Campione v7 1-2

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas
Bagian 2

Di ruang kekosongan hitam, Godou dan macan putih terbang ke atas.

Ini mungkin hanya berlangsung beberapa lusin detik, dan dia tiba-tiba meninggalkan kegelapan dan kembali ke permukaan.

Ini adalah daerah Toushouguu Okusha, yang telah berubah menjadi batu. Setelah tubuh Mariya Hikari dicuri, Pertapa Agung Menandingi Surga terus menaiki awannya dengan santai.

Di tanah, Liliana berada dalam posisi bertempur, memegang glaive yang belum pernah dilihat Godou sebelumnya, sementara Erica menahan luka-lukanya untuk menahan Cuore di Leone dan Lu Yinghua mengulurkan telapak tangannya.

Tatapan mereka tertarik pada Godou yang kembali.

Setelah menyelesaikan misinya untuk membawa Godou kembali, macan putih itu menghilang seperti kepulan asap.

"Godou, kamu kembali dengan selamat! Tapi di mana Yang Mulia Luo Hao?"

"Dia jatuh karena menyelamatkanku, tapi dia bilang dia akan melarikan diri dengan kekuatannya sendiri."

Godou menjawab pertanyaan Erica dengan sederhana.

Karena dia masih dalam kondisi tidak bisa bergerak, tindakan berbicara itu sangat sulit. Dengan ekspresi pengertian, Lu Yinghua mengangguk ke arah Godou.

"Itu sangat mirip dengan salah satu alasan khas Master. Dia mungkin berpikir jika dia meninggalkan Kusanagi-sama dan kembali sendirian, rumor yang tidak menyenangkan akan menyebar tentang dirinya di lapangan."

Rupanya cukup berpengetahuan dalam kepribadian masternya, jawaban Lu Yinghua sepenuhnya benar.

"Ho — melarikan diri sendiri? Sepertinya kalian sama sulitnya ditangani seperti yang kuharapkan."

Duduk di atas awannya, Pertapa Agung mulai mengayunkan Ruyi Bang-nya.

Liliana menahan napasnya dan mengumpulkan konsentrasinya saat dia berlari ke sisi Godou.

"Semua orang berkumpul! Kita terbang ke kaki gunung untuk bertemu dengan Mariya Yuri dan yang lainnya!"

Dia mungkin berencana menggunakan teknik [Terbang] berkecepatan tinggi.

Tapi bisakah mereka benar-benar kabur? ...Orang yang benar-benar tidak bisa mengharapkan awan terbang legendaris milik Sun Wukong menjadi lebih lambat daripada sihir. Sama seperti kekhawatiran ini terlintas dalam benak Godou...

"Hmph, mencoba kabur itu sia-sia. Sun Tua di sini sangat percaya diri dalam kecepatan cahaya. Bahkan di kejauhan, seratus delapan ribu li, aku bisa ke sana dengan satu lompatan — Hmm!?"

Di atas awannya, Pertapa Agung meraih lututnya dan menjerit seolah-olah menderita serangan tak terlihat.

Meskipun kekuatan dewatanya yang luar biasa tetap ada, tubuhnya tidak bertindak di bawah kendalinya.

"Aku tidak yakin apa yang sedang terjadi, tapi inilah kesempatan kita!"

Melihat Pertapa Agung menjalani perubahan yang tak terduga, Liliana memegang tubuh Godou di pelukannya.

Erica dan Lu Yinghua juga berkumpul dan seluruh kelompok mulai terbang, dikelilingi oleh cahaya biru.

Setelah tujuan ditentukan, sihir penerbangan harus segera lepas landas dan tidak dapat melakukan perjalanan ke tujuan yang tidak dikenal.

Meskipun memiliki banyak batasan, itu masih teknik magis yang sangat enak. Kelompok itu melewati ruang utama dan ibadah Toushouguu, lalu terbang di atas Gerbang Karamon dan kediaman ilahi. Dari langit, mereka dapat melihat bahwa Toushouguu, Kuil Futarasan, dan bangunan Rinnouji, hutan cedar, tanah, tumbuh-tumbuhan dan mata air semuanya telah berubah menjadi batu.

Ketika mereka mendarat di jalur kunjungan di kaki gunung, Yuri dan Putri Alice berlari ke arah mereka.

"Mariya! Aku minta maaf, Hikari dirasuki oleh kera itu... Pertapa Agung Menandingi Surga mencuri tubuhnya..."

"Ya, aku sudah tahu. Sang Putri menggunakan ecto — metode untuk menonton pertarungan Godou-san dan Yang Mulia, dan memberitahuku apa yang baru saja terjadi."

Sama seperti Godou ingin meminta maaf, Yuri menyela dia.

Putri yang terampil dalam pemisahan tubuh roh juga mengangguk padanya.

"Seluruh gunung telah diserang oleh kekuatan dewata yang sangat besar sebagai hasil dari Perta Agung mengubahnya menjadi penjara batu untuk menyegel Yang Mulia Luo Hao dan Kusanagi-sama pergi. Jika mantra itu tidak terhalau dalam beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun, Yang Mulia mungkin terperangkap selamanya—"

Perkataan Alice membuat semua orang mengamati sekeliling tempat petrifikasi telah mencapai kaki gunung.

Ini termasuk torii pintu masuk Toushouguu, pagoda lima lantai di dekat sana, jalur kunjungan utama menuju ke tempat suci, hutan cedar, jalan yang terbuat dari kerikil dan tanah, serta parit saluran air di sisi jalan.

Semua di dalam penglihatan mereka telah berubah menjadi batu, dengan kelompok Godou menjadi pengecualian.

"Tapi... Kenapa kamu tidak tampak khawatir tentang mastermu?"

Erica bertanya pada Lu Yinghua.

Semua orang tampak khawatir, tapi dia adalah satu-satunya yang tidak terganggu.

"Karena dia baru saja dipenjara, belum mati. Dengan asumsi seperti itu, marilah kita berjudi dan melihat apakah Master dapat menemukan cara untuk membebaskan dirinya sendiri."

Pemuda tampan yang tampak tepat menggaruk kepalanya dengan perilaku buruk, dan menjawab dengan nada tidak tertarik.

"Astaga. Atas dasar apa kamu membuat pernyataan seperti itu?"

"APa itu perlu? Pikirkanlah, jika hal yang sama terjadi pada rajamu sendiri, bagaimana perasaanmu? Kupikir Nee-san ini akan khawatir, tapi pasti tidak akan mengangap dia mati, kan? Itu prinsip yang sama."

Penjelasan Lu Yinghua mengejutkan Erica, tapi dia tersenyum masam, sementara Liliana dan Yuri juga saling memandang dan mengangguk dengan penekanan.

Godou ingin keberatan. Jangan bicara seperti aku monster!

"Daripada itu, aku sudah ingin tahu tentang ini dari tadi... Di mana semua orang, yang ada di sini malam ini, pergi? Tidak ada orang sama sekali di daerah dekat pertempuran Master dan Kusanagi-sama."

Betul. Observasi Lu Yinghua membuat Godou merenung.

Tepat pada saat itu, dia merasakan kehadiran yang mendekat.

Dari kedalaman hutan cedar yang membatu, sekelompok hewan kecil mendekat – kera.

Ada hampir seratus. Banyak kera bersembunyi di pohon yang membatu, dan memperhatikan kelompok Godou dari antara cabang-cabang yang mereka naiki.

"Ada apa dengan mereka? Apa Pertapa Agung memanggil kera liar?"

"Jika dia melakukannya, maka ada terlalu banyak. Aku punya firasat buruk tentang hal ini."

Orang yang menanggapi keraguan Godou dan Lu Yinghua adalah Yuri, yang memiliki penerawangan roh:

"Kera-kera ini... Tidak, mereka aslinya manusia, berubah menjadi kera oleh kekuatan dewata Pertapa Agung. Aku ingin tahu apakah mereka adalah turis dan orang-orang di jalanan yang telah tinggal di gunung Nikkou tadi..."

Hime-Miko menjelaskan dengan suara gemetar. Ketika [Dewa Sesat] muncul di bumi, banyak fenomena supranatural akan terjadi. Apakah saat ini itu transformasi orang menjadi kera?

Saat Godou merasa terkejut, suara yang dikenalnya terdengar melalui malam yang gelap gulita.

"Kawan-kawan kerajaanku, dengarkan baik-baik! Musuhku, Pembunuh Dewa dan kelompoknya telah melarikan diri! Aku akan menghargai dengan baik yang menangkap mereka!"

Itu adalah suara Hikari, tapi jelas nada Pertapa Agung.

Para kera membuat keributan yang bising dan mengalihkan pandangan mereka ke kelompok Godou, mata mereka penuh dengan niat membunuh.

"Jika mereka menyerang, sebagai ksatria... Kita tidak bisa memukul mereka dengan sembrono. Ini tidak bagus."

"Sangat benar, cobalah untuk tidak melukai mereka dan membuat mereka kehilangan kemampuan untuk bertarung."

Saat Erica mengeluh, Liliana berbicara dengan muram. Di sisi lain, petarung utama Lu Yinghua terlihat sangat santai.

"Aku tidak akan merasa sedih meski aku membunuh mereka, tapi masih ada sedikit rasa bersalah. Bagaimana kalau membiarkan aku menyiapkan mobil untuk melarikan diri?"

"Menyiapkan? Apa kalian datang ke sini dengan mobil?"

Tuan muda dari keluarga Lu tersenyum pada Godou dengan jahat.

"Tentu saja tidak, tapi di tempat parkir dekat sana, tak ada banyak mobil dengan pemilik yang telah berubah menjadi kera? Kita dapat memilih secara gratis. Untungnya keluarga Lu memiliki banyak bawahan dengan talenta di bidang ini, dan aku mengambil sedikit keterampilan dari mereka. Membuka kunci dan mengemudi tidak menjadi masalah."

Apakah orang ini benar-benar anggota masyarakat kelas atas? Orang yang membersihkan keraguan ini adalah Erica.

"Mungkin kalian semua memiliki kesalahpahaman tentang orang ini, jadi biarkan aku mengklarifikasi. Konon nenek moyang keluarga Lu memiliki akar dalam triad, atau dengan kata lain, kalian dapat memanggil mereka seperti gangster dan perampok secara langsung."

"Sungguh, Erica-neesan, tolong gunakan sesuatu yang sedikit lebih berkelas seperti 'penjahat yang heroik', oke?"

Lu Yinghua tertawa sendiri dengan tenag.

"Mungkin seperti Three Heroes and Five Gallants atau Outlaws of the Marsh, mereka yang menyebut diri mereka pahlawan atau seniman bela diri sering memiliki akar sebagai penjahat. Menelusuri kembali eksploitasi leluhur, mereka mengambil bagian dalam kegiatan seperti "pencurian", tapi keluarga Lu bangga karena tidak pernah memiliki anggota yang ternyata adalah penjahat jahat."

"Cukup banyak di antara garis pencuri, bandit, bajak laut, perampok berkuda, penyamun..."

Mengenai anggota triad yang dengan bangga mengakui ke akarnya, Liliana berbisik dengan nada terkesan:

"Meskipun situasi saat ini mengerikan, jika diberi pilihan kita tidak boleh dengan sengaja melanggar hukum... Erica, aku akan menggunakan sihir penerbangan sekali lagi. Bantu aku mengulur waktu."

"Oke. Tolong cari kami tempat persembunyian yang aman."

Saat Erica mengangguk, Liliana menutup matanya. Ketika menggunakan sihir penerbangan di tanah asing, perlu menggunakan mantra penglihatan untuk memastikan tujuannya.

"Bara dilemparkan ke dalam kuali besi hitam. Semoga esensi roda merah muncul di atas tanganku!"

Erica meneriakkan mantra, dan api mengelilingi Godou dan kelompoknya.

Api setinggi satu meter memblokir pandangan dan niat membunuh kera seperti dinding. Ini adalah gerakan yang dimaksudkan untuk menahan dan bertahan melawan pasukan kera.

Beberapa kera yang sangat giat mencoba membuat lompatan, tapi ketinggian dinding api itu langsung berlipat ganda. Dibakar oleh lidah api merah, kera dengan berisik mundur ke kelompok mereka.

"Oh... Kalian menyadari bahwa pelayanku sebenarnya adalah manusia? Sungguh pintar! Kalau begitu aku harus menyiapkan trik yang lebih menarik untuk menangani kalian—"

Suara Hikari sekali lagi... Tidak, itu adalah suara dari Pertapa Agung. Dia tampak lebih menarik dari rata-rata kera, tapi tidak terdengar seperti dia akan menyerang. Mungkin memang benar dia tidak bisa bertarung secara pribadi?

Saat Godou dikirim ke dalam pemikiran yang dalam, Yuri tiba-tiba mencoba untuk mengamati sekelilingnya.

"Yuri, apa penerawangan rohmu melihat sesuatu?"

"Ya, benar, Erica-san! Sesuatu yang sangat berbahaya mendekat, ancaman yang membutuhkan siaga tinggi, seharusnya segera ada di sini — semuanya, lihat ke atas!"

Godou mengalihkan tatapannya ke atas dan mendapat kejutan besar.

Seekor kera turun dari kegelapan langit yang gelap gulita, bulunya berwarna tembaga dengan warna oranye, dengan ukuran tubuh jauh melebihi kera normal. Bruk! Suara dahsyat bergema dan tanah berguncang ketika mendarat.

Turun di jalur kunjungan utama, kera ini lebih tinggi dari pohon cedar normal.

Kira-kira dua belas, tiga belas meter tingginya, itu memiliki fisik yang kuat, lengan panjang dan kaki pendek, dan tubuh yang gemuk dan raksasa menyerupai sesuatu di antara gorila atau ape.

Dinding api Erica sepertinya tidak berguna melawan makhluk ini.

"Ini bukan seperti kera yang kita temui tadi — itu adalah makhluk dewata! Seekor binatang kera dewata yang melayani Pertapa Agung Menandingi Surga, dengan kekuatan yang mungkin menyaingi naga, dan kekuatan yang tak terbayangkan!"

Diperingatkan oleh Erica, Godou memandang Liliana.

Ksatria berambut perak menutup matanya, tapi sihir penerbangan belum siap.

Namun kera raksasa lainnya jatuh dari langit. Bahkan untuk Erica dan yang lainnya, makhluk dewata adalah lawan yang menantang. Untuk dua musuh seperti itu muncul, sepertinya mereka telah memasuki krisis yang paling putus asa.
Load comments