End of Project Work

13 Maret, 2019

World Reformation 107

on  
In  

hanya di setiablog
Untuk sesaat, aku meragukan telingaku.

“Eh? Uhm... maaf. Bisakah kau mengulanginya?”

“Sudah kubilang, aku diberitahu untuk menghapus perwujudan Entropy sang Dewa Kegelapan yang jahat, Kuromiya Haine-dasu! Itulah yang diberitahu dalam ramalan dari Dewa Ibu Bumi-sama-dasu!”

Sudah kuduga, aku benar-benar tidak salah dengar.

Tapi, aku tidak bisa memahaminya sama sekali.

Aku benar-benar familier dengan nama yang diucapkan oleh Sasae-chan yang baru saja kutemui hari ini.

“?!”

Ketika aku menoleh, aku bisa melihat ekspresi bingung Mirack-chan dan Celestis-chan.

“Apa artinya ini?”

“Aku tidak tahu. Kita harus bertanya pada gadis ini lebih detail.”

Seperti kata Celestis-chan.

Kami memutuskan untuk mendengarkan sedikit lebih banyak dari apa yang dikatakan Sasae-chan.

“Aku dipanggil oleh Sang Pendiri-sama dan diberitahu ini-dasu.”

Merangkum cerita Sasae-chan, Pendiri Bumi-sama mendapat ramalan dari Dewa Ibu Bumi, Mantle-sama. Dan kemudian, di ramalan tersebut, dia diperintahkan untuk menghapus Entropy sang Dewa Kegelapan, Haine-san.

“Menurut ramalan, Entropy itu rupanya Dewa-dasu yang sangat berbahaya dan menakutkan. Dan Dewa ini disamarkan sebagai manusia dan menyelinap ke dunia-dasu ini.”

‘Jika kita membiarkannya, dunia pasti akan jatuh ke dalam malapetaka’, diberitahu ini melalui sang Pendiri, dia diperintahkan untuk menuju ke tempat dimana Entropy sang Dewa Kegelapan, tempat di mana Haine-san berada.

“Dan aku, yang membawa tugas penting ini, berangkat dari Ishtar Blaze-no dasu! Ramalan itu bilang bahwa Kuromiya Haine berada di Apollon City, jadi aku langsung menuju ke sini-dasu!”

Sasae-chan berkata dengan fasih.

“Aku takut pada orang-orang di luar, jadi aku benar-benar melompati semua permukiman-dasu! Melaju melalui jalan setapak yang tidak ada jalan, merobohkan kulit pohon, memakan rumput rebus, dan setelah bulan yang tak tergoyahkan, akhirnya aku tiba di Apollon City-dasu!”

“Kehidupan yang liar!”

“Apa ada artinya pergi sejauh ini untuk menghindari orang?!”

Mirack-chan dan Celestis-chan terkejut dengan betapa keras perjalanan Sasae-chan.

Tapi itu bukan masalah yang membuatku terganggu saat ini.

“Akhirnya tiba di tujuankhu, aku berpikir bagaimana mencari Kuromiya Haine-dasu yo. Tapi, kusenang-dasu. Bertemu dengan orang-orang baik. Jika bisa, tolong bantu a—”

“Itu bohong!!”

Teriakan keras yang aku keluarkan membuat Sasae-chan mengecilkan bahunya.

“Apa yang kau katakan itu semua bohong! Tidak mungkin Entropy-sama menjadi Dewa jahat! Tidak mungkin Haine-san merencanakan sesuatu yang jahat! Jelas bahwa itu semua bohong! Apa kau datang jauh-jauh ke sini dari Ishtar Blaze hanya untuk menyebarkan delusi? Itu terlalu menyakitkan!”

“Tunggu, Karen! Tenang!”

Dicekam oleh Mirack-chan, kata-kataku akhirnya terputus.

Tetapi pada saat itu, seolah alami, ekspresi Sasae-chan membeku.

“Wa, Karen-chi, jangan kehilangan tenaga pada seorang gadis kecil yang baru saja kau temui. Yah, bukan berarti aku tidak mengerti bagaimana perasaanmu.”

“Aku minta maaf... Tapi, tidak mungkin Haine-san adalah musuh dunia. Sesuatu seperti itu mustahil. Mirack-chan dan Celestis-chan juga mengerti itu, kan?”

Keduanya mengenal Haine-san secara langsung.

Mereka seharusnya tahu tentang banyak orang yang telah dia lindungi.

“Jangan khawatir, Karen. Kami juga tidak menganggapnya sebagai orang jahat.”

“Betul. Sebagai pahlawan, aku cukup percaya diri di mataku atas orang-orang. Haine-chi mungkin memiliki sedikit sisi sadis, tapi dia pada dasarnya adalah orang baik.”

Aku sedikit lega dengan kata-kata mereka berdua, dan mendapatkan kembali ketenanganku.

“Tapi, mengapa Gereja Bumi memberikan ramalan seperti itu? Itulah masalahnya.”

“Betul. Karena nama Entropy sang Dewa Kegelapan telah keluar, aku berpikir keberadaan ramalan itu adalah kebohongan dalam dirinya sendiri... Mengesampingkan untuk saat ini bagian yang sangat bisa ditanggapi soal Haine-chi perwujudan Dewa Kegelapan.”

Sebuah ramalan adalah faktor inti dalam mewakili kekudusan dari lima Gereja.

Kata-kata sesosok Dewa dapat langsung diceritakan kepada orang-orang. Satu-satunya yang dapat menerima ramalan-ramalan itu adalah para Pendiri gereja mereka masing-masing.

Tampaknya setiap Gereja memiliki cara berbeda untuk menerima ramalan, tapi isinya beragam.

Memprediksi masa depan dengan benar, memberitahu cara untuk melawan bencana yang tak bisa dihadapi manusia, dan dikatakan bahwa ada kalanya mereka diberitahu kelemahan pasukan musuh dalam perang.

Sejak periode awal sejarah, alasan mengapa kelima Gereja dapat tumbuh lebih besar pengaruhnya adalah karena mereka mampu mengendalikan informasi. Karena itu, walaupun ramalan dipandang sebagai bukti para Dewa memiliki hubungan langsung dengan Gereja, ramalan juga merupakan sesuatu yang mutlak.

“Tapi, jika ramalan Gereja Bumi itu benar, maka ada poin yang menggangguku.”

“Dan itu adalah?”

Sepertinya Celestis-chan telah memperhatikan sesuatu. Aku bertanya kepadanya tentang hal itu seolah melekat padanya.

“Jika seperti apa yang dikatakan ramalan, bahwa Haine-chi adalah keberadaan yang sangat berbahaya bagi dunia ini, lalu mengapa bahaya itu hanya diperingatkan oleh Mantle?”

“Ah.”

“Jika itu adalah eksistensi jahat yang dapat melemparkan dunia ke dalam kesulitan, para Dewa lainnya juga akan memberikan peringatan dan meningkatkan kesadaran akan hal itu. Tapi, paling tidak, ramalan seperti itu belum diterima dari Gereja Airku. Bagaimana dengan kalian?”

Tatapan Celestis-chan bergerak sama antara Mirack-chan dan aku.

“Aku juga belum pernah mendengarnya. Soal kepribadian Pendiri kami, aku tidak berpikir mereka akan menyembunyikan apa-apa.”

“Di Gereja Cahayaku juga! Yorishiro-sama adalah orang yang akan mengatakan hal-hal yang terasa seperti memiliki makna tersembunyi, tapi...tapi ketika itu tentang Haine-san, tidak ada dusta!”

B-Benarkah, Yorishiro-sama?

“Dalam hal itu, sungguh aneh bahwa hanya Gereja Bumi yang menerima ramalan. Hei, Sasae-chan, bisakah kau ceritakan ceritamu lebih detail? Pertama, kapan waktu spesifik ramalan ini diterima…….”

Celestis-chan mengalihkan pembicaraan ke Sasae-chan, dan, pada saat itu, dia memperhatikan suasana yang tidak menyenangkan.

Suasana yang Sasae-chan bentuk, warnanya benar-benar berbeda dari yang sampai sekarang.

“...Pembohong-dasu.”

“Eh?”

“Sudah kuduga, orang-orang kota semuanya serigala-dasu! Mengumpani kalian dengan kata-kata baik. Kupikir kalian adalah orang yang bisa kupercaya, jadi aku memberitahu kalian tentang cerita Pendiri-sama, tapi, kalian semua menyebutku pembohong!! Sudah kuduga, orang-orang kota semua menakutkan-dasu! Tidak bisa mempercayai mereka-dasu! Aku tidak akan tinggal di tempat seperti ini!!”

Mengatakan ini, Sasae-chan berlari dan mendorong pintu seolah menanganinya.

“Sasae-chan?!”

“Sialan! Kejar dia!!”

“Tidak ada pilihan lain. Astaga!!”

Mirack-chan, Celestis-chan, dan aku mengejar Sasae-chan.

FP: setia's blog

Share: