Campione EX 3-1

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

“Dunia yang mereproduksi mitos huh…….Yah, para dewa bahkan bisa datang ke bumi, jadi takkan aneh walaupun ada sesuatu seperti ini.”

Godou bergumam dengan nada tenang.

Dia memasuki distorsi ruang dan kemudian kembali dari dunia di mana Yaksha dan Kinnari tinggal dua jam yang lalu. Saat ini dia berada di London larut malam.

Dia berada di sebuah kamar hotel di dekat Stasiun Charing Cross.

Itu adalah hotel tempat Liliana yang tiba di London menginap. Untungnya mereka dapat mengamankan kamar kosong untuk beberapa orang dan semua orang datang ke sini.

Itu adalah bangunan megah yang terbuat dari batu bata yang akan membuat siapapun mengenang era dinasti Victoria.

Tapi, bagian dalam kamarnya monoton dengan suasana modern. Lalu, ada Liliana dan Ena tepat di samping Godou.

“Kalian berdua benar-benar bekerja keras mencari tempat berbahaya semacam itu. Kalian berdua pasti lelah.”

“Kami baik-baik saja. Itu sedikit mendebarkan tapi, Yang Mulia berlari untuk menyelamatkan kami. Kami bahkan dapat memulai sekali lagi dalam kondisi kami saat ini. Benar Liliana-san?”

“......Tidak.”

Berbeda dengan Ena yang tersenyum, Liliana bergumam dengan wajah serius.

Omong-omong, Erica dan Yuri sudah beristirahat di kamar yang diberikan untuk mereka. Hanya ada dua orang ini yang aslinya di London yang ada di kamar Godou.

Godou sedang duduk di ranjang ganda. Liliana juga duduk di sebelahnya.

“Kusanagi Godou. Tolong penuhi tugasmu terhadap ksatria yang berani menghadapi bahaya demi dirimu.”

“? Apa maksudmu?”

“Luka akibat pertarungan barusan— itu menyakitkan. Sebagai tuanku, dapatkah aku memintamu untuk memeriksa cederanya?”

Liliana tengah duduk di ranjang yang sama dengannya dan menatapnya dengan pandangan ke atas dari dekat.


Dalam pikiran Godou, dia tidak mendapatkan kesan bahwa ksatria berambut perak atau hime-miko berpedang itu terluka. Tetapi, di depan tatapan penuh gairah Liliana, dia segera memahami maknanya.

“Tentu akan lebih baik melakukannya dengan cepat. Izinkan aku melihat.”

“──Nn”

Godou dengan cepat menutupi bibir ksatria wanita itu.

Mereka berdua memejamkan mata dan berciuman. Lidah mereka juga terjerat.

“......Sakit?”

“Tidak. Tempat itu tidak terlalu. Tolong dipastikan lebih banyak.”

“Oke.”

Bibirnya juga merangkak di daun telinganya dan kemudian tengkuknya yang putih.

Lalu dia menjatuhkan Liliana yang ramping seperti seorang gadis di tempat tidur dan menelanjanginya sepotong demi sepotong.

Kulit telanjangnya yang menjadi sepenuhnya terbuka berwarna putih menyilaukan.

Anggota tubuh Liliana yang merupakan keturunan dari Eropa Timur tidak memiliki gairah seksual sama sekali. Malah dia diberkahi dengan kecantikan yang tidak realistis yang membuatnya ingin memanggilnya peri.

Juga, tentu saja tak ada bekas luka sama sekali di kulitnya.

Godou bergulat di tubuh ramping itu dan membelainya berulang kali.

“Bagian mana yang sakit? Bagaimana dengan di sini?”

“Te, tempat itu──nn……hh. Pastikan dicari di mana saja di tubuhku......”

“Paham.”

Godou memeriksa semua tubuh Liliana dengan tangan, bibir, dan lidahnya tepat saat dia diberitahu.

Bahu. Lengan atas. Payudara yang indah bahkan dengan lekuknya yang lembut. Perut putih murni, dan kemudian jauh di bawahnya. Paha──.

Di tengah, Liliana melingkarkan kedua tangannya di punggung Godou dan menempel erat padanya.

“Tuanku. Cium aku lagi──”

Dia menuntut ciuman dengan rakus sementara masih dijepit.

Itu adalah percakapan yang sangat bersemangat yang tidak diragukan lagi antara kekasih. Namun, di semacam ini Liliana cenderung untuk memvalidasi [hubungan tuan dan pelayan] mereka.

Tampaknya meskipun dia sendiri, dia akan mendapatkan kegembiraan meluap sesat dengan melakukan hal seperti itu.

Liliana adalah yang paling panas saat dia menyebutkan [ksatria] di tempat tidur. Dia akan meminta Kusanagi Godou seperti nyala api.

“Nn…… nnnnnn-!”

Saat ini ksatria wanita yang bermartabat mengubur wajahnya di atas selimut sambil mengekspos punggungnya.

Ketika bibir Godou meluncur di kulit yang memiliki tekstur seperti sutra, Liliana mati-matian menahan suaranya bahkan ketika sedang terayun ke puncak kenikmatan──

Di sana Ena akhirnya memotong.

“Ti, tidak adil, cum Liliana-san saja……”

Ena juga dengan malu-malu naik ke tempat tidur di mana raja dan ksatria terjerat.

Secara kebetulan Liliana juga kehabisan napas pada waktu itu, jadi Godou menoleh ke arah Yamato Nadeshiko yang biasanya tanpa hambatan.

Pada saat seperti itu, Ena selalu lugu dan malu apapun yang terjadi.

Dia menunduk dan tidak akan menatap langsung pada Godou. Dia juga masih mengenakan pakaian. Godou meletakkan tangannya di dagu hime-miko itu, mengangkatnya, dan menciumnya.

Bibir dan lidah mereka saling menekan dengan penuh sayang, lalu Ena berbicara dengan nada tenang.

“E, Ena juga ingin Yang Mulia melepaskan pakaian Ena.”

“Paham.”

“Ena ingin Yang Mulia penuh kasih sayang padanya seperti halnya dengan Liliana-san. Jika tidak, Ena akan sangat membenci Yang Mulia.”

“Aku mengerti.”

Godou tersenyum kecut sambil menelanjangi Ena yang berbicara dengan sengaja pada saat ini.

Sambil terus mencium dan membelai dia dengan saksama, kekuatan meninggalkan seluruh tubuh sang hime-miko yang mulai cemberut dan dia secara bertahap mulai bergairah.

“Nn…… Aku suka ketika Yang Mulia melakukan itu. Aku menyukainya……”

Ketika kenikmatannya melewati batas, Ena akan memulihkan kembali keberaniannya yang biasa.

Meskipun dia telah dijepit sampai sekarang, dia tiba-tiba membungkuk di atas Godou dan menghujani ciuman penuh gairah di bibirnya dan tempat-tempat lain.

Selain itu, dia dengan kuat mendorong payudaranya yang menggairahkan yang tidak dimiliki Liliana padanya.

“Yang Mulia. Ena akan memberimu semua tubuhku, jadi jangan terlalu banyak mengejek Ena……. Ah, tapi, jika hanya sebentar, maka denyutan pada waktu seperti itu juga tidak buruk......”


“Maaf. Kamu cantik jadi terkadang aku tidak sengaja melakukannya.”

“Ya ampun!Yang Mulia benar-benar orang jahat pada saat seperti ini!”

Kulit telanjangnya yang tertekan pada Godou terasa panas. *Gyuu-* Payudara Ena yang sangat besar terjepit di antara mereka berdua.

Sementara dia bermain-main dengan Ena seperti itu, Liliana juga datang di sisinya.

“Kusanagi Godou. Jangan lupakan aku juga──”

“Ah, tidak-. Bahkan Ena ingin Yang Mulia lebih menyayangi dia.”

Setelah itu mereka bertiga hanya melanjutkan sampai akhir.

Godou membuat seluruh tubuh Liliana mengejang, membuat Ena puas dengan isi hatinya, dan dia juga meniduri mereka berdua sebanyak kekuatannya memungkinkan. Lalu mereka bertiga kehabisan tenaga.

Itu adalah momen yang lebih padat dan lebih tebal daripada pertempuran dan pelarian dari dunia mitologis.

 

Ketika itu berakhir, mereka bertiga tertidur sebentar.

Masing-masing menutupi diri mereka dengan selimut tanpa berpakaian dan mengangguk di ranjang ganda. Anehnya menyenangkan untuk bertindak jorok dengan tubuh lelah mereka.

Di luar jendela, langit mulai cerah. Sudah fajar.

“Ada terlalu banyak hal yang terjadi kemarin sehingga sudah laru ketika kita memasuki hotel......”

“Tapi Yang Mulia. Saat ini Ena merasa sangat bahagia. Mampu menyambut fajar bersama adalah sesuatu yang jarang bisa kita lakukan. Benar?”

“Ya. Aku juga setuju dengan Seishuuin Ena.”

Mereka bertukar pembicaraan kekasih di tempat tidur yang sama dengan udara santai.

Sudah lama sejak mereka berbagi rasa lesu bersama setelah perbuatan seperti ini.

Jika memungkinkan, dia ingin tetap seperti ini selamanya. Tapi, mungkin mereka harus segera keluar dari tempat tidur dan mandi──Sementara Godou memikirkan itu.

Liliana mengangkat suaranya “Ah “ .

“Benar. Kusanagi Godou, ada pesan yang ditujukan kepadamu.”

“Untukku? Dari siapa?”

Sebelum Liliana menjawab dengan kata-kata, dia menyelinap keluar dari tempat tidur.

Dia menyingkirkan selimut dan mengekspos tubuh telanjangnya dengan nyaman sambil mengobrak-abrik barangnya. Dia mengeluarkan smartphone.

Kalau dipikir-pikir, ponsel dan paspor Godou tertinggal di Bologna.

Itu karena dia dipindahkan ke dunia mitologis dengan hanya hal-hal di tubuhnya menggunakan otoritas Verethragna. Setelah ini dia perlu meminta seseorang untuk menggunakan sihir pemanggilan agar barang-barangnya dikirim kepadanya.

Sebenarnya, hal semacam ini sesekali terjadi.

Itu adalah salah satu faktor yang membuatnya sulit untuk menghubungi Kusanagi Godou dalam beberapa tahun ini.

Dan kemudian smartphone yang diberikan Liliana kepadanya sedang menampilkan pesan dari Jepang.

“Ini. Silakan lihat.”

“Eh!? Hal seperti itu terjadi pada orang itu!?”

Godou terkejut dan dia langsung memutuskan.

Itu adalah periode yang sangat sibuk tetapi, dia harus segera kembali ke negaranya.
Load comments