Back to top

Campione v6 6-3

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
Bagian 3

Saat badai hebat menyerang rumah kecil di pegunungan, Godou melihat pria tua itu.

Ini adalah kedua kalinya di sini, di kediaman dewa tua yang hidup "terpencil" di Alam Baka, Susanoo. Di seberang Godou bersila, tuan utama rumah itu duduk dengan satu lutut ke atas.

Di belakangnya ada dua karakter familier lainnya.

Tuan putri berambut pirang duduk secara formal dalam seiza, dan buddha hidup dalam posisi teratai.

"Dari semua tempat, kenapa aku harus datang ke sini?"

"Tentu saja itu karena pedangku membawamu ke sini, lihat saja dengan teliti pada Ama no Murakumo."

Godou mengeluh sementara Susanoo menjawab dengan nada sembrono.

"Jadi, pedang itu benar-benar menjadi milikku."

Memikirkan kembali rasa sakit yang dia rasakan sebelum transfer, Godou melihat lengan kanannya.

Didukung oleh Luo Hao, mereka sudah datang ke sini pada saat dia menyadarinya. Saat itu ketika mereka dipindahkan di sini pasti merupakan kehendak Ama no Murakumo no Tsurugi, yang memotong dinding penghalang tersegel untuk memungkinkan mereka keluar.

Sesuai dengan nama pedang suci yang memisahkan bumi dari Alam Baka.

"Oh, sepertinya kau masih belum mengerti, tapi suatu hari kau akan menguasai pedangnya, kan? Sudah menjadi partner lamaku, oh, lakukanlah dengan baik."

"Aku tidak punya niat melanggar peraturan senjata api dan senjata tajam..."

Godou mendesah. Terlepas dari apa yang dia katakan, jika orang ini tidak muncul untuk menyelamatkan mereka, kemungkinan besar mereka sudah mati di sana.

Meskipun dia tidak tertarik untuk mengambil pedang, tak tahu berterima kasih akan membawa pembalasan. Setidaknya misteri itu terselesaikan, lokasi paling suci dari pedang suci di Alam Baka adalah tempat tinggal pemilik aslinya, jadi ia memilih untuk melarikan diri ke sini.

"Mengesampingkan itu, bisakah kamu mengembalikan Mariya bersaudari kembali ke bentuk asli mereka?"

"Tidak. Terlepas dari karakterku yang lugas, aku adalah dewa. Bahkan si biksu dan tuan putri tidak akan mudah muncul di hadapan orang biasa. Bagaimana kita bisa mengizinkan manusia yang bahkan bukan raja iblis muncul di hadapan kita? Lagipula, kau harus menanggungnya untuk saat ini."

Jawaban Susanoo membuat Godou melihat sisir di tangannya.

Sepasang sisir yang terbuat dari bambu, satu besar, satu kecil, ditransformasikan dari Mariya bersaudari. Ketika mereka dipindahkan ke rumah kecil ini, Yuri dan Hikari sudah pingsan. Godou lalu melihat dewa tua itu menggumamkan sesuatu yang tidak bisa dikenali yang mengubah mereka menjadi satu set sisir bambu.

Menemukan dirinya satu-satunya yang tidak terpengaruh, Godou marah sekali.

Tapi Susanoo mengatakan mereka akan pulih setelah mereka meninggalkan rumah ini. Sebagai permintaan maaf, Susanoo memperingatkan miko Seishuuin Ena tentang fakta bahwa mereka bertiga aman, sehingga sementara waktu menenangkan kemarahan Godou.

"Untuk bisa mengubah dua gadis menjadi sesuatu seperti itu..."

"Alam Baka adalah wilayah yang sangat ambigu yang melintasi batas antara dunia fiktif dan dunia nyata. Itulah mengapa seseorang dapat melakukan perjalanan menggunakan pikiran, dan dewa seperti kita bahkan dapat mengubah dunia ini. Transformasi seperti itu adalah hal mudah."

Meskipun penampilannya keras, penjelasan Susanoo sangat rumit. Jika mereka tidak dapat dipulihkan, apa yang akan kau lakukan? Dengan Godou diam-diam berpikir, biksu berpakaian hitam berbicara.

"Omong-omong, apa kau menyebabkan keributan yang menarik lagi?"

"Aku tidak menyebabkan apa-apa, aku hanya terperangkap dalam berbagai hal!"

Mumi tanpa perban itu adalah seorang buddha dengan tubuh kering. Godou dengan susah payah keberatan pada bhikkhu yang memiliki penampilan seperti itu.

"Lihatlah, Raja Rakshasa, raja kera sekarang berubah menjadi ini."

Sang putri yang mengenakan kimono bergaya juunihitoe, menyerahkan sebuah baskom berisi air.

Yang tercermin di permukaan air adalah kandang dengan kera batu, tapi segala sesuatu dari dada ke atas adalah daging. Bola mata berwarna merah dengan pupil emas. Itu adalah penampilan yang sangat menarik.

"Sejujurnya, kami adalah orang-orang yang memenjarakan raja kera di istana [Penjaga Kuda], dan tokoh sentral dalam memecahkan masalah adalah—"

Saat sang putri melirik sang bhikkhu hitam, dia menunjukkan mulutnya yang tidak bergigi dan berkata:

"Tepat, saat aku masih di bumi, aku melakukan hal itu."

"Itu kalian? Kenapa kalian melakukan sesuatu seperti ini... Kera itu adalah dewa baja?"

Godou merasa mereka adalah kelompok tanpa harapan, bukankah mereka menabur benih konflik itu sendiri?

"Raja kera itu, adalah kera dan pemilik kedewataan baja, pahlawan hebat yang dikelilingi oleh api yang menaklukkan naga dan ular. Hanya [Baja] yang sangat kuat yang mampu menjadi pembunuh naga atau ular."

"Membunuh naga dan ular?"

"Sebenarnya, bangsaku memiliki [Anak Dewa] yang merepotkan saat ini tertidur. Dewa asing yang hanyut dari luar negeri, anak dewa yang merupakan [Baja] terkuat. Untuk mencegah dewa ini bangun, kami membawa raja kera untuk membunuh naga dan menaklukkan ular."

[Baja] terkuat, dari mana Godou mendengar itu sebelumnya?

Entah bagaimana Godou memiliki rasa déjà vu, tapi topik yang saat ini mendesak adalah kera.

"Kenapa naga dan ular sangat merepotkan?"

"Kau seharusnya sudah tahu, dewa naga dan ular bisa membuat [Baja] lebih garang, dan juga bisa membangunkan mereka."

Godou mengingat insiden pahlawan Perseus.

Apa yang mempercepat kemunculannya adalah kehadiran seekor naga, itu jauh kemudian ketika Godou diberitahu tentang ini.

"Omong omong, kau juga pernah sekali bertarung dengan dewa ular dari orang-orang barbar selatan. Kalau kau gagal saat itu, kami pasti akan melakukan ritual pelepasan [Penjaga Kuda] untuk raja kera."

"Aku terus mendengar istilah Penjaga Kuda ini, apakah itu nama dewa kera itu?"

"Bukan, itu adalah nama dari posisi resmi, sebuah pos di Surga... Sederhananya, itu adalah tugas mengawasi kandang kuda, mengurus kuda-kuda dari istana selestial, itu adalah tugas Penjaga Kuda."

"Maksudmu?"

"Dunia para dewa dan orang abadi yang diperintah oleh Kaisar Giok."

Sebuah nama muncul di pikiran Godou, nama asli dari kera yang lucu itu, namanya sebagai dewa.

Godou berusaha untuk mengucapkan nama itu. Susanoo tiba-tiba "Heh!" menahan napas; tuan putri menatap lebar; bhikkhu dalam hitam tersenyum dalam diam, menyeringai seperti seorang penjahat.

"Kau menyadari identitas sebenarnya dari dewa kera?"

"Aku kebetulan memikirkannya. Sial, dia bisa menjadi lebih terkenal daripada Athena!"

Godou dibiarkan terengah-engah, ini benar-benar di luar level Tokugawa Ieyasu.

Jika orang semacam itu mengamuk di bumi, betapa serius bencana tidak bisa diremehkan.

"Apa yang bisa kita lakukan untuk menyegel kera itu sekali lagi?"

"Orang yang melepaskan mantra pengikat [Penjaga Kuda] adalah raja Tang. Kalau kau berhasil mengalahkannya secara pribadi, raja kera akan jatuh tertidur sekali lagi..."

Sang putri berbicara dengan khawatir. Dengan kata lain, pertarungan dengan Pemimpin Sekte Luo Hao diperlukan.

Godou mengeluh. Ini seperti metafora memiliki macan di pintu depan dan serigala di belakang. Tidak peduli pilihan apa yang dia buat, dia dalam masalah. Tapi dibandingkan dengan bertarung dengan serigala dan macan bersama-sama pada saat bersamaan, lebih baik bertarung dengan macan sendirian.

Yang paling penting, dia mengkhawatirkan teman-temannya di dunia, dan ingin kembali secepat mungkin.

"Aku akan mencoba yang terbaik... Jadi ada sesuatu yang ingin kudiskusikan. Bisakah kalian mengirimku kembali ke permukaan?"

Dihadapkan dengan permintaan yang menentukan, Susanoo dan biksu hitam saling memandang.

"Apa yang harus kita lakukan? Kita bukan musuh orang ini atau rekannya."

Mengingat kejadian terakhir kali, persis seperti yang dijelaskan dewa tua itu, dan kemudian biksu berpakaian hitam itu berkata:

"Tidak, tidak, Yang Tua, ini dianggap sebagai pengembara nyasar. Ini tidak seperti kita tidak mengenalnya, meskipun kita tidak terlalu dekat. Tapi kita tidak bisa melawan cara-cara dewa demi jalan manusia. Lagipula, metode untuk mengembalikan Raja Rakshasa ke dunia nyata... agak sulit bagi kita."

"Bukankah kalian menarikku ke sini terakhir kali dengan sengaja?"

Merasa seperti sedang dipermainkan, Godou bertanya.

"Terakhir kali, itu adalah Ena idiot yang mengatur triknya di bumi. Kami tidak memiliki kemampuan untuk membiarkanmu dengan bebas datang dan pergi dari tempat ini."

Mengingat mantra yang digunakan Seishuuin Ena di sekolah, apakah itu berarti aku terjebak di Alam Baka selamanya? Godou sangat terkejut.

Orang yang menyela pada titik ini, adalah putri yang memiliki pupil mata seperti kaca.

"Yang Tercerahkan, Yang Tua, jangan bercanda. Raja Rakshasa, tolong pegang ini dengan hati-hati."

Dia menyerahkan permata magatama.

Itu terbuat dari batu giok. Godou tidak bisa memahami niat sang putri dan merenung dengan bingung.

"Ini hanyalah magatama biasa, tapi setelah memakainya begitu lama, itu diresapi dengan kekuatan batinku yang kuat. Untuk wanita yang terhubung dengan darah ular kami, itu berfungsi sebagai suar yang sangat baik."

"Darah ular?"

"Kalau kau tertarik, cobalah menyelidiki para wanita yang dikenal sebagai leluhur dewata. Sebagai contoh, miko di sana adalah keturunanku yang sangat jauh."

Dia menunjukkan senyum sopan.

"Miko mencarimu di Alam Baka... Gadis ini mewarisi darah ular sebagai akibat atavisme. Dengan ini saja, dia harus dengan mudah menemukan jalannya ke sisimu."

"Untuk menerimaku... Ya! Itu pasti Erica dan yang lainnya!"

Melakukan kontak dengan Ena terbukti efektif. Susanoo dan biksu berpakaian hitam itu mungkin menyadari hal ini dan bermain bodoh. Karakter yang benar-benar tidak menyenangkan, orang-orang tua ini.

"Biarkan aku menuntunmu ke tempat yang lebih nyaman bagi yang mencarimu... Sisanya tergantung pada kapasitas dan toleransimu, aku harap kau beruntung."

"Aku sangat berterima kasih. Jika memungkinkan, aku harap suatu hari akan datang ketika aku dapat membalas kebaikan dan kerahmatanmu."

Godou segera menundukkan kepalanya dengan rasa terima kasih yang penuh hormat.

Secara alami menggunakan sopan santun terhadap sang putri, apakah ini yang disebut orang sebagai perbedaan karakter?

Di cekungannya muncul pemandangan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Tidak ada instruksi yang diperlukan, lagipula, dia yang mengajarkannya metode untuk bepergian di dunia misterius ini.

Godou memperhatikan pemandangan yang tercermin di air saat dia berkonsentrasi dan pindah ke sana.

 

Pada saat dia tersadar, dia berada di tepi danau.

Danau yang indah di dataran tinggi, itu adalah perasaan Godou berdiri di tanah ini.

Airnya jernih, dan hembusan anginnya sangat nyaman. Di sepanjang tepian sungai ada barisan pohon cedar yang rapi.

"—Benar, bagaimana dengan Mariya bersaudari!?"

Dia ingat mereka yang telah berubah menjadi sisir bambu.

Dua sisir di tangannya hilang, dan Godou dengan panik mencari sekelilingnya. Menghirup napas lega, ia menemukan Yuri dan Hikari yang berpakaian miko di sisi danau.

Sambil menggoyangkan bahu mereka, mereka segera bangun.

"Tempat ini... Apakah kita masih di Alam Baka...?"

"Ya... Onii-sama... Kepalaku sakit... Aku tidak bisa merasakan kekuatan sama sekali..."

Hikari bertingkah aneh selama pertempuran dengan Luo Hao, tapi sepertinya dia sudah pulih.

Godou membuat penjelasan singkat tentang bagaimana mereka dipindahkan ke sini.

"Jadi itulah yang terjadi, kalian berdua berubah... Apa kalian merasa baik-baik saja?"

"Ya, ya, sepertinya begitu. Kami tidak memiliki kenangan waktu ketika kami berubah."

"Aku merasa sangat lelah, seolah-olah aku telah menghabiskan semua kekuatanku."

Dibandingkan dengan kakak perempuan yang bisa menjawab dengan tegas, adik perempuan itu masih terlihat grogi.

"Lagipula, karena semua orang baik-baik saja ini dianggap sebagai keberuntungan di antara kesialan... Omong-omong, barusan mereka mengatakan seseorang akan datang untuk menerima kita, siapa yang tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan?"

"Haruskah Liliana-san datang kan?"

Godou menggelengkan kepalanya. Siapa tahu?

Erica sepertinya tidak tahu sihir untuk melakukan perjalanan ke Alam Baka ini, yang berarti itu Liliana. Tapi dari cara sang putri berbicara, sepertinya bukan.

"Aku telah tiba. Akhirnya menemukanmu, Kusanagi Godou-san."

"Wah!"

Tiba-tiba mendengar namanya, Godou melompat kaget sementara Yuri dan Hikari menatap tajam.

Entah bagaimana seorang wanita cantik berdiri di depan mereka.

"Maaf telah mengejutkan kalian semua. Kalian mungkin tidak mengenaliku, tapi aku juga rekan kalian. Sebenarnya, aku sudah mengenal Erica Blandelli."

Dengan rambut pirang yang mempesona, dia adalah wanita kulit putih yang cantik.

Ucapan yang tenang dan halus, pakaian elegan, dan kehadiran seperti parfum. Godou akhirnya menyadari, itu adalah perasaan yang sangat mirip dengan Erica. Yuri menatapnya tak percaya.

"...Tubuh roh? Apakah kamu menggunakan mantra pemisahan tubuh roh?"

"Ya ampun, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku ketahuan begitu cepat. Kamu luar biasa."

Dengan senyum yang elegan, dia memuji Yuri, yang menjadi sangat takut. Pemisahan tubuh roh?

Melihat keragu-raguan Godou, si cantik berambut pirang itu mengatakan yang sebenarnya.

"Dikenal sebagai ektoplasma atau tubuh roh di dunia sihir, penjelasan kasarnya doppelgänger dari jiwa yang diciptakan melalui kemampuan pengindraan psikis. Diriku yang sebenarnya saat ini sedang tertidur di tempat tidur di London... Tolong jaga rahasia ini."

"A-Aku benar-benar menyesal, aku melihatnya melalui penerawangan roh, dan berbicara tanpa berpikir."

Yuri dengan panik meminta maaf ketika sang putri mengangkat satu jari ke bibirnya, mengungkapkan harapannya akan kerahasiaan.

"Tidak masalah, meskipun itu rahasia, aku tidak akan menjahit mulut orang yang tahu tentang itu. Apakah aku terlihat gila seperti Pemimpin Sekte Luo Hao?"

Dengan nakal menodongkan matanya, kelihatannya wanita cantik itu menyadari dalang dibalik keributan ini.

"Permintaanmu untuk merahasiakan ini, aku mengerti. Omong-omong, bisakah kamu memberitahuku namamu?"

"Selama perjalanan ini, aku berharap menyebut diriku selama ini 'wanita misterius yang ingin tetap anonim'... Tapi permintaan raja tidak bisa diabaikan. Tidak ada cara lain, aku akan menjawab."

Pengenalan diri yang lucu.

Si cantik berambut pirang dengan elegan tersenyum sambil memperkenalkan dirinya.

"Namaku Alice, dan terkadang orang memanggilku Tuan Putri, tapi itu terlalu memalukan untuk mengatakannya sendiri."

"Witenagemot—!"

"O-Orang super penting! Sangat menakjubkan!"

Pengenalan diri yang tidak memiliki marga, dan bahkan nama panggilan tuan putri.

Merasa sepertinya dia berasal dari keluarga kerajaan atau bangsawan, Godou tersenyum masam. Di sampingnya, kejutan besar Yuri dan Hikari menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sangat terkenal. Dari perilakunya, ekspresi dan tatapannya, sudah jelas bahwa dia penuh dengan keanggunan seseorang yang termasuk kelas atas.

Meskipun ada beberapa hal yang ingin dia kritik, Godou memutuskan untuk mengabaikan mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, teman-teman Godou yang aneh telah bertambah jumlahnya. Seseorang yang sedikit aneh tidak lagi cukup mengganggu ketenangan Godou.

"Alice-san, apakah Erica memintamu untuk datang menerima kami?"

"Ya, aku sama-sama miko dan pengguna sihir—"

Putri Alice memukul dadanya sendiri.

"Melakukan ritual sihir plane walking, pergi dari bumi ke Dunia Astral, dan kemudian mencari Kusanagi-sama menggunakan penerawangan roh setelah tiba. Kamu sangat sulit ditemukan."

Tapi kemudian dia tiba-tiba dapat menemukan lokasi Kusanagi Godou melalui penerawangan roh, Godou mengingat magatama yang disimpan di sakunya.

"Sebenarnya aku mengikuti jejak seorang penyihir tertentu, dan mengejar dari Perancis ke Asia. Dewa ular Leviathan yang Pemimpin Sekte Luo Hao gunakan sebagai pengorbanan, hanya bertahan sampai sekarang sebagai akibat dari penyihir itu, itulah sebabnya aku mengubah targetku menjadi dewa ular dan pemimpin sekte, dan datang ke Jepang. Lalu barusan aku kebetulan bertemu Erica yang terganggu oleh ketidakhadiran Kusanagi-sama, dan memutuskan untuk membantunya."

"Pembuat onar sebenarnya terlibat dalam aktivitas bawah tanah dalam skala dunia..."

Mendengar penjelasan sederhananya, Godou merasa tak berdaya. Meskipun masalahnya datang dari luar negeri, itu juga membawa sekutu seperti sang putri ke sini. Jika dia berpikir seperti itu, situasinya tidak tampak mengerikan.

—Pada saat inilah Yuri mendekat.

"Godou-san, aku punya perasaan yang tidak menyenangkan. Para pengejar akan segera datang!"

Yuri memperingatkan dengan suara penuh ketegangan. Pengejar?

Godou, Yuri, Hikari, dan Putri Alice berdiri di tepi danau ketika kera-kera kecil dengan bulu emas hampir berwarna coklat teh tiba-tiba muncul dan mengelilinginya. Mungkinkah cara gerakan ini transfer!?

Kera-kera kecil itu berjumlah hampir dua puluh, dan masing-masing menyerupai kera raja dewa.

"Kota [Penjaga Kuda] adalah penghalang yang dirancang untuk menyegel raja dewa. Tapi itu tidak bisa berbuat apa-apa terhadap utusan sucinya... Godou-san, apa yang harus dilakukan?"

Kalau dipikir-pikir, dewa kera itu tampaknya cukup berniat mendapatkan Hikari.

Mengelilingi mereka, kera-kera kecil itu perlahan mengecilkan jarak mereka, memperhatikan setiap gerakan kelompok Godou.

Minta Yuri menggunakan transfer untuk melarikan diri? Dari cara mereka muncul, sepertinya mereka akan menggunakan metode yang sama untuk mengikuti, sehingga akar masalahnya tidak akan terselesaikan. Juga, terakhir kali Ena kehilangan kendali selama kepemilikan dewata di Alam Baka, mungkin saja jika hal yang sama terjadi pada Yuri—

"Bertahan dari pertempuran ini... Sepertinya agak sulit."

Indra Campione memberitahunya kekuatan perkiraan dari musuh-musuh di hadapannya.

Kera-kera ini sangat kuat. Jika kekuatan pertempuran Erica dan Liliana dinilai sepuluh, maka mereka sekitar empat atau lima.

Dengan kata lain, dibandingkan dengan kemampuan Campione, mereka adalah musuh yang sangat lemah, tapi itu akan membutuhkan Godou untuk menggunakan salah satu dari sepuluh inkarnasi Verethragna—

Tidak bagus, tidak ada kondisi untuk menggunakan inkarnasi apapun yang terpenuhi.

"Kusanagi-san, ini cukup mengikat. Bisakah kamu mengusir kera-kera ini menggunakan otoritasmu?"

"Aku akan melakukannya kalau bisa. Ada banyak batasan untuk kekuatanku yang tidak dapat digunakan secara bebas. Terhadap lawan biasa-biasa saja seperti ini, terus terang saja aku kehabisan pilihan."

Godou mendesah saat dia menjawab pertanyaan Alice, dan mulai berpikir.

Meskipun kera-kera itu dianggap sebagai binatang buas, mereka jauh lebih kuat daripada manusia, dan para palayan dewata juga.

Meskipun kemungkinan kemenangan sangat rendah, dia mungkin juga berjuang dan berkelahi, atau haruskah dia membiarkan Yuri menggunakan transfer dan mencoba melarikan diri sebanyak mungkin? Tanpa diduga, ucapan Putri Alice yang mengakhiri dilemanya.

"Oh, begitu, biarkan aku menangani ini. Ini kemungkinan akan menyebabkan masalah lain nantinya, tapi tidak ada pilihan lain."

Rambut pirangnya yang indah penuh dengan kecemerlangan.

Dalam sekejap kera-kera kecil itu melompat dengan gerakan-gerakan lincah aneh mereka, tepat ketika Godou menyaksikan dengan mata terbuka lebar, Yuri melindungi adiknya, dan Hikari berpegangan pada kakaknya, Putri Alice melafalkannya dengan keras:

"Dapatkah aku melihat kesengsaraan orang lain / Dan tidak dalam kesedihan juga! Dapatkah aku melihat kesedihan orang lain / Dan tidak mencari bantuan yang baik!"

Ini adalah mantra.

Cahaya putih perak mengalir, menyelimuti pasukan kera dan kelompok Godou.

"Ah!" "Onee-chan!"

Yuri dan Hikari memberi teriakan singkat, tapi sepertinya tidak kesakitan. Di sisi lain, para kera berada dalam kondisi yang menyedihkan. Menjerit keras, mereka menutup mata mereka, melindungi telinga mereka dan mulai berguling-guling di tanah.

"...Apa yang kamu lakukan?"

"Dengan menggunakan pengindraan psikis, aku menyuntikkan kesan rasa sakit dan kehancuran langsung ke otak para kera, memaksa mereka merasakan sakit mental, menundukkan mereka semua."

Mendengar penjelasan santai Alice, Godou mulai bertanya-tanya apakah wanita ini tidak begitu lembut dan tenang. Di sampingnya, dua miko sedang menyaksikan penderitaan kera dalam keterkejutan.

"Meskipun hati mereka mungkin sedikit terguncang, tidak ada masalah besar. Tentu saja sebagai Campione, Kusanagi-sama tidak akan terpengaruh sama sekali. Tapi..."

Campione memiliki pertahanan mutlak terhadap sihir. Pada saat ini, Alice menunjukkan ekspresi depresi.

Godou memiliki perasaan tidak senang.

"Untuk melumpuhkan mereka, aku menghabiskan banyak prana di dalam tubuh roh ini. Sekarang tidak mungkin untuk melaksanakan ritual untuk kembali ke bumi, meskipun ak masih memiliki cukup sihir untuk mempertahankan kontak dengan mereka di permukaan... Tetapi mereka saat ini berurusan dengan Leviathan dan aku khawatir mereka tidak dapat menyisakan upaya untuk membawamu kembali."

Kerumunan utusan dewata yang dirilis oleh dewa perang [Baja], musuh kuat yang tak terduga—

Mendengar ucapan Alice, Godou merasa masa depannya suram. Untuk mengalahkan para pengejar mereka, kehilangan jalan untuk kembali. Tentu saja membuat semua orang aman adalah prioritas utama, jadi orang yang menyebut dirinya sebagai putri membuat keputusan yang benar.

Tetapi benar juga bahwa mereka sekarang terjebak di jalan buntu yang lain.

Apakah ada cara untuk keluar dari kesulitan ini? Godou berusaha memikirkan solusi.