyak ukiran kera. Seekor klan kera, ada kera yang menutupi mata mereka, kera menutupi mulut mereka, kera menutupi telinga mereka, kera duduk, kera mengamati langit, kera terkapar dan tergeletak. Totalnya ada sepuluh patung kera aneh.

"Ah ya, itu 'jangan melihat kejahatan, jangan katakan kejahatan, jangan dengarkan kejahatan.'"

Tiga kera yang menutupi mata, mulut dan telinga masing-masing.

Ini adalah patung terkenal, dan melihatnya di sini membuat Godou akhirnya ingat.

"Benar, dari zaman kuno, ada desas-desus bahwa kera dapat menyembuhkan penyakit kuda, jadi kandang ini penuh dengan kera!"

"Oh, aku tidak tahu itu, hubungan apa yang dimiliki Tokugawa Ieyasu dengan kera?"

Mendengar penjelasan Hikari yang dibacakan, Yuri bertanya dengan ekspresi terkejut.

"Apa kamu tidak tahu? Raja dewata bukanlah Toushou Daigongen!"

Kali ini giliran Godou yang terkejut, jika raja dewata yang disembah di Nikkou Toushouguu bukanlah Tokugawa Ieyasu, lalu siapa sebenarnya di dunia ini?

Menyadari bahwa dia terlalu subjektif, Yuri buru-buru meminta maaf.

"Aku benar-benar minta maaf, karena aku mendengar bahwa kamu sudah menerima informasi dari Kaoru jadi kupikir kamu sudah tahu segalanya. Meskipun Saitenguu adalah bagian dari Nikkou Toushouguu, itu didedikasikan untuk dewa yang berbeda, dan merupakan tempat suci yang independen."

"Raja dewata yang disembah di Saitenguu disebut raja dewa kera! Dia adalah inkarnasi kera, dan pelindung naga. Sebenarnya, hanya itu yang aku tahu."

Hikari merasa sedikit malu.

Mengapa seekor kera harus melindungi naga? Godou merenung bingung, tidak peduli bagaimana kau melihatnya, seekor naga seharusnya lebih kuat dari kera. Mungkin ada semacam alasan mitologis yang rumit lagi.

"Jadi, mari kita menuju ke Saitenguu, tolong ikuti di belakangku."

Yuri mengeluarkan selembar kertas persegi panjang – sebuah pesona. Menanyakan alasannya, ternyata Saitenguu punya penghalang yang mengusir manusia.

Dengan Godou dan Hikari mengikutinya, Yuri memegang pesona dan memasuki hutan luas di belakang Kandang Sakral Shinkyo.

Ini adalah area tengah di dalam Toushouguu yang mengarah ke Kuil Futarasan. Sangat tidak menarik perhatian, tak satu pun dari puluhan turis yang memperhatikannya.

Setelah mengikuti Yuri di hutan selama sepuluh menit, Godou sudah tidak tahu di mana dia berada.

Mereka bertiga akhirnya mencapai sebuah kuil kuno.

"Selamat datang, aku telah menunggu semuanya."

Kuhoudzuka keluar untuk menyambut mereka, mengenakan pakaian kuil Shinto.

Di belakangnya adalah Amakasu yang mereka tinggalkan sebelumnya. Dia mungkin tiba lebih dulu dengan mengambil rute yang berbeda. Mengikuti perannya di balik layar, dia hanya menyapa Godou dengan pandangan sekilas.

"Kami Kuhoudzuka dari kuil ini sangat dihormati oleh kedatangan [Raja]. Segera, pintu ke sakralan akan dibuka dan Anda akan dapat bertemu dengan raja dewata. Tolong tunggu sebentar."

Kuhoudzuka menyambut mereka dengan hati-hati dan penuh hormat, tapi Godou merasa bingung.

"Apa kamu baru saja menyebutkan pertemuan raja dewata?"

"Ya, untuk percobaan di Saitenguu, tindakan terbaik akan langsung berhadapan langsung dengan raja dewata yang akan dia layani di masa depan. Selama Hikari-san bisa menggunakan pemurnian bencana, sakral bisa dibuka, itulah sebabnya metode ini dipilih."

Jadi begitu, itu seperti yang dia katakan, selama tidak ada risiko besar.

"Tapi tidakkah berbahaya bertemu dengan [Dewa Sesat]?"

"Anda sepenuhnya benar. Karena memang begitu, kami akan melakukan apa yang Anda minta. Anda akan menemani Hikari-san bersama ke dalam sakral dan bertemu dengan raja dewata bersama."

Saran Kuhoudzuka membuat Godou tenggelam dalam benaknya.

Jika dia bertemu dengan [Dewa Sesat], tidakkah akan ada masalah? Mereka adalah musuh alami yang tertanam di tingkat genetik, jika pertempuran besar dimulai dari ini di Toushouguu, itu akan menjadi masalah besar...

Tapi membiarkan Hikari melihatnya sendirian juga terlalu berbahaya, dan Godou-lah yang bertanggung jawab untuk memaksa mereka untuk membiarkan ini di tempat pertama. Pada saat ini, penajaga harus menemaninya.

Godou tidak punya pilihan selain mengangguk.

Godou, Amakasu dan Yuri meskipun penglihatannya tidak memperhatikan.

Pengunjung hari ini di Saitenguu termasuk keberadaan bukan manusia, kadal kecil yang menyaksikan orang-orang ini dengan lantang dari sudut di daerah itu.

Karena dekat dengan permukaan tanah, sangat sulit bagi manusia tinggi untuk memperhatikan.

Matanya membawa kehadiran raja yang angkuh, dan ketika Kuhoudzuka memimpin sang miko maju, kadal itu mulai bergerak dengan lesu.

Bergerak dengan santai, seolah-olah itu adalah penguasa tempat ini.
Load comments