Campione EX 4-1

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Bagian 1

Kuil Waktu Tak Terbatas──.

Matahari baru dan bintang gelap terwujud di langit ruang terisolasi yang terletak di luar dunia ini.

Diameter keduanya adalah sekitar 50 atau 60 meter. Meskipun mereka disebut bintang, mereka seukuran asteroid. Tapi, mereka adalah produk dari supranatural, yang mengandung kekuatan dewata yang hebat.

Bintang putih yang diciptakan oleh pedang dewata keselamatan. Itu terus memancarkan petir pemusnahan raja iblis tanpa akhir.

Bintang hitam pekat diciptakan oleh otoritas Pedang Hitam. Itu menarik semua di sekitarnya dengan kekuatan gravitasi super, menghisapnya.

Kekuatan hisap supranatural menjadi angin, dan kemudian menjadi badai yang menghancurkan sekeliling bintang hitam.

Godou yang mengendalikannya ada di tanah. Dia berada di istana Sepuluh Raja Akhir Mithra — tepat di tengah gurun yang membentang di luarnya.

“Wahai catatan rahasia fajar, berikan kebijaksanaan dewi kepadaku!”

Godou menusuk Ama no Murakumo no Tsurugi ke pasir dan meneriakkan mantra kekuatan.

……Itu akan membutuhkan sedikit waktu sampai mulai berlaku. Pedang Hitam memiliki titik lemah semacam itu di masa lalu. Tapi lima tahun telah berlalu sejak dia mendapatkannya. Godou telah mempelajari trik rahasia [mempercepat laju memulai bintang hitam dengan menuangkan hampir dua kali lipat kekuatan mistis dari penggunaan yang biasa].

Saat ini kecepatan lebih penting daripada tingkat konsumsi! Godou tidak ragu dan mengerahkan Pedang Hitam dengan kekuatan penuh.

──Bintang putih itu melepaskan petir ke segala arah 360 derajat di sekitarnya. Petir melonjak dan menyerang ke mana-mana.

Ratusan, ribuan petir melintas di langit per detik.

Tapi, kebanyakan tersedot ke dalam kegelapan bola dan lenyap.

Badai yang bertiup menuju bintang hitam──kekuatan hisap yang menelan semua memutar lintasan petir, menarik mereka sepenuhnya.

Itu adalah fenomena supranatural yang mengacaukan hukum fisika.

Bintang hitam otoritas Pedang Hitam dengan rakus menelan petir keselamatan!

[Wahai ribuan naga dan ribuan ular──. Saat ini adalah waktu untuk berkumpul, berubahlah menjadi pedang!]

Godou mengirimkan pemikirannya pada Ama no Murakumo no Tsurugi.

──Serap mereka. Serap semua petir itu.

Dia bertarung lima kali melawan pahlawan Rama. Dia tahu lebih dari siapapun betapa susahnya ditembaki oleh begitu banyak petir keselamatan. Dia memperkuat pikirannya karena keputusasaan itu dan otoritas Godou menjadi semakin kuat.

Petir yang ditembakkan terus menerus selama beberapa puluh ribu, beberapa ratus juta── banyak terserap dengan sukses.

Serangan petir yang seharusnya terbang secara acak memutar mereka dengan paksa dan sebagian besar meluncur ke bintang kegelapan.

Keadaan langit di mana dua bintang mengambang adalah pusaran seperti itu.

Sebaliknya di bawah ini──

“Oo!? Itu menjadi sesuatu yang menyebabkan badai ke tingkat ini!”

Verethragna menatap dengan heran. Dia juga di tanah seperti Godou.

Keduanya terpisah dalam jarak di mana pedang tidak akan mencapai. Keduanya fokus pada mengendalikan [senjata] yang dimanifestasikan di langit di atas.

Godou menikam Ama no Murakumo no Tsurugi ke tanah, sementara Verethragna memegang pedang keselamatan di tangan kanannya.

Dewa muda yang gagah itu tersenyum dengan berani.

“Fufufufu. Sungguh lawan yang menakutkan, untuk bisa menekan pedang keselamatan!”

“Salahku, tapi aku telah bertarung dengan seorang pria yang bisa menangani hal itu lebih baik darimu. Aku sudah belajar cara menyegelnya sejak lama!”

Godou membual. Badai hisap juga bertiup dengan keras di tanah. Awalnya itu adalah angin ajaib yang benar-benar akan menyedot Kuil Waktu Tak Terbatas ke bintang gelap di langit.

Benar. Petir keselamatan harus turun ke tanah juga seperti hujan lebat.

Tapi petir menghantam tanah seolah-olah mereka hanya kadang-kadang ingat untuk melakukannya. Meskipun angin itu jelas kuat, itu hanya sampai tingkat “angin kuat biasa”.

Karena petir keselamatan dan angin ajaib hisap, mulanya tanah harus dihancurkan sampai bentuk aslinya hilang.

Itulah seberapa banyak Pedang Hitam mengerahkan kekuatannya di langit karena terus menelan serangan petir yang seharusnya tersebar secara acak dan tanpa akhir.

Dalam konfrontasi kartu truf yang merupakan pedang mereka, Kusanagi Godou diuntungkan—tidak.

“Fumu. Kalau begitu aku kira aku akan mencabut satu pedang lagi.”

“Benda itu!?”

Kali ini giliran Godou untuk menatap dengan heran.

Karena di tangan kiri Verethragna, pedang panjang dengan bilah emas muncul.

Pedang dewata keselamatan di tangan kanan──pedang besar yang bersinar dengan warna platinum masih ada di sana. Dengan kata lain itu adalah gaya dua pedang. Sementara lengannya adalah lengan ramping seorang pemuda, Verethragna mengambil sikap dengan kedua pedang itu tanpa kesulitan.

Lalu pedang panjang di tangan kirinya, ujungnya menunjuk ke langit. Menuju bintang gelap Pedang Hitam.

“Takutilah namaku. Aku orang yang menghancurkan setiap rintangan. Mereka yang berkuasa atau yang tidak adil, tidak ada yang bisa menjatuhkanku──. Takutlah pedangku, pedang Verethragna!”

Mantra kekuatan dinyanyikan dengan sungguh-sungguh.

Godou mengerti. Pedang yang akan memotong nama dewa serta kekuatan dewa. Verethragna akhirnya menghunuskan pedang kebijaksanaan yang bersinar emas.

Untuk menyegel kartu truf Kusanagi Godou, Pedang Hitam, dia mengambil bentuk Pendekar.



Sekarang──.

Bintang putih dan bintang kegelapan bertabrakan di langit.

Pada saat yang sama, gadis-gadis yang mendukung Kusanagi Godou dikelilingi oleh gunung puing.

Aula tempat Raja Akhir duduk di singgasananya dan kemudian dihancurkan beberapa saat yang lalu——mereka tiba di lokasi yang dihancurkan.

Berdiri di garis depan para gadis adalah Mariya Yuri.

Meskipun, tiga lainnya tidak menyeretnya dengan paksa ke sini.

Dia melihat sekeliling dengan tatapan kabur yang tidak benar-benar melihat bagian depannya. Dia berkeliaran di aula dengan langkah kaki seperti sedang berjalan sambil tidur.

Yuri bergumam pada dirinya sendiri. Kemungkinan besar dia melakukannya secara tidak sadar.

“Kuil Waktu Tak Terbatas…… Mithra…… Zurvan…… dewa yang memerintah takdir dan keabadian Zurvan…… dan kemudian orang itu, madam yang menciptakan koridor misterius—─”

Gadis-gadis itu juga pengguna sihir dan ilmu sihir.

Meskipun mereka tidak secara langsung hadir di sana, menggunakan beberapa sihir yang mereka lihat dan dengar tentang pertukaran di antara para pria. Percakapan Kusanagi Godou dengan Dewa Mithra dan Dewa Perang Verethragna──.

Dengan itu mereka belajar beberapa frasa.

Yuri berbicara kepada mereka sambil berkeliaran dengan goyah.

“Sepertinya ada pandangan yang turun pada Yuri. Aku ingin tahu apakah dia melihat sesuatu.”

“Atau mungkin, dia mencari sesuatu……”

Erica dan Liliana saling berbisik.

Mereka mengikuti sang hime-miko yang berada dalam kondisi trans dengan jarak dekat. Mereka berbicara sambil memberikan perhatian yang cermat agar tidak merusak trans pengguna penerawangan spiritual dengan suara keras yang kasar.

Hal seperti itu adalah pengetahuan umum untuk orang seperti Seishuuin Ena jadi dia hanya mengikuti tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Dia menggunakan kakinya untuk menyingkirkan puing-puing yang sepertinya akan membuat Yuri goyah. Terkadang dia dengan lembut mendorongnya untuk mengubah arahnya sehingga dia tidak akan menabrak dinding atau sejenisnya.

Dia adalah teman yang paling lama berhubungan dengan Yuri sebagai sesama hime-miko.

Lalu──

Pengguna penerawangan spiritual yang sedang trans akhirnya berhenti berjalan.

Pandangannya yang kabur tiba-tiba berubah jernih dan punggungnya juga tegak. Setelah itu Yuri menghela napas panjang dan menarik napas dalam-dalam.

Ena yang mengikuti di sampingnya selama ini segera bertanya.

“Dan, apa yang kamu lihat, Yuri?”

“Adegan…… masa lalu. Raja Akhir Mithra dan Dewa Perang Verethragna sedang membicarakan sesuatu di sini. Mereka melakukan sesuatu pada Madam Aisha yang berjalan ke Kuil Waktu Tak Terbatas. Tapi, ada satu hal yang tidak bisa kulihat.”

“Hee. Mustahil bahkan untuk Yuri?”

Yuri mengangguk pada jawaban sang hime-miko.

“Ya. Penguasa waktu dan keabadian mengirim Madam Aisha ke ‘suatu tempat’ ──Aku tidak tahu ke mana tujuan itu.”

“Aku mengerti.”

Liliana tersenyum lebar dengan gagah.

“Ceritakan padaku detailnya nanti…… barusan, Mariya Yuri menggumamkan nama dewa yang menarik perhatianku. Dewa takdir dan penguasa waktu abadi Zurvan. Dia adalah dewa yang bersekutu dengan Raja Dewa Persia Kuno, Mithra. Mereka memiliki hubungan yang terjalin erat.”

“Jadi aku kira, Zurvan ingin membuat Madam Aisha menghilang.”

Erica berkata dengan kecerdasannya yang biasa.

“Juga meskipun mendengar namanya keluar beberapa kali sejak tadi, dewa itu belum pernah menunjukkan dirinya sekali pun kepada kita.”

“Ya. Kalau dia tidak mau keluar, maka perlu mengundangnya.”

Erica dan Liliana saling mengangguk.

Di tangan ksatria merah dan biru, senjata favorit mereka tiba-tiba muncul.

Pedang sihir ramping Cuore di Lione. Pedang sihir dengan bentuk saber Il Maestro. Mereka adalah pedang kembar yang diberikan kepada mereka berdua di masa kecil mereka setelah mereka menggabungkan kekuatan mereka.

Dan kemudian Liliana bergerak.

“Mereka menyerang orang-orang Midian──”

Dia meneriakkan mantra kekuatan teknik suci pembantaian, Pemutusan Kudus sambil memegang gagang pedang secara terbalik.

“Para pria muda dan bahkan raja dihunuskan ke pedang tanpa kecuali dan dibunuh. Sama seperti yang diperintahkan oleh Tuhan kepada Musa!”

Cahaya biru menyelimuti seluruh tubuh Liliana yang ramping dan bilah pedang sihir. Itu adalah bukti ritual yang bahkan bisa melukai dewa. Jika itu adalah arusnya, maka dia dapat dengan mudah membantai kerumunan yang berjumlah lebih dari seratus. Hanya dengan menyodorkan jarinya dia bisa menyebabkan lumpuh di jumlah segitu tanpa kecuali dan memusnahkan mereka.

Pedang sihir Il Maestro yang dipercayakan dengan kekuatan rahasia itu dilemparkan oleh Liliana seperti melempar lembing.

“Mereka berkunjung ke tempat Musa membawa apa yang mereka ambil dan rampas!”

Pedang yang dibalut cahaya biru terbang seperti burung layang-layang dan menusuk udara kosong.

Liliana merasakan hal itu dengan pengindraan spiritual penyihirnya. Itu [seseorang menakutkan] sedang berkeliaran di sana. Karena lemparan pedang, ruang kosong segera retak.

*Mala!*

Ada suara sesuatu yang sulit dihancurkan. Retak di udara kosong benar-benar hancur.

Topeng yang terbuat dari batu mengambang di udara. Itu meniru wajah singa dan surainya, di atasnya begitu besar sehingga manusia dewasa bisa berbaring di atasnya.

“Semuanya, harap berhati-hati!”

Yuri cepat-cepat berteriak. Dia bisa melihat nama dewa.

“Itu adalah dewa waktu dan keabadian Zurvan!”

“……Se, tuju.”

Zurvan yang berbentuk topeng singa berbicara dengan suara kaku.

Keempat gadis itu terkejut. Dia adalah dewa, jadi tidak peduli bagaimana bentuknya, tidak aneh kalau dia bisa bicara. Namun, suaranya terlalu robot.

Zurvan melanjutkan lebih jauh.

“Aku berkomentar penegasan kalian berempat. Tapi itu tidak ada artinya. Apa yang bisa kalian lakukan, melawan lawan yang mengatur waktu?”

Liliana berbisik kepada Erica setelah menerima pernyataan yang terlalu aneh itu.

“......Sepertinya, kita dapat kurang-lebih berkomunikasi dengan dia.”

“......Dia tidak terlihat seperti seseorang yang bisa kita harapkan untuk berbicara dengannya. Kalau dipikir-pikir itu, nama dewa Zurvan, awalnya seharusnya tidak lebih dari konsep yang berarti [aliran waktu ].”

“Ya. Konsep itu kemudian secara bertahap dibicarakan sebagai ‘dewa dengan kepribadian’......”

“Apakah caranya berbicara robot itu karena kepribadiannya ditambahkan?”

“Mungkin, bahkan bagian dalam para dewa adalah orang-orang yang sangat eksentrik......”

Ena juga ikut berbisik. Tepat setelah itu.

“Peringatan. Diskusi juga tidak ada artinya.”

Zurvan berbicara sekali lagi.

Pada saat yang sama ada juga bunyi *KIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiN!* yang mulai bergema. Keempat gadis itu tidak hanya merinding di seluruh tubuh mereka──

“Uwah. Tubuh kita mengambang!?”

“Tidak bagus! Ini adalah hukuman ilahi dari Zurvan-sama!”

“Erica!”

“Serahkan padaku! Untuk menjaga ketertiban Roma, senat memberikan nasihat untuk menghapus hak untuk memerintah seluruh kekuatan (imperium)── Penasehat Terakhir Senat (Senatus Consultum Ultimum), umumkan!”

Seketika tubuh mereka berempat melayang tanpa bobot.

Erica dengan cepat melantunkan mantra kekuatan dan membangun pertahanan sihirnya yang paling solid.

Pedang sihir singa Cuore di Lione berubah bentuk menjadi rantai baja panjang dan berputar-putar di sekitarnya dengan kecepatan luar biasa.

Rantai mengelilingi empat gadis yang melayang di udara oleh beberapa lapisan── itu selesai dalam sekejap mata.

Erica si pencipta bertanya dengan keras.

“Bagaimana, Zurvan-sama!?”

“Biarkan aku jawab. Tidak ada artinya. Kalian semua, harus kembali sebelum kalian diberi kehidupan.”

*KIiiiiiiiiiiN!*

Suara itu terdengar lebih nyaring. Dan kemudian rantai Ciore di Lione bersama dengan empat gadis── tiba-tiba menghilang.

Mereka menghilang dengan sangat sederhana.

Itu dilakukan dengan sangat mudah, seolah-olah mereka tidak pernah ada sejak awal.

Suara melengking juga berhenti. Gunung puing-puing yang merupakan aula raja beberapa saat yang lalu memulihkan keheningan seperti ini.

Dewa waktu Zurvan hanya mengambang tanpa menyombongkan kemenangannya.

Bagian mata topeng batu yang meniru sosok singa adalah lubang berongga. Tapi sekejap berikutnya, jika mata ini memiliki substansi aktual, pasti itu akan terbuka lebar.

“......Jadi kalian melampaui harapan Zurvan.”

*Jararararararararara!*

Ada suara rantai berat diseret. Rantai berputar-putar yang mengelilingi Erica, Yuri, Liliana, dan Ena, mereka berempat muncul sekali lagi.

Liliana mengangkat pedang pendek yang dibasahi darah dengan sikap hormat.

Jejak darah yang menempel pada pedang pendek itu──tidak, pada bilahnya bersinar emas. Selain itu cahaya itu menyelimuti keempat yang melayani Kusanagi Godou.

Seolah-olah itu melindungi mereka dengan kuat.

“Aku menyimpulkan, itulah perlindungan dewata dari otoritas dewa perang.”

“Ya. Stigmata dari darah raja kita Kusanagi Godou──ini adalah keagungannya!”

Erica menyatakan dengan bangga menanggapi bisikan Zurvan.

Selama lima tahun ini, Campione yang mereka cintai menemukannya. Metode untuk memberikan perlindungan dewata dari avatar Pemuda kepada suatu kelompok dan memperkuat mereka secara lebih efektif.

Liliana berbicara dengan sungguh-sungguh sambil terus mengangkat pedang pendek.

“Orang-orang yang dipercayakan dengan darahnya juga diberikan perlindungan dewata dari Verethragna dan menjadi pasukan kemenangan. Tentu saja, tidak mungkin itu akan memungkinkan kita untuk bertarung secara setara melawan keagunganmu yang adalah dewa tapi...... jika itu hanya untuk waktu yang sangat singkat, kita akan dapat bertahan!”

“Sementara kita bertahan──kita juga bisa melakukan hal seperti ini!”

Orang yang bergegas keluar ketika waktunya sudah matang adalah, Seishuuin Ena.

Hime-miko berpedang. Dia tidak diragukan lagi orang yang paling unggul dalam kemampuan tempur. Karena dia bisa berbagi pedang suci Ama no Murakumo no Tsurugi dengan Kusanagi Godou.

Saat ini pedang itu harus digunakan dalam duel melawan Verethragna tapi──

“Ama no Murakumo no Tsurugi! Aku memintamu untuk mewujudkan bayanganmu di sini!”

Ama no Murakumo tiba-tiba juga muncul di tangan Ena yang lari cepat.

Pedang yang berharga yang juga merupakan salah satu dari tiga harta sakral Jepang, itu setidaknya diberkahi dengan keterampilan untuk bisa bertarung di dua tempat secara bersamaan.

“Tolong lakukan hal itu setelah sekian lama! Salin kekuatan Zurvan-sama!”

[Ou!]

Pedang suci yang memiliki kehendaknya sendiri akan merespons dengan kuat.

Dengan partnernya yang bisa diandalkan di tangan──Ena mengayunkannya dari posisi hasso.

Pedang hitam pekat itu mengenai topeng batu Zurvan, di antara kedua alisnya. Tapi, topeng yang meniru singa bahkan tidak tergores.

Meski begitu Ena mendorong pedang Ama no Murakumo no Tsurugi pada Zurvan dan menyenandungkan mantra.

“Wahai pedang yang diberikan suamiku padaku, perlihatkan teknik penjarahan di sini!”

“Pedang suci dan penggunamu. Aku menyadari bahwa kau memiliki teknik meniru. Hentikan segera. Aku tidak akan membiarkan invasi otoritas dewataku, Zurvan.”

“Jangan bercanda! Tidak akan ada artinya jika aku berhenti di sini!”

“Mengerti. Aku akan melanjutkan menghapus kalian semua.”

Zurvan menyatakan untuk menghapus orang yang menekan Ama no Murakumo no Tsurugi padanya.

Kebisingan *KIiiiiiiiiiiiiiiiiN!* terdengar sekali lagi. Itu lebih mengerikan dari sebelumnya. Itu menyebabkan seseorang merasakan darah seluruh tubuh mereka akan mendidih dari ketidaknyamanan yang mengisi mereka.

Dewa berusaha untuk menghapus keberadaan mereka sekali lagi dengan suara berisik.

Rantai pelindung langsung berubah menjadi debu karena menerima itu. Erica mengerutkan kening.

“Sepertinya ini adalah batas dengan kekuatan kita!”

“Memang. Kita juga tidak tahu kapan efek ajaib perlindungan dewata yang diberikan kepada kita akan habis. Jalan yang tersisa untuk bertahan hidup adalah──”

“Tolong cepat, Ena-san!”

“Tidak masalah, aku sudah selesai.Yang Mulia, cepat datang ke sini──Kusanagi Godou!”

Apa yang melindungi Ena yang bergegas maju sendirian dan tiga sisanya hanyalah perlindungan dewata Verethragna.

Tapi, cahaya keemasan menyelimuti mereka pun berkedip-kedip intens. Itu seperti api lilin yang bisa mati kapan saja.

Seishuuin Ena tertawa keras di dalam pergolakan itu dan memanggil nama pemuda yang disayanginya.
Load comments