Date A Bullet v1 6

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

○Sagakure Yui

Sagakure Yui adalah seorang kunoichi. Dia tak ingat seperti apa jati dirinya di dunia lain. Namun, perannya di dunia tetangga ini jelas.

Mengumpulkan informasi dan mengirim ke “Princess”, untuk bertindak sebagai pedangnya atau tangan dan kakinya.

Makna di balik keberadaannya ini adalah satu-satunya kegembiraannya.

Yah, mungkin dia juga kunoichi di sisi lain. Atau mungkin dia adalah budak perusahaan. Apa kehidupan yang harus dimiliki menjadi budak korporat pada usia Sekolah Menengah Atas.

Biarpun keras kepala, sembrono, main-main, dan tak dapat diprediksi, tak ada Quasi-Spirit lainnya yang cocok untuk nama “Princess”. Kekuatan dan kecantikan itu benar-benar asli.

Masalah dengan Dominion dari daerah kesepuluh Malkuth, Master Doll, yakni dia tak pernah menunjukkan sosoknya, selalu berpartisipasi menggunakan boneka sebagai proxy bahkan selama diskusi antara Dominion.

“Bukankah itu sesuatu yang bisa kamu lakukan? Jadi, selidiki identitas sebenarnya dari boneka itu.”

Perintah princess mutlak dan wajar saja untuk mempertaruhkan nyawanya.

Karena menjadi seorang kunoichi, dia tak punya obsesi untuk menjadi pemenang dalam pertarungan.

Meskipun dia telah memutuskan untuk berpartisipasi dalam pembunuhan itu, dia telah merencanakan untuk melarikan diri pada waktu yang tepat. Rute pelariannya sudah ditetapkan.

Dia bermaksud untuk melarikan diri. Dia bermaksud melakukan itu. Dia sekarang dikejar dan dipaksa dalam situasi gawat.

──Ada sepuluh daerah di dunia tetangga. Ada beberapa area yang belum pernah dilihat orang; area lain di mana banyak Quasi-Spirit berkumpul. Sementara beberapa area dikhususkan untuk bertarung, yang lain memiliki Dominion yang menjadikan aliansi dan tak pernah bertarung.

Di daerah kesepuluh Malkuth, kekuatan adalah kemampuan untuk bertahan dalam pertarungan. Karena itu, desas-desus berbagai Quasi-Spirit akan beredar.

Ada desas-desus bahwa dia memiliki kekuatan yang sebanding dengan Spirit.

Ada rumor ditantang oleh 100 Quasi-Spirit, dengan tak ada satu pun yang kembali pulang.

Banyak rumor yang suka digosipkan oleh Quasi-Spirit. Tapi, sangat jarang ada inti kebenaran dalam legenda semacam itu.

Ada seorang gadis yang bisa menghancurkan segalanya dengan satu serangan. Tampaknya dia bisa menghancurkan semuanya dengan santai seperti membelah biskuit.

“Haah, haah, haah......!”

Ketika tiba di lantai atas, Sagakure Yui percaya dirinya beruntung. Hidden Form Spirit Dress no. 34 <Idzuna> meskipun kemampuan bertahannya rendah, ia memiliki seni rahasia tembus pandang. Memulai serangan mendadak tanpa melewatkan momen peluang sesaat, itu adalah rutinitas sehari-hari bagi Sagakure Yui untuk menggunakannya untuk memenggal musuh-musuhnya.

Tentu saja, Sagakure tahu siapa Tsuan. Dia adalah Biscuit Smasher, seorang Quasi-
Spirit terkenal muncul mendadak.

Untuk dihancurkan seperti biskuit──Sagakure merasa sangat membenci dirinya sendiri karena telah menertawakan lelucon mengerikan ini sebelumnya.

Satu ayunan dari tombak itu bisa menghancurkan seseorang ke sisi lain dunia. Serangan menyelinap tak terlihat yang ditangani oleh Sagakure memang berhasil. Namun, itu saja......itu nyaris tak berhasil mendaratkan pukulan.

Extreme Death Spirit Dress no. 15 <Brinicle> milik Tsuan, meskipun dia tak tahu karakteristik khususnya, itu hanya membanggakan kekuatan pertahanan yang tinggi. Upaya terbaik Sagakure hanya membuatnya memar. Semula, level kekuatan itu akan menghancurkan tengkorak dan memotong semuanya di atas leher.

Lalu, Tsuan, yang memperhatikan serangan yang mengejutkan itu, mulai menggunakan tombak kapaknya pada momentum yang sangat besar.

Sagakure, yang terkejut, segera membungkuk. Posisi di mana kepalanya hampir dirobohkan dengan raungan gemuruh.

Setiap pukulannya cepat, berat, dan tajam.

Bahkan jika dia mencari perlindungan, Tsuan akan segera menghancurkan perlindungan itu. Meskipun bisa saja baginya untuk menggunakan Astral Dress miliknya untuk diam-diam, tak ada lagi peluang untuk menemukan celah sesaat. Jadi, singkatnya dia hanya bisa melarikan diri. Tapi, kecepatan pelacakan gadis itu sangat cepat.

Tidak, alih-alih kecepatan, jarak deteksi reiryoku-lah yang seharusnya disebut abnormal.

“Aku mendengar bahwa indra penciuman anjing pemburu itu adalah seratus juta kali manusia biasa......”

Keahlian deteksi reiryoku-nya mungkin sebanding dengan tingkat yang sama dengan Quasi-Spirit lainnya.

Dalam hal apapun, dia pertama-tama harus menjaga jarak......!

Sagakure memikirkan beberapa rencana dan memilih satu dengan tingkat kepastian tertinggi di antara mereka.

“Gaya gelombang terkutuk──iga tulang rusuk unggas berongga!”


Tsuan merasa kedinginan, tapi setelah memahami bahwa tak ada dampak, ia segera memulai serangan berlari.

“Ayo pergi.”

Tombak kapak itu mengayun ke bawah dengan acuh tak acuh. Itu menghancurkan tubuh Sagakure Yui seperti biskuit──atau setidaknya begitulah seharusnya.

“Sudah selesai...... belum?”

Tsuan sedikit memiringkan kepalanya. Tak ada pechana Sephira Crystal yang harus dibawa oleh setiap Quasi-Spirit. Lebih penting lagi, perasaan itu terlalu ringan. Ketika menghancurkan Quasi-Spirit, ada lebih banyak beban di tangannya. Jika yang biasa dapat dibandingkan dengan biskuit, maka hari ini adalah kue kering.

Dengan kata lain, ini palsu.

Ketika Tsuan memperhatikan ini, Sagakure sudah mundur ke tempat yang lebih aman.


Biarpun dia memiliki hidung anjing pemburu, akan sangat sulit untuk menemukan Sagakure yang benar-benar tersembunyi. Namun, memang benar bahwa dia akan ditemukan cepat atau lambat.

Sagakure memperkirakan bahwa dibutuhkan sekitar sepuluh menit untuk ditemukan.

“......Lima menit sudah cukup.”

Dia mengambil pensil dan menuliskan semua informasi yang dikumpulkan sejauh ini di selembar kertas, lalu dia tidak ragu-ragu untuk memotong sehelai Astral Dress-nya.

“<Idzuna>──pergi.”

Sehelai Astral Dress berubah menjadi musang. Segera setelah mengambil kertas dari Sagakure, ia dengan cepat lari dari tempat itu.

“......Meskipun belum selesai, aku sudah menyerahkan semua informasi yang telah kukumpulkan dengan ini.”

Dia menghela napas lega. Namun, karena penyebaran reiryoku, kekuatan tembus pandangnya menjadi sedikit acak-acakan. Menjadi acak-acakan berarti merasakan.

“Tapi, aku tahu apa yang harus kulakukan.”

Usai mengatur napasnya, dia mengangkat senjata khusus <Shichihōgiyōjiya>.

“Jika dihadapkan dengan serangan frontal......ini juga merupakan tindakan balasan.”

Dia menghirup napas dalam-dalam.

Tidak takut, dia melompat keluar dari bayangan gedung untuk menghadapi Tsuan. Di sana, dia bergerak lurus ke depan ke arahnya.

Tentu saja, gadis itu mengubah postur untuk mencegat serangan itu. Sagakure mengeluarkan 7 kunai besar dari sarungnya.

Tsuan dengan hati-hati menggoyangkan alisnya. Pasti ada beberapa kebingungan pada langkah seperti itu. Untuk pihak lain memilih serangan frontal, dia pasti menyadari bahwa serangan biasa takkan berhasil dan memutuskan serangan terburu-buru.

Tapi, Tsuan harus menyerang. Tak ada cara lain untuk menghadapinya.

“<Shichihōgiyōjiya> ──Demon.”

Memecah-mecah semua hal, itu bisa digambarkan sebagai satu pukulan untuk memotong kekosongan.

“......!”

Tujuh kunai mendarat di sekeliling Tsuan. Pada saat yang sama, kekuatan
Unsigned Angel dipanggil. Pandangan, pendengaran, penciuman, sentuhan Tsuan──semua panca indra, persepsi super seperti intuisi, serta reiryoku sendiri, semuanya tersegel sementara.

Biarpun sementara untuk Quasi-Spirit, mereka akan sepenuhnya dinonaktifkan. Ini adalah kartu truf Sagakure Yui. Selain menggunakannya sebagai tindakan balasan, itu bukan keterampilan yang harus digunakan untuk babak pertama.

Tapi di sini trik ini digunakan untuk memecahkan dilema ini.

Selain itu, ini bukan hanya masalah pembunuhan; itu adalah sarana untuk melarikan diri...!

Namun, masih lebih penting untuk bertahan hidup. Dia tak berpartisipasi dalam permaiann pembunuhan ini karena niat aslinya. Dia tak berpikir dia akan bertahan sampai akhir. Hanya ada satu hal penting lagi baginya, dan itu bukan untuk melawan gadis itu.

Gadis yang memproklamirkan dirinya sebagai Spirit, Tokisaki Kurumi, menjadi subyek penyelidikan baru. Namun, dibandingkan dengan itu, detasemen dari permainan ini adalah prioritas.

Cepat, cepat, cepat. Sebelum dia bergerak lagi, bahkan sedikit lebih jauh lagi──!

“.........................Ah?”

Mendadak, tak ada kekuatan tersisa di kakinya. Setelah berbalik untuk memastikan situasi, Sagakure segera mengerti. Memang, dia telah menerimanya sesegera mungkin.

Sedikit jauh, semua di bawah pinggangnya kini sekitar satu meter jauhnya.

Lalu, melihat ke depan, tombak kapak Tsuan menempel di tanah. Mungkin, dia telah melemparkannya.

Dengan serangan konyol seperti itu dengan mudah menghancurkan tubuhnya, haruskah dia mengaguminya atau haruskah dia putus asa?

“Bisakah ini memenuhi persyaratan untuk bunuh diri yang dibantu?”

Menjadi syair yang baik dalam budaya Jepang, Sagakure berpikir tak peduli sambil tersenyum tegang.

Hal semacam ini selalu terjadi selama misi. Ada banyak Quasi-Spirit yang mati seperti bintang-bintang di langit.

Dikatakan bahwa──kematian tidak sama di dunia tetangga. Lagipula, mereka tak punya tubuh fisik di dunia ini. Apa mereka akan kembali ke sisi lain setelah mati atau kembali menjadi cangkang kosong?

Namun, Sagakure yakin.

Meskipun dia mati seperti ini, akan ada waktu berikutnya.

“......Kumohon.”

Pada saat yang sama, Sephira Crystal Sagakure diekstraksi. Kesadarannya terputus dalam sekejap. Bahkan tak ada cukup waktu untuk mengucapkan terima kasih.

“......Terbaik......”

Menelan Sephira Crystal, Tsuan mengangguk puas beberapa kali. Dia segera tertidur setelah puas. Untuk mulai tidur sangat cepat, mustahil untuk tidak berpikir mengambil keuntungan dari itu dalam permainan pembunuhan ini.

Namun, tak ada Quasi-Spirit yang mengawasi pertarungannya dengan Sagakure.

Tak ada yang cukup bodoh untuk membangunkan harimau yang tengah tidur.


Seolah tiba-tiba menyadari, cahaya oranye sekitar mulai mewarnai langit.

“Setelah Aiai-san, sangat bagus untuk tak ada sesuatu yang besar untuk dilakukan. Hanya ada pertarungan singkat dengan orang yang menutupi perban.”

Empty mengeluarkan suara santai seolah puas dengan posisinya. Sepertinya dia sudah beradaptasi sedikit dengan permainan ini. Usai mengalahkan Nogi Aiai, seseorang dengan wajah ditutupi perban, False, atau orang lain, melancarkan serangan mendadak pada mereka.

Meskipun kakinya dililit oleh perban dan dibanting ke dinding, Kurumi dengan mudah membalikkan situasi tapi puas dengan membiarkan pihak lain melarikan diri setelah melepaskan tembakan.

“Beginilah hari pertama.”

Kurumi menjawab dengan suara tenang

“Hei, apa yang kamu lakukan besok?”

“Yah, besok dan lusa, sampai seseorang menang.”

Ekspresi agak suram terlihat di wajah Kurumi saat dia bergumam.

Di kota, suara lonceng bergema.

Kurumi telah mengajarkan Empty bahwa ini adalah untuk memberi tahu akhir sementara dari permainan.

“Ini mirip dengan kesepakatan. Hanya selama malam hari, pertarungan dilarang.”

“Apa yang akan terjadi jika melanggar perjanjian itu?”

“Tentu saja akan ada hukuman. Jika dicoba, serangan malam terhadap Quasi-Spirit lain berarti dibersihkan oleh penyelenggara permainan.”

“Meski begitu, bagaimana itu masuk akal? Tentu saja, pemenangnya akan menjadi raja.”

“Untuk mencegah itu, boneka-boneka itu selalu mengawasi. Begitu serangan malam diluncurkan, gadis itu takkan bisa menang.”

Kurumi terkikik saat Empty memiringkan kepalanya.

“Uhh, maaf. Biarkan aku mengulanginya lagi.”

“Iya, silakan.”

“Kurumi-san adalah Spirit dan lebih kuat dari Quasi-Spirit lainnya, kan?”

“Iya, tentu saja begitu.”

“Jadi, Dominion yang mengelola permainan ini adalah Quasi-Spirit, kan?”

“Betul.”

“Kenapa Spirit mematuhi aturan yang dibuat oleh Quasi-Spirit? Hei? Bukankah itu agak aneh? Aku bisa mengerti kenapa gadis-gadis lain akan taat. Tapi......”

Mendengar itu, Kurumi tersenyum sambil meletakkan jemarinya di bibir Empty.

Perasaan dingin dan menyenangkan menyebabkan dia menutup mulutnya secara otomatis.

“Itu kemauanku. Jika aturannya tak diikuti, maka itu akan membosankan.”

“......”

Kurumi tersenyum. Tapi ekspresinya sedingin ujung jarinya, penuh dengan rasa isolasi.

“Jangan lupa bahwa kamu juga hidup karena kemauanku.”

Empty mengangguk tanpa suara. Merasa puas, Kurumi mengangkat jarinya. Menjadi hidup karena kemauan, mungkin juga Empty terbunuh oleh kemauan lain.


“......Apa di sini tak masalah?”

“Eh? Di sini?”

Kurumi berhenti di depan sebuah rumah keluarga yang tampaknya memiliki segala yang dibutuhkan untuk malam itu.

Ingin tahu apa yang harus dilakukan, Empty memandangi Kurumi ketika dia dengan santai membuka pintu dan masuk.

“T-Tunggu Kurumi-san! Ku──ru──mi──san──! Ini punya orang lain──”

Mengejarnya masuk ke rumah, Empty kehabisan kata-kata.

Di dalam sini kosong. Di dalam interior, ada ruang kosong besar sebesar eksterior.

“Tak ada yang namanya rumah orang lain. Selama memiliki penampilan rumah, dapat didirikan di kota ini di sini. Karena tak ada penduduk di sini.”

“Haha......”

Tentu saja, Empty merenungkan hal itu saat dia memiringkan kepalanya ke samping.

“Yah, ini agak merepotkan. Setidaknya membangun sedikit lagi akan lebih baik.”

Usai berbisik, Kurumi berjongkok dan meletakkan tangannya di ruang putih mereka
berdiri. Mungkinkah itu menggunakan sihir, atau mantra? Atau bisa saja menggunakan bahasa ajaib (pemrograman) untuk mengatur ulang informasi ruang ini.

“Te──”

Mendengar satu suku kata itu tanpa antusiasme, Empty merasa sedikit kecewa.

Segera setelah itu, ruang putih berubah. Warna ditambahkan, interior menjadi diperaboti, mengubah penampilan menjadi tempat yang cocok bagi orang untuk tinggal.

“Aku akan istirahat.”

“Ah, baiklah. Apa kamu ingin mandi? Kalau mau, kita bisa mandi bersama-sama!”

Melihat Empty mengibaskan tangannya, Kurumi mengerutkan kening dengan wajah kasar.

“Tidak. Kalau kamu ingin mandi, pergilah sendiri.”

Kata-kata tak sopan digunakan dalam nada alami yang sama sekali tak baik.

“Ah, baiklah......selamat malam.”

Kurumi dengan cepat mundur ke ruangan seperti kamar jauh di dalam rumah. Setelah memikirkannya sebentar, Empty memutuskan untuk mandi dulu. Setelah menyalakan lampu di kamar mandi, dia memutar keran di bak mandi untuk mulai mengumpulkan air panas. Entah Kurumi ingin mandi atau tidak, itu akan baik-baik saja. Sebagai Spirit, orang itu takkan bau bahkan tanpa mandi.

“Itu bagus; Spirit tidak perlu mandi.”

Sambil menerimannya, Empty melepas gaun putihnya. Pakaian dalamnya juga putih. Dia sangat suka putih? Variasi warna yang lebih beragam akan lebih kaya, atau setidaknya begitu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang yang aneh berdiri di depan cermin.

“......!”

......Tidak, bukan itu. Ini aku (Empty). Ini adalah pertama kalinya aku melihat wajahku sendiri. Aku tak begitu mengerti wajah ini. Sebagai perbandingan, ini tampak seperti kertas putih kosong.

Aku tak tahu apa yang tengah dipantulkan di sana, meskipun itu menggambarkan sesuatu aku juga tak tahu itu.

Yang ada di sini adalah wajah biasa yang bisa dilihat di mana-mana: gadis yang harus dimakamkan sebagai bagian dari latar belakang.

“......Siapa aku?”

──Tak ada jawaban. Empty tak punya jawaban yang disiapkan.

“......Dari mana aku berasal?”

──Tak ada jawaban. Dari dirinya sendiri tanpa ingatan, tanpa masa lalu.

“......Kenapa aku di sini?”

──Tak ada ingatan, tak ada masa lalu. Tak ada arti di balik keberadaannya.

Meskipun dia ingin menangis, dia menahannya. Omong-omong, pertama, uh.

“Oke, ayo mandi dulu dan lupakan semua hal merepotkan itu!”

Di masa lalu, dia mungkin benci mandi, tapi sekarang biasa. Setelah semua menjadi Empty, dia tidak punya pilihan selain tetap positif.

Untungnya, bak mandi dirancang juga untuk penyimpanan air. Kurumi memang hebat, itu dihitung dengan baik....... Empty memikirkannya dengan sangat keras di dalam hatinya. Jika hatinya terbaca, maka dia pasti akan mati.

Setelah membersihkan kotoran dari tubuhnya, Empty dengan hati-hati melangkah ke bak mandi.

“Ah~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~”

Selamat tinggal aku sampai sekarang.

Halo aku mulai dari hari ini.

Lagipula, dia akan hidup melompati besok juga. Mandi adalah yang terbaik.

“......Apa aku duduk terlalu enak?”

Masa depan yang tampaknya akan datang belum terlihat. Pertama, dia perlu tenang dan melihat lebih dekat pada dirinya sendiri dulu.

Tak ada kenangan, juga bukan manusia tapi Quasi-Spirit; tak ada yang tahu tentang dirinya sendiri (mungkin), permainan pembunuhan......terjebak di medan perang sementara hanya mengandalkan Spirit Tokisaki Kurumi.

“Ha──......”

Masalahnya saat ini adalah dia tak mengerti mengapa Tokisaki Kurumi membawanya.

Dia mengatakan itu untuk digunakan sebagai umpan, tapi rasanya tak perlu melakukan itu.

Lagipula, kenapa lagi dia menggunakan seseorang yang memberi kesan “orang itu lemah” pada pandangan pertama?

......Untuk mengatasi keraguan ini, metode pemikiran pengganti diperlukan. Tapi itu saja mustahil karena tak tahu bagaimana dia akan bertindak bahkan ketika ditempatkan di bawah keadaan yang sama.

Karena cara berpikir seperti itu juga tak masuk akal, Empty membuangnya.



“Besok......bisakah aku bertahan hidup......?”

Besok juga, apa masih bisa memikirkan berbagai hal sambil mandi?

Atau dia akan seperti Nogi Aiai──berubah menjadi debu dan menghilang.

Setelah keluar dan mengenakan kembali celana dalamnya.......ia ingin berganti pakaian dalam baru besok. Juga, jika gaun putihnya menjadi lebih kotor, mau tak mau dia juga ingin membeli yang baru......

Lagipula, dengan suasana hatinya yang segar, Empty mematikan lampu.

Lingkungan mereka tak dihuni oleh siapa pun. Kota ini, rumah ini, di mana-mana sunyi.

Untuk mengucapkan selamat tinggal sebelum tidur, Empty memikirkan beberapa hal asing.

“Tidak, karena kalau dia bilang ‘Aku tidak punya kewajiban untuk membantu seseorang yang tidak sopan bahkan tidak mengucapkan selamat malam’, itu akan menyusahkan......”

Gumam Empty saat dia mengintip ke kamar tidur......tak ada.

“Huh.”

Di tempat tidur, di bawah tempat tidur, di lemari, dia tak ditemukan.

Tak mungkin, mungkinkah dia melarikan diri sambil meninggalkannya? Tidak, tidak, tidak, bukan itu seharusnya.

“.............................................”

Dari atas, ada suara samar.

Omong-omong, Empty ingat. Yang pasti, rumah ini setinggi dua lantai. Kapan
menyebarkan reiryokuken, bahkan mungkin lantai dua dibangun.

Empty naik tangga......perlahan, tanpa membuat suara.

“......Ah......aah......!”

Siapa yang ada di ruangan itu? Pintunya terbuka. Empty dengan hati-hati berjalan melalui koridor gelap, melirik ke ruangan dari celah; setelah itu, dia bisa melihat.

Dia melihatnya.

“Aah......gu......ah......aah......!”

Menggigit giginya, tapi itu pun tangisannya tidak berhenti. Karena tak ada lagi yang bisa dipegangi, dia memeluk bantal di tangannya.

Tokisaki Kurumi menangis.

Bagi Empty, ini seperti kejutan ketika dunia memutar kepalanya.

Dia akan tersenyum, marah, dan terkadang menunjukkan ekspresi sadis.

Namun, dia seharusnya tak menangis. Memang meskipun ada air mata karena tertawa berlebihan, dengan tingkat kesedihan dan air mata yang demikian, itu benar-benar mustahil.

Empty memiliki kepercayaan memeluk Kurumi di siang hari. Tapi sekarang, pemandangan di depannya telah menghancurkan fantasi ini dengan sempurna.

Air matanya terus mengalir dan tak bisa berhenti. Bibirnya mengeluarkan darah karena digigit dengan keras. Sepertinya, Kurumi sendiri akan mencegah dirinya untuk berhenti.

Kesedihan dan gairah, sesuatu yang bahkan melampaui keputusasaan, baik perasaan positif maupun negatif saling terkait.

Kenapa kamu menangis? Empty tak tahu alasannya. Namun, dia tahu bahwa dia sedangtengah terguncang oleh sesuatu di mana dia tak bisa menampilkan air mata di depan orang lain.

──Jika dipikirkan nanti, ini pasti saat yang tepat.

Bagaimana persepsi tentang dirinya berubah, sampai ketika keputusan akhir dibuat.

Empty meninggalkan tempat itu. Karena Kurumi menggunakan kamar tidur, Empty memutuskan untuk tidur di sofa di ruang tamu.

Menutup kelopak matanya, dia teringat adegan Kurumi yang kejam menembak Nogi Aiai sampai mati dan adegan pertama tangisnya terlihat.

Dengan penampilan yang mana saja, keduanya merupakan bagian dari satu aspek.



Masalah menembak mati seseorang dengan kejam, Empty belum menerimanya.

Tapi, aah, tapi──

Jika air mata itu adalah aspek lain dari dirinya, maka itu benar-benar bukan hanya pertunjukan cuma-cuma yang ditampilkan kepada orang lain.

Meskipun mustahil menerima penembakan itu, meskipun dia menunjukkan ekspresi yang keras, meskipun itu berarti secara publik dinyatakan sebagai umpan.

Terlepas dari semua itu, Empty masih takkan meninggalkan Tokisaki Kurumi.

Dia sudah memutuskan.

Sampai kecemasan yang luar biasa ini dan keinginan yang tak terkendali untuk mencari kebenaran terpenuhi, dia akan menemaninya.

Lebih baik lagi, sebagai hadiahnya sendiri, dia ingin membantunya.

Sambil memikirkan hal yang lancang, Empty tertidur.

 

Pagi selanjutnya.

Empty tersenyum dan menyapa Kurumi setelah dia bangun.

“Selamat pagi, Kurumi-san.”

“......Apa ini?”

Menoleh ke belakang pada ekspresi terkejut Kurumi, Empty tersenyum lagi.

“Karena sudah membantu, aku mencoba membuat roti.”

“Fu......”

“Dan kopi juga. Tentu saja orang Jepang harus minum kopi di pagi hari.”

“......Tidak, aku merasa kamu salah soal ini......”

Sambil berkata begitu, Kurumi menaruh gula di kopinya.

Melihat pandangan itu, Empty menggaruk kepalanya.

“Apa ini aneh? Meskipun kita tak lapar, makan roti masih enak.”

“Kita tak makan roti, melainkan makan ide roti itu sendiri.”

“???”

Kurumi yakin bahwa dia tidak mengerti.

“......Jika Quasi-Spirit tak punya mimpi, mereka takkan bertahan. Ini bukan metafora atau sesuatu, tetapi fakta.”

Perlahan-lahan Kurumi menyatakan fakta yang kejam.

“Banyak gadis yang tersesat ke dunia tetangga ini. Sebagian besar──muncul karena tak punya mimpi. Yah, pada saat itu mau bagaimana lagi.”

“......Kenapa kamu menghilang?”

“Aku tak tahu alasannya. Tapi, dapat dipastikan bahwa kepentingan dan pengaruh relatif tubuh lebih lemah di dunia ini dibandingkan dengan dunia lain. Kamu takkan kelaparan meskipun kamu tak makan. Kamu takkan mati meskipun kamu tak tidur. Kamu takkan jadi tua. Ini bukan lelucon untuk menggambarkannya sebagai pemuda kekal.”

“Pemuda──kekal.”

“Tapi, kalau kamu lama tak melakukan apa-apa, pikiranmu akan terputus. Jadi di sini, pikiran lebih memperhatikan hidup dan mati daripada tubuh. Dan yang paling penting adalah mimpi.”

Aku ingin melakukan sesuatu. Aku ingin melakukan ini. Aku ingin memiliki ini. Aku ingin itu.

Keinginan murni, harapan yang tak bersalah.

Atau, keinginan gelap gulita juga boleh. Dengan ini, hati ingin bergerak maju dan yang menghasilkan keinginan kuat untuk hidup.

Sebaliknya, yang sebaliknya juga benar.

“Sangat mudah untuk tinggal di sini, tapi dunia tetangga tak mentolerir kemalasan seperti itu.”

“Kemalasan──”

Tak ada mimpi, tak ada keinginan kuat untuk hidup, dan perasaan yang puas hanya terus ada.

“Daging akan runtuh dan pikiran akan hancur──menjadi kehadiran yang terisolasi dari orang lain sebelum akhirnya menghilang.

“Ha──ha......”

Memperhatikan masalah serius ini, Empty mengangguk. Sambil mengangguk, rasa gentar mendadak merayap di punggungnya.

“Kupikir itu akan dimulai besok.”

Bisikan pelan itu, dia ingat bahwa dia berkata jika dia tak bertarung, dia akan mati......kembali ke percakapan saat ini, apa itu yang membuat Ibusuki Panie khawatir tentang hal itu?

“──Lihat, tangan kirimu.”

“..................Ah.”

Dia tak bisa bernapas. Rasa aman barusan dicabut. Ya, dia tak punya mimpi.

Dia tak menginginkan mimpi tertentu. Untuk dirinya sendiri tanpa ingatan, ini tak bisa menjadi
pengecualian.

“Aiyaaaaah......!”

Teriakan parau, tangan kiri menjadi transparan. Itu menghilang, keberadaan ini sepertinya menghilang sekarang......!

“Baik. Tenang. Itu hanya tangan kiri.”

“Tapiii! Tapi──!”

“Kembali.”

“Bahkan tangan kiriku menghilang........................tunggu, kembali? Itu kembali!”

Sejenak, tangan kiri yang telah menghilang dengan mudah mendapatkan kembali penampilannya. Hanya untuk memastikan, dia mencoba menutup dan membuka tangannya, persepsi itu cukup jelas. Tapi, setelah beberapa saat, tangan kiri mulai menghilang lagi.

“Jadi, tolong temukan mimpi. Dengan begitu kamu bisa berubah sepenuhnya. Tangan kiri itu juga.”

Meskipun kelihatannya kicauan burung gereja terdengar, pagi itu benar-benar sepi tanpa suara binatang apa pun.

Empty bertanya sambil gemetar.

“......Tanpa ingatan sama sekali? Tanpa mengetahui apa yang kukuasai? Selain itu, di bawah keadaan statusmu dalam berpartisipasi dalam pembunuhan itu? Kamu ingin aku memikirkan mimpi masa depanku?”

Tokisaki Kurumi merespons dengan senyum tertinggi sambil kurang komitmen.

“Iya, iya, itu benar.”

Itu tak masuk akal. Itu benar-benar tak masuk akal. Tapi─tak ada pilihan lain.

“Pada saat permainan pembunuhan ini selesai, Empty-san akan jatuh ke kehampaan. Pada saat itu, aku harap kamu akan menemukan mimpi.”

......Diam.

Untuk sesaat, Tokisaki Kurumi menunjukkan ekspresi buruk yang akan membuat orang lain marah. Tentu saja orang akan tersinggung dengan pernyataan itu.

Tapi tak ada pilihan selain menerimanya. Dia harus bekerja keras.

“......Aku mengerti. Aku akan berusaha keras.”

“Positiflah.”

“Ahahaha. Aku tak bisa melakukannya kecuali aku sudah positif!”

Meskipun itu hanya setengah disiplin diri, sedikit demi sedikit berbagai hal mulai menumpuk di wadah kosong.

Ini tak berarti hanya keputusasaan. Kegembiraan, harapan, dan tentu saja keinginan untuk maju, sedikit dari segalanya masih ada.

“Jadi, Kurumi-san. Ke mana kita pergi hari ini?”

“Benar juga......apa ada sesuatu yang ingin dimiliki Empty-san?”

“Aku ingin kebebasan, ingatan, dan keamanan.”

“Sayangnya, itu tak dijual sama sekali. Apa lagi?”

Tampaknya konsep-konsep itu tak ada di sini. Saat Empty memikirkannya, dia memperhatikan noda di ujung bajunya.

“Ah──......pakaian dan pakaian dalam. Jika aku tak sengaja atau terjebak dalam pertarungan, noda pada pakaian putih ini akan sangat terlihat.”

Karena warnanya putih bersih, noda apa pun akan sangat menarik.

“Kalau pakaianku baik-baik saja, maukah kamu meminjamkan aku punyamu?”

“Eh.”

Berbicara tentang pakaian Kurumi, tentu saja itu adalah gaya Gothic Lolita yang bercahaya dan berkilau.

“......Tidak, itu...terlalu berlebihan, jangan berani, hei, ah, uhh......”

Mungkin puas dengan jawaban yang tak jelas, Empty dengan cepat menyela “tidak mungkin?” saat Kurumi mengangguk kembali.

“Bagaimanapun, mari kita pergi ke pusat perbelanjaan. Pakaian dan pakaian dalam ada di sana.”

“Eh, pusat perbelanjaan? Apa ada hal seperti itu?”

“Ya, dan ada juga tenaga penjual yang menerima tamu.”

“I-Itu luar biasa!” Tapi seorang pegawai toko, kupikir tak ada makhluk hidup lain selain Quasi-Spirit.”

“Ini mirip dengan makhluk seperti robot, jadi tak ada masalah.”

“Dan uangnya──”

“Di dunia ini, uang bahkan tak layak menjadi kertas untuk meledakkan hidungmu.”

“Akhir abad gila!”

Meskipun ingatannya hilang, hanya pengetahuan yang tak biasa terus-menerus mengalir keluar dari Empty seperti aliran berlumpur.
Load comments