Tolong Klik Iklnya, URGENT!

End of Project Work

17 April, 2019

My Wife is Beautiful CEO 13

on  
In  

hanya di setiablog

Chapter 13: Menikah

Tang Wan mengeluarkan suara “hmph” dingin, lalu tiba-tiba mengulurkan tangannya yang sehalus gigi, dalam satu gerakan meraih ke kancing kemeja berkerah Yang Chen. Dia dengan apik memutar matanya ke arah Yang Chen dan berkata, “Kemeja berkerah buatan tangan Italia, yang khusus dirancang untuk keluarga kerajaan tapi tak ada merek atau logo. Namun, kancingnya dibuat dengan berlian biru Afrika Selatan, dengan teknologi pemolesan canggih. Sepotong pakaian sederhana ini, dihargai setidaknya 10 juta dolar. Apa kau pikir tidak ada yang akan mengenali produk seperti itu, dan berpikir kau mengenakan kemeja merek inferior dengan kancing plastik?”

Yang Chen merasa malu, dia tidak menyangka seseorang akan mengenali nilai bajunya, tapi dia segera menertawakannya dan berkata: “Nona Tang memang memiliki wawasan yang luar biasa, tapi kau masih salah. Berlian biru ini diproduksi di Namibia, dan bukan Afrika Selatan.”

“Dan kau masih bilang kau bukan tuan muda keluarga? Pakaian yang menggunakan berlian biru Namibia sebagai kancing, seluruh ZhongHai cuma ada beberapa yang memenuhi syarat untuk dipakai….Tidak menyenangkan untuk berbohong.” Tang Wan menyipitkan matanya, sudah tak ada yang bisa dikatakan.

Yang Chen dengan ganas mengambil beberapa tarikan rokok, melemparkan puntung rokok ke sungai, dan berkata dengan nada tertekan, “Nona Tang, janganlah kita bertele-tele. Memang benar kau cantik, aku, Yang Chen ingin tidur denganmu, tapi tidak perlu bagiku untuk berpura-pura menjadi penjual sate domba untuk tidur denganmu, kan? Aku sudah mengatakan aku cuma penjual sate domba, tapi siapa bilang penjual sate domba tidak bisa memakai pakaian senilai 10 juta? Tidak bisakah kau mempercayaiku, dan mengubah topik pembicaraan menjadi sesuatu yang lebih romantis?”

“Itu sangat kasar.” Tang Wan tanpa ragu mengkritik. Kemudian diikuti dengan senyum seperti bunga, “Tapi, aku suka keterusteranganmu, baiklah, sementara aku akan memperlakukanmu sebagai penjual sate domba. Tapi, Tuan Yang, aku tidak pernah bermaksud untuk tidur denganmu, dan terlebih lagi tidak mau tidur dengan penjual sate domba, aku tidak tergoda sedikitpun.”

“Lalu untuk apa kau banyak bicara padaku?” Yang Chen merasa sedikit tertekan, awalnya berpikir bahwa dia secara kebetulan bertemu dengan mangsa yang akan melompat ke dalam pelukannya, tapi siapa tahu pihak lain tidak memiliki niat dalam hal ini.

Tang Wan terkekeh, sepasang puncak dan punggung berguncang di dadanya, “Tuan Yang, kau benar-benar pria yang gegabah, jauh lebih enak dipandang daripada orang-orang yang berpura-pura halus. Sangat disayangkan, aku bukan tipe wanita yang kaupikirkan. Alasan aku mengucapkan semua kata-kata ini padamu, hanya karena hatiku merasa sedikit tertekan sebelumnya.”

“Terus?”

“Terus, suasana hatiku sudah jauh lebih baik, aku ingin berterima kasih. Jika ada takdir dan kita bertemu lagi, aku akan mentraktirmu minum teh.”

Selesai berbicara, Tang Wan berjalan menuju Land Rover-nya, berhenti di tengah jalan, berbalik, tersenyum lembut dan berkata: “Benar, aku sarankan kau tidak meniupkan asap pada seorang wanita nanti, mayoritas wanita bukan nyonya rumah klub malam, dan tidak akan menganggap tindakanmu sopan...” Selesai berbicara, dia mengayunkan sosoknya yang besar kembali ke mobil.

Setelah dia melihat Land Rover menghilang ke kejauhan seperti macan tutul dalam gelap, Yang Chen lalu dengan enggan bergumam sendiri, “Apa menjual sate domba ini biasa-biasa saja? Apa aku harus ganti pekerjaan?”

