Campione EX 6-2

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
2

“Kemurahan hati kecil dalam hal ini adalah bahwa otoritas asli Aisha-san tidak digunakan.”

Godou berbicara sendiri setelah menyelesaikan pekerjaan.

“Mungkin mustahil digunakan karena dia diserap ke dalam benda suci ini. Otoritasnya bahkan lebih menyusahkan daripada kemampuan untuk menciptakan kebun binatang yang aneh sehingga itu benar-benar sangat membantu.”

Desa kecil pemujaan iblis telah menjadi medan perang.

Binatang buas bencana dan juga dua Dewan sudah pergi. Tempat itu terdiam.

Permukiman yang semula berdiri dengan tenang di lembah walau kecil, diberkahi dengan pemandangan indah desa pegunungan biarpun tidak memiliki keindahan kota.

Namun saat ini, entah itu ladang sederhana, pohon-pohon, atau rumah-rumah di desa, semuanya hancur.

Mereka diinjak-injak, ditendang hingga berkeping-keping, dan hancur menjadi debu.

Itu adalah pemandangan yang mengerikan seolah-olah ada bom meledak di sini. Itu karena puluhan makhluk raksasa mengamuk di sini tanpa menahan diri.

Satu-satunya orang yang tersisa di sini adalah Godou, Verethragna, dan gadis India yang sedang tidur──.

“Dia tidur dengan wajah damai. Sungguh, orang ini benar-benar keterlaluan……”

“Dia benar-benar seorang wanita yang harus dipuji sebagai pahlawan. Meskipun itu hanya jika kita menutup mata kita dari perbuatan salahnya……”

Madam Aisha yang tertidur sekali lagi berguling-guling dalam tidurnya di depan mereka.

Tak disangka bahwa hari itu akan datang di mana dia menonton adegan ini bersama dengan pemuda ini! Emosi yang begitu dalam membuat Godou tersenyum kecut. Verethragna di sampingnya juga tersenyum tiba-tiba.

Sekarang, dari sini adalah acara utama──.

“Kau, apa yang kau rencanakan dengan Aisha-san? Apa kau akan membunuhnya?”

“Aku tidak bisa melakukan itu karena ada beberapa keadaan. Selanjutnya aku akan melemparkannya ke penjara dengan tanganku sendiri dan tetap di sini sampai kematiannya sebagai tahanan abadi.”

“Ada sebagian kecil dari diriku yang ingin setuju dengan itu tapi, tidak. Aku tidak bisa menerimanya.”

“kau tidak mau menerimanya?”

“Ya. Orang ini adalah temanku…… atau mungkin sulit memanggilnya begitu, tapi, aku sudah lama mengenalnya, dan aku tidak punya niat sedikit pun untuk meninggalkannya. Itu sebabnya, itu berakhir di sini.”

“Umu. Itu berakhir di sini.”

Kesepakatan dibuat dengan mudah.

Pertarungan bersama mereka berakhir di sini. Dari sini akhirnya akan menjadi waktu untuk pertempuran sengit──.

Godou menghadapi Verethragna lurus ke depan. Dia sengaja tidak memperhatikan Madam Aisha yang sedang tidur. Dia tidak punya waktu untuk melakukan hal seperti itu.

……Kali ini, Verethragna tiba-tiba mulai dengan memanggil pedang emas.


“Kau mengeluarkan kartu trufmu dengan sangat cepat.”

“Fuh. Fase menyelidik trik masing-masing telah berakhir lama di pertempuran sebelumnya. Itu tidak berlaku untukku sendiri, kau sama, bukan?”

Itu adalah pertanyaan yang bahkan tidak perlu dijawab. Baik Verethragna dan Godou tersenyum.

Itu bukan senyum ramah. Itu adalah senyum ganas yang keluar tepat karena semangat juang meluap dari dalam. Wajah prajurit yang bersukacita karena bisa bertemu lawan yang kuat.

“Bisakah kau sekarang memotong kemampuanku yang menciptakan badai itu?”

“Aku tidak akan mengatakan tidak bisa.…… Tapi, ada sesuatu yang harus disegel lebih dulu.”

Verethragna mengarahkan ujung pedang emasnya ke Godou.

“Akulah yang menghancurkan setiap hambatan. Kusanagi Godou, bahkan otoritas yang kau rebut dariku──Aku akan menghancurkannya. Dengan pedang kebijaksanaan, aku akan membelah kekuatan dewataku sendiri!”

Banyak bola cahaya melayang dari tanah.

Bola cahaya juga dengan cepat muncul dari suara rapalan pemuda itu.

Seluruh sekitarnya dipenuhi dengan bola cahaya dalam sekejap mata. Lalu, masing-masing menahan Kusanagi Godou.

Verethragna merapal lebih lanjut.

“Kau memiliki kekuatan dewa perang dengan merebutnya. Dewa kemenangan, dewa yang membawa keadilan, dewa yang membimbing, dewa yang kuat, dewa kebajikan, dewa pelindung, dewa reinkarnasi. Kau telah memahami semua sepuluh aspek diriku, Verethragna. Dalam hal ini aku akan mengumumkan. Aku akan menyegel semuanya.”

Mantra kekuatan menjadi bilah, yang menjadi pedang.

Jika mantra yang merinci dewa dapat diubah menjadi senjata, maka seharusnya mudah untuk menempa pedang untuk memotong dirinya sendiri──. Pedang Verethragna sedang diselesaikan dalam kecepatan yang mengerikan.

Godou juga mulai merapal dengan tergesa-gesa.

“Dengan menggunakan keterampilan kebijaksanaan, dan keterampilan kata, aku akan menang atas semua mus──tsk, tidak baik ya.”

Godou juga mengucapkan mantra kekuatan untuk membalikkan dewa perang Verethragna, tetapi.

Biasanya, cahaya akan tercipta dari suaranya. Tapi saat ini dia bahkan tidak bisa merasakan tanda-tanda akan hal itu terjadi. Otoritas yang seharusnya berakar dalam di hati dan tubuh Kusanagi Godou tidak bisa dipanggil sama sekali.

*Shuu-!* Verethragna datang kepadanya dengan dorong pedang emasnya.

Godou mencoba menggunakan Burung Pemangsa sebagai percobaan.

Tapi, seperti yang diduga bahkan tidak ada tanda-tanda aktif. Dia segera melompat pergi, menghindari pedangnya.

“Kalau aku terkena itu, aku akan kehilangan sepuluh senjata......”

“Memaksa diri sendiri untuk melakukan sesuatu seperti menerima semua yang kumiliki telah kembali menghantuimu. Sebagai musuh bebuyutanmu, dan sebagai teman sementaramu, sangat menyenangkan untuk menyaksikan keberanianmu tapi……”

Pedang emas digenggam di tangan kanan Verethragna.

Selain itu, pedang besar juga muncul di tangan kirinya. Cahaya cemerlang bersemayam di dalam pedangnya——itu adalah pedang dewata keselamatan. Dia menyerang Godou lagi dengan dua gaya pedang yang menggabungkan keras dan lunak bersama sekali lagi!

(Tuanku, Kusanagi Godou!)

Tiba-tiba sebuah [suara] mencapai hati Godou.

(Beri aku giliran, ratu tombak segera! Sejak perang kali ini dimulai, aku hanya meminjamkanmu tombakku sekali! Aku tidak bisa menahan diri lagi setelah diperlihatkan pertarungan yang panas ini!)

Itu adalah permintaan langsung dari Dewa Perang Lancelot.

Dewa tombak yang berubah menjadi otoritas Kusanagi Godou. Pemilik emosi yang kuat yang bahkan melampaui Babi Hutan sedang menunggu waktu untuk bergabung dengan pertempuran dengan tidak sabar. Tentu saja jika Sepuluh Avatar tidak tersedia, maka dia tidak punya pilihan selain membawanya keluar.

Namun, Godou menolak.

“Masih belum [waktunya] .Giliranmu ditahan sampai waktu di mana pertandingan akan benar-benar diputuskan! Tunggu sebentar lagi di sana!”

Sebagai gantinya apa yang dia kirim adalah yang ini.

“Hanuman! Kera hebat yang mencuri matahari, ini saatnya menunjukkan sosokmu!”

“Wahai pedang keselamatan──apa!?”

Benar saja Verethragna pun terkejut.

Karena saat sumber yang memancarkan cahaya keselamatan──bintang putih muncul di langit, bayangan hitam menelannya. Itu adalah bayangan dalam bentuk kera raksasa berotot.

Bayangan Hanuman mampu selalu berubah. Itu bisa menjadi ukuran berapa pun tidak peduli seberapa besar.

Sesuatu seperti objek astronomi semu dengan diameter sekitar empat puluh atau lima puluh meter dapat dibentuk dengan mudah.

Percikan tersebar berulang-ulang di dalam bayangan itu. Petir menyala dengan suara berderak. Petir keselamatan tersentak dan meledak tanpa jeda. Tapi bayangan Hanuman dengan indah menekannya.

Verethragna berteriak.

“Jadi kau menelan formasi serangan petirku. Lumayan!”

“Pria yang berguna bukan? Kupikir dia akan menjadi kartu truf dan menahannya!”

Terhadap api dan suhu tinggi, otoritas Hanuman bisa menyerapnya.

Biarpun itu adalah petir keselamatan, jika itu sebentar maka Hanuman akan berhasil bertahan──. Godou memiliki keyakinan seperti itu. Lalu, dia berharap perpanjangan waktu yang singkat pada akhirnya akan menjadi kunci untuk memutuskan pertandingan tanpa keraguan. Nalurinya yang kejam sebagai pembunuh dewa yang tanpa logika memberitahunya.

Kali ini takkan berlanjut selamanya. Itu sebabnya dia memanggil Ama no Murakumo no Tsurugi.

Pedang hitam dengan tikungan lembut muncul di tangan kanan Godou. Verethragna meliriknya dan berkata.

“Kau berencana menggunakan pedang itu? Pedang itu yang dianugerahi dengan seni hitam agung dari dua dewi... dewi ular kuno Athena dan penyihir fajar Circe.”

“Jadi kau sudah melihatnya. Seperti yang kuduga.”

“Pedang hitam itu, jangan ragu untuk mengeluarkannya. Aku akan menghadapinya bagaimanapun juga.”

“Tidak…….Yang itu benar-benar tidak akan bisa mengalahkanmu. Senjata yang kupilih adalah yang ini.”

Untuk menang melawan bocah kemenangan yang dikirim surga, hanya ada “metode ini”.

Itu adalah perkembangan yang persis seperti tekadnya. Karena itulah Godou tidak ragu dan melantunkan dengan tegas.

“Aku tahu tentang itu, Verethragna──”

“Apa!?”

“Pedangmu sama sekali bukan senjata mutlak. Karena aku telah menggunakan benda itu berkali-kali──Aku mengerti!”

“Kau...... kau mengucapkan mantra kekuatan pedang sekali lagi!?”

Suara Godou disublimasikan menjadi mantra kekuatan, tapi tak ada tanda sama sekali bahwa itu akan menjadi pedang.

Meski begitu Godou tidak bimbang──tidak, dia dengan menantang melanjutkan rapalannya. Karena dia sudah tidak punya cara lain untuk melampaui Verethragna selain ini!

“Sampai sekarang pedang Verethragna telah disegel beberapa kali. Oleh Athena yang kau sebutkan, oleh Perseus, dan juga oleh Erlang Shen. Karena itulah…… Aku akan melakukan hal yang sama!”

Godou mengayunkan Ama no Murakumo no Tsurugi dengan satu tangan.

Ujung pedang hitam menunjuk ke langit. Di sekitar pedang berharga Jepang dan Kusanagi Godou, sejumlah besar bola cahaya melayang, menyegel otoritasnya yang ia rebut dari dewa perang.

Namun, “sesuatu” yang menentangnya mulai muncul.

Bola Kegelapan──.

Satu, lalu satu lagi muncul di udara.

Ukuran mereka persis sama dengan bola cahaya yang dihasilkan oleh mantra kekuatan pedang.

“Ama no Murakumo! Buat pedang menggantikan punyaku. Salin pedangku dan Verethragna, dan panggil ke tempat ini──pedang untuk memotong otoritas orang itu!”

[Ou!]

Itu adalah jawaban singkat tapi kuat.

Pedang hitam pekat itu mulai mengguncang *buuuun, buuuun*.

Suara getaran itu menciptakan bola kegelapan. Itu adalah [lagu] dari Ama no Murakumo no Tsurugi, mantra kekuatannya.

Bola-bola kegelapan yang muncul satu demi satu terjalin di sekitar bola-bola cahaya yang mengisi sekeliling, atau kalau tidak mereka bertabrakan pada bola-bola cahaya──

Menyalin kekuatan orang lain──sampai akhirnya bola itu adalah tiruan dari kekuatan Ama no Murakumo no Tsurugi.

Itu adalah otoritas yang sangat mirip dengan aslinya. Itu tidak bisa disegel oleh pedang Verethragna yang memotong kekuatan dewata. Itulah mengapa bahkan ketika Sepuluh Avatar Godou tidak bisa digunakan, bola kegelapan meningkat jumlahnya dengan cepat dan mengisi udara dalam jumlah yang sama dengan bola cahaya.

Cahaya kecil dan gelap mulai saling berbenturan di sana-sini.

Verethragna menegur Godou.

“Kau meniru pedangku? Kau ingin melampauiku dengan hal seperti ini──dengan pedang yang benar-benar disiapkan dengan tergesa-gesa?”

“Tidak masalah apakah itu disiapkan dengan tergesa-gesa atau tidak, itu hanya perlu berguna!”

Godou memasang wajah berani bahkan sambil merasa cemas bahwa lawannya tepat sasaran.

Seperti yang diharapkan dari pencetusnya. Dia melihatnya dengan cepat. Salinan dari Ama no Murakumo no Tsurugi bukanlah sesuatu yang bisa dipertahankan lama. Tapi, dia membutuhkan perpanjangan waktu yang sedikit itu!

Godou menikam Ama no Murakumo no Tsurugi yang bergetar ke tanah.

Lalu, pada saat ini. Bayangan Hanuman meledak di langit di atas.

Ia tidak mampu menekan pedang dewata keselamatan. Verethragna yang menggunakan dua pedang menunjuk ke arah Godou dengan pedang suci putih di tangan kirinya.

“Baiklah──kalau begitu, aku akan melihat apa yang bisa kau lakukan dengan pedang yang disiapkan dengan tergesa-gesa itu!”

“Itulah yang kumau! Takutilah aku karena aku punya sayap!”

Kilatan petir jatuh dari langit.

Itu adalah persenjataan surga yang diberikan kepada pahlawan untuk menyelesaikan pemusnahan raja iblis. Godou merasakannya mendekat saat menggunakan avatar Burung Pemangsa kali ini.

Bola kegelapan yang diciptakan oleh Ama no Murakumo no Tsurugi menetralkan bola cahaya──Pedang Verethragna.

Saat ini, Kusanagi Godou mendapatkan kecepatan dan ketangkasan.

Bahkan petir yang jatuh dengan kecepatan 150 km / detik ke arahnya tampak seperti melambat. Jika dia harus menjelaskannya, kecepatannya terlihat sama seperti ketika sebuah batu dilemparkan ke arahnya dari jauh.

Dia bisa menghindarinya hanya jika itu seperti ini. Seperti ketika dia menghadapi Rama di masa lalu. Tapi.

(Perpanjangan waktu Ama no Murakumo, itu bisa berlangsung selama dua atau tiga menit kurasa……)

Godou diam-diam menghitung sambil mempercepat──tidak.

Karena melakukan itu tidak akan menjadi penggunaan optimal dari perpanjangan waktu yang diberikan Ama no Murakumo no Tsurugi.

Godou bukannya membiarkan dirinya terkena petir keselamatan. Panas dan rasa sakit yang hebat menjalari seluruh tubuhnya. Dia mulai berakselerasi pada saat itu. Dia juga melolong untuk mencambuk tubuhnya yang menerima pukulan menyakitkan.

Verethragna yang siap dengan kedua pedangnya heran.

Meskipun Godou mengaktifkan kecepatan dewa, dia dengan sengaja menerima petir itu. Langkah bodoh Godou mengejutkannya. Godou berlari dengan kecepatan penuh menuju dewa perang itu.

Menggunakan kecepatan dewa, dia bergerak ke kiri dan ke kanan untuk menghindari serangan petir yang turun dari langit──.

“Muh!?”

Verethragna memelototi Godou yang mendekat dengan mata almondnya.

Kecepatannya lebih cepat daripada suara, itu praktis menyaingi petir. Itu kecepatan dewa. Tapi, dia juga pengguna kecepatan dewa. Sepertinya dia bisa melihat gerakan Godou yang berubah menjadi kilatan yang berlari ke arahnya.

Dia menyilangkan kedua pedangnya untuk membentuk [X] , menciptakan sikap bertahan. Seperti yang diharapkan darinya.

“Tapi, itu sudah terlambat!”

Godou sudah berputar-putar di belakang Verethragna.

Musuhnya adalah dewa perang timur, bocah kemenangan yang dikirim surga. Dia bahkan memiliki pedang dewata keselamatan yang dia gunakan untuk gaya dua-pedangnya sementara dengan tegas memahami lawannya yang bergerak dalam kecepatan dewa——jika dia dalam kesiapan penuh, maka dia akan mengurus hal semacam itu. Dewa dalam bentuk pemuda adalah pendekar sekaliber itu.

Karena itulah Godou terluka, untuk mengejutkannya.

Lalu, itu juga demi mengaktifkan avatar ini.

“Pada diriku yang perkasa........ aku akan membawa simbol unta mengamuk!”

Dia melompat ke udara di belakang Verethragna, dan meluncurkan tendangan berputar yang ganas.

Dia dengan indah memukul bagian belakang kepala dewa pemuda itu. Selain itu kekuatan mistis bersemayam di dorsum kaki yang mengisi kekuatan tendangan, menyebabkan ledakan. *DOOOON!*

“O──OOOH!?”

Verethragna dihempaskan oleh ledakan di belakangnya. Tubuhnya bergerak maju dan jatuh.

Yah, biasanya tidak akan aneh jika bagian belakang kepala yang dipukul langsung meledak. Untuk lolos hanya sebanyak ini, itu diharapkan dari pendekar hebat yang namanya dikaitkan dengan dewa pedang baja. Itu layak dipuji.

Selama waktu itu──Godou berlari ke arah Madam Aisha.

Dia mengangkat pembunuh dewa yang sedang tidur dan berlari menuju jauh menggunakan kecepatan dewa sambil memberi perintah.

“Sudah tak masalah, waktunya telah tiba!”

(Dipahami! Aku sudah menunggu dengan tidak sabar untuk kali ini, sungguh……!)

Itu adalah balasan dari dewa perang Lancelot.

 

…… Beberapa saat sebelum duel antara sesama pemilik sepuluh avatar dimulai.

Lancelot menaiki seekor kuda putih yang menjulang di langit dan tiba di langit di atas desa pegunungan yang menjadi medan perang. Tanpa jeda dia menyelinap ke awan acak dan menunggu.

Dia adalah ratu Amazon dan perwujudan guntur dan petir.

Entah itu awan petir atau awan hujan, bersembunyi di dalam awan adalah permainan anak-anak baginya.

Sambil menunggu. Untuk perintah dari raja── Bangkitkan teriakan perangmu, gunakan tombak tajammu dan perisai indah dan maju, perintah seperti itu.

Waktunya akhirnya tiba. Lancelot menendang perut kuda kesayangannya.

“Kita majikan dan budak SEKARANG akan menjadi petir yang luar biasa. Kita akan berubah menjadi kilatan cahaya yang berlari kencang, mencungkil lubang besar di tanah bersama dengan dewa perang Verethragna. Kau bisa melakukannya, kan?”

*Neiiiiiigh*

Kuda kesayangannya menjawab dengan meringkik. Kuda itu dilapisi dengan pelindung dada, helm, dan pelindung kaki untuk penggunaan kuda.

Lancelot sendiri juga dilengkapi dengan zirah rantai perak, helm baja, tombak panjang, dan perisai berbentuk galtrop. Dan kemudian, mereka akhirnya mulai gagah.

Tujuan mereka adalah tanah, pada Verethragna yang akhirnya jatuh karena tendangan rajanya.

Dewa perang sekarang memaparkan punggungnya yang tak berdaya ke langit. Lancelot dan kuda kesayangannya jatuh bak meteor.

 

── *GOooooooooOOOOOOOOOOOOONNANG!*

Cahaya, panas, dan gelombang kejut mengamuk. Itu menjadi keadaan di mana kawah dengan diameter 15 atau 16 kilometer tiba-tiba dicungkil di tengah gunung Valencia.

Desa kecil para penyihir sesat juga terhapus bersih. Itu dilenyapkan dari permukaan bumi.

Ada dua dewa di pusat ledakan. Ratu Lancelot yang sedang memandangi musuh dari atas kudanya, dan Verethragna yang jatuh ke tanah.

Pedang besar yang bersinar dalam warna platina juga berbaring tepat di samping dewa muda itu.

Tentu saja, itu adalah pedang dewata keselamatan.

Di langit, bintang putih, mantra kekuatan pedang, dan bola kegelapan yang menyegelnya, semuanya hilang. Semuanya dikembalikan ke “nol” oleh serangan dewa perang Lancelot.


Load comments