Back to top

Valhalla Saga 25-4

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Episode 25/Chapter 4: Pedang Paul (4)

Sehari telah berlalu.

Setelah melewati pintu ruang dan tiba di Nidavellir, Tae Ho menarik napas dalam-dalam dan meletakkan orang yang dibawanya di punggungnya. Dia sangat besar dan tinggi sehingga kakinya menyeret bahkan ketika Tae Ho membawanya.

“Bracky, Bracky. Kami tiba. Bangun.”

Dia mengguncangnya cukup kuat tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda bangun. Siri, yang menemani Tae Ho, meraih botol air yang dibawanya.

Efeknya langsung terasa. Begitu dia menuangkannya ke wajahnya, Bracky membuka matanya dan bangun.

“Huk! Di mana kita?”

Bracky hanya mengangkat bagian atas tubuhnya dan bertanya. Tempat itu gelap, dingin, dan lembab.

Tae Ho menghela napas seolah dia tahu ini akan terjadi.

“Nidavellir. Kau bilang kau mau pergi bersama kami.”

“Benarkah?”

“Ya, kemarin di bar di Anaheim.”

Meski dia benar-benar mabuk.

Bracky memasang wajah berpikir pada ucapan Tae Ho tapi itu hanya berlangsung sebentar. Bertanya-tanya tentang hal-hal yang tidak berguna seperti ini bukan gayanya.

“Um, yah, kurasa begitu.”

Karena Tae Ho tidak akan berbohong padanya.

Entah dia mabuk atau tidak, Bracky adalah tipe orang yang suka mengucapkan kata-kata.

“Hei, Siri. Kau juga cantik hari ini.”

Kata Bracky sambil tersenyum. Siri tertawa terlepas dari dirinya sendiri, lalu mengangguk dan memukul dadanya.

“Bracky, terima kasih sudah datang di hari liburmu.”

“Hmph, petualangan tanpa akhir adalah hal mendasar bagi raja viking. Aku akan selalu menyambut petualangan di dunia baru. Jadi di mana katamu tadi?”

Jika dia tidak mengatakan kalimat terakhir itu, dia akan sangat keren.

Siri menghela napas dalam-dalam dan kemudian melirik sekelilingnya dan berkata.

“Nidavellir, dunia para dwarf.”

“Oh, kalau begitu ini adalah dunia jauh di bawah tanah yang hanya kudengar dalam cerita. Aku tidak tahu soal permukaan, tapi ini adalah kali pertama aku berada di bawah tanah.”

Bracky tampaknya memahami pemandangan itu ketika dia diberitahu bahwa dia ada di bawah tanah.

Svartalfheim, yang memiliki langit-langit cabang gelap, tapi itu tidak sebanding dengan Nidavellir yang berada di bawah tanah. Jika bukan karena lampu yang dibuat oleh sihir rune Tae Ho, maka mereka bahkan takkan bisa melihat di depan mereka.

Siri menarik udara dingin yang menyerupai udara musim dingin dan kemudian menghembuskan uap putih dan berkata.

“Ini juga kali pertama kami. Sebagai tambahan……..”

“Sebagai tambahan?”

“Aku tidak tahu tentang bergerak sendirian untuk sesaat dalam ekspedisi, tapi ini pertama kalinya aku datang ke tempat sejauh ini tanpa Valkyrie.”

Kelompok yang datang ke ekspedisi ini adalah Siri, Tae Ho, dan Bracky. Tak ada Valkyrie yang akan memimpin mereka.

“Oh, benar juga. Aku agak gelisah.”

Itu juga kali pertama Bracky bergerak tanpa Valkyrie. Tae Ho menyeringai seolah menenangkan kegelisahan Bracky.

“Tidak ada Valkyrie tapi kita memiliki kapten Siri, jadi jangan khawatir.”

“Itu juga benar.”

“Aku tidak bisa mengerti kalian.”

Yang mengerti dan tertawa adalah Bracky dan yang mengerutkan kening adalah Siri.

Bracky hanya tertawa terbahak-bahak alih-alih menjelaskan dan kemudian bangkit sepenuhnya.

“Tapi apa yang akan kita lakukan di sini? Aku pasti sudah setuju bahkan sebelum bertanya apa yang akan kita lakukan, kan?”

Dia benar. Bracky setuju begitu mereka menyuruhnya menemani mereka.

Tae Ho tersenyum pahit ketika dia ingat bahwa dia mengatakan beberapa kata-kata murahan seperti ‘jika itu dengan kalian bahkan tidak menyebutkan Niflheim, aku bahkan akan pergi ke istana Hela sebanyak yang kau mau’ setelah itu lalu membuka Unnir. Itu untuk mengambil Liberatus.

“Kau ingat ini di istana Kataron, kan?”

“Benar, itu pengalaman yang sangat menyakitkan bagiku.”

Karena dia jatuh dalam utang karena kalah dari Siri.

Bracky menurunkan bahunya seolah-olah dia mengalami depresi. Jika bukan karena taruhan itu, dia bisa bermain dan menikmati lebih banyak di Anaheim.

Tae Ho merasa bahwa dia akan semakin tertekan jika dia meninggalkannya sendirian sehingga dia berkata dengan cepat.

“Omong-omong, Paul yang konon membuat pedang ini meninggalkan peta di dalamnya. Dan itu sebabnya kita datang ke sini.”

“Oh. Aku mengerti. Setelah meninggalkan peta memberitahumu bahwa kau harus menemukannya. Persis seperti bagaimana seorang wanita membuatmu tersenyum.”

Bracky tertawa dan mengedipkan mata ke arah Siri, dan dia menerimanya dengan wajah diam.

“Ayo pergi.”

Karena tempat yang ditunjuk peta cukup jauh dari tempat ini.

Kelompok Tae Ho memutuskan untuk bergerak lebih dekat ke sungai yang mengalir di sebelah mereka alih-alih mengunjungi desa dwarf yang berada di dekat pintu ruang. Itu adalah sungai yang dibuat dengan semua air yang terkumpul, tapi sedingin es.

Saat Tae Ho mengeluarkan Scuabtuinne dari Unnir dan melemparkannya, perahu yang seukuran mainan itu menjadi segera seperti perahu sungguhan.

Tae Ho kemudian memanggil Adenmaha. Ada dua alasan mengapa dia memanggilnya melalui batu panggil alih-alih bepergian bersama. Pertama, Adenamaha sedang belajar dengan Scathach dan yang lainnya adalah dia bisa mengingatnya jika mereka berada dalam situasi yang mendesak.

Tae Ho telah menyelamatkan Adenmaha dan Rolo dengan mengembalikan mereka ketika mereka dalam bahaya dalam pertempuran di Midgard. Mampu melepaskan diri dari medan perang kapanpun kau inginkan adalah poin yang sangat kuat.

Scuabtuinne adalah kapal yang dapat menavigasi sendiri dan meskipun Bracky adalah seorang pelaut yang berpengalaman, ini adalah sungai Nidavellir yang ia rasakan untuk pertama kalinya. Jika mereka bersama Adenmaha, yang bisa mengendalikan air, maka mereka bisa bersantai walaupun mereka berlayar di tempat yang tidak dikenal.

“Sungguh menyeramkan.”

Walaupun Nidavellir sudah dingin, tapi karena sungai itu juga dingin, hawa dingin adalah sesuatu yang cukup. Selain itu, karena lingkungan mereka benar-benar hitam, mereka merasa lebih dingin.

“Haruskah aku meneranginya sedikit lagi?”

Tae Ho melihat bola cahaya yang telah ia buat dengan sihir runenya dan kemudian Adenmaha, yang berada di sebelahnya, meraih tangannya.

“Jangan.”

“Kenapa?”

Atas pertanyaan Tae Ho, Adenmaha tersentak sejenak dan kemudian memeriksa sekelilingnya dan berbisik di telinganya.

“Menurutku akan lebih menakutkan jika kita bisa melihat dengan lebih jelas.”

Karena dia tak tahu apa yang ada dalam kegelapan. Dan di bawah tanah, ada banyak serangga yang tampak mengerikan.

Meskipun dia berbisik pelan, karena lingkungan mereka benar-benar sunyi, Siri dan Bracky akhirnya mendengar apa yang dikatakannya. Siri menutup mulutnya, tapi sepertinya dia setuju dengannya.

Namun kegelapan itu juga mengancam. Karena mereka mungkin sesuatu yang mengamati mereka dari tempat yang tak bisa mereka lihat.

Karena itu Tae Ho pertama-tama mengaktifkan ‘mata naga’. Walaupun dia tidak bisa melihat, dia bisa membedakan warna kata-kata itu.

Dan beberapa detik kemudian.

Tae Ho tersenyum sedih dan menelan ludah kering dan Adenmaha bertanya dengan cepat dengan wajah pucat.

“Kenapa? Kau melihat sesuatu? Apa ada hal aneh?”

Sepertinya dia cukup terkejut sehingga penggunaan kata-katanya yang sopan benar-benar alami. Tae Ho tersenyum sekali lagi lalu menghapus hal-hal yang telah dilihatnya dari benaknya. Ada banyak serangