Campione EX 1-1

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Kusanagi Godou adalah seorang mahasiswa.

Itu benar. Ia kuliah di universitas yang prestisius bersejarah sebagai mahasiswa asing. Walaupun dia tidak menghadiri kelas dengan memuaskan dan hanya bekerja dengan rajin dalam “kegiatan ekstrakurikuler atau pekerjaan lapangan”, tetapi status sosialnya tentu saja seorang mahasiswa.

Tapi, sudah diduga kesadaran dirinya sebagai seorang mahasiswa ini tipis.

Sama dengan keterikatannya dengan kota yang digunakan sebagai asal nama universitas. Ia tidak dapat menyebut kota itu sebagai “rumah kedua” atau sesuatu.

“Ini adalah kota yang baik, makanan di sini juga lezat.”

Godou berjalan di Kota Bologna sambil mengatakan itu.

Itu adalah kota kuno Italia Utara. Jika harus membicarakan karakteristik kota ini selain menjadi sebuah kota dengan sejarah, itu bisa juga disebut sebagai “kota universitas” mungkin. Itu adalah pusat studi dan seni yang telah lama berdiri.

Itu adalah salah satu universitas tertua bahkan di Eropa──.

Itu adalah Universitas Bologna. Lagipula itu didirikan pada abad ke-11. Sejarahnya dibandingkan dengan sekolah bergengsi Jepang berada di dimensi yang berbeda.

──Godou awalnya memulai kehidupan mahasiswa di luar negeri di Milan.

Itu adalah kota asal Erica dan Liliana. Dan wali yang andal, Pablo Blandelli, juga tinggal di sana. Tetapi dua tahun yang lalu, penyihir nostalgia di Pulau Sardinia Lucretia Zola—— temannya dan juga istri lokal yang pada akhirnya hanya klaim orang yang memintanya.

Hari itu, Lucretia sengaja datang ke Milan dan mulai mengatakan ini.

[Aku punya permintaan untukmu dalam kapasitasmu sebagai salah satu Campione. Sebenarnya universitas tempatku terdaftar sebentar...... ada perpustakaan rahasia di sana yang hanya bisa dimasuki oleh orang yang berjalan di jalur sihir. Banyak “buku dengan kekuatan” disimpan di sana dengan penting. Dokumen kuno yang mencatat kebijaksanaan tersembunyi, grimoire terlarang, tulisan di zaman para dewa……. Dan, belakangan ini permintaan dari perpustakaan mencapai alamatku. Mereka bilang padaku untuk mengembalikan buku yang kubawa sebelumnya.]

[Mungkinkah, kamu lupa mengembalikan buku yang kamu pinjam dan memperlakukannya sebagai milikmu sendiri?]

Godou berbicara tentang hal yang mungkin dilakukan Lucretia yang lalai.

Tapi, jawaban sebenarnya yakni perbuatan jahat yang melampaui imajinasinya. Penyihir Sardinia berbicara dengan acuh tak acuh.

[Tidak. Lagipula itu adalah buku langka yang dilarang untuk diambil. Aku memiliki bisnis dan puluhan tahun yang lalu aku meminjamnya tanpa izin. Dan akhirnya mereka menemukannya.]

[......Kamu hanya perlu mengembalikannya dengan cepat.]

[Sayangnya, aku tidak bisa melakukan itu. Kamu telah menghancurkannya.]

[Aku?]

[Grimoire itu, itu disebut ‘Jilid Rahasia Prometheus’. Kartu truf yang digunakan saat kamu menyelesaikan pembunuhan dewa pertamamu.]

Itu adalah kisah masa lalu yang sangat nostalgia. Pertemuan dan perpisahan Kusanagi Godou dengan Dewa Perang Verethragna dengan Pulau Sardinia sebagai panggungnya.

Lucretia yang mengungkap asal benda yang mengubah kehidupan Godou berbicara dengan lancar.

[Dan, pembicaraan ditutup dengan persetujuan untuk memindahkan Pembunuh Dewa-dono yang lahir sebagai ganti buku yang hilang. Kamu, pergi ke Bologna menggantikanku.]

Dengan demikian, transfer kecepatan cahaya ke Universitas Bologna selesai.

Tentu saja orang-orang biasa tidak memiliki cara untuk mengetahui nama Kusanagi Godou. Tapi, dia diakui sebagai Campione ketujuh di antara masyarakat penyihir Eropa. Orang seperti itu dipindahkan sebagai mahasiswa ke Universitas Bologna yang bergengsi dalam bidang utama arkeologi dan juga sihir. Itu adalah berita yang sangat meningkatkan popularitas universitas.

Yah, transfer ini juga punya sedikit kerugian untuk Godou.

Pada akhirnya, ia tidak bisa tinggal lama di Milan atau Bologna.

“Aku tidak bisa tinggal selama satu minggu terus-menerus di Bologna dan kamar kosku, itu benar-benar bermasalah sebagai seorang mahasiswa.”

Rekan-rekan penghuni apartemen pasti memikirkan Godou sebagai orang Asia yang mencurigakan.

Dia sering meninggalkan Bologna dan tidak akan kembali selama beberapa hari, dan kadang-kadang bahkan selama beberapa minggu.

Saat ini pun dia baru saja kembali dari Biara Geghard di Armenia.

Dia menuju ke pusat Kota Bologna dengan berjalan cepat.

“Aku ingin mencoba berbagi kamar dengan orang lain seperti mahasiswa luar negeri biasa......”

Dia memiliki kehidupan seperti ini, jadi tentu saja sulit untuk melakukannya.

Dia tak tahu bagaimana dia akan menjelaskan keadaannya kepada teman sekamarnya. Mana mungkin dia bisa berbicara dengan jujur [Seorang pahlawan tertentu mempercayakanku dengan nasib pemusnahan Raja Iblis, jadi aku terus dipanggil oleh berbagai dunia. Aku juga memiliki pekerjaan Raja Iblis kurang-lebih] .

Selain itu, terkadang saja tapi ada juga yang mengunjunginya. Sama seperti hari ini──.

“Yuri! Senang sekali kamu datang!”

“Lama tidak bertemu, Godou-san.”

Itu adalah reuni di Maggiore Plaza.

Pusat Bologna juga merupakan plaza yang umum bagi kota kuno Eropa.

Jika seorang turis bertamasya dengan tempat ini sebagai titik awal, mereka akan dapat menikmati beberapa tempat terkenal secara alami. Air mancur Neptunus, Universitas Bologna yang bersejarah, museum seni, dan museum arkeologi yang merupakan istana di masa lalu.

Ada juga banyak pusat perbelanjaan dan toko-toko barang-barang bermerek yang mengisi tempat itu.

Di sekitar plaza ada juga banyak bar──apa yang akan disebut sebagai kafe atau toko gelato di Jepang.

Ya, itu lingkungan yang nyaman.

Dia datang untuk menemui seorang pengunjung dari Jepang menggunakan tempat itu sebagai tempat pertemuan.

Dia adalah salah satu dari teman-teman yang berhubungan dengannya sejak SMA, Mariya Yuri──. Yuri yang memiliki keindahan dan kesederhanaan yang mirip dengan kelopak sakura tersenyum tipis.

Musimnya musim semi. Ini awal April. Ini adalah musim sakura.

Baik Godou dan juga Yuri telah melewati usia mayoritas di Jepang sebelum mereka menyadarinya.

Yuri berlari ke arahnya dengan langkah kecil. Dia mengenakan kemeja putih, rok panjang berwarna khaki, dipadukan dengan mantel berwarna abu-abu tipis.

Itu benar-benar cocok untuknya. Dia memberikan suasana yang rapi.

Godou berhenti berjalan dan merentangkan kedua tangannya dengan lebar. Dia menyambutnya dengan senyum lebar──.

“Aku ingin bertemu denganmu selama ini. Aku sangat senang kamu datang sejauh ini.”

“Eh──? Go, Godou-san, ada apa denganmu tiba-tiba!?”

Godou memeluk pacar kesayangannya begitu mereka bertemu.


Terkejut oleh itu, mata Yuri berbalik. Dia dipeluk dengan kuat oleh Godou sambil mengangkat suaranya untuk memarahinya karena pelukan yang terlalu mendadak.

Yamato Nadeshiko ini merasa bingung dengan kemarahan yang dilakukan di tempat umum yang ramai.

“Me-mendadak melakukan ini di depan banyak orang...... itu, itu memalukan.”

“Tidak apa-apa kok. Ini bukan Jepang, tak ada yang peduli soal itu.”

“Ya ampun…….Godou-san belakangan ini menjadi tidak seperti orang Jepang dalam apa yang kamu katakan dan lakukan. Sebagaimana kamu memelukku seperti ini tanpa ragu-ragu.”

Yuri bergumam dengan nada sedikit jengkel di dalam lengan Godou.

Godou tertawa “Mungkin begitu” pada apa yang ditunjukkan pacarnya.

“Saat berkeliaran di berbagai negara dan dunia, ketika aku menyadarinya aku menjadi seperti ini. Sepertinya aku terinfeksi selama perjalanan karena pergi ke tempat yang memiliki banyak ikatan intim.”

Dia terus membuat alasan sambil merasa dengan penuh kasih sayang pada sensasi memeluk Yuri yang dia rindukan.

“Kamu tahu, itu dia. Mungkin manusia yang belajar di luar negeri atau mengubah kewarganegaraan akan terinfeksi oleh budaya semacam itu meskipun mereka orang Jepang…… sesuatu seperti itu sering terjadi kurasa.”

“Aku tidak tahu apa-apa soal cerita seperti itu!”

“Begitu. Yah, itu tidak terlalu penting.”

“Ya ampun. Dasar payah......”

Tidak peduli seberapa keras dia memarahinya, suara Yuri manis dan dia terus terpaku pada Godou.

Malah Yuri terpesona. Dia mempercayakan tubuhnya yang langsing pada Godou. Walau dia terlihat seperti seorang wanita muda yang dibesarkan di lingkungan tertutup dan terpisah dari dunia nyata, dia adalah seorang pemilik kemurahan hati yang memungkinkannya untuk menerima semua hal Kusanagi Godou termasuk sisi yang tidak baik dan tidak egois. Mariya Yuri adalah wanita seperti itu.

Karena itulah, bahkan ketika Godou tiba-tiba berlebihan dengan menutupi bibirnya dengan ciuman reuni──

“Nn...... itu terlalu terburu-buru......”

“Tapi, tidak ada masalah meskipun aku terburu-buru, kan?”

“Ya ampun......”

Meskipun mereka berada di depan umum, dia hanya menggumamkan keluhan sementara bibir mereka tumpang tindih. Yuri menanggapinya dengan ekspresi sangat senang.

Kedua orang Jepang memastikan kasih sayang di pusat kota kuno Bologna.

Orang yang menuangkan air dingin pada saat itu adalah suara wanita lain.

“Godou juga telah berubah total. Nah, sekilas itu sudah terbiasa.”

“E, Erica-san!?”

“Yo. Jadi kamu juga datang ke sini.”

“Aku mendengar bahwa Yuri menuju ke Bologna, jadi aku bergegas ke sini dari Milan.”

Yuri memisahkan dirinya dari Godou dengan panik, jadi dia berbalik ke arah itu.

Seorang wanita muda berambut pirang ada di sana tanpa mereka sadari.

Orang Milan yang berdarah murni, Erica Blandelli. Hari ini dia mengenakan sweter rajutan hitam dan celana chino. Sebuah syal berwarna crimson cerah melilit lehernya. Dia dibalut dalam koordinasi hitam dan crimson (rossonero) yang biasanya.

Mereka berdua merentangkan tangan mereka secara luas tanpa ada dorongan dan saling pelukan.

“Aku ingin bertemu denganmu, Godou sayangku.”

“Aku juga. Yah, kamu juga berada di Italia, jadi kita sering bertemu. Tapi bukan berarti bahwa aku pikir tidak apa-apa jika aku tidak menemuimu.”

“Biasanya, aku tidak akan membiarkanmu bilang bahwa kamu bosan dengan Erica Blandelli.”

Mereka bercakap-cakap dengan wajah mendekati dan mencium pipi masing-masing.

Sudah diduga itu berbeda dari waktu SMA mereka, Godou sudah terbiasa berinteraksi dengan wanita yang penuh gairah ini dan menjadi dapat melakukan pertukaran semacam ini secara alami.

Lantas, Erica mengarahkan senyum seorang wanita pada Yuri.

Itu benar-benar wajah nyonya, ratu, penguasa wanita menyambut tamu.

“Sekarang, pertama mari kita beristirahat di suatu tempat. Setelah itu izinkan aku mendengar semua topik yang terkumpul. Aku juga ingin tahu apa yang sedang terjadi di Jepang!”

...

Mereka memesan espresso dan panini di bar terdekat dan minum kopi. Setelah itu.

Godou, Erica, dan Yuri. Mereka bertiga mulai berjalan-jalan di kota bersama-sama.

Saat ini mereka di Maggiore Plaza. Pertama, mereka berjalan menuju tempat wisata terdekat, Katedral San Petronio. Setelah itu mereka juga bermaksud melihat menara miring Bologna (ada menara miring lainnya selain Menara Pisa).

Tempat ini adalah kota kuno Eropa yang meninggalkan senyum tebal dari Abad Pertengahan. Bahkan hanya dengan berjalan-jalan tanpa tujuan, wisatawan mestinya dapat menikmati diri mereka sendiri. Tetapi.

“Benar juga. Aku punya laporan.”

Erica tiba-tiba mulai berbicara.

“Ada koridor di Milan yang kadang-kadang Godou gunakan, kan?”

“Ya. Yang Aisha-san ciptakan sejak lama.”

Otoritas Koridor Peri yang menakutkan dan mengganggu itu.

Kemampuan yang dihasilkan di seluruh pintu dunia yang terhubung ke dunia lain. Kota metropolitan Milan juga memiliki itu. Itu di bawah pengelolaan masyarakat sihir Salib Tembaga Hitam.

Bagian Milan itu sebenarnya terhubung ke tempat tertentu di Dunia Astral.

Menggunakan itu, Godou terkadang akan mempercayakan “berita untuk dunia permukaan” kepada kenalannya di sana── seperti putri mata kaca atau pendeta Buddha berpakaian hitam. Dia akan menundukkan kepalanya kepada mereka yang meminta tolong kirimkan berita itu kepada orang-orang di bumi karena dia sibuk dan tidak punya waktu untuk kembali…….

Layaknya surat dari Godou yang mengembara di dunia paralel akan mencapai Milan.

“Koridor itu tiba-tiba lenyap.”

“Apa!?”

“......Godou-san. Aku percaya pembicaraan yang aku dan Ena-san dengar dari Pangeran Hitam Alec sangat terkait dengan kasus itu.”

“Setelah kamu menyebutkannya, kamu sengaja datang ke sini untuk melaporkannya ya.”

“Dengan kata lain, Yuri mengalami pandangan ke depan dari situasi yang sangat serius saat itu.”

Dia ingin berbicara langsung dengannya tentang hal yang sangat penting.

Yuri berkunjung sampai Bologna dengan pemberitahuan semacam itu.

Sebagai otoritas terbesar dari hime-miko di Jepang, Mariya Yuri memiliki penerawangan spiritual yang tak tertandingi. Hanya pertanda buruk macam apa yang dia rasakan?

Godou berhenti berjalan dan mendengarkan dengan saksama bersama Erica.
Load comments