Back to top

Campione EX 1-2

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
Alasan dia memberikan kesempatan untuk pergi ke Bologna untuk teman sang hime-miko-nya adalah sederhana.

[Lalu, takkan ada perasaan sulit. Orang yang menarik winning lot akan pergi ke tempat Yang Mulia.]

[Aku terima. Lalu, aku akan memilih yang ini.]

[Yosh, mari bertarung! Uwaa!?]

Dua potongan kertas disiapkan dan yang berwarna merah di bagian bawah adalah winning lot.

Orang yang menarik lotere adalah teman masa kecilnya, Yuri yang telah mendukung hegemoni Kusanagi Godou bersamanya. Jadi Seishuuin Ena datang ke London sendirian.

Dia mengenakan mantel kacang hitam dan baret hitam yang serupa.

Dia memadukannya dengan jeans dan sepatu kets biru. Dengan pakaian kekanak-kanakan dan dinamis, dia saat ini bepergian di London.

Dia menggunakan kereta bawah tanah untuk menuju ke stasiun Tottenham Court Road. Dari sana dia berjalan hanya beberapa menit.

Dia tiba di pusat kota London di mana Kuil Yunani berdiri tinggi— bukan.

Itu adalah pintu masuk Museum Britania Raya yang meniru struktur seperti itu. Atap segitiga didukung oleh puluhan pilar silinder. Itu dibuat untuk menyerupai Kuil Parthenon.

Plaza di depan museum ini adalah tempat pertemuan.

“Terima kasih telah datang ke sini, Ena.”

“Putri!”

Ena tersenyum pada wanita yang memanggilnya.

Dia adalah seorang wanita usia mekar mengenakan pakaian rajutan putih dan gaun hitam. Rambut panjang pirang platinumnya indah seperti biasa, membuat wajahnya yang cantik nan anggun menjadi lebih bersinar.

Putri Alice. Seorang nyonya dari rumah duke dan mantan ketua Witenagemot Britania.

“Aku senang. Aku lega bahwa kamu terlihat sangat sehat.”

Menjadi selalu ceria dan berpikiran terbuka, seorang wanita cantik nan sempurna tanpa jejak kecerdasan adalah nilai jual Seishuuin Ena.

Ketika dia berbicara terus terang seperti itu, Alice yang duduk di kursi roda tertawa geli.

“Baiklah. Hari ini aku tidak dalam kondisi yang benar-benar sehat dan juga batuk-batuk, kamu tahu? Kondisi seperti itu tidak bisa disebut sehat bukan?” (TLN: Itu berarti dia tertawa sampai dia tersedak / terbatuk sedikit.)

“Tapi, sebelumnya kamu hanya bisa menghabiskan hari-harimu berbaring di tempat tidur, kan?”

“Itu benar, tapi”

“Lalu, kamu sehat seperti yang dipikirkan Ena. Lagipula kamu entah bagaimana pergi dengan tubuh aslimu dan bertemu Ena. Kulitmu juga tidak terlalu buruk. Kan?”

Ena meminta persetujuan pada orang di belakang Alice.

Itu adalah wanita berambut perak yang mendorong kursi roda. Dia bukan bawahan atau pelayan Putri Alice, tapi tamu seperti Ena.

Liliana Kranjcar mengangguk.

“Kamu benar. Sebelumnya kamu hanya akan mengirim tubuh hantumu untuk keluar di depan orang-orang tapi──sekarang kamu diizinkan untuk keluar dengan tubuh aslimu seperti ini.”

Liliana memasuki London lebih awal dan mengunjungi Alice.

Setelah dipanggil oleh Kusanagi Godou ke Biara Armenia, dia dengan cepat terbang ke Britania.

Hari ini dia berperan mendorong kursi roda sang putri sebagai pengawalnya dan juga seorang ksatria.

Dia mengenakan kemeja biru dan celana panjang hitam. Selain itu dia mengenakan mantel parit krem yang pas untuk musim semi. Sama sebagaimana merek dagang Erica Blandelli adalah hitam dan merah, Liliana Kranjcar juga terus-menerus memakai biru dan hitam.

Ksatria Templar biru dan hitam (nerazzuro) berbicara dengan sang putri.

“Aku percaya bahwa tingkat pemulihan ini benar-benar mencengangkan.”

“Aku senang mendengarnya. Mungkin ini berkat Godou-san.”

“Aku penasaran soal itu. Tuan kami hanya mencoba menggunakan otoritas anti-takdir saja. Dia juga bilang bahwa dia tidak tahu apakah itu akan berhasil atau tidak──”

“Yang Mulia mengatakan itu hah? Dalam gaya kasarnya yang biasa.”

Ena tertawa. Liliana juga tersenyum agak kejam.

“Ya. Dia bilang bahwa dia hanya mengujinya dengan harapan bahwa itu akan menjadi keuntungan jika berjalan dengan baik. Konsekuensi dari itu dengan pemulihan putri tidak jelas, jadi tidak perlu merasa berutang budi.”

“Yap. Mungkin kamu akan menjadi lebih baik bahkan tanpa Yang Mulia melakukan apa-apa.”

“......Ya ampun. Kalian berdua benar-benar mengatakannya!”

Alice yang duduk di kursi roda tertawa terbahak-bahak.

Hime-miko yang diberikan kemampuan spiritual dari surga yang terlalu berlebihan untuk tubuh manusia. Namun, di masa lalu dia akan menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur karena kondisinya yang lemah.

Berbeda dengan kemampuan rohaninya yang luar biasa, tubuhnya mungkin terpengaruh oleh hal itu.

Hipotesis semacam itu juga dianjurkan tapi kebenarannya tidak jelas.

Namun suatu hari. Kusanagi Godou yang tanpa tujuan mengunjungi Alice mendadak menggunakan otoritas baru.

Otoritas perubahan takdir yang disebut anggota Witenagemot <Prajurit Anti-Takdir>──.

Setelah berdamai dengan Raja Akhir Rama, ia merebut otoritas dari Dewa Takdir yang mengikat Raja Akhir.

Beberapa tahun setelah itu Alice menunjukkan peningkatan dramatis dalam kesehatannya.

“Takdir penyakit yang mengikatku terputus…….Aku penasaran apakah itu semacam trik?”

“Putri. Tidak ada makna dalam menumpuk hipotesis di atas hipotesis.”

“Yap yap. Tidak masalah meskipun kamu tidak memaksanya untuk menjadi pencapaian Yang Mulia, jadi mari kita masuk ke topik utama sekarang.”

Mengatakan bahwa yang dia lakukan adalah karena meminjam kekuatan orang lain, jadi dia tidak meminta kompensasi atau terima kasih untuk dirinya sendiri.

Kusanagi Godou jelas memiliki sisi seperti itu, itu adalah faktor besar mengapa dia dipandang sebagai orang yang bermoral dan sopan. Karena Ena dan Liliana tahu itu, mereka mengubah topik pembicaraan bersama-sama.

Alice mengangkat bahu dan berbicara dengan ringan.

“Aku mengerti. Kalau begitu, ayo cepat pergi ke suatu tempat di mana kita bisa bersantai.”

 

Bangunan Museum Britania Raya dipenuhi oleh pengunjung.

Namun, kantor ini sangat tenang. Meja mahoni dan rak buku, karpet lembut, dan hal-hal lain menciptakan suasana yang megah.

Meskipun Alice telah mengundurkan diri dari menjadi ketua, dia masih otoritas dalam Witenagemot.

Tempat kerja yang untuk penggunaan eksklusifnya disiapkan di dalam museum.

“Kalian berdua, kalian telah mendengar “laporan itu” dari Alexander, kan?”

Alice berbicara begitu kursi roda yang didorong Liliana memasuki kantor.

Selain Seishuuin Ena, hanya ada mereka bertiga di sini.

“Alexander Gascoigne bilang bahwa dia menemukan sebuah fenomena yang dia duga berhubungan dengan orang yang masih hilang…… Madam Aisha.”

Liliana menjawab “Ya “.

“Dalam perang saudara Raja Iblis lima tahun lalu, enam Campione dikirim ke ujung dunia yang beragam yang tak tahu di mana. Di antara mereka Lord Salvatore, John Pluto Smith-sama, dan Pangeran Alec sudah kembali ke “Dunia ini”. Itu juga telah dikonfirmasi bahwa master sekte Luo Hao aman dan sehat. Orang yang keberadaannya tidak diketahui hanya dua orang──Madam Aisha dan Marquis Voban.”

“Tapi, raja kami bilang bahwa marquis-san mungkin sudah mati.”

Ena juga mengatakan itu dengan khawatir.

“Orang yang tidak ada di bumi ini dan merasa seperti mereka mungkin membuat kekacauan—─yakni yah Aisha-san. Menakutkan sekali.”

“Dia memang tipe orang seperti itu. Meskipun orang itu sendiri tidak memiliki niat seperti itu, dia pasti sama, seperti ladang ranjau berjalan.”

Liliana juga berbicara. Alice menghela napas dengan tenang dan setuju.

“Ya, sungguh.…… Sebenarnya setelah menerima laporan Alexander, kami Witenagemot juga mulai menyelidiki──dan menemukan sesuatu yang keterlaluan.”

““………… ““

Kedua tamu itu secara spontan terdiam. Sang putri melanjutkan.

“Koridor Madam Aisha, apa kalian ingat?”

“Tentu saja. Gerbang yang terhubung ke berbagai era dan dunia lain.”

“Itu diciptakan di sana-sini di seluruh dunia dari otoritas Madam, Koridor Peri bukan? Ena dan yang lain juga familier dengan itu tapi, meskipun sepertinya menghilang, itu akan muncul karena beberapa jenis dorongan.”

Tidak mungkin untuk melupakannya walaupun mereka ingin melupakannya.

Baik Liliana dan Ena juga pernah mengalami tertelan oleh koridor misterius itu menjadi time slip.

Itu menjadi ekspedisi hebat ke Gallia kuno. Koridor yang tidak aktif di Provinsi Toscana Italia direvitalisasi dari semua hal oleh Raja Pedang Salvatore Doni.

Lalu Putri Alice berbicara tentang laporan yang mengejutkan.

“Benar. Meskipun koridor Madam Aisha sepertinya telah lenyap, koridor itu tidak diakhiri dengan cara apapun — atau begitulah seharusnya. Sampai sekarang begitu. Tapi investigasi kali ini mengungkapnya. ……Saat ini, sebagian besar koridor telah sepenuhnya dihentikan.”

“Eh, tidak mungkin!?”

“Jangan bilang kalau itu efek dari Madam Aisha yang mati!?”

“Jika itu masalahnya, maka mungkin masalah ini akan menjadi tidak berbahaya. Tapi, kami tidak boleh optimis. Ingat, Alexander menyebutkan tentang distorsi ruang, kan?”

Berbeda dengan keterkejutan Ena dan Liliana, Alice bertindak tanpa perasaan.

Dia harus menghadapi setiap jenis kesulitan tanpa melupakan ketenangannya. Keputusan dan tekad itu mendorong wanita muda dari rumah duke maju.

“Aku merasakannya meskipun hanya samar-samar. Mulai sekarang di suatu tempat di dunia yang beragam mungkin ada malapetaka yang belum pernah terjadi mulai terjadi ── Itulah yang aku rasakan.”

Samar-samar. Itu adalah kata yang terkadang juga digunakan Mariya Yuri.

Seorang pemilik penerawangan spiritual yang luar biasa mampu “secara samar-samar” memprediksi bahkan “bahaya rutin yang sering terjadi pada dunia”.

Sebenarnya itu adalah kata-kata yang cukup kuat untuk kata-kata Kusanagi Godou dan para pendukungnya.