Campione EX Prolog

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

“Terima kasih sudah datang kesini. Ini sangat membantu.”

Sebuah biara tua berdiri di samping gunung berbatu.

Kusanagi Godou mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang telah dia temui di depan sana.

Gunung berbatu yang berdiri tinggi di belakang memiliki beberapa rerumputan hijau yang tumbuh di lereng. Permukaan batu yang terbuka sangat mencolok. Itu adalah tempat yang bisa disebut jauh.

Tampaknya Biara Geghard ini kurang lebih merupakan tempat wisata.

Tapi, tidak ada tanda selain orang lain Godou dan Liliana Kranjcar. Mungkin penyebabnya adalah karena ketidaknyamanan akses ke tempat ini serta sedikitnya jumlah wisatawan yang mengunjungi negara Armenia ini.

“Tapi Liliana. Sungguh aneh bagiku untuk mengatakan ini meskipun aku adalah orang yang memanggilmu ke sini tapi”

Godou tersenyum sambil berbicara dengan partner berambut peraknya.

“Mengejutkan bahwa kamu benar-benar datang sangat cepat.”

“Tidak. Aku juga kebetulan di Bucharest.”

Liliana yang merupakan keturunan dari Eropa Timur mengucapkan nama ibukota Rumania.

Armenia ini kurang lebih dikategorikan sebagai Eropa Timur juga. Tapi meskipun dikatakan sebagai bagian dari Eropa, itu terletak di ujung terjauh, di ujung timur. Itu disatukan dengan Rusia, Timur Tengah, dan Asia Tengah.

Armenia adalah negara yang terletak di sisi Laut Hitam.

Segera kawannya yang telah melintasi beberapa perbatasan negara untuk menemuinya mengatakan ini kepadanya.

“Lantas rajaku. Apa alasanmu memanggilku untuk datang ke sini?”

“Ya. Kupikir sebaiknya Liliana melihat ini.”

“Lebih dari Erica, Mariya Yuri, atau Seishuuin Ena? Dengan kata lain aku dapat mempertimbangkan bahwa tak hanya pengindraan spiritual dari seorang miko akan dibutuhkan, tapi juga lebih baik memiliki pengetahuan penyihir?”

“Sesuatu seperti itu. Omong-omong, mari kita berkeliling biara sambil berbicara.”

Keduanya menghadiri SMA yang sama di Jepang namun itu sudah lima tahun yang lalu.

Selama waktu itu, Kusanagi Godou menjadi “Raja Iblis-sama yang berkeliaran melintasi banyak dunia. Sebagai tukang bantu yang sering membantu tuannya”, Liliana terkadang menjadi teman seperjalanannya, atau terkadang menjadi perwakilan Godou. Dia memainkan peran aktif di banyak bidang.

Tapi, seperti yang diduga Liliana adalah personil terbaik di antara partner Godou dalam hal menjadi serba bisa. Dia adalah orang yang paling banyak diminta untuk menemaninya dalam perjalanannya sebagai bantuannya.

“Agak kebetulan aku datang ke daerah ini. Aku hanya berencana untuk mengurus bisnis kecil, dan ketika aku menyadarinya aku tiba di sini tanpa maksud.”

“Mungkinkah itu terkait dengan tombak Longinus?”

“Kamu tajam. Liliana memang hebat.”

“Karena ketika membicarakan Biara Geghard di Armenia, itu adalah tanah suci yang menyembunyikan tombak suci. Tombak yang menikam rusuk Yesus dan menyerap darah-Nya——”

“Kalau dipikir-pikir, Geghard berarti tombak ya.”

Biara ini tidak terbuat dari batu yang merupakan norma di Eropa.

Gunung berbatu digali dan tempat suci kristen berkumpul di dalam gua yang cekung.

Sebuah bangunan dengan ‘gaya biara’ sengaja dibangun dengan pintu masuk lubang sebagai pengganti pintu masuk biasa. Orang-orang bisa melewati gua dari sana.

Pencahayaan di dalam biara sangat minim dan tempat itu benar-benar redup.

Namun, di altar yang terletak di bagian terdalam — ada lubang kecil yang dibuka di langit-langit. Sinar matahari yang menyinari dari sana menerangi bagian dalam gua dengan suasana mistis…….

Godou berjalan mengitari tempat seperti itu dengan Liliana sambil berbicara.

“Setelah membereskan berbagai hal yang berhubungan dengan tombak, di tempat ini aku──hasil menemukan sesuatu yang memprihatinkan. Aku hanya bisa melihat bagian belakang sosok itu. Itu adalah seseorang yang kuingat dari suatu tempat. Lalu……”

Godou menutup mulutnya lagi.

Dia bertanya-tanya seperti apa reaksi Liliana yang mana seorang penyihir dan memiliki kekuatan pengindraan spiritual yang unggul. Dia ingin memastikannya tanpa memberikan informasi yang tidak perlu padanya.

Lantas──

“Seseorang yang bisa membuat seseorang di levelmu mengatakan bahwa kamu “khawatir”......”

Liliana menyipitkan matanya dengan ekspresi bermartabat.

Setelah itu dia bergumam “Aku mengerti” dan mulai berjalan. Godou mengikuti di belakangnya.

“Aku berbeda dari Erica, aku tidak menghadapi “dia” secara langsung. Saya hanya mendengar tentang kisah waktu itu. Tapi, karena aku punya pengalaman panjang melayani Kusanagi Godou──Aku percaya bahwa aku seseorang yang sensitif dengan kehadiran “nya”.”

Dia (laki-laki). Liliana berbicara tanpa menyebut nama pasti.

Lalu dia berjalan. Dia akhirnya keluar di luar biara di bawah sinar matahari sekali lagi. Tapi, Liliana tidak berhenti berjalan dan memasuki mobil sewaan yang dia gunakan.

Godou juga dengan cepat meluncur di kursi penumpang. Mobil segera berangkat.

“Aku mengerti alasan mengapa aku merasakan kehadiran “nya” di negara ini.”

Liliana menggenggam kemudi dan menyatakan dengan sungguh-sungguh.

Seperti yang diduga dia secara spiritual melihat sesuatu dan sekarang dia akan membimbing Godou ke tempat di mana dia seharusnya berada.

“Armenia adalah negeri yang menjadi perbatasan Eropa dan Asia. Sebelum penyebaran agama Kristen, mitologi yang menerima pengaruh dari Timur dan Barat diturunkan di negeri ini. Mitologi Yunani, Mitologi Turki── Semenanjung Anatolia, lalu Zoroastrianisme ketimuran……”

“…………”

“Di Armenia ini, “dia” dipanggil Vahagn. Dia dianggap eksistensi yang sama dengan Heracles di Barat, lalu, dengan “dewa perang timur” ── dewa pedang naga yang membunuh.”

Pembunuh naga. Dewa pedang baja.

Beberapa tahun ini, kesempatan mendengar kosa kata ini menurun.

Godou merasa nostalgia mendengar kata-kata itu. Lalu Liliana menghentikan mobil sewaan.

Mereka melewati jalan lurus sebuah kota pedesaan yang tenang dan tiba di suatu tempat setelah lebih dari sepuluh menit. Ketika mereka memasuki jalan samping dan melaju sebentar, ada reruntuhan bersejarah.

Itu terlihat mirip dengan Kuil Parthenon yang terkenal itu.

Pilar-pilar batu berjejer, dan di atasnya ada atap batu. Itulah gayanya.

“Situs kuil ini terlihat mirip dengan yang ada di Yunani.”

“Tentu saja. Lagipula ini adalah produk dari era Hellenisme. Tempat ini adalah Kuil Garni, tanah suci yang didedikasikan untuk Dewa Matahari Mithra. Mithra juga berasal dari dewa timur──yang mitosnya diturunkan dari Persia Kuno. Nama dewa sejatinya adalah Mythra, sebuah eksistensi yang “dia” hormati sebagai tuan……”

“Jadi itu dewa yang bos pria itu.”

“Ya. Dewa yang punggungnya kamu lihat dan yang sisa keberadaannya kurasakan. Dia seharusnya datang dari situs kuil ini.”

“Maksudmu kehadiran pria itu juga masih ada di sini?”

“Ya.”

Godou masih belum lupa bagaimana di masa lalu dia bertarung dengan Dewa Matahari Mitras yang merupakan cabang dari Mythra dan otoritas Dewa Perang Verethragna disegel.

Lalu, Godou terkesiap.

Karena kekuatan tiba-tiba menggenang di dalam tubuh dan jantungnya.

Itu adalah fenomena supranatural yang memikat hati dan tubuh Kusanagi Godou untuk bersiap bertarung. Itu “itu” yang terjadi ketika Campione atau Pembunuh Dewa dan Dewa Sesat bertemu.

*Bam!* Godou membuka pintu dengan keras dan bergegas keluar dari mobil.

“Jadi kau ya, Verethragna!”

Dia pun meneriakkan nama itu sambil berlari.

Musuh-musuh yang dia hadapi pada pertempuran melawan Pembunuh Dewa pertama dan Raja Akhir Rama. Pemuda yang menyatakan bahwa waktu untuk pertandingan ulang mereka suatu hari akan datang. Dewa yang berubah menjadi sepuluh avatar. Personifikasi kemenangan…….

Ketika Godou berlari sampai di samping Kuil Garni.

*KUeeeEEEEEEEEEEH──.*

Seekor burung berteriak di atas.

Dia menghentikan kakinya dan melihat ke atas. Seekor burung buas yang tampak seperti elang terbang menjauh. Seolah-olah burung itu puas setelah memastikan keberadaan Godou.

××××

Tokyo Metropolis──.

Wawancara itu dilakukan di sebuah kafe di kawasan Taitou.

“Distorsi ruang?”

“Tunggu, pangeran apa itu?”

Mata Mariya Yuri terbuka lebar, sementara Seishuuin Ena bertanya terus terang.

Pihak lain dengan dingin tersenyum “Fuh” dan mulai berbicara dengan lancar.

“Ini adalah fenomena yang belakangan ini ditegaskan. Aku menamakannya seperti itu. Untungnya sepertinya itu tidak terjadi di “bumi kita” tapi……. Ada juga dunia di antara dunia yang beragam di mana fenomena ini sering terjadi.”

Pemilik suara itu adalah Pangeran Hitam, Alexander Gascoigne.

Mirip dengan pemuda yang Yuri dan Ena cintai, dia adalah seorang Campione yang membunuh dewa.

“Sederhananya, itu adalah “gerbang cahaya”. Perakitan cahaya yang tak terhitung jumlahnya. Tapi, dengan melewatinya, kamu bisa sampai di ranah mitos.”

“Ranah...... mitos?”

Yuri merasakan kecemasan yang tak terlukiskan dan membeku.

Pengindraan spiritualnya sebagai hime-miko, pengindraan spiritualnya yang terbaik di dunia memberinya peringatan. Bahwa pembicaraan ini bukanlah sesuatu yang bisa mereka abaikan. Yuri bertanya.

“Fenomena seperti apa itu?”

“Apa ya? Mitologi Yunani, Mitologi Norse, Mitologi India…… singkatnya itu adalah dunia paralel yang mereproduksi mitologi di seluruh dunia. Sebut saja mereka dunia mitologis. Jika orang biasa masuk ke sana, itu tidak akan menjadi sesuatu yang layak.”

“Gerbang yang terhubung ke tempat-tempat seperti itu muncul di mana-mana?”

Ena mengerutkan kening.

“Entah bagaimana itu mengingatkanku pada masa lalu, ketika Aisha-san membuka “Koridor Peri”. Itu juga memberi kami banyak kesulitan……”

“Itu orangnya.”

Pangeran Hitam Alec setuju dengan jijik.

“Fenomena distorsi ruang yang terjadi belakangan ini dan kenalan kita── madam yang paling menyusahkan. Mungkin ada hubungan antara keduanya. Aku berhasil mendapatkan data beberapa waktu lalu yang mendukungnya. Bukannya aku benar-benar menginginkannya tapi……”

“Eh? Aisha-san akhirnya ditemukan!?”

“Meskipun dia sudah hilang selama beberapa tahun!”

“Tapi itu hanya jejak yang kupikir miliknya.”

Ena dan Yuri, dua hime-miko juga sama-sama heran.

Pangeran Hitam Alec terus berkomentar dengan tatapan yang sangat tidak senang.

“Meskipun aku berdoa bahwa jika mungkin dia akan hilang selama-lamanya, itu tidak membuahkan hasil. Tampaknya madam pembunuh dewa-dono yang sedang bermain-main menikmati sepenuhnya hidupnya. Jadi, aku mengunjungi di sini berpikir bahwa aku akan mencoba berkonsultasi “satu-satunya pembunuh dewa yang dimensinya menyaingi dimensiku” soal itu.”

“Hmph.” Alec berbicara dengan nada tidak senang.

“Kusanagi Godou bahkan tidak di Tokyo yang seharusnya menjadi markas besarnya dan keberadaannya tidak diketahui. Dia bahkan tidak melaporkan lokasinya. Astaga, pria itu. Apa yang dia pikirkan tentang posisinya yang menjadi tanggung jawabnya. Apapun situasinya, seorang pemimpin harus siap dihubungi kapan saja. Apa dia tahu itu?”

““…………””

Yuri dan Ena secara spontan menatap pemuda yang lebih tua itu tanpa kata.

Lantas Pangeran Hitam Alec kembali sadar dan dengan cepat mengatakan ini.

“Tunggu saja. Pada akhirnya aku hanya berbicara tentang pendapat umum. Bukannya aku bermaksud mengatakan sesuatu tentang diriku, tidak sedikitpun. Aku meminta kalian berdua untuk berhenti memiliki kesalahpahaman yang aneh.”

“Ena dan Yuri tidak mengatakan apa-apa.”

“Kamu bersikeras bahwa tidak ada yang salah dengan dirimu sebenarnya karena ada perasaan bersalah di hatimu......”

“Berhenti, aku berbeda dari bos kalian! Jangan menatapku dengan mata seperti kalian melihat manusia yang menyedihkan yang cuma berbicara—”

““…………””

××××

Raja yang muncul di ujung dunia ini, Ramachandra.

Sejak pahlawan pembunuh Raja Iblis dan pertempuran mematikan Kusanagi Godou, lima tahun telah berlalu.

Selama masa itu, para Campione tentu saja menjalani kehidupan yang benar-benar jauh dari kedamaian. Namun, hari-hari ini pun lebih tenang dibanding tahun ketika pahlawan Rama menggunakan kekuatannya yang ganas.

Bahkan periode hari-hari yang berpuas diri itu akhirnya akan berakhir──.
Load comments