Valhalla Saga 25-1

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Episode 25/Chapter 1: Pedang Paul (1)

Apa yang dirasakan Tae Ho pada pelukan Hildegarde yang paling kuat yakni itu menyakitkan.

Dia, yang mengenakan armor yang menutupi dadanya dan bahunya dengan bahan yang sangat keras, tidak kusam. Dia menaruh kekuatan lebih di lengannya merangkul Tae Ho sekali dan kemudian melangkah mundur.

Valkyrie Hildegarde.

Orang yang membawa Tae Ho ke Valhalla.

Dia memiliki rambut hitam dan armor biru yang cocok untuknya. Keceriaannya, yang sedikit berbeda dengan Reginleif, bisa dirasakan dalam ekspresinya dan gerakan kecilnya.

Tae Ho menarik napas untuk saat ini. Saat dia menenangkan hatinya yang terkejut, dia menjadi agak tenang.

Ketika pertama kali memasuki Valhalla, dia sangat ingin bertemu dengan Valkyrie yang sekarang ada di depannya. Di mana tempat ini, kenapa dia datang ke Valhalla, dan bagaimana situasi berubah? Dia tak ingin bertanya tentang satu atau dua hal.

Tapi sekarang berbeda.

Pertanyaan yang dia miliki hampir sepenuhnya sudah terjawab.

Tempat ini adalah Valhalla, tempat jiwa para prajurit hebat berkumpul. Prajurit Valhalla adalah prajurit yang melindungi Asgard dan sembilan dunia dari raksasa dan iblis.

Itu adalah hal yang agak aneh bahwa Tae Ho, yang bukan berasal dari Midgard, dibawa ke sini meskipun itu tidak pernah terjadi sebelumnya.

Dan berdasarkan pengalaman yang dia kumpulkan hingga sekarang, hampir tak ada kemungkinan bagi Valkyrie di depannya untuk memiliki semua jawaban. Karena bukan karena dia membawanya keluar atas kemauannya sendiri.

Tapi tetap saja, Tae Ho bertanya padanya sekali dan mendengar jawaban yang sudah dia harapkan.

“Itu juga pertama kalinya aku membawa seseorang dari dunia lain.”

Metode Valkyrie mengumpulkan jiwa adalah sederhana. Mereka akan menunggu di medan perang tempat mereka ditunjuk dan jika beberapa prajurit mati di sana, dia akan membawa orang-orang yang dia nilai benar untuk memasuki Valhalla atau memenuhi persyaratan, atau membiarkannya.

“Hal yang menentukan medan perang mana yang harus kita tempuh adalah bidang Selestial, raja para Dewa Odin dan Dewi sihir Freya yang diciptakan bersama-sama.”

Dengan kata lain, itu berarti bahwa sudah diputuskan oleh mesin dan tidak dikehendaki oleh seseorang.

Tapi tentu saja, mungkin ada seseorang telah memanipulasi mesin, tapi itu benar-benar sulit dan tidak perlu. Tak ada orang yang akan mendapat keuntungan dari membawa Tae Ho ke Valhalla.

‘Yah, jika memang ada harusnya Idun?’

Ucap Cuchulainn dan Tae Ho mengabaikannya.

Hildegarde terus berbicara.

“Omong-omong, aku sangat senang kita bertemu seperti ini. aku dari legiun Freya.”

“Legiun Freya?”

Dewi cinta dan kecantikan Freya.

Tae Ho telah melihat prajurit dari hampir semua legiun, tetapi dia belum pernah melihat seorang prajurit dari legiun Freya.

Saat Tae Ho memasang wajah terkejut, Siri yang berada di sebelahnya, berkata dengan suara rendah.

“Hampir semua Valkyrie yang mengambil jiwa para prajurit milik Legiun Odin atau Freya.”

Alasannya sederhana. Odin dan Freya adalah yang membuat Valhalla.

“Aku pikir kau akan menjadi prajurit tingkat menengah dalam waktu singkat. Karena kau memiliki kualitas untuk melakukannya. Banggalah pada diri sendiri karena kau adalah jiwa pertama yang kupimpin.”

Hildegarde tertawa ketika dia benar-benar bangga pada dirinya sendiri lalu bertanya sambil memiringkan kepalanya.

“Tapi kau dari legiun Idun?”

“Ya.”

“Luar biasa. Sudah sangat, sangat lama sejak seorang prajurit baru memasuki legiun Idun. Pasti sudah belasan tahun... tidak, pertama kalinya sejak Perang Besar. Aku jelas berpikir bahwa kau akan memasuki legiun Odin atau Freya.”

Dua hal itu membangkitkan minatnya.

Dia memang tahu bahwa ada prajurit pendatang baru yang langka di legiun Idun tapi baginya menjadi yang pertama sejak Perang Besar. Ada kemungkinan Hildegarde salah informasi, tapi terserahlah, tampaknya memang benar bahwa sudah belasan tahun.

“Ketika jiwa-jiwa tidak memiliki Dewa tertentu yang mereka layani, yang menjanjikan biasanya pergi ke legiun Odin atau legiun Freya. Aku tidak pernah bisa membayangkan bahwa kau akan pergi ke legiun Idun. Aku berencana untuk mengajarimu jalan prajurit sendiri jika kau datang ke legiun Freya.”

‘Apa itu sungguh plot Idun?’

Tae Ho mengabaikan ucapan Cuchulainn sekali lagi dan menunjuk ke meja kosong.

“Kenapa kita tidak duduk saja?”

“Itu bagus.”

Hildegarde tertawa dan memimpin, dan Tae Ho mengikutinya. Bracky dan para prajurit memandang Tae Ho, yang telah mencapai tempat untuk minum alkohol dengan Valkyrie, dengan mata diam-diam dan kemudian tersebar. Dan dia tidak tahu mengapa tetapi Siri mengikutinya.

“Ini untuk pengawasan.”

Dia tak tahu untuk siapa atau untuk apa itu tapi Tae Ho tidak membantah untuk saat ini.

Waktu dengan Hildegarde tidak selama yang dia pikirkan. Hildegarde ingin mendengarkan hal-hal yang berkaitan dengan legiun Idun dan dunia yang awalnya Tae Ho hidup tapi dia tidak punya waktu untuk melakukannya. Dia menerima panggilan mendadak dari legiun Freya dan berdiri dari kursinya setelah mengosongkan gelasnya.

“Valkyrie di garis depan selalu yang paling sibuk. Aku akan menunggu hari kita berdiri di medan perang yang sama.”

Hildegarde tersenyum cerah lalu menempatkan bibirnya di dahi Tae Ho.

“Biarkan berkat Freya menemanimu.”

‘Satu berkat lagi dari Valkyrie telah ditambahkan. Senyum muncul di wajah si kolektor Valkyrie, Tae Ho.’

Cuchulainn mengatakan banyak omong kosong hari ini. Tae Ho juga mengabaikannya kali ini lalu menyatakan etiket terhadap Hildegarde dengan memukul dadanya.

Dia tak tahu apakah itu tak terelakkan atau kebetulan, tapi Heda kembali tidak lama setelah Hildegarde pergi. Karena para prajurit Valhalla telah tersebar dan minum di antara mereka sendiri, Tae Ho memilih untuk kembali dengan cepat.

“Aku akan kembali sebentar lagi. Sampai jumpa lagi.”

Siri melambaikan tangannya sambil duduk dan Tae Ho pindah ke dermaga bersama Heda. Dia hanya melihat punggung Heda, yang sedang mempersiapkan kapal kayu seperti biasa, dan berkata dengan santai.

“Um, Heda.”

“Ya?”

“Aku mendengar bahwa sudah puluhan tahun sejak seorang prajurit memasuki legiun Idun.”

Heda tersentak. Tae Ho tertawa tanpa sadar dan mulai bercerita tentang pertemuannya dengan Hildegarde. Lalu Heda cemberut dan berkata.

“Aku bertingkah agak tenang. Sangat memalukan untuk bertindak bersemangat.”

Dia membawa Tae Ho ke legiun Idun seolah-olah tidak ada yang terjadi, tapi sebenarnya, waktu itu Heda sangat bersemangat. Tidak, dia gugup. Dia bahkan menawarinya sebatang rokok yang bahkan dia tidak merokok.

Sebenarnya, itu adalah sesuatu yang hanya bisa dia katakan sekarang tapi dia senang Tae Ho mengatakan dia tidak akan merokok. Dia memang memiliki rokok seandainya seorang prajurit baru masuk tapi dia belum pernah menggunakannya. Ada juga kemungkinan menjadi buruk karena berapa lama itu ada di sana.

Tae Ho hanya melihat Heda yang menyangkal kembali dan tersenyum dan berkata.

“Jadi begitu. Kau menekannya. Kau memaksakan dirimu untuk bertindak tenang.”

Heda merona. Dia menatap Tae Ho dengan mata kesal lalu cemberut lagi.

“Aku, aku bisa bertindak agak keras.”

Selain itu, Tae Ho benar-benar bingung pada hari itu. Jika Heda juga bingung maka kegelisahan Tae Ho akan menjadi lebih besar.

Tae Ho juga tahu kebenaran itu dengan sangat baik. Karena itu dia malah tertawa bukannya menggodanya.

‘Seberapa jauh kau pergi selalu penting.’

Sementara Cuchulainn secara tak terduga mengucapkan beberapa kata yang membantu, waktu mengalir cepat dan mereka bisa segera melihat kediaman tepat di depan mereka. Adenmaha, yang berbentuk ular laut, menyapa Tae Ho dan Heda.

“Kau datang?”

Seekor ular laut yang hanya memunculkan kepalanya di danau berkabut adalah sesuatu yang sangat menakutkan, tapi karena itu Adenmaha, mereka berbicara, mereka tidak memikirkan hal itu sama sekali.

Heda mengikat perahu kayu dan kemudian berkata.

“Sapalah Idun-nim.”

Karena hal pertama yang harus kau lakukan ketika kembali ke kediaman adalah menyapa Idun.

‘Dia merajuk. Kau tidak akan dapat menerima berkatnya untuk sementara waktu.’

Tae Ho menempatkan Gae Bolg di Unnir untuk memblokir suara menggoda Cuchulainn dan berjalan menuju kuil. Begitu dia membuka pintu, ladang hijau menyebar di depan mereka.

“Prajuritku Tae Ho.”

Itu adalah Idun, itu sama seperti biasanya. Begitu Tae Ho mengungkapkan sopan santunnya, Idun berkata lagi.

“Aku senang kamu sehat.”

“Ini berkat berkatmu.”

Idun tersenyum cerah pada jawaban Tae Ho dan kemudian mengulurkan tangannya untuk mengangkatnya.

“Prajuritku Tae Ho. Aku punya banyak hal yang ingin kutunjukkan. Berkatmu, orang-orang percayaku di Midgard bertambah banyak. Selain itu, kau juga harus melihat ini. Sebuah kuil dibangun.”

Saat Idun melambaikan tangannya dengan ringan, dua adegan lingkaran muncul di udara.

“Ini kuilku. Aku bisa melihatnya seperti ini.”

Raja Sven dan penasihatnya Ube terlihat di adegan pertama. Kedua orang itu telah membangun beberapa kuil Idun di beberapa tempat di pulau tersebut, seperti yang mereka janjikan pada Tae Ho.

Di adegan kedua, mereka bisa melihat Helga berdoa. Itu adalah kuil Idun yang didirikan Raja Ivar.

“Prajurit yang memelukku di hati mereka telah meningkat. Apa kau mau mendengarkan suara mereka?”

Saat Idun berbicara dengan penuh semangat, Tae Ho juga menjadi sama bersemangatnya dengan dia. Saat dia mengangguk dengan kencang, Idun tertawa dan melambaikan tangannya lagi. Suara-suara para prajurit terdengar di adegan lain.

“Oh Idun yang gagah dan cantik, beri aku kekuatan dan keberanian.”

“Aku mendengar kisah legiun Idun yang dipenuhi dengan Valkyrie yang cantik. Aku juga ingin pergi ke sana.”

“Aku melihat kapal perompak terbang. Untuk hanya sebagian dari harta yang Idun bisa sebanyak itu. Sungguh luar biasa. Aku yakin itu pasukan hebat bahkan di Valhalla.”

“Ragnar bilang bahwa kau menjual banyak barang.”

Yang terakhir adalah Idun. Sementara Tae Ho berdeham, suara lain terdengar lagi. Itu adalah suara seorang wanita.

“Aku ingin bertemu prajurit Idun yang datang dari Valhalla lagi.”

Itu adalah putri Kataron, Helga. Dia menggambar gambar Tae Ho di kepalanya yang telah menyelamatkannya dan saudara-saudaranya.

“Hmm, jadi begitu.”

Ucap Idun dengan suara samar. Meskipun Tae Ho tidak bisa melihatnya karena cahaya, dia yakin bahwa matanya menatap tajam.

Sementara Tae Ho masih bingung, Idun melambaikan tangannya untuk menghapus semua adegan.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa sampai-sampai aku harus berpikir keras tentang hadiah apa yang harus kuberikan padamu. Jadi, makah kau menunggu sebentar? Aku akan segera menyiapkan sesuatu yang cocok untuk pencapaianmu.”

Bagaimana dia bisa mengatakan tidak dalam situasi ini? Saat Tae Ho menjawab bahwa dia setuju, Idun mengangguk pelan.

“Kita memiliki banyak hal untuk dibicarakan. Meskipun kau ada pertemuan denganku, aku tidak bisa berbicara denganmu karena kau selalu berlatih. Kita harus berbicara tentang ‘prajurit Idun’ yang telah berubah, tapi aku pikir akan lebih baik untuk berbicara dengan Ragnar dan Scathach tentang itu.”

Karena itu terkait dengan saga dan geass.

Idun selesai berbicara dan meraih tangan Tae Ho. Itu benar-benar hangat dan lembut. Itu adalah sensasi yang sama ketika dia terhubung dengan Idun ketika dia menggunakan ‘Prajurit Idun’.

“Tapi...... prajuritku Tae Ho.”

Idun berhenti dan berkata. Ketika Tae Ho memandangnya, Idun mendekati Tae Ho dan berkata.

“Kau menyebut nama Heda di saat yang menentukan kali ini juga.”

Nama yang dipanggil Tae Ho sebelum mengayunkan Pedang cahaya bukan nama Idun tapi Heda.

Saat Tae Ho tersentak, Idun melepaskan tangan Tae Ho dan berbalik.

“Jadi itu masalahnya. Kau memanggil nama Heda meskipun kau terhubung denganku. Itulah yang terjadi.”

Meskipun dia meniru Heda, rasanya seperti ada bilah dalam kata-katanya.

Saat Tae Ho berjuang tanpa bisa menjawab apapun, Idun terkikik seolah-olah itu semua hanya lelucon.

“Seperti yang aku katakan sebelumnya, yang paling penting adalah kamu kembali dengan selamat. Jadi jangan terlalu khawatir. Tapi.... panggil namaku juga. Aku agak kecewa. Paham?”

Bagaimana dia tidak akan memanggilnya ketika sang Dewi memberitahunya seperti itu? Aneh mengatakan bahwa dia mau tetapi dia memutuskan untuk menjawab sesuatu terlebih dahulu.

“Aku juga akan memanggil nama Idun-nim mulai sekarang.”

“Benar, itu sesuatu yang akan dikatakan seorang playboy.”

Sekarang, Tae Ho menjadi yakin bahwa dia sedang menggodanya.

Idun tertawa kali ini juga dan kemudian menenangkan napasnya dan memperbaiki ekspresinya dan menatap Tae Ho.

“Prajuritku Tae Ho. Kau telah melakukannya dengan sangat baik. Aku sangat bangga denganmu.”

Itu hanya beberapa kata, bukan hadiah materi, tapi Tae Ho bisa merasakan perasaan puas mengisi hatinya.

Meskipun bukan karena jumlah prajurit meningkat di legiun Idun atau ada perubahan yang nyata, tapi dia merasa dihargai berdasarkan upayanya.

“Biarkan berkatku menemanimu.”

Idun meletakkan bibirnya di dahi Tae Ho.

 

Keesokan paginya, Tae Ho merasa sangat puas setelah makan makanan yang disiapkan Heda dalam waktu yang sangat lama. Heda juga memiliki ekspresi segar seolah kesungguhannya menghilang dalam sehari.

Ketika Ragnar berada di luar kediaman karena dia memiliki beberapa urusan yang harus diurus, Tae Ho memutuskan untuk pertama-tama membicarakannya dengan Scathach.

Meskipun dia memang memiliki Cuchulainn, dia memiliki hal-hal lain untuk disingkirkan dari geass.

Tubuh Scathach masih tertidur, tapi kesadarannya terjaga. Karena itu, dia dapat mengirim jiwanya ke luar tubuhnya dan berkomunikasi dengan orang-orang di kediaman.

Dibandingkan dengan Rolo, ia tidak terlalu peduli jika pemiliknya kembali dengan selamat, Adenmaha jelas memiliki sisi imut dalam dirinya. Ketika dia mendengar bahwa Tae Ho akan pergi ke Scathach, dia berubah menjadi bentuk Dewi dan mengikuti punggung Tae Ho.

Penginapan Scathach adalah sebuah bangunan yang terbuat dari batu yang terletak di sudut kediaman Idun. Hanya dengan melihatnya membuatmu berpikir tentang sebuah kuil dan tubuh Scathach yang tertidur ada di dalamnya.

“Kekuatan Idun-nim kuat.”

Kata Adenmaha sambil melewati pintu masuk kuil. Itu karena berkat yang dia berikan beberapa kali untuk melindunginya. Mungkin, jumlah berkat akan lebih besar dari jumlah kuil Idun.

Ketika Adenmaha menyentuh lehernya seolah itu mencekik, Tae Ho meraih tangannya dan mengaktifkan ‘orang yang mengendalikan naga’ untuk memperkuat kontrolnya. Baru kemudian Adenmaha mengangguk seolah-olah itu jauh lebih baik.

Meskipun perbedaan status mereka sebagai Dewi jelas dan Adenmaha adalah Dewi dunia lain, dia hanya bisa merasakan sedikit penolakan terhadap kekuatan Idun tapi berkat Tae Ho semua penolakan itu telah menghilang.

Ketika Tae Ho meraih tangan Adenmaha dan memasuki tempat yang dalam, dia bisa melihat tubuh Scathach terbaring di atas altar dan di sebelahnya, jiwa Scathach yang setengah transparan.

“Jadi kau datang Tae Ho. Aku khawatir karena kecepatan kelas melambat.”

Tae Ho tersentak tanpa sadar dan Adenmaha tertawa terbahak-bahak.

“Penting bagi kelas untuk konstan. Karena kau sudah mulai belajar tentang kekuatan Tuatha De Danann, kau harus terus maju.”

‘Itu kata yang tepat.’

Dia tidak bisa mengabaikan kata-kata Cuchulainn kali ini mungkin karena itu benar-benar kata yang tepat.

Tae Ho berdeham beberapa kali untuk mengubah suasana dan kemudian berbicara kepada Scathach.

“Guru, aku memiliki beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu.”

“Jika itu tentang kekuatan yang kau gunakan, Idun-nim juga sangat khawatir. Tapi melihat betapa tenangnya Cuchulainn, sepertinya itu bukan masalah besar.”

Karena efek setelah geass atau pembatasan telah menghilang. Cuchulainn merekomendasikan untuk berbicara tentang saga tingkat legenda ‘Prajurit Idun’ telah menguat dan pembatasannya menghilang lebih dekat ke batas saga daripada geass, sehingga mereka harus membicarakannya ketika Ragnar kembali.

Karena itu Tae Ho mengatakan sesuatu yang terpisah dari ‘Prajurit Idun’.

“Ini benda yang kutemukan di Midgard.”

Apa yang dikeluarkan Tae Ho dari Unnir adalah Liberatus.

Harta karun kerajaan Kataron, yang menyimpan pecahan Gae Bolg. Cuchulainn menebak bahwa orang yang membuat Liberatus adalah seseorang yang bisa menangani kekuatan Erin.

“Ini benar-benar bukan barang biasa. Benda ini dibuat dengan teknik Erin. Ini adalah hasil karya seseorang yang ahli dalam teknik Tuatha De Danann dan juga bangsa Milesia. Tidak, bukan cuma itu. Jika kita berbicara tentang teknik yang membuat objek ini...... maka sepertinya itu menyaingi milikku.”

Tidak mungkin seorang manusia yang lahir di Midgard memiliki kemampuan itu. Itu tentu saja orang selamat dari Erin.

‘Apa maksudmu bahwa keahliannya menyaingi keahlianmu, guru?’

Scathach mengangguk ketika Cuchulainn bertanya dengan suara terkejut.

“Alasan aku bisa membuat Gae Bolg adalah karena aku adalah ratu dari Negeri Kegelapan. Bahkan tidak mudah bagiku untuk membuat sesuatu seperti ini.”

Scathach adalah salah satu penyihir hebat berstatus tinggi bahkan di Erin. Meskipun kemampuannya dalam membuat senjata terbatas, tidak banyak yang memiliki keterampilan yang sebanding dengan miliknya.

“Sayangnya, aku tidak bisa memastikan dari siapa ini berasal. Tapi untungnya, yang membuat ini meninggalkan petunjuk.”

“Petunjuk?”

“Betul. Ada pesan sihir yang tersisa di bagian gagangnya, itu tidak terkait dengan operasi pedang.”

Jika itu adalah sihir pesan, maka sangat mungkin untuk itu menjadi petunjuk. Sesuatu seperti memberitahu mereka lokasinya atau sesuatu yang serupa.

Tae Ho mengagumi dan menoleh untuk melihat pada Adenmaha.

“Apa?”

“Yah, aku bertanya-tanya mengapa kau tidak tahu.”

Dia juga Dewi Tuatha De Danann.

“Kau tidak menunjukkannya padaku!”

“Ah, tidak yah.”

Tae Ho mengerti dan berbalik untuk melihat Scathach lagi, dan dia melihat Adenmaha yang telah menggembungkan pipinya dan tertawa. Lalu dia mengulurkan tangannya ke arah Liberatus.

“Aku akan mengaktifkannya kalau begitu.”

Sihir Tuatha De Danann.

Aliran cahaya muncul dari Liberatus dan sihir pesan diaktifkan.
Load comments