Campione EX 5-3

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
Bagian 3

Beberapa saat yang lalu, Kusanagi Godou pergi sampai Bordeaux dan menaklukkan binatang buas.

Binatang buas kali ini adalah babi besar. Namun, itu masalah sepele. Sebuah insiden yang bahkan lebih serius sedang berlangsung di belakang layar.

“Jadi tidak sia-sia untuk membuat Yuri berjaga-jaga selama beberapa hari.”

[Aku senang bisa berguna.]

Sekitar waktu yang sama ketika Kusanagi Godou kembali ke Marseille——

Ena berlari melewati hutan gunung di wilayah barat laut Spanyol. Dia berlari melalui hutan belantara dengan kelincahan yang tidak kalah dengan kera. Dia melompat dari satu cabang ke cabang lainnya dan berlari sepanjang jarak dengan kecepatan yang mencengangkan.

Itu benar-benar pertunjukan yang sesuai dengan reputasi bocah alam Seishuuin Ena.

Awalnya, seharusnya tidak ada siapapun yang mampu mengimbangi sang hime-miko berpedang di wilayah pegunungan.

Namun sekarang, Mariya Yuri——tubuh hantu menemaninya dari dekat. Dia mengambang ringan di udara dan terbang dengan kecepatan yang tidak kalah bahkan melawan kecepatan Ena.

[Pemisahan Tubuh Spiritual]. Dengan menggunakan [Pengindraan Psikis] dan menggunakan ektoplasma atau tubuh roh seseorang dapat membuat sesuatu yang mirip dengan doppelganger jiwa. Di masa lalu, itu adalah teknik yang sering digunakan Putri Alice.

Sebagai seorang miko yang memiliki kekuatan spiritual telepati yang serupa, Yuri juga mencoba meniru itu.

[Ketika aku memanjat tinggi di langit dengan bentuk ini dan melihat ke bawah ke tanah, “awan kehidupan” —— awan yang melahirkan binatang buas muncul. Itu benar-benar bantuan dewata.]

Yuri yang menjadi tubuh roh tidak terpengaruh oleh ketersediaan oksigen atau tekanan atmosfer.

Dia naik hingga ketinggian 700 meter dan mengamati apakah ada awan tak menyenangkan muncul di daerah Eropa Selatan dan Laut Mediterania. Dia mengulanginya selama beberapa hari.

(Omong-omong, tubuh asli Yuri ada di rumah Marseille bahkan sampai sekarang. Tubuhnya diletakkan di atas tempat tidur di dalam kamar tidur dan tidur.)

Tempat asal awan itu ditemukan dari urutan kejadian semacam ini——.

Ena bergegas melintasi gunung seperti angin menuju tempat itu.

Meskipun itu adalah kata yang tidak mungkin diketahui oleh orang-orang Eropa di abad ke-19, tapi jika keturunan dari seratus tahun kemudian menyaksikan Ena saat ini, pasti mereka akan berteriak [Ninja!].

Seperti itu, dua hime-miko tiba di barat laut Spanyol.

Mereka melewati wilayah Catalunya, dan masuk jauh ke dalam wilayah Valencia——akhirnya mereka melihat tontonan bencana itu.

“ ……Uwaa. Dalam artian tertentu, ini sudah diduga——atau tidak kurasa. Ini tanpa diragukan lagi adalah sesuatu yang jauh di luar harapan kita.”

(Bisa-bisanya Madam Aisha akan berakhir seperti ini ……)

Ena jengkel, sementara Yuri juga dalam kondisi ratapan.

 

……Gadis yang lahir di India, Aisha ditangkap sebagai pengorbanan oleh penduduk desa.

Penduduk desa termasuk golongan sesat Servitus dari agama Kristen. Namun, fakta itu tidak penting sama sekali dalam kasus ini. Kemudian mereka akan dicatat hanya sebagai [mereka] atau [penduduk desa].

Cawan suci yang diturunkan dari generasi ke generasi di antara mereka, gumpalan batu berwarna merah muda.

Menurut tradisi desa——

Suatu hari, ibu suci hitam legam yang membawa banyak kehidupan di bumi turun ke permukaan.

Tapi dia diserang oleh seorang prajurit yang membawa pedang yang bersinar terang dan kehilangan nyawanya. Mayatnya suatu hari berubah menjadi batu dan berubah menjadi cawan suci……. Itu adalah objeknya.

Di dalam batu misterius ini, Aisha sedang tidur.

Penduduk desa menyembah cawan suci dan gadis itu sebagai satu set. Mereka dengan liar memujanya sebagai [Bunda Kudus!].

Selama waktu itu, mukjizat dimulai.

Gas putih mengepul keluar dari cawan suci, dan secara mengejutkan itu naik tinggi ke langit dan menjadi awan——kemudian akan membuat “binatang buas” untuk turun di tempat awan itu melayang.

Salah satu penduduk bertanya kepada kepala desa yang juga seorang pendeta.

Kenapa keajaiban seperti ini terjadi?

“Bunda kudus hitam pekat yang kita sembah adalah kodrat ibu itu sendiri. Dia juga adalah ratu burung dan binatang buas, orang yang mengatur hidup dan mati——. Tidak aneh sama sekali bahwa dia mengirim hambanya seperti itu ke permukaan untuk menyebarkan kematian dan kehancuran.”

“Benarkah itu, pendeta!?”

“Umu. Untuk membersihkan negeri yang kotor, sang dewi mengirimkan binatang yang mengamuk kepada kami. Bersukacitalah, semuanya!”

“OOOOOOOOOO!”

Para binatang buas turun ke mana-mana di Eropa Selatan, menghancurkan kota-kota.

Penduduk desa sangat senang. Desa itu bersemangat hari demi hari layaknya festival.

Itu karena mereka tidak hanya beriman pada agama Kristen sesat, mereka juga mempelajari sihir jahat dan secara proaktif melakukan ritual jahat seperti mengorbankan manusia dan sejenisnya. Mereka adalah pemuja penyihir jahat. Kemalangan orang-orang di dunia adalah hal yang membahagiakan bagi mereka.

Kegembiraan besar dan kegembiraan liar di desa berlanjut selama sekitar setengah bulan——

 

Namun, hari-hari kebahagiaan tertinggi berakhir secara mendadak.

Raja iblis yang melakukan godaan, Caesar Blandelli memasuki panggung.

Sejak hari itu binatang buas dikurangi menjadi “peran pecundang”. Eropa Selatan yang berubah menjadi tempat percampuran teror dan kekacauan memulihkan kedamaian dengan kekuatan Caesar.

Para penyihir dari faksi kebajikan yang hanya bisa mengguncang sepatu bot mereka melawan ancaman binatang buas sampai sekarang.

Ketika mereka melafalkan nama Caesar, pria itu akan datang entah dari mana dan menyerahkan binatang buas untuk dilupakan seolah-olah itu adalah tugas sehari-hari!

 

“Oo, cawan suci dan santa!”

“Terkutuklah musuh kita Caesar Blandelli!”

“Terkutuklah dia! Terkutuklah dia! Terkutuklah dia! Terkutuklah dia!”

“Kurang ajar, terkutuklah Caesar, musuh kita dengan penuh kebencian!”

Jauh di dalam gunung di wilayah Valencia, di depan tebing terjal.

Di sana, penduduk desa yang memenjarakan Aisha berkumpul.

Mereka mengisi tubuh mereka dengan amarah yang menyala-nyala, niat membunuh, mengutuk, dan memutarbalikkan rasa keadilan. Mereka mengangkat suara mereka dengan keras dan memuntahkan kebencian mereka kepada Caesar Blandelli.

Sudah larut malam. Bulan purnama naik sampai dekat puncak.

Orang-orang bersujud ke arah cawan suci yang menelan Aisha.

Benjolan batu berwarna merah muda setengah transparan. Di dalamnya, gadis cantik berkulit cokelat itu tengah tidur.

Bentuk gumpalan batu samar-samar mirip dengan sapi besar. Ukurannya juga sepertinya sebesar itu.

Cawan suci ini didukung oleh bahan kayu yang dengan paksa membuatnya berdiri. Penduduk desa mengaturnya seperti ini untuk menghadapi gadis itu tidur di dalam dan mengucapkan doa mereka kepadanya dari depan.

Dan kemudian, sangat tiba-tiba—

*Berkedip*. Mata Aisha terbuka lebar.

(……Wah? Aku, apa yang telah kulakukan sampai sekarang?)

Dia dengan kabur berpikir di dalam batu merah muda transparan.

(Jika aku ingat dengan benar, aku diserang oleh dewa-dewa aneh di tempat dengan nama seperti [Kuil Tak Terbatas!]……Tempat ini, di mana ini?)

Kesadaran Aisha masih kabur.

Tapi, ingatannya pulih di dalam fragmen. Selanjutnya setengah tubuhnya yang terbangun dipenuhi dengan kekuatan mistik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sumber kekuatan yang membuatnya layak sebagai pembunuh dewa, ratu gua misterius itu——.

Saat ini, di luar cawan suci yang berisi Aisha, puluhan orang berdoa untuk sesuatu yang sangat bersemangat.

“Wahai gadis cawan suci, kami mohon kau untuk menjatuhkan hukuman suci kepada musuh keadilan Caesar!”

“Raja iblis Caesar benar-benar akar dari semua kejahatan! Kumohon, dengan kekuatan besarmu, tolong lakukan sesuatu terhadap orang itu!”

“Kami menawarkan doa kami kepada bunda dari cawan suci dan santa!”

Aisha memilah permintaan tulus itu dalam benaknya yang kabur—

(Begituuu. Seseorang bernama Caesar-san sedang menyiksa orang-orang ini. Itu membuatku sedikit menangis. Betapa menyedihkan mereka……)

Jika itu adalah dirinya yang biasa, maka Aisha akan terharu sampai menangis.

Namun, tubuh dagingnya masih setengah tidur. Dia masih tidak bisa bergerak bahkan dengan satu jari pun. Dia tidak bisa mengingat hal itu, tapi, saat ini dia sedang dipenjara di dalam batu.

Batu yang disebut sebagai cawan suci oleh orang-orang di luar mengumpulkan kekuatan mistik yang luar biasa—

(Ah, begitu. Aku mengerti!)

Aisha memperhatikan.

(Karena aku menyerap banyak kekuatan dari batu ini dan banyak istirahat dari tidur untuk waktu yang lama, [segel] Zurvan-sama yang diterapkan padaku dihilangkan!)

Dia tidak pernah belajar sihir tapi, dia memiliki banyak pengalaman sebagai pembunuh dewa.

Aisha dengan mudah mengetahui mekanisme materi dan memahaminya. Walaupun Zurvan menggunakan otoritas waktunya untuk mengembalikannya ke masa mudanya, benar saja dia adalah “pembunuh dewa”.

Tentu saja tubuh dan ingatannya dikembalikan ke waktu dia berusia tujuh belas tahun yang tidak tahu apa-apa.

Namun, berkat kekuatan mistis yang tidak masuk akal yang mengisi tubuh dan pikiran Aisha, bahkan [efek kembali ke masa muda] dinetralkan.

Penolakan terhadap kutukan dan sihir yang dimiliki Raja Iblis Campione semakin tinggi—

Aisha mengerti situasinya secara umum.

Namun sayangnya dia masih dipenjara di dalam cawan suci dan tidak bisa bergerak. Orang-orang di luar berdoa dengan penuh semangat kepada dia yang berada dalam keadaan itu.

“Wahai gadis cawan suci, tolong beri kami perlindungan sucimu......!”

“Hukumlah musuh yang dibenci, Caeasar!”

Aisha yang baik hati adalah anak yang dikirim surga yang cinta dan kebajikan setiap saat.

Pastinya, hatinya tergerak oleh teriakan mereka.

(Mereka berbicara sejauh itu, dan mereka sangat menyedihkan…… mungkin, aku harus memberikan bantuan.)

Tentu saja pada saat ini sepertinya dia tidak bisa keluar dari apa yang disebut Cawan Suci.

Itu juga akan menjadi cara baginya untuk menghabiskan waktu selama itu, dan di atas segalanya ia dengan mudah——dapat menggunakan kekuatan cawan suci dengan mudah…….

(Eii)

Dia mencoba mengirim pikirannya sedikit.

Asap putih mengepul keluar dari gumpalan batu tempat Aisha berada. Itu naik tinggi ke langit malam. Kemudian berubah menjadi awan dan melayang ke suatu tempat.

(Awan itu, entah bagaimana sepertinya itu akan membuat temanku……)

Aisha samar-samar merasakan peran awan itu.

Selama dia dipenjara di dalam benda cawan suci yang aneh, hubungan kekuatan di antara mereka terbalik.

Atau lebih tepatnya, tidak mungkin [zat anorganik yang bahkan bukan dewa sesat] akan bisa memenjarakan raja iblis Campione untuk selamanya. Tidak, yah, sampai beberapa saat yang lalu Aisha hanya manusia biasa jadi, rasanya juga agak tidak konsisten tapi——

(Tapi di masa lalu, seseorang memberitahuku hal ini. Kita adalah [makhluk yang membuat yang tidak masuk akal menembus surga menggunakan kekuatan], kata orang itu. Apakah itu mungkin karena ada sesuatu seperti ini?)

Bahkan ketika mempertanyakan dirinya sendiri, Aisha mulai melakukan uji coba.

Dia meningkatkan fokusnya dan menghasilkan awan kehidupan satu demi satu. *Puff puff puff*. Awan naik dari cawan suci melayang ke timur, ke barat, ke utara, ke mana saja tanpa urutan.

Setelah tiba di suatu tempat, itu akan melahirkan [teman] Aisha.

(Wah, betapa indahnya! Aku harus bertarung dengan semua orang melawan Caesar-san, dan membawa kembali kedamaian ke dunia ini!)

“Oh, gadis cawan suci!”

“Terima kasih atas keajaiban yang kau tunjukkan pada kami!”

“Kemuliaan bagi bunda kudus hitam pekat dan perawannya!” “Kemuliaan bagi mereka!” “Halleluya!” “Puji Tuhan, Halleluya!” “Halleluya!” “Halleluya!”

Orang-orang di luar bersukacita.

Setelah awan kehidupan dihasilkan secara berurutan untuk ketujuh kalinya.

(Aku harus bekerja keras untuk mempersiapkan hari yang akan datang dari pertempuran sengit!)

Aisha benar-benar merasa telah melakukan [hal yang baik].

 

Para hime-miko menyaksikan acara semacam ini dari awal hingga akhir.

Ena bersembunyi di balik pelindung. Yuri yang menjelma menjadi tubuh hantu naik ke langit. Perbuatan ini terjadi di tengah gunung di wilayah Valencia.

Ketika mereka berdua bergabung, mereka mulai berdiskusi dengan berbisik.

“Batu yang oleh para penyihir jahat itu sebut sebagai cawan suci——. Itu menciptakan “binatang buas bencana” dan “awan kehidupan”, pikir Ena.”

[Aku juga merasakan itu.]

Yuri langsung setuju dengan hipotesis Ena.

Dia merasakan garis besar kejadian secara umum dengan kemampuan penerawangan spiritualnya.

[Tubuh Madam Aisha yang tertelan karena suatu alasan——entah bagaimana tidak bisa dicerna, dan dari sana tampaknya batu itu menjadi aneh......]

“Itu dikendalikan oleh Aisha-san?”

[Aku pikir begitu.]

“Uuuun....... bahayanya masih lebih kecil daripada ketika dia berliaran hanya dengan kekuatannya sendiri.”

[Tentu……]

Miko itu saling mengangguk dengan ekspresi muram.

Tapi, Yuri segera mengangkat wajahnya dan berbicara dengan tekad.

[Aku akan kembali ke tubuh asliku dan memberitahu Godou-san tentang ini. Kita harus segera mengambil tindakan balasan!]

“Kalau begitu, Ena akan tinggal di sini dan terus mengamati. Ini menjadi sesuatu yang keterlaluan ……!”

[Kalau bisa, mari kita hubungi Madam Aisha dan memintanya untuk menghentikan kebodohannya— barbarismenya…… bukan, tindakannya yang menakutkan segera!]

“Aku mengerti. Aku akan mencobanya. Tapi orang itu, aku penasaran apakah akan bisa menghentikannya...…”

Benar saja bahkan Yuri sangat bingung sehingga lidahnya mengucapkan.

Bahkan Ena yang riang tengah menegang ekspresinya dengan luar biasa dengan tekad heroik.

 

—— [Raja iblis yang disegel] oleh Raja Akhir Mithra dan dewa waktu Zurvan. Apa yang menjungkirbalikkannya yakni cadangan kekuatan Madam Aisha yang tersembunyi dan sulit dikendalikan.
Load comments