Valhalla Saga 6-2

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Episode 6/Chapter 2: Logam Mulia Dewa (2)


10 prajurit Valhalla.

20 prajurit dwarf.

Mereka adalah yang tersisa setelah mengecualikan 3 prajurit Valhalla dan 5 kurcaci yang tidak bisa melakukan pertempuran karena cedera mereka.

Para dwarf mempersenjatai diri dengan perisai bundar dan pedang atau kapak, dan para prajurit yang kehilangan perisai mereka karena hujan panah menerima yang baru dari para dwarf.

Setelah persiapan selesai, Siri menghitung waktu. Sebentar lagi tengah hari.

“Ayo pergi!” Isaac mendesak para prajurit dan berdiri di depan. Siri mengikuti di belakang..

Benteng para dwarf terbagi-bagi, karena lorong bawah tanah terhubung dengan tambang dan bentengnya berada di atas tanah. Tempat Unt itu tidak di bawah tanah tapi di atas tanah, dan di atas itu adalah lantai atas benteng, lantai dua.

“Aku yakin tidak bertemu musuh sampai kita mencapai puncak. Tapi mulai saat itu, kita harus bertarung dengan semua kekuatan kita.”

Sepertinya Isaac gugup karena suaranya mulai bergetar. Siri mengangguk dan kemudian berkata kepada Tae Ho dengan suara rendah, “Tae Ho, katakan padaku segera jika kau melihat sesuatu.”

Siri berhasil mengatasi bahaya dua kali berkat Tae Ho. Sepertinya dia sedikit memercayainya.

“Di balik pintu itu, lantai atas akan muncul.”

Setelah bergerak melewati lorong yang diblokir atau rusak selama beberapa saat, Isaac menunjuk ke pintu logam besar. Para dwarf menghirup napas atau menarik senjata mereka lebih dekat ke tubuh mereka, dan para prajurit Valhalla juga memelototi pintu sambil menguatkan diri.

“Mulai sekarang, itu akan menjadi pertempuran kecepatan. Ayo pergi!” dia berkata.

Setelah mereka membuka pintu, mereka melihat sebuah aula besar yang memiliki langit-langit tinggi, tidak seperti lorong. Para dwarf mulai berlari dengan sekuat tenaga dengan kaki pendek mereka dan para prajurit Valhalla berlari ringan sambil menyadari lingkungan mereka.

“Di sana!”

“Mereka berkumpul!”

Teriak Isaac dan Tae Ho pada saat bersamaan. Mata Isaac menatap perempatan kanan dan mata Tae Ho melihat ke belakang.

Boom! Boom! Boom! Boom!

Ketika puluhan dwarf ghoul bersenjata berat datang menyerang, seluruh aula tampak berdering. Huruf merah mendekat dengan cepat.

“Lari terus!”

Siri memerintahkan mereka untuk terus berlari bukannya berkelahi. Isaac telah berbelok di tikungan, dan para prajurit juga terus berlari.

“Mereka juga datang di depan kita!”

Setelah Tae Ho berteriak, Siri dan Rolph mengeluarkan busur mereka. Dua dwarf ghoul yang menyerang dari depan jatuh dan Isaac menarik napas dan kemudian berteriak, “Aku akan mempercayakanmu bagian depan!”

Siri dan para prajurit maju ke depan. Tae Ho juga meraih Runefang dan melewati para dwarf.

“Kembali! Tembak!”

Hanya ada puluhan ghoul di depan mereka, tapi ada lebih banyak di belakang mereka. Selain itu, terasa ada lebih banyak ghoul datang dari jalan yang tidak mereka ambil.

Para dwarf kembali pada perintah Isaac dan kemudian mereka berdiri dalam barisan dan mengangkat dinding perisai. Lalu mereka mengeluarkan tiga keping logam yang tampak seperti kepala naga dari luar ruang itu.

Chwaaak!

Api melonjak dari kepala naga. Api langsung melahap para ghoul itu.

“Maafkan aku!” Teriak Isaac sambil melihat ghoul yang terbakar. Beberapa prajurit Valhalla yang berbalik untuk melihat kembali terkagum, dan Tae Ho mendorong kembali seorang dwarf ghoul dengan perisainya dan kemudian menghancurkan kepalanya.

“Maju terus! Mulai dari sini itu menjadi satu jalur, jadi kita akan menghentikan mereka!”

Itu bukan tugas yang mudah. Para ghoul yang terbakar mencoba mengambil satu langkah lagi alih-alih runtuh, dan yang pertama, terlalu banyak ghoul.

Namun, Siri mengangguk. Isaac menyeringai dan memberi isyarat dengan dagunya ke arah prajurit Valhalla dan prajurit yang ada di belakang mengangkat penyembur api yang diberikan dwarf.

“Ayo pergi!”

Siri tidak berbalik. Dan Tae Ho, yang maju dengan dia, melakukan hal yang sama.

Ledakan terdengar dari belakang mereka. Teriakan para dwarf dan suara bentrokan logam terdengar di aula.

“Masuk!” Teriak Tae Ho, begitu dia menaiki tangga. Sepuluh shoul, yang menjaga ruangan yang memiliki Unt, datang menyerbu ke arah mereka. Siri dan Rolph menembak busur panah mereka, dan prajurit dengan penyembur api itu tersenyum dan berkata, “Aku juga menembak!”

Kepala naga meludahi api kali ini juga. Para prajurit bersorak dan para ghoul menjerit.

“Jangan lengah!”

Isaac telah menggunakan tiga penyembur api. Mereka tidak bisa menutupi seluruh aula hanya dengan satu. Para ghoul menembakkan busur silang mereka dari luar api, dan para prajurit Valhalla menyerbu sambil menutupi kepala mereka dengan perisai, bukannya membuat dinding perisai.

“Valhalla!”

“Ullr!”

“Odin sedang melihat!”

Lengan mereka bergetar setiap kali panah itu mengenai. Tapi para prajurit tidak berhenti. Mereka mengayunkan pedang dan kapak mereka ke arah para ghoul.

“Idun!” Tae Ho juga berteriak dan mengayunkan Runefang. Dia melirik ke arah aula, tapi dia tidak melihat lagi huruf merah.

“Buka!”

Atas perintah Siri, dua prajurit membuka pintu marmer yang besar dan berat. Rolph dan tiga prajurit menembakkan busur mereka secara acak, dan prajurit yang terpesona oleh penyembur api maju ke depan dan meludahkan lebih banyak api.

“Di langit-langit!” Teriak Tae Ho.

Stragos.

Yang membawa tragedi ke benteng dwarf tergantung di langit-langit.

“Kwaak!”

Seperti yang dijelaskan Isaac dan Rolph, ia benar-benar monster abu-abu. Tak hanya di kepalanya, tapi hampir seluruh tubuhnya ditutupi oleh tato aneh. Dia melemparkan dirinya ke arah prajurit yang memegang penyembur api, dan prajurit itu mengarahkan penyembur api ke arah monster itu, tapi itu belum cukup. Kuku Stragos memotong lengan prajurit itu.

“Kuak!”

Lengannya terpotong oleh serangan itu. Api yang keluar dari penyembur api jatuh ke tanah dan mulai membakar udara, dan begitu Stragos mendarat, ia mengayunkan lengannya lagi dan memotong kepala prajurit itu.

Darah mulai mengalir keluar dari prajurit yang kehilangan lengannya. Rolph dan Siri menembakkan panah ke arah monster itu, dan dua prajurit mengangkat perisai mereka dan mencoba menubruknya.

“Uoooooo!”

Serangan itu menyerupai badak, tapi itu tidak sampai padanya. Stragos mundur hampir sepuluh meter hanya dengan satu lompatan.

“Bunuh mereka, hamba-hambaku!”

Saat Stragos berteriak, para dwarf ghoul yang menunggu di beberapa ruangan mulai keluar dan menyerbu para prajurit. Dan jumlah itu mendekati 20.

“Shield Wall!”

Siri maju ke depan alih-alih mundur dan mengangkat perisainya. Panah-panah yang ditembakkan oleh para ghoul mengenai perisai, dan Rolph mengerang.

Itu adalah hal yang aneh. Mereka hanya akan dikepung jika mereka terus seperti ini, tetapi Siri dan para prajurit terus bergerak menuju bagian dalam ruangan sambil mempertahankan Shield Wall mereka.. Para dwarf ghoul menembakkan busur mereka lagi, dan Stragos memelototi mereka.

Dan Tae Ho juga membalas tatapannya. Struktur ruangan yang dia dengar dari Isaac menyerupai ruangan yang sebenarnya. Ruangan bundar besar. Ada pilar yang terbuat dari batu di sisi lain pintu dan holy anvil di atasnya.

Namun, Tae Ho bahkan tidak melihat Unt di atas anvil. Dia melihat ke tempat lain dengan mata naga dan pada akhirnya, dia dapat menemukannya.

“Aku pergi!”

“Pergilah!” Siri berteriak dan melepaskan Shield Wall. Para prajurit mulai menyerbu ke arah ghoul pada saat yang sama dan kemudian menarik perhatian mereka.

Tae Ho berlari. Itu bukan menuju Stragos yang melotot atau ke arah holy anvil, tapi ke arah dinding.

Isaac bilang bahwa Unt hanya dapat dimurnikan dengan cahaya bintang dan cahaya bulan. Sungguh mengherankan bagaimana itu dapat dimurnikan oleh hal-hal itu tapi ada sesuatu yang dia pikirkan setelah mendengarkan Isaac. Selain itu, bukankah Isaac mengatakan bahwa ruangan ini dimaksudkan untuk memurnikan Unt?

Mereka memurnikan Unt di tempat ini. Dan untuk itu, mereka membutuhkan cahaya bintang dan cahaya bulan. Selain itu, tempat ini berada di lantai paling atas. Jika dia menghubungkan semua kondisi ini, maka satu hasil muncul.

Jadi dia bertanya, dan Isaac menegaskan.

“Buka!” Teriak Rolph. Tae Ho menarik sakelar yang ada di dinding, dan pada saat itu suara keras terdengar di langit-langit.

Kugagagaagaga!

Langit-langit terbuka, seperti kubah. Dan matahari, yang tertinggi di tengah hari, muncul.

“Kuaaak!”

Para dwarf ghoul yang kulitnya terekspos mulai berteriak. Meskipun yang tertutupi oleh tubuh mereka sepertinya agak menahan diri, mereka tidak bisa menunjukkan gerakan yang benar. Alasannya adalah karena Stragos.

Asap mulai melonjak di tubuh Stragos, yang hanya mengenakan celana. Karena itu dia mengeluarkan jeritan yang mengerikan dan mencoba menghindari matahari, api tidak mungkin dia bisa menghindari matahari yang berada tepat di atasnya, dan langit-langit masih terbuka sampai sekarang.

“Sekarang saatnya! Bunuh dia!”

Dua prajurit menyerang ke Stragos. Dan kemudian, Stragos mengayunkan kedua tangannya dan mulai menggumamkan sesuatu dengan suara rendah.

Ada yang tidak beres. Karena itu, Siri, yang menghadapi dwarf ghoul, meninggalkan mereka sendirian dan mengarahkan panah ke arah Stragos.

Panah Siri menusuk pundak, tapi itu tidak berhenti bergumam. Selain itu, tato di tubuhnya mulai bersinar cerah.

“Serang kepalanya!” Teriak Rolph. Prajurit itu mengayunkan kapaknya secara vertikal, dan Stragos meneriakkan sesuatu seperti nyanyian, bukannya bergumam lagi.

Tae Ho menatap langit dan kemudian mengerti apa yang telah dilakukannya.

Awan gelap datang ke arah mereka. Itu bukan penyebab alami. Awan yang telah berkumpul hanya menutupi langit-langit benteng dan menghalangi sinar matahari.

Kapak menikam di bahunya. Lantas Stragos menusuk dada si prajurit dengan kukunya, dan meskipun keduanya berteriak, yang jatuh adalah prajurit itu.

“Kuhak!”

Stragos berteriak menjijikkan. Tae Ho memandang langit-langit sekali lagi. Itu karena tulisan terbesar yang dia lihat sampai sekarang semakin dekat.

“Menjauhlah darinya!” Teriak Tae Ho. Siri, Rolph dan para prajurit yang menyerbu ke arahnya tersentak, dan prajurit yang sudah dekat dengannya itu tertutupi oleh asam yang jatuh dari langit.

“Uaak!”

Prajurit itu jatuh sambil berteriak. Monster hitam yang kelihatannya seperti monster kelelawar dan kadal muncul dari langit-langit. Itu teramat besar sehingga sayapnya sekitar sepuluh meter.

Itu berdiri di perbatasan langit-langit dan mulai menuangkan asam lagi. Para prajurit hanya bisa menghindari asam dan mundur, dan Stragos tersenyum jahat dan berlari ke dinding. Saat awan sudah menghalangi sinar matahari, sepertinya dia akan menunggangi monster dan menuangkan asam.

Dia tak bisa hanya berpangku tangan. Tae Ho juga berlari seperti Stragos. Ketika dia mencapai dinding, Tae Ho menendang udara dan melompat.

[ Saga: Serangan Prajurit Bak Badai ]

Stragos menaiki monster yang menundukkan kepalanya. Tae Ho melompat sekali lagi ke udara dan melompat ke arahnya.

Karena dia tidak pernah membayangkan bahwa Tae Ho akan melompat di udara, Stragos terkena tubuh Tae Ho yang terbanting dan jatuh dari monster. Tae Ho buru-buru mengulurkan tangannya dan meraih leher monster itu.

“Buat dia jatuh!”

Stragos, yang jatuh ke tanah, mengayunkan cakarnya dan memerintahkan monster itu. Dan kemudian, monster itu melonjak ke langit. Sepertinya dia berencana untuk menjatuhkan Tae Ho dari titik yang tinggi.

“Tae Ho!” Siri dan Rolph berteriak mendesak. Tae Ho meraih leher monster itu dengan erat dan kemudian menyadari satu hal.

Dia terbiasa dengan itu.

Menunggangi monster, itu dia.

Terbang di langit dengan monster.

Karena Ksatria Naga Kalsted memang seorang Ksatria Naga. Gryphons dan Wyvern adalah hal-hal yang sudah jelas, dan dia bahkan pernah menunggang dan bertarung melawan monster udara terkuat, seekor naga!

[ Saga: Orang yang Bisa Menangani Naga ]

[ Tingkat Sinkronisasi: 8% ]

Slot kosong terisi. Dan secara bersamaan, tingkat sinkronisasinya naik.

“Putar kepalamu!” Tae Ho meraih kepala monster dan memerintahkan. Monster itu menolak tapi itu berubah dengan enggan. Semangat Tae Ho yang luar biasa dan pantang menyerah memungkinkan hal itu terjadi.

Siri dan Rolph membuka mata mereka lebar-lebar dan para prajurit Valhalla bersorak secara naluriah, tetapi Stragos menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

“Ayo pergi!” Tae Ho memerintahkan, dan monster itu bergerak ke tanah dan kemudian mulai meludahkan asam.
Load comments