Pagi berikutnya, segera setelah bangun, Yang Chen mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Yang Chen dengan sedih turun dari ranjangnya, dan berjalan ke pintu hanya dengan celana dalamnya. Dia membuka pintu dan terungkap, muka es Lin Ruoxi.

Setelah melihat tubuh bagian atas Yang Chen yang berotot, Lin Ruoxi merona tanpa disengaja, tapi mempertahankan wajah pokernya dan berkata: “Cepat dan pakai pakaian, aku terburu-buru.”

Yang Chen menggaruk kepalanya, “Maksudku Nona Lin, untuk surat nikah kenapa kau terburu-buru? Tidak bisakah kau menungguku mandi dan sarapan dulu?”

“Itu tidak bisa, aku ada rapat jam 10.” Nada bicara Lin Ruoxi tidak memungkinkan penolakan, “Jangan lupa bawa buku tabungan dan kartu identitasmu.”

Tak berdaya pada kekuatan wanita itu, Yang Chen mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek lalu mengikuti Lin Ruoxi ke bawah, dan mereka masuk ke mobil Bentley merahnya bersama-sama.

Lin Ruoxi mengambil dua tas besar dari belakang dan melemparkannya ke arah Yang Chen, bahkan tidak memalingkan kepalanya dan berkata: “Ganti ini, jadi kita tidak dipandang sebagai lelucon.”

Yang Chen baru saja memperhatikan, hari ini Lin Ruoxi mengenakan setelan formal OL (Office Lady), jas berwarna krem jelas dibuat oleh tangan para profesional, dengan garis-garis mengalir yang menutupi kurva mempesona Lin Ruoxi, memicu wajah cantik nan dingin bak es namun penuh temperamen intelektual. Di mata laki-laki tentu saja sangat mempesona sehingga menghancurkan sebuah negara.

“Hehe, beb, pernikahan resmi belum selesai tapi kau sudah membeli pakaian untuk suamimu....” Yang Chen tertawa tanpa malu-malu, dan mengeluarkan sepasang setelan dan celana Armani dari tas besar, dan juga sepasang sepatu kulit Pierre Cardin yang baru. Jelas banyak persiapan matang dilakukan.

Lin Ruoxi mengemudi dengan serius dan pura-pura tidak mendengar apa-apa, malas menanggapi nada nakal Yang Chen.

Yang Chen sangat gesit, meskipun berada di kursi yang sempit, ia dengan mudah berganti menjadi set pakaian mewah yang baru ini, dan dengan sangat narsis menggunakan cermin mobil untuk menyisir rambutnya. Seluruh tubuhnya kini tampak seratus kali lebih menyegarkan.

Meskipun dia terus melihat ke depan, Lin Ruoxi tidak bisa diam-diam mengintip Yang Chen untuk menuntuk. Setelah melihat Yang Chen dalam setelan barat dan dasi, Lin Ruoxi merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Biarpun ini terasa agak memalukan, tapi tatapan pria itu bebas dan tidak terkendali, dan mata yang terkadang mengungkapkan kesedihan, semua membuatnya sedikit terpesona. Yang Chen memiliki karisma yang jauh lebih luar biasa dibandingkan dengan tuan muda dari keluarga kaya dengan setelan barat ini.

Lin Ruoxi menghibur dirinya di dalam hatinya, berkata: Setidaknya dia bisa bersikap, dan tidak akan mempermalukanku ketika kita pergi.

Melaju kencang, dan menyelesaikan foto berwarna Yang Chen di sepanjang jalan, keduanya dengan cepat tiba di Biro Administrasi Sipil.

Setelah turun dari mobil, Lin Ruoxi ragu-ragu sejenak, tapi masih mengertakkan gigi dan mengaitkan lengan Yang Chen, menciptakan penampilan seorang gadis polos dan bahagia.

Yang Chen tak bisa menahan tawa mengatakan: “Istri yang berperilaku baik, sudah mulai bertindak dari sini, sangat profesional.”

“Kau tidak boleh tertawa! Mainkan peranmu dengan benar karena kita sudah menandatangani kontrak.” Lin Ruoxi memelototi Yang Chen.

Yang Chen menghela napas tanpa daya, memungkinkan Lin Ruoxi untuk berpegangan erat pada lengannya. Pokoknya lengan ini sesekali bisa bergesekan dengan dada lembut dan berlimpah Lin Ruoxi, bisa mengambil keuntungan dari ini adalah hal yang baik.

Lin Ruoxi merasakan ini juga, tapi dengan marah mengepalkan giginya dan bertahan. Lagipula, nanti akan ada banyak hari membutuhkan akting seperti itu, jadi perlu untuk membiarkan teman buruknya bebas sedikit.

Berjalan ke pintu utama Biro Administrasi Sipil, pria dan wanita cantik bertalenta (idiom untuk pasangan ideal) terlihat menarik perhatian semua orang. Yang Chen, yang seluruh tubuhnya mengenakan barang bermerek tampak keren dan bebas, sementara Lin Ruoxi sudah cantik sampai-sampai ikan akan menyelam lebih dalam ke dalam air karena malu, dan burung-burung akan jatuh karena lupa bagaimana cara terbang karena kecantikannya yang menawan. Di mata orang-orang di sekitarnya, mereka tampak seperti pasangan yang dibuat di surga.

Pekerja Biro Administrasi Sipil hanya memverifikasi dokumen mereka berdua, lalu dengan cepat melanjutkan dengan prosedur, dengan wajah penuh senyum selamat dan berkata kepada keduanya: “Selamat untuk Anda berdua, ini adalah Sertifikat Pernikahan Anda, tolong jaga baik-baik. Kalian berdua benar-benar pasangan yang membuat orang iri, dan pasti akan hidup panjang dan hebat bersama.”

Lin Ruoxi terus memegang pergelangan tangan Yang Chen, ditatap oleh orang-orang di sekitarnya membuat wajahnya terasa panas selama beberapa saat. Setelah menerima Surat Nikah, dia merasa seperti berada dalam mimpi karena itu sangat ajaib.

Aku benar-benar menikah, dengan seorang pria yang baru kukenal selama sehari dan menikah.... Lin Ruoxi dengan mata bingung melirik Yang Chen, menyadari sekarang Yang Chen juga dengan bodohnya menatap Surat Nikah, terpesona.

Apa dia juga dipenuhi dengan emosi yang rumit? Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa dia tidak suka, atau dia senang? Lin Ruoxi tiba-tiba bertanya pada dirinya sendiri pertanyaan-pertanyaan ini, lalu merasa takut. Kenapa aku peduli dengan apa yang dia pikirkan!?

Yang Chen tiba-tiba menoleh, tatap muka dengan Lin Ruoxi, tersenyum jahat lalu berkata: “Ada apa sayangku? Tidak mungkin kau mulai menyesal setelah menerima Surat Nikah? Karena kau adalah orang yang dengan paksa menarikku ke sini.”

“Menurutmu aku benar-benar mau menikahimu?” Lin Ruoxi dengan suara kecil berkata dengan getir, “Tapi kau bisa tenang, ketika aku Lin Ruoxi memutuskan sesuatu, aku tidak pernah menarik kembali, kau hanya perlu bersikap baik dan berkoordinasi denganku untuk berakting selama tiga tahun ini. Itu akan cukup kalau kau tidak membuat masalah bagiku.”

Setelah keduanya berjalan keluar dari Biro Administrasi Sipil, Lin Ruoxi melepaskan tangannya di lengan Yang Chen dan kembali dingin, “Baiklah, aku harus pergi untuk rapat, kau bisa pulang duluan.”

“Pulang ke rumah? Tolong jangan bilang kau ingin aku berjalan kembali.....” Yang Chen merasa sangat dingin, kualitas istrinya terlalu tinggi, tepat setelah menikah dia ingin suaminya berjalan puluhan kilometer ke rumah.

Lin Ruoxi mengeluarkan kartu dari tas kulitnya dan menyerahkannya kepada Yang Chen, di atas kartu yang dicetak ada huruf anggun yang memiliki alamat: “89 Dragon Garden, Culture Road.”

“Karena kita sudah menikah, maka di permukaan kita perlu hidup bersama. Kalau tidak, kita tidak bisa menipu orang lain. Kau cuma harus pindah bersama denganku, dan dengan cepat pindah dari kandang anjingmu.” Setelah kata-kata itu, tanpa berbalik, dia naik mobilnya dan pergi.

Yang Chen tertawa dengan cara yang terlihat lebih jelek daripada menangis, dan bergumam pada dirinya sendiri, “Pada akhirnya, aku masih harus berjalan ..”

FP: setia's blog

Share: