Date A Bullet v1 5

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

○Sheri Musika

“Ba──kar. Ba──kar. A──pi──ba──kar──!”

Berlawanan dengan suara santai itu, lingkungan di sekitarnya terbungkus api neraka. Unsigned Angel di tangan Sheri Musika <Sekhmet> difokuskan ke sinar matahari. Di ujung jarinya, bangunan-bangunan hancur sementara pada saat yang sama terbakar.

“Waaaaaah! Waaaaaah! Sudah cukup ahhhhhhhhh!”

Itu Ibusuki Panie yang berlari sambil berteriak. Unsigned Angel-nya <Talos> “meleleh”
oleh Sheri dengan sedikit usaha. Bahkan Astral Dress-nya telah menerima kerusakan 8%, karena dia tak punya pilihan selain melompat sambil melarikan diri dalam kekacauan.

Panie, yang baru saja mengeluarkan tantangan dengan percaya diri, sekarang mendistorsi wajahnya dengan ketakutan.

Jujur saja, meski rasanya tak enak, bagi Sheri itu seperti sandiwara komikal yang ceria.

“Ma──af! Sudah──berakhir!”

Mendengar itu, wajah Panie ternoda putus asa ketika dia didorong ke sudut.

“M-maaf! Tidak, tolong bantu......!”

“Ti─dak─!”

Serangan dari <Sekhmet> tanpa ampun melanda Panie. Pada saat dia berteriak, seluruh tubuh Panie berada di bawah cahaya sinar matahari yang terfokus, bahkan meninggalkan butiran abu.

“Tamat.”

Tepuk, tepuk, dia menepuk tangan. Saat berikutnya, disertai dengan niat membunuh yang ekstrem, suara angin terbelah dua terdengar.

“......!”

Namun, Sheri Musika adalah seorang petarung veteran. Sejak awal, dia tahu bahwa ada seseorang dengan tatapan tenang yang membidiknya.

Dinding api pecah dengan mudah, membelahnya. Meskipun lebih dari setengahnya sudah mencair, masih saja memotong ketika ujung yang tajam mendekati Sheri.

“Jangan meremehkanku!”

Sheri nyaris mencegat pedang itu dengan Unsigned Angel-nya <Sekhmet>.

Getaran yang datang dari organ internalnya menyebarkan perasaan mual melalui kulitnya.

Tentu, pukulan itu membuatnya sadar bahwa ia berada di ambang kematian.

“Tonami......Furue!”

“Ya, halo.”

Jauh dari sana, gadis yang melempar cincin chakram tersenyum malu-malu.

“Tanpa belas kasihan seperti biasa──!”

“Haha, siapa yang tanpa ampun? Membakar lawan saat dia memohon untuk hidupnya.”

Mulutnya tertawa, tapi mata Tonami tampak sangat kejam. Tentu saja, maksudnya itu apa boleh buat karena tak ada aturan yang mencegah hal-hal seperti ini.

“Kamu biasanya takkan melakukan ini. Biasanya, kamu hanya ingin Sephira Crystal.”

“Ya, memang begitu.”

Sephira Crystal yang diekstraksi, meskipun akan memakan waktu, masih dapat diserap sebagai nutrisi.

Sheri, serta Tonami, telah hidup dengan cara ini, melahap Quasi-Spirit lainnya dan berjalan pergi dengan kemenangan sampai saat ini.

“Kamu sebaiknya berhenti melakukannya dengan cara itu. Tampaknya Sephira Crystal milik Ibusuki Panie akan menyebabkan gangguan pencernaan.”

“Apa kamu tahu Quasi-Spirit tadi?”

Sambil bergosip, mereka memastikan untuk menyelidiki tanpa menurunkan kewaspadaan masing-masing. Meskipun ada keinginan bersama untuk mendapatkan lebih banyak informasi, mereka tak pernah bisa mengekspos kelemahan masing-masing.

Atau, meskipun menampilkan cacat, itu bisa menjadi cacat bawah sadar atau bahkan lebih sebuah undangan yang dipajang dengan sengaja─.

Sambil berputar-putar mencoba saling berpikir, mereka terus mengobrol tanpa henti.

“Belakangan ini, aku merasa anak itu agak terkenal. Yah, itu juga sama untukku.”

“Apakah kamu benar-benar terkenal?”

“Tentu saja!”

Sheri tersenyum.

Memiliki ingatan yang hilang dari dunia lain, titik itu adalah pengetahuan umum di antara
Quasi-Spirit.

Meski begitu, ada orang-orang seperti Sheri yang ingat samar-samar. Jika seseorang tersesat di dunia tetangga dengan sebuah buku tentang diri mereka, itu memulai dorongan untuk mengingat segala hal.

Seperti yang dikatakan selama pengenalan dirinya, Sheri dulu memiliki adik laki-laki dan perempuan. Jumlah saudara kandung tidak dapat dipanggil kembali, bukan karena kurangnya cinta, itu hanya karena menjadi bagian dari banyak hal yang tak dapat ia ingat. Menilai dari perilakunya yang buruk, dia kemungkinan tinggal di kota di dunia lain yang memungkinkan hal-hal seperti itu terjadi setelah dieksploitasi. Tentunya, adik-adiknya tak ada di dunia ini.

Dia memiliki adik perempuan yang kelaparan yang meninggal. Ada beberapa yang meninggal saat masih bayi yang jenis kelaminnya sekarang tak tahu. Tak ada orangtua, atau setidaknya ada perasaan yang kurang hadir. Biarpun mereka ada di sana, itu mungkin tak ada yang perlu diingat.

Sheri memikirkan dunia ini seolah-olah itu adalah surga. Atau apakah itu sebenarnya surga?

Itu adalah pertama kalinya makan begitu banyak kue manis.

Itu juga pertama kalinya tidur di ranjang yang lembut.

Berapa banyak pun yang dia makan, tak ada kerusakan gigi. Meskipun dia tak kenyang, dia takkan lapar. Dia merasa tak dingin atau panas.

Selalu, hidup itu menyenangkan sepanjang waktu.

Jadi, dia terus membunuh, karena dengan membunuh dia bisa hidup di dunia yang enak ini.

Itulah sebabnya, Ibusuki Panie, yang memiliki aroma yang sama dengannya, adalah lawan yang ingin dia hancurkan lebih dulu.

Mampu menggunakan metode pengecut yang tak terbayangkan, memakai taktik apa pun
untuk pembunuhan, karena mereka adalah keberadaan yang sama tak dapat dia prediksi. Jadi, dia memutuskan untuk menghancurkannya dulu.

Tapi masalahnya di sini sekarang adalah Tonami Furue.

Dia juga memiliki aroma yang sama seperti dirinya juga──dan dia beberapa langkah lebih baik dari Ibusuki Panie.

Dalam situasi saat ini, mustahil untuk melakukan serangan mendadak dan tak tahu apakah dia bisa menang berhadapan dalam konfrontasi. Biarpun dia berhasil menang, dia pasti takkan memiliki kekuatan yang cukup untuk menantang pertempuran berikutnya.

Dimakan oleh hyena adalah akhir yang tak diinginkan. Selain itu, yang lebih penting gadis itu juga ada di sini.

“Hei, Tonami-san, mari kita bergabung?”

“Bergabung, kurasa tidak.”

“Benarkah? Kamu juga melihatnya, Spirit yang memproklamirkan diri di sana.”

“......”

Tonami terdiam. Itu benar, yang paling tak teratur dan terburuk dalam permainan ini.

“Dengar, bukankah dikatakan bahwa para Spirit telah menciptakan dunia ini dalam maksud tertentu? Singkatnya, bukankah mereka sumber kekuatan yang mati-matian kita coba kendalikan? Pernahkah kamu membayangkan betapa kuatnya itu?”

“......Aku sudah pernah.”

Sheri adalah Spirit tipe Kelima dan pengguna api. Bahkan melawan lawan dari tipe yang sama, dia yakin bahwa dia takkan kalah.

Tapi, jika melawan perwujudan api itu sendiri, bagaimana dia bisa menang?

“Kalau begitu. Jika para Spirit benar-benar berpartisipasi dalam pembunuhan bersama (date) ini, maka kita semua akan dengan mudah dibunuh tanpa meninggalkan pecahan.”

“Aku rasa begitu. Spirit tipe Ketiga.....adalah bayangan. Karena Spirit tipe Ketiga ini langka, aku hanya bertarung dua atau tiga kali.”

Tipe Pertama (cahaya), tipe Keempat (es), tipe Kelima (api), tipe Kedelapan (angin), tipe Kesembilan (suara), dan tipe Kesepuluh (substansi) ──diisi lebih dari 80% dari semua Quasi-Spirit. Tipe Kedua (informasi), tipe Keenam (penyegelan), tipe Ketujuh (transformasi) menempati sisanya. Spirit tipe Ketiga── orang yang mampu memanipulasi bayangan amat langka dan di bawah 1%.

“Pasti ada sesuatu selain bayangan, tapi itu saja tidak cukup untuk menilai kekuatannya.”

Tonami memiliki pengalaman bertarung yang buruk melawan Spirit tipe Ketiga. Apalagi, masalahnye terletak dengan sebagian besar Spirit tipe Ketiga menjadi lemah tanpa kecuali. Apa yang perlu dilakukan, apa yang harus dilakukan sekarang, bahkan itu tak dipahami dengan jelas.

“Kita berdua, jadi untuk menyingkirkan mereka berdua, mari kita bergabung.”

“Dua? ......Ahh, jadi kamu memasukakn Empty-san juga?”

“Iya. Aku ingin tahu apakah anak itu juga punya sesuatu, atau setidaknya itulah yang aku pikirkan.”

“Aku pikir itu bukan masalah. Anak itu mungkin adalah jebakan (fake). Aku yakin akan sangat berhati-hati untuk menghancurkannya sekarang, tapi aku juga tak ingin terjebak dalam perangkap yang tak terduga.”

“Oh, itu sulit dimengerti. Jadi apa yang harus kita lakukan?”

“......Mari bekerja sama. Jadi tujuan utamanya adalah Tokisaki Kurumi?”

“Tujuannya adalah satu orang lagi. Hanya orang itu yang hanya jadi ancaman.”

Sheri tersenyum sambil melihat ke arah tempat ledakan besar terjadi. Ekspresi Tonami berubah entah karena ketakutan atau kebencian.

“Biscuit Smasher......”

“Lagipula itu tidak masalah. Tombak kapak itu, aku hanya melihatnya sekali.”

“Apa kelemahannya?”

Menghadapi pertanyaan Tonami, Sheri tertawa seolah ketahuan.

“Kelemahannya, mari kita mulai mencarinya sekarang.”


Load comments