Valhalla Saga 25-2

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Episode 25/Chapter 2: Pedang Paul (2)

Tempat itu adalah garis depan untuk melindungi dunia.

Batas antara Asgard dan dunia dikenal sebagai Erin.

Kau bisa melihat fragmen dunia yang hancur dari luar langit biru. Benua yang hancur, sungai mengering, dan mayat makhluk hidup yang bisa dilihat di dunia itu tidak seomantis pulau terapung.

Bintang-bintang jatuh di langit malam dan jalur api besar, yang tampaknya seperti matahari, bisa dilihat dari jauh. Itu adalah api dari Muspelheim, api yang membakar Erin.

Meskipun seratus tahun telah berlalu sejak Perang Besar, apinya tidak melemah sama sekali. Itu agak tumbuh lebih besar dan mendekati Asgard.

Ragnar Lodbrok.

Raja viking yang hebat berdiri di sebuah benteng yang terbuat dari baja dan memandang ke depannya. Yang abadi dekat dengannya, berbeda dari api yang membakar sebuah dunia. Itu adalah badai salju yang dibuat oleh Raksasa Dingin yang datang dari Jotunheim.

Raja Penyihir Utgard Loki bukan satu-satunya raja raksasa. Raja para Raksasa Dingin, Harmarti, memiliki pasukan yang sangat besar sehingga sulit untuk menghitungnya. Meskipun seratus tahun telah berlalu, tak ada yang tahu kekuatan penuh yang dimiliki Harmarti.

Ragnar menutup matanya sejenak dan menyandarkan telinganya pada bunyi terompet tanduk. Suara itu, yang terdengar dekat, datang dari para prajurit Valhalla.

Yang melindungi garis depan Asgard adalah para prajurit di atas tingkat menengah. Jika mereka tidak ada di sana, maka Harmarti dan pasukannya akan menyerbu Asgard seperti hujan es yang menutupi pantai.

Ragnar membuka matanya dan berbalik untuk melihat bagian atas benteng. Prajurit baja yang tak terhitung jumlahnya berdiri di atasnya seolah-olah mereka adalah bagian dari benteng.

Sebagian besar adalah prajurit tingkat terendah atau tingkat inferior yang telah kehilangan nyawa mereka. Namun tak ada seorang pun di garis depan yang mengabaikan mereka. Karena mereka adalah benteng nyata yang melindungi Asgard. Mereka adalah prajurit hebat yang bangkit setelah mengibaskan kematian.

Ragnar menghela napas. Dia melihat uap putih keluar dari mulutnya dan berbalik. Thor berdiri di tempat itu meskipun suara guntur tidak terdengar.

“Ragnar Lodbrok.”

“Salam untuk Dewa Guntur.”

Ragnar memukul dadanya dua kali. Thor juga melakukan hal yang sama lalu berdiri di sebelah Ragnar.

“Ini adegan penyesalan.”

Kata Thor. Matanya berkeliaran di fragmen Erin yang jauh.

Thor ingat kehancuran Erin. Karena dia melihatnya terbakar dengan matanya sendiri. Dia ada di sana ketika Erin dihancurkan.

Adegan sebuah planet terbakar dan menghilang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Thor tak bisa melupakan kesengsaraan yang dia rasakan sampai sekarang.

Ragnar juga ada di sana. Karena itu dia tahu apa arti kehancuran Erin bagi Thor. Rasa sakit Thor tidak berhenti pada kehancuran Erin.

Ketika Loki mengkhianati Asgard, dia memilih sisi raksasa sambil meninggalkan saudaranya Thor dan Asgard.

Ragnar tersenyum pahit. Itu lebih memilukan dari air mata.

Penderitaan berlanjut bahkan setelah kehancuran Erin. Karena Perang Besar terjadi. Ada banyak kematian dalam perang itu.

Ragnar ingat tragedi yang terjadi dalam legiun Idun. Dia tidak bisa melupakan punggung wanita itu yang meneteskan air mata di depan tumpukan mayat.

Dia menghela napas lagi. Itu disengaja. Thor dan Ragnar mengesampingkan masa lalu dan melihat masa kini.

“Apa prajurit waktu itu berbuat baik?”

“Jika maksudmu tentang Tae Ho, ya, dia baik-baik saja.”

“Aku dengar dia terkenal.”

“Ya, dia akan menjadi kuat.”

Jawab Ragnar segera. Thor memandang Ragnar seolah itu tidak terduga dan kemudian tersenyum.

“Sampai Ragnar yang tak tertandingi mengatakan itu. Sudah lama sekali sejak aku melihatnya.”

“Karena dia seseorang yang akan menjadi sehebat itu.”

Bukan hanya karena saga Tae Ho. Itu adalah kesimpulan Ragnar yang telah melihat prajurit yang tak terhitung jumlahnya dan dirinya yang prajurit hebat telah simpulkan.

Kedua mata Ragnar menyerupai serigala. Thor menghapus senyumnya sejenak dan menatap Ragnar. Dia menarik napas dalam-dalam dan mengangguk.

“Yah, itu mungkin jelas karena dia adalah murid yang tidak lain adalah Ragnar Lodbrok. Aku akan menunggu saat bertarung di medan perang yang sama dengannya.”

Thor selalu tulus. Ragnar menjawab sambil tersenyum. Membicarakan Tae Ho secara detail saat ini sedang tidak perlu.

“Thor, Dewa Guntur yang agung. Aku akan kembali sekarang.”

Dia sudah menyelesaikan urusannya. Alasan mengapa dia tinggal sampai sekarang adalah untuk mengucapkan selamat tinggal pada Thor.

Thor memasang wajah menyesal tapi dia tidak menahannya. Dia dengan ringan menepuk bahu Ragnar untuk mengekspresikan rasa sayangnya padanya dan kemudian memperbaiki postur tubuhnya. Ragnar juga memperbaiki postur tubuhnya dan mengekspresikan etiket.

“Untuk Asgard dan sembilan dunia.”

“Untuk Asgard dan sembilan dunia.”

Ragnar berbalik. Thor memandang punggungnya sejenak dan kemudian juga berbalik lalu melihat ke arah tempat para raksasa berdiri. Dia melihat sisa-sisa Erin.

 

“Apa ini saja?”

“Menurutku begitu.”

Adenmaha melihat pesan yang muncul di udara dan mengerutkan kening, dan Scathach mengangguk dengan tenang.

Tidak ada suara atau kata yang tersisa dalam pesan Liberatus. Hanya ada peta.

“Uh....Nidavellir?”

Dunia para dwarf.

Saat Adenmaha bergumam sambil melihat peta, Tae Ho bertanya sekali lagi.

“Apa kau tahu apa itu?”

“Entahlah? Aku pikir itu seperti peta harta karun.”

Ada lokasi tertentu yang ditandai pada pesan sihir. Tae Ho mengangguk dan Scathach membuka mulutnya.

“Tempat yang terletak di peta adalah tempat yang bahkan tidak sering dikunjungi oleh para dwarf. Itu tempat yang bagus untuk menyembunyikan sesuatu... atau bersembunyi dari seseorang.”

Kata-katanya memiliki kredibilitas karena berasal dari orang yang sebelumnya bersembunyi di Nidavellir.

“Peta harta karun. Itu membuatku bersemangat.”

Kata Adenmaha sambil menatap dengan mata seorang gadis yang sedang bermimpi. Sepertinya dia tiba-tiba menyukai hal-hal ini.

‘Mungkin benar-benar ada harta di sana. Mungkin, yang disebut Paul barangkali memiliki pecahan lain dari Gae Bolg. Dan jika ada warisan dari Erin, kau juga berhak memilikinya, karena kau adalah penerus Erin.’

Kata Cuchulainn dengan tenang. Tae Ho, yang hanya mendengarkan diam-diam, mengangkat tangannya dan bertanya.

“Um, ini agak mendadak tapi bisakah aku mengajukan pertanyaan?”

‘Apa itu?’

“Apakah penerus Erin itu posisi resmi?”

Cuchulainn selalu memberitahunya bahwa warisan Erin adalah miliknya, penerus Erin.

Tae Ho baru saja mendengar kata-kata itu sebagai ‘mereka semua adalah barang tanpa pemilik, jadi sudah jelas bagimu, yang agak terkait, untuk memilikinya’ tapi sekarang setelah dia mendengarnya, sepertinya itu memiliki arti di luar itu.

Cuchulainn memanggil Scathach alih-alih segera menjawab.

‘Guru.’

“Benar, aku akan mengajarimu.”

Scathach dapat mendengarkan suara Cuchulainn meskipun dia tidak meletakkan tangannya pada Gae Bolg. Ketika Scathach melambaikan tangannya, Cuchulainn muncul di sebelah Tae Ho yang mengambil bentuk yang sama dengannya.

“Lebih nyaman berbicara sekarang. Nah, untuk menjawabmu, itu benar. Pengganti Erin adalah kursi yang dipilih dengan adil.”

Cuchulainn berjalan dan berdiri di sebelah Scathach. Karena mereka berdua benar-benar cantik dan tampan, mereka dipandang sebagai pasangan yang agak cocok.

“Kehancuran Erin datang sangat tiba-tiba tapi bukan karena kita tidak punya waktu. Raja-raja Erin menyiapkan penerus Erin kalau-kalau Erin dihancurkan. Karena mereka membutuhkan seseorang untuk memimpin para orang selamat dan membesarkan Erin suatu hari nanti.”

Sederhananya, itu adalah pewaris. Itu biasa terlihat dalam perang.

“Tapi tidak semua raja di Erin yang menyetujui ini. Itu disetujui oleh kekuatan terkuat yang mewakili Erin.”

Cuchulainn berbicara sampai saat itu dan mengulurkan tinjunya sehingga punggung tangannya bisa terlihat.

“Tae Ho, rentangkan kepalan tanganmu.”

Tae Ho juga mengulurkan kepalan tangannya. Lalu kalimat mencolok yang terbuat dari cahaya muncul di atas punggung tangan Tae Ho.

“Itu adalah pesan cahaya yang membuktikan bahwa kau adalah penerus Erin. Itu adalah sesuatu yang awalnya kumiliki.”

Itu adalah kalimat yang pindah ke tangan Tae Ho pada hari Cuchulainn dan Tae Ho melakukan percakapan untuk pertama kalinya.

“Kalimat itu berisi tulisan beberapa raja. Guru, bisakah aku memintamu untuk melakukannya?”

“Baik.”

Scathach menggerakkan tangannya lagi dan kemudian kalimat yang ada di tangan Tae Ho muncul di udara sepuluh kali lebih besar.

Cuchulainn menunjuk beberapa bagian kalimat dan berkata.

“Kalimat Dewa Cahaya Lugh, Raja Tuatha De Danann, pemilik Ksatria Cabang Merah dan rajaku Conchobar mac Nessa dan pemimpin Ksatria Fianna, Fionn mac Cumhaill, kalimat Miev wanita nakal aneh, dan kalimat guru, ratu Negeri Kegelapan.”

Tae Ho tidak begitu tahu tetapi itu berbeda untuk Adenmaha. Dia membuka mulutnya tanpa sadar dan mengagumi. Itu karena mereka benar-benar raja yang mewakili Erin seperti yang dikatakan Cuchulainn.

Apalagi, itu belum berakhir. Cuchulainn menunjuk ke kalimat terakhir dan berkata.

“Itu adalah kalimat Raja Arthur, pemimpin para Ksatria Meja Bundar dan Raja Camelot.”

“Raja Arthur?!”

Saat Tae Ho mengangkat suaranya tanpa sadar, Cuchulainn memiringkan kepalanya.

“Benar, apa kau kenal dia?”

“Yah, sedikit.”

Ada kemungkinan besar bagi Raja Arthur untuk berbeda dengan apa yang dia kenal seperti mitologi Eropa Utara yang dia tahu berbeda dari Asgard. Tapi jantungnya berdetak kencang. Raja Arthur adalah raja legendaris yang bahkan Tae Ho ketahui melalui game, novel, film, dll.

Cuchulainn terus menjelaskan.

“Aku bukan satu-satunya yang menerima kalimat cahaya. Tapi aku adalah satu-satunya yang tetap hidup di antara mereka yang menerimanya. Dan Tae Ho, kau menerimanya dariku. Jadi kau adalah penerus sejati Erin.”

“Jika orang yang menjadikan Liberatus adalah penerus Erin, dia akan mengakui validitas kalimatmu itu.”

Scathach menambahkan. Tae Ho menoleh untuk melihat Adenmaha setelah mengangguk.

“APa kau tahu apa itu?”

“Aku bisa merasakan otoritas yang kuat darinya. Bahkan ada kalimat Dewa Cahaya, Raja Tuatha De Danann di dalamnya.”

“Benar, kan.”

Ras Tuatha De Danann disusun oleh para Dewa. Karena Adenmaha adalah warga negara Tuatha De Danann, jelaslah untuk merasakan otoritas dalam kalimat Dewa Cahaya Lugh.

Dengan alasan yang sama, jika orang yang membuat Liberatus berasal dari kekuatan orang yang mengatur pesan, maka ada kemungkinan besar dia akan mengakui otoritas Tae Ho. Karena Erin adalah dunia di mana otoritas raja diakui, dibandingkan dengan dunia tempat Tae Ho tinggal.

“Omong-omong, kau sedang libur karena ekspedisi, kan? Mari kita cari pembuat Liberatus atau peninggalan Erin.”

“Ini adalah perburuan harta karun.”

Mata Adenmaha bersinar lagi pada kata-kata Cuchulainn.

Scathach menertawakan itu dan terus berbicara dengan Tae Ho.

“Itu ide yang bagus. Tapi ada sesuatu yang perlu kau persiapkan sebelum itu. “

Itu bukan persiapan untuk perburuan harta karun seperti yang dipikirkan Adenmaha.

“Tae Ho, kau seharusnya tahu karena kau menghadapinya sendiri tapi Bress adalah pria yang keras kepala. Kau tidak tahu kapan dia akan menyerangmu lagi. Jadi kita harus bersiap untuk itu.”

Dia sudah menyerang Tae Ho dua kali di Midgard. Selain karena dia telah gagal dua kali, perasaannya yang membenci pasti telah tumbuh lebih besar.

“Kekuatan mistis Tuatha De Danann bukanlah sesuatu yang bisa kau pelajari dalam waktu singkat. Selain itu ada banyak saat aku tidak bersamamu, Tae Ho. Kami tidak bisa terus mengganggu Idun-nim untuk ini juga.”

Mengirim pesan suci setiap hari dan menjaga untuk waktu yang lama bukanlah pekerjaan berat yang normal.

“Pengantarnya panjang. Aku akan memberitahumu kesimpulannya. Berikan Adenmaha padaku.”

Kata Scathach dan Tae Ho berkedip. Setelah beberapa saat hening, Adenmaha berhasil menguasai diri dan berteriak kaget.

“A, apa yang kau bicarakan! Ah, tidak perlu bicara sopan. Apa yang kau bicarakan, dasar penyihir!”

Bagaimana dia sampai pada kesimpulan untuk memberikan Adenmaha padanya berdasarkan apa yang mereka bicarakan sampai sekarang?

Scathach memandang Adenmaha yang marah dan memandang Tae Ho dan menjelaskan.

“Adenmaha mungkin belum dewasa dan lemah, tapi dia masih seorang Dewi Tuatha De Danann. Aku akan mengirimkan kekuatan mistis Tuatha De Danann padanya. Dia akan memiliki banyak waktu untuk belajar karena dia tetap di kediaman dan dibandingkan denganmu Tae Ho, yang harus belajar beberapa hal pada saat yang sama, Adenmaha hanya harus belajar kekuatan mistik. Karena dia sudah memiliki dasar-dasarnya, dia akan cepat belajar.”

Sederhananya itu adalah pembagian kerja. Adenmaha adalah bagian dari keluarga Tae Ho dan dia bisa memanggilnya kapan saja dia mau.

“Tae Ho, kau harus terus mempelajari kekuatan mistik seperti yang sedang kau lakukan sekarang. Aku akan mengajari Adenmaha dan kemudian dia bisa mengajarimu nanti.”

“Aku mengerti. Aku akan meninggalkan Adenmaha dalam penjagaanmu.”

“Benar.”

“Hei, yang akan belajar adalah aku.”

Ketika Adenmaha, orang yang mereka bicarakan, dikecualikan dia berbicara dengan wajah jelek tapi Tae Ho hanya mengayunkan tangannya dengan ringan.

“Perkelahian.”

Mata Adenmaha menjadi lebih tajam. Scathach menertawakan itu, tapi dia segera memperbaiki ekspresinya dan berkata.

“Tae Ho, aku masih belum selesai berbicara.”

Scathach menoleh untuk melihat Cuchulainn yang berada tepat di sebelahnya dan berkata.

“Cuchulainn, aku hampir tidak tahu apa yang kau pikirkan. Tapi menurutku, kurasa sudah waktunya.”

“Aku juga berpikiran sama. Dan aku pikir aku kira-kira tahu bakatnya.”

“Benar, cukup dengan itu. Mulai kirimkan dia kekuatan.”

Mereka berbicara berdua saja sekali lagi. Tae Ho, yang mendengarkan, bertanya.

“Mengirim kekuatan….Apa maksudnya geass?”

Karena dia mengetahui bahwa kekuatan Erin yang sebanding dengan Asgard adalah geass.

Tetapi Cuchulainn dan Scathach menggelengkan kepala mereka hampir bersamaan.

“Itu bukan geass.”

Sama seperti Asgard tidak hanya memiliki saga, Erin juga tidak hanya memiliki geass.

Cuchulainn mengamati Tae Ho dan menunggu waktu yang tepat persis seperti apa yang dia katakan dengan Scathach. Dan dia menilai itu adalah waktu yang tepat.

“Aku butuh sedikit waktu setelah mengamati bagaimana kau bertarung dan membuat keputusan. Karena kau adalah prajurit Valhalla sebelum menjadi prajurit Erin. Kalau kau mempelajari beberapa kekuatan, kau mungkin tidak dapat mencerna semuanya dan akan menjadi lebih lemah. Tapi sekarang saatnya. Ini juga akan membantumu memahami atribut yang sedang kau pelajari saat ini.”

Apa yang dijanjikan Cuchulainn pertama kali.

Warisan ras manusia yang kuat yang mengalahkan Tuatha De Danann dan para fomoire dan memerintah tertinggi di Erin.

“Itu kekuatan Milesia.”

Sebuah kalimat cahaya baru muncul di tangan Cuchulainn.
Load comments