Campione EX Fragment

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
“Yo Godou. Aku datang untuk bermain ♪”

“Pulang sana.”

“Oi oi-!? Markasmu adalah tempat istirahat yang tidak akan menolak siapa pun yang datang!? Apalagi, diriku, aku adalah teman terbaik Kusanagi Godou, rival abadimu!”

“Diam. Semua itu adalah klaimmu sendiri.”

Godou berbicara dengan singkat.

Beberapa tahun telah berlalu sejak dia menggunakan Kuil Waktu Tak Terbatas ini sebagai markas. Selama waktu itu, tempat itu telah menyambut banyak tamu tetapi,

Ini adalah kunjungan pertamanya.

Pemuda Italia berambut pirang, raja pedang, seorang pria tampan namun idiot yang tak tertandingi—

“Tentu saja kebijakan manajemen di sini adalah untuk tidak menolak siapa pun yang datang tapi, baru saja, ada kebijakan tambahan ‘kecuali Salvatore Doni’.”

“Uwah. Kalimat kecil itu sama sekali tidak sepertimu!”

“Kalau begitu aku akan membiarkan kau beristirahat di sini hanya selama sepuluh menit. Setelah itu pulang sana.”

“Apa yang kamu katakan? Aku datang mengganggu di sini dengan membawa set menginap. Biarkan aku bersantai di sini selama dua atau tiga hari.”

Doni seharusnya tiba di sini di akhir perjalanan panjang melintasi berbagai dunia, tetapi.

Kemeja aloha merah, celana pendek yang sampai ke lutut, dan kacamata hitam. Dia tiba di depan Godou dengan penampilan bercanda seperti itu. Saat ini dia tertawa riang di taman kuil yang indah.

Tapi, di punggungnya ada tas kasar dan sarung yang menutupi pedang panjang──

Godou yang sudah lama mengenalnya mengerti.

Mengesampingkan penampilannya, hati dan tubuh Doni tidak menunjukkan celah. Sementara dia bertindak alami yang membuatnya bahkan tidak berdaya, jika orang ini didekati oleh bahaya dia akan langsung mengeluarkan pedangnya dan dengan cemerlang merespons.

Doni, atau lebih tepatnya idiot ini bertindak sesuai dengan caranya sendiri yang idiot—

Dia akan melakukan perjalanan dengan tekad. Mungkin.

“......Sial.”

Godou mengumpat. Kalaupun tamu itu idiot seperti ini, jika mereka ingin tinggal maka dia tidak akan menolak mereka bagaimanapun caranya. Aturan yang dia tanggung untuk dirinya sendiri tidak menyenangkan.

Dia berjalan ke depan dengan perasaan menggigit anggur asam dan membawa Doni ke ruang tamu.

“Pokoknya itu hanya untuk satu malam, oke?”

“Kita teman, bukan? Seharusnya kamu mengganti kata dengan [Tidak apa-apa meskipun kamu ingin tinggal di sini selama sepuluh tahun, temanku]?”

“Siapa yang akan mengatakan sesuatu seperti itu, dasar idiot!”

 

“Dan, kenapa kamu datang ke tempat seperti ini?”

Godou bertanya terus terang.

“Kamu menyebut berkeliling dunia yang beragam di sana-sini satu per satu sebagai [menyusahkan, membosankan] dan benar-benar menghindarinya, kan?”

Sebagai gantinya, Doni akan melawan para dewa yang terwujud di bumi sebelum orang lain.

Godou dan Pangeran Hitam Alec, dan kemudian John Pluto Smith yang juga seorang raja peri cenderung “absen”, sehingga kesempatan bagi Doni untuk bertarung semakin meningkat.

Doni yang lihai menikmati hidupnya tersenyum lebar.

“Pertanyaan bagus, sahabatku memang hebat.”

Di taman kuil, ada mata air dan saluran air.

Sebuah meja kayu diletakkan di tengah pemandangan yang begitu menyegarkan. Kedua pria itu sedang minum anggur merah yang dibawa sendiri dari dapur. Tentu saja mereka akan menuangkan minuman mereka sendiri. Menuangkan anggur untuk orang idiot ini atau sebaliknya adalah sesuatu yang tidak akan dia terima untuk apa pun.

Camilan itu adalah berbagai macam keju yang ia pilih secara acak dan hanya roti, garam dan merica, dan minyak zaitun saja.

Itu adalah pertarungan minum yang benar-benar kasar tanpa kehadiran wanita.

“Sebenarnya, aku mendapat berita menggembirakan dari Alec.”

“Dari pria itu? Jadi kejadian langka seperti itu ada. Pria itu terang-terangan menghindarimu kan? Dia akan mengatakan hal-hal seperti [Pembicaraan kita tidak akan saling menyatu itu melelahkan].”

“Meskipun dia mengatakan hal-hal seperti itu tapi ketika saatnya untuk berbicara dia akan mengoceh terus-menerus. Begitulah Alec.”

“Itu juga benar.”

Mereka minum segelas anggur satu demi satu dengan kenalan bersama Pangeran Hitam Alec sebagai hidangan pembuka.

Doni dengan senang hati menghabiskan cairan merah dan menyebutkan nama tempat tertentu.

“Hei Godou. Apa kamu tahu tentang Hyperborea?”

“Kurang-lebih. Jika aku tidak salah itu adalah nama negara yang muncul dalam mitologi Yunani...... kurasa.”

“Tampaknya baru-baru ini Alec berkunjung ke sana.”

“Maksudmu, dunia mitologis?”

“Yap. Dunia mitologis Hyperborea. Sebenarnya orang yang membuka paksa koridor yang terhubung ke sana, sepertinya Madam Aisha.”

“Jejak kerusakan dari orang itu kadang-kadang keluar bahkan setelah dia pensiun ya ......”

Godou tanpa sadar melihat jauh dan mengumpat.

Bahkan sekarang dia seharusnya tidur di Valencia di dunia Raja Akhir Mithra.

Tetap di belakang sana adalah dia yang berubah menjadi “putri tidur” meskipun dia adalah seorang Campione dan Lancelot yang hampir tidak bisa disebut sebagai dewa sekarang. Dan kemudian Leonardo dan Monica yang memperoleh ikatan regional dan spiritual dengan dunia itu melalui cawan suci.

Seharusnya tidak ada faktor penting yang akan merangsang kekuatan korektif sejarah.

Seolah ingin membuktikan itu, sejak “pensiun” Madam Aisha, terjadinya distorsi ruang telah benar-benar tenang tapi──.

Belakangan ini hal itu sering terjadi di sana-sini di dunia yang beragam lagi.

Mungkin semacam perubahan sedang terjadi di tubuh Madam Aisha yang sedang tidur?

“Dan, bagaimana dengan Hyperborea?”

Godou mendesak Doni untuk melanjutkan bahkan sambil merasakan kecemasan.

Campione yang riang yang lahir di Italia menjawab dengan mudah.

“Tempat itu mungkin menjadi [arena] suatu hari nanti. Alec meramalkan itu. Manusia seperti kita dan para dewa akan berkumpul dari “luar” dan mengamuk di sana──yeah.”

“……Arena?”

Godou merasa tidak nyaman mendengar kata yang meresahkan itu.

Sebaliknya, Doni tersenyum riang dan mengatakan sesuatu yang mencurigakan.

“Itu yang dia katakan. Aku juga ingin mencoba berkunjung ke sana, apa pun yang terjadi. APa kamu tahu cara untuk pergi ke sana, Godou?”

“Tidak. Tanyakan sang pangeran saja.”

“Kewaspadaannya sedikit meningkat ke arahku. Si Alec itu, dia tetap diam.”

“Yah, tentu saja dia begitu.”

Pasti ada alasan mengapa dia tidak ingin orang seperti Salvatore Doni mendekat.

Alasan dari dunia mitologis Hyperborea. Godou membuat wajah tak tertarik di depan Doni sambil diam-diam memutuskan.

(Mungkin aku akan mencoba pergi ke sana suatu hari nanti.)

Juga, dia harus mengumpulkan informasi dari Pangeran Hitam sendiri.

(Meski begitu apa yang dia maksud dengan arena?)

Dunia mitologis Hyperborea.

Sebuah misteri yang bersembunyi di tempat perlindungan yang belum dia lihat. Salvatore Doni yang matanya berbinar penuh harap. Di depan ini, kewaspadaan dan rasa ingin tahu Godou terbangun bersama.

 

Dunia pahlawan Hyperborea.

Nanti dunia mitologis ini akan digambarkan sebagai [taman dan juga arena di mana dewa-dewi dan para pembunuh dewa bermain bersama-sama] oleh Alexander Gascoigne.

Asal-usul yang memimpin Kusanagi Godou ada reuni dengan “sahabatnya” Salvatore Doni.
Load comments