Campione EX 1-3

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Dua jam kemudian setelah mereka berpisah dari Putri Alice.

Senja saat ini mendekat di langit. Liliana Kranjcar dan Seishuuin Ena menyewa mobil dan mengendarainya melewati pinggiran Kota London.

Liliana yang memegang kemudi. Ena ada di kursi penumpang.

Tak perlu dikatakan bahwa London adalah kota metropolitan besar, tapi tanaman hijau meningkat di sekitar daerah ini.

Jika mereka terus mengemudi seperti ini, cepat atau lambat mereka akan mencapai daerah di mana lanskap pedesaan akan terus berlanjut. Akan ada padang rumput yang luas, ladang, dan hutan sporadis membentang di mana-mana.

Tapi, hari ini mereka tak punya niat untuk sejauh itu. Liliana berbicara saat mengemudi.

“Dan apa yang Pangeran Alec bicarakan......”

“Yap. Dia dengan tegas datang ke Jepang dan mengajari kami berbagai hal.”

Ena membicarakannya sekali lagi.

Beberapa hari yang lalu, Alexander Gascoigne memberi kuliah. Intinya adalah──.

[Seperti yang kamu tahu, aku berkeliling di berbagai dunia..]

[Dunia-Dunia berbeda── istilah SF(science fiction)-nya itu dunia-dunia paralel. Dibandingkan dengan bumi kita, dunia-dunia itu hanya terdiri dari dunia yang “berjalan dalam sejarah yang berbeda”. Dunia setelah Yesus Kristus tidak disalibkan, dunia tempat alien menyerang ketika Perang Dunia 2 sedang berlangsung……. Nah, di antara mereka ada juga dunia dengan hanya perbedaan yang masih dalam kesalahan pengukuran tapi, mari kita kesampingkan itu.]

[Itu dari beberapa waktu yang lalu. Dunia paralel yang kukunjungi akhirnya sering mengalami distorsi ruang. Pecahnya gerbang yang terhubung ke dunia mitologis.]

[Ya. Seperti yang kutunjukkan, distorsi ruang ini mirip dengan “koridor” Madam Aisha.]

[Selanjutnya, malah ada juga poin lain yang tidak bisa diabaikan—]

Liliana akhirnya menghentikan mobil.

Mereka tiba di properti pribadi bangsawan Britania.

Tapi, itu juga hanya tanah kosong. Padang rumput hijau dan rerimbunan pohon campuran, bukit kecil, dll, semuanya diwarnai oranye menjelang matahari terbenam sore──.

Ena berbicara begitu dia keluar dari mobil.

“Tidak ada apa-apa di sini.”

“Tapi, di masa lalu ada rumah besar yang dibangun di sini. Apalagi, ini adalah tempat di mana peristiwa dunia yang tidak dapat direkam dalam buku sejarah terjadi secara terbuka.”

“Yap. Di rumah besar itu tiga Campion bertemu bersama.”

“Selanjutnya adalah Madam Aisha, Marquis Voban, master sekte Luo Hao──Raja Iblis dari generasi tua......”

Tampaknya kejadian di tahun 1850.

Dikatakan bahwa itu pada malam badai salju. Sebagai hasil dari tiga Raja Iblis yang bertarung di antara mereka sendiri melepaskan otoritas mereka sepenuhnya, rumah besar itu lenyap tanpa jejak, selanjutnya—

Sebuah gerbang menuju batas peri terbuka.

Ranah yang Liliana dan penyihir manusia lainnya sebut sebagai Dunia Astral.

Madam Aisha yang terhisap oleh gerbang ini tiba di tanah peri. Di sana dia mengalahkan ratu negara pemuda abadi Niamh dan mendapatkan otoritas Koridor Peri.

Itu pasti sebabnya. Saat ini di situs bekas mansion tempat Liliana dan Ena berada──

“Ada sebuah koridor yang terhubung dengan negara pemuda abadi. Tapi, menurut investigasi Witenagemot bahkan yang telah sepenuhnya dihentikan sejak lama.”

“Sang putri juga mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya koridor di dekat London, bukan?”

“Lalu, kemungkinan besar itu juga koridor tertua. Tempat ini adalah tempat yang optimal untuk memverifikasi apakah hipotesis Pangeran Alec benar atau tidak.”

Liliana dan Ena saling mengangguk.

Masih ada kelanjutan laporan Pangeran Alec. Dia juga mengatakan ini.

[Sebuah dunia palsu mirip dengan bumi kita. Itu sebabnya dunia paralel.]

[Titik kedatangan dari distorsi ruang yang muncul di seluruh dunia semacam itu── itulah masalahnya.]

[Sebenarnya titik-titik itu, mereka adalah lokasi di mana koridor Madam Aisha di dunia kita seharusnya berada. Tidak mungkin itu bisa dianggap sebagai kebetulan. ……Aku tidak bisa menebak apa yang sedang terjadi, tapi ada sesuatu yang benar-benar tengah terjadi.]

[Untungnya, distorsi ruang masih belum muncul di bumi kita.]

[Namun, terlalu optimis untuk berpikir bahwa itu akan terus seperti itu.]

[Kalau kamu melihat “tempat di mana Madam Aisha mengacaukan sesuatu” di masa lalu, mungkin ada gerbang menuju dunia mitologis yang muncul tak lama kemudian.]

Matahari juga benar-benar terbenam ketika mereka perhatikan. Sudah malam.

Cahaya matahari terbenam hanya tersisa sedikit di langit yang jauh. Namun, di sudut sebidang tanah tempat Ena dan Liliana berdiri──seubah cahaya baru tiba-tiba muncul.

Itu adalah tempat di mana tak ada cahaya buatan, jadi cahaya yang berkilau menonjol dengan aneh.

Ada banyak cahaya kecil yang berkumpul dalam bentuk setengah bola. Diameternya kira-kira sepuluh meter. Itu tampak mirip dengan kilau nebula yang menghiasi langit malam.

Liliana menelan ludah.

“Itu terlihat sangat mirip dengan laporan Pangeran Alec.”

“Yap! Gerbang yang terhubung ke dunia mitologis, distorsi ruang—sang pangeran bilang bahwa itu kelihatan begitu!”

Ena juga berteriak dengan keras.

Selanjutnya, hime-miko berpedang dengan cepat mendekati kumpulan cahaya.

“Tunggu. Sangat berbahaya untuk mendekatinya dengan sembarangan.”

“Meski begitu, kita tidak akan mengerti apa-apa hanya dari menonton. Selain jika itu seperti cerita pangeran, seharusnya tak ada masalah khusus bahkan jika kita mengamatinya dari dekat. Apa yang benar-benar berbahaya adalah ketika kita melompat ke dalam──”

Gugusan cahaya dengan diameter yang mencapai sepuluh meter.

Ena berjalan sampai tepat di sampingnya dan tiba-tiba berhenti. Dia tiba-tiba berbalik dan tersenyum lebar pada Liliana. Ekspresinya tampak nakal.

“Kita mendapat kesempatan ini jadi──Ayo coba masuk dengan Ena dan kamu.”

“Bahkan tanpa menggunakan sihir memandu!?”

“Karena, cara ini akan menjadi yang tercepat. Bergeraklah buru-buru, itulah kata banyak orang.”

Jika misteri di depan mereka adalah apa yang disebut distorsi ruang, tentu akan diinginkan untuk menyelesaikannya dengan cepat. Liliana mengerang ‘ummm’ dan merenung sebentar, lalu dia tiba-tiba memutuskan sendiri.

Bocah alam Seishuuin Ena, dan Liliana Kranjcar yang unggul dalam teknik penyihir.

Jika kombinasi ini, maka mereka harus mampu menangani situasi apapun secara fleksibel. Dia menilai itu begitu.

 

“Tempat yang indah……”

“Yap. Itu terlihat sangat tenang dan mudah untuk dihuni……”

Mereka melompat ke gerbang cahaya dan melihat dunia di sisi lain.

Liliana dan Ena sangat kagum.

Mereka berada di tepi danau.

Airnya jernih dan tenang. Tanaman air tumbuh subur di pantai.

Itu jauh lebih hangat daripada pinggiran Kota London di musim semi. Bahkan agak panas hingga mereka ingin menyendok air danau dan menelannya untuk menyirami tenggorokan mereka.

Jika airnya sejernih ini, bukankah rasanya benar-benar manis?

Pohon-pohon di tepi danau juga semarak dan berlimpah dengan tanaman hijau. Angin yang bertiup dengan menyegarkan terasa menyenangkan.

Tetapi──Ada sesuatu yang menarik pandangan kedua bahkan lebih dari pemandangan indah.

“......Tadi, ada naga terbang bukan?”

“......Apa itu peri atau sesuatu yang mandi di sana? Dia sangat cantik sehingga tidak akan salah bahkan menyebutnya kecantikan yang tiada taranya.”

“.....Lagipula ada banyak. Semuanya cantik.”

Naga hijau yang tingginya sekitar 20, 30 meter melewati atas.

Tubuh panjangnya bergelombang yang seperti ular dan tampak seperti sedang berenang daripada terbang di langit. Ada tanduk tumbuh dari kepalanya yang tampak seperti antena. Itu tidak punya sayap.

Itu bukan naga gaya barat, tapi naga di dunia timur.

Juga ada tujuh wanita dengan kecantikan tiada tara di pantai. Mereka tertawa riang. Semua orang mandi sambil bermain-main.

Kulit mereka putih dan wajah mereka Kaukasoid. Warna rambut mereka juga cerah.

Wajah cantik dan tubuh telanjang mereka tertata dengan baik hingga tingkat suci. Mereka tampak bersinar──tidak.

Kecantikan-kecantikan tiada tara tersebut dibalut partikel cahaya berkilau. Itu bukan metafora tapi secara fisik mereka bersinar cerah.

Juga, tujuh pelangi berwarna di langit tidak akan lenyap tidak peduli berapa lama berlalu, menjadi hiasan di langit…….

Ena dan Liliana bertukar pandang.

“Tempat ini, apakah ini dunia yang mereproduksi mitologi?”

“Paling tidak, sepertinya itu bukan dunia paralel. Aku tidak dapat berpikir bahwa naga dan peri akan dapat muncul dengan berani seperti ini tidak peduli berapa banyak sejarah dunia diubah.”

“Dunia mitologis mana ini, Ena penasaran?”

Sementara mereka berdua bertukar pendapat──

Tiba-tiba sebuah suara memanggil dari belakang. Suara pria yang sangat berat.

“Kalian berdua, dari mana asal kalian? Kalian berdua sepertinya bukan bandit tapi...... kalian bajingan terkutuk yang menyerbu tanah suci ini. Tempat ini dilarang untuk dimasuki.”

Baik Ena dan Liliana tahu bahasa yang digunakan oleh suara itu.

Keduanya mengalihkan pandangan mereka ke arah suara itu. Ada yang mengenakan zirah pelindung, dewa ganas dengan wajah marah seram berdiri tanpa mereka sadari.

Selanjutnya, di tempat rambut, ada api yang keluar dari kepalanya!

“Dewa bela diri yang berbicara dalam bahasa Sanskerta dengan rambut api──yang artinya!”

“Dia adalah Jenderal Kumbhira dari dua belas jenderal langit! Salah satu dewa ganas melayani Bhaisajyaguru dan melindungi Puncak Burung Nasar—. Ini adalah dunia mitologis agama Buddha!”

Liliana dan Ena keduanya terkejut.

Di sisi lain, dewa ganas berambut api mendekati kedua wanita itu dengan erangan “Nuh”. Selain itu ia menghunus pedang panjang dari sarungnya yang tergantung di pinggangnya—

Ena tercengang.

“Dia, dia tiba-tiba menarik senjatanya?”

“Mohon tunggu. Kami tidak mencurigakan──!”

Liliana membuat alasan dengan panik. Namun, dewa yang galak itu singkat.

“Apa katamu? Bukankah kalian berdua mengintip Kinnaris mandi.”

““…………””

Setelah dia mengatakan itu, tentu saja.

Untuk mempertahankan diri, Ena memanggil pedang suci Ama no Murakumo no Tsurugi.

Bentuknya sangat mirip dengan katana Jepang, tetapi bilahnya hitam legam. Itu adalah pedang suci teragung di Jepang. Tapi, ketika ujungnya menunjuk ke arahnya, dewa ganas berambut api itu tidak mengindahkannya—
Load comments