Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

15 April, 2019

My Wife is Beautiful CEO 10

on  
In  

hanya di setiablog

Chapter 10: Noda Dalam Hidup Seseorang

Jika itu setengah tahun yang lalu, dan seorang wanita menangis di depan Yang Chen, Yang Chen hanya akan berpikir bahwa bom asap musuh mengganggu matanya, atau ini adalah kinerja untuk membuatnya menurunkan kewaspadaannya, atau bahkan lebih mungkin suatu tindakan yang terlihat cantik dan menyedihkan untuk memikatnya........ Tapi hari ini, wanita cantik di depannya memiliki koneksi dengannya, dan sepertinya menangis karena kata-katanya.

Tanpa sadar, Yang Chen merasakan ledakan rasa bersalah di hatinya, meskipun dia merasa bahwa kata-katanya tidak salah, tapi untuk seorang gadis modern yang telah mempertahankan kesuciannya selama lebih dari 20 tahun, ini benar-benar agak kejam.

“Baiklah, jangan menangis……aku akan minta maaf padamu, bukankah itu akan berhasil?” Yang Chen merasa gelisah dan menyentuh saku kemejanya, tapi ketika dia menyentuhnya kosong, baru kemudian dia ingat dia baru-baru ini berusaha berhenti merokok dan tidak membeli rokok untuk dibawa kemana-mana.

Wajah cantik Lin Ruoxi yang berlinang air mata dapat menarik simpati tanpa batas, tetapi gadis kecil ini juga adalah orang yang keras kepala, setelah menangis dua baris air mata, dia mengeluarkan tisu dan menyekanya, lallu bertahan dengan paksa. Dengan sepasang mata merah dia menatap Yang Chen dan berkata, “Aku akan meminta sekali lagi, apa kau mau menikah denganku?”

“Aku bilang, Nona Lin, di zaman sekarang ini kenapa masih ada masalah seorang wanita cantik yang bersikeras agar seorang pria menjadi suaminya? Aku berbicara dengan sangat jelas, aku tidak akan membantumu dalam memainkan permainan membosankan ini selama 3 tahun.” Yang Chen menghela napas dan berdiri, berniat untuk pergi.

Kali ini, Lin Ruoxi tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya sedikit kesengsaraan muncul di matanya. Dengan ekspresi mati rasa dia berdiri, dan langsung berjalan menuju balkon lantai 2 kedai kopi.

Balkon kedai kopi cukup luas, dengan beberapa payung besar untuk melindungi dari matahari di atas meja-meja yang halus, di balkon berbagai jenis tanaman bonsai ditempatkan, memberikan perasaan segar dan bersih.

Yang Chen melihat adegan ini, dan matanya menyusut, dia menarik napas dingin dan berkata, “Nona Lin, tidak mungkin hanya karena aku tidak mau menikahimu, kau akan ke balkon untuk melompat turun dari sana, kan?”

Seolah-olah Lin Ruoxi tidak mendengar apa-apa, tanpa mengucapkan sepatah katapun dia terus berjalan ke balkon. Sama seperti ini, Lin Ruoxi perlahan-lahan sampai ke tepi balkon, dengan santai menarik kursi, menginjaknya dan semakin dekat ke pagar pelindung.

Kali ini Yang Chen khawatir, gadis ini tidak mungkin memiliki temperamen panas, kan? Dia harus tahu bahwa jika dia melompat dari balkon, dan jatuh ke permukaan batu yang keras, kalaupun dia tidak mati dia akan lumpuh......

Namun, tindakan Lin Ruoxi segera memberitahu Yang Chen, betapa menakutkan tekadnya ini......

Dengan apatis, Lin Ruoxi menoleh ke belakang untuk melihat Yang Chen, matanya dipenuhi tekad, kebencian, rasa sakit dan kesedihan, seolah-olah seluruh jiwanya sangat tersiksa karena tetap berada di tubuh yang benar-benar indah itu, dan ingin mencoba untuk bebas……

Dua pasang mata saling bertautan. Yang Chen merasa jantungnya sakit, dia terlalu terbiasa dengan jenis ekspresi ini, ekspresi ini juga terlalu mirip dengan gambar yang ada di benaknya, yang tidak mungkin dia hapus. Itu adalah gambar itu, setengah tahun yang lalu, yang membuatnya membebaskan diri dari belenggu berdarah yang telah ditahannya selama lebih dari 10 tahun, dan membuatnya kembali ke negara kelahirannya……

Tapi hari ini, dari mata Lin Ruoxi, Yang Chen sekali lagi mengingat terlalu banyak hal yang dia coba lupakan namun gagal lupakan. Pada saat ini, Yang Chen kalah.

Lin Ruoxi memandang Yang Chen berdiri di sana tertegun. Dia tidak ingin menunjukkan penderitaan di dalam hatinya…… Kalaupun dia melompat, pria itu akan tetap tidak peduli. Sekali lagi memikirkan rasa sakit kehilangan keperawanannya oleh dia, dan tekanan dan perselisihan dalam kehidupan pribadinya, kehidupan kerja dan rumah, Lin Ruoxi merasa bahwa dia benar-benar akan hancur...... Apa artinya ada dalam melanjutkan kehidupan ini? Kematian bisa mengakhiri semua kesusahanku......

Tepat pada saat ini, pelayan muda yang menyiapkan kopi sedang membawa nampan menaiki tangga, dan hal pertama yang dilihatnya, adalah gambar Lin Ruoxi yang akan melompat turun.

“Lin……Nona Lin! Apa yang sedang Anda lakukan? Itu berbahaya!”

Sambil pelayan laki-laki itu berbicara, sesosok melintas melewati matanya, menghasilkan gambar bayangan, begitu cepat sehingga itu seperti efek khusus film!

Pada saat Lin Ruoxi menahan air matanya dan hendak melompat dari gedung, sepasang tangan yang kuat dan bertenaga tiba-tiba melilit pinggangnya yang halus, menghentikan gerakan lompatannya.

Semua ini terjadi dalam sekejap, pelayan laki-laki yang berdiri di ujung tangga sama sekali tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan jelas, yang dilihatnya hanyalah di balkon, pria dengan pakaian buruk itu memeluk pinggang si cantik. Keduanya terdiam saat mereka berdiri diam di balkon tanpa bergerak untuk waktu yang lama......

Sinar matahari berserakan ke tanaman hijau di balkon, dan ke pria dan wanita muda, dengan suasana yang membuat seseorang merasakan harmoni dan memiliki fantasi yang ambigu.

Pada saat yang sama, pelayan itu menghela napas lega, di dalam hati dia iri pada pria ini karena bisa memiliki hubungan yang begitu indah dengan Nona Lin. Setelah meletakkan kopi, dia mundur menuruni tangga.

Lin Ruoxi merasa dirinya bergerak dari neraka ke surga dalam sekejap, dia tidak tahu bagaimana Yang Chen bergerak sangat cepat ke punggungnya, dia juga tidak memiliki mood untuk memikirkan hal seperti itu. Dia hanya bisa merasakan sepasang lengan panas dengan erat merangkul pinggangnya, sangat kencang sehingga dia merasa sedikit sakit, sementara napas berat pria itu perlahan-lahan berhembus ke bahu sensitifnya.

“Lepaskan aku, meskipun kau menghentikanku untuk saat ini, aku masih akan mati nanti.” Wajah Lin Ruoxi merona, tapi dia masih berbicara dengan keras kepala.

Yang Chen menarik napas dalam-dalam, seolah-olah dia menikmati aroma tubuh Lin Ruoxi. Tubuhnya memiliki aroma melati yang samar, sebagai seseorang yang telah mencium terlalu banyak parfum berkualitas tinggi, Yang Chen merasa bahwa aroma tubuh ini mengalahkan semua yang lain.

“Lin Ruoxi, aku kalah, aku akan menikahimu.” Kata Yang Chen sambil menghela napas dengan pelan.

Tubuh halus Lin Ruoxi tersentak, lalu dia berbalik diam. Sudahkah aku menang? Tapi kenapa aku tidak merasa sedikitpun senang? Benar juga, ini cuma seorang pria untuk dijadikan tameng, dia bahkan merebut kesucianku ketika kesadaranku tidak jelas, aku membencinya, bagaimana mungkin aku bisa mencintainya? Kalau aku tidak mencintainya, kenapa aku senang menikah dengannya?

Pada saat yang sama, banyak pejalan kaki di alun-alun melihat pria dan wanita di balkon, banyak dari mereka yang tertarik menunjukkannya.

“Beb, menurutmu apa yang mereka lakukan?” Seorang gadis bertanya dengan lengan melingkari lengan pria.

“Bukankah itu jelas? Mereka meniru Titanic, itu terlihat sangat romantis……”

Di balkon, Lin Ruoxi tidak tahan dengan tatapan tajam itu, dan akhirnya menyadari bahwa gerakan keduanya terlihat sangat aneh. Dia melompat dari kursi dengan panik, membebaskan diri dari pelukan Yang Chen, dan kembali ke kedai kopi.

Ketika keduanya duduk kembali, masalah itu berakhir, tapi keduanya tetap diam, mengurus urusan mereka sendiri dengan kopi.

Setelah waktu yang lama, Lin Ruoxi meletakkan cangkir kopinya, mengeluarkan 2 lembar kertas dari tas LV kecilnya, dan sebuah pena, lalu menyerahkan salah satunya pada Yang Chen. (*LV: Louis Vuitton)

“Apa ini?” Yang Chen kembali dari pikirannya yang dalam ke dunia nyata, dan dengan bingung bertanya.

“Kontrak, kontrak pernikahan.” Lin Ruoxi sekali lagi berbalik, menolak untuk melihat Yang Chen, kembali ke wajah dingin biasanya.

Yang Chen tersenyum, mengambil pulpen dan menandatangani namanya secara alami di kotak tanda tangan tanpa melihat isinya.

“Kau bahkan tidak melihat apa yang ada di dalamnya sebelum menandatangani?” Lin Ruoxi mengerutkan kening dan berkata.

Yang Chen menggelengkan kepalanya, tersenyum dan berkata, “Bahkan tanpa melihat, aku tahu, itu pasti hal-hal seperti aku tidak bisa memasuki kamarmu, tidak bisa mendorongmu, kesepakatan bersama untuk tidak mengganggu kehidupan pribadi masing-masing, ketika di luar aku harus dengan hati-hati bertindak dengan benar, dengan imbalan 3 tahun kemudian. Benar?”

Lin Ruoxi mengerutkan bibirnya, dan bergumam, “Kurang lebih, karena kau sudah menandatangani, kau harus mematuhinya nanti.”

“Hehe. Tapi, Dik Ruoxi, bagaimana kalau kau berinisiatif untuk memintaku untuk itu...... Apa yang harus kulakukan......” Yang Chen bertanya sembrono.

“Kau......” Lin Ruoxi marah ke titik seluruh wajahnya memerah, “Hmph! Itu tidak akan terjadi, noda dalam hidup seseorang, sekali saja sudah cukup……”

Noda dalam hidup seseorang? Hal yang dilakukan separuh orang di seluruh dunia setiap hari adalah noda dalam hidup seseorang bagi gadis ini. Yang Chen tidak membalas dan tertawa, dia meneguk sekaligus dan menghabiskan secangkir kopi, membersihkan pantatnya dan berdiri, “Baiklah, nanti aku masih harus pergi ke tempat teman untuk makan malam. Mari kita tinggalkan soal pendaftaran besok...”

“Tunggu, bagaimana aku menghubungimu, apa nomor ponselmu?” Kata Lin Ruoxi dengan tidak puas.

Yang Chen menggaruk kepalanya, dan menjawab dengan malu, “Apa kau tidak menyelidikiku? Aku tidak punya ponsel, kalau aku beli, aku masih harus membayar sambungannya, aku tidak punya uang. Besok kau bisa datang ke rumahku untuk menemukanku, berteriaklah dari lantai bawah, itu sudah cukup.” Dengan mengatakan itu, dia bermaksud untuk pergi.

“Hei!”

“Apa ada lagi?” Yang Chen berbalik.

“Kau...... kau tidak diizinkan memanggilku seperti itu.” Lin Ruoxi sendiri menyadari bahwa bentuk panggilan itu terlalu memalukan untuk dikatakan, itu terlalu buruk!

Yang Chen mengerti dalam sekejap, dan diikuti dengan wajah serius saat dia berkata, “Seperti yang kau minta, say.”

Lin Ruoxi langsung merasakan langit dan bumi berputar...... Bagaimana aku akan berurusan dengan bajingan ini nanti!?

FP: setia's blog

Share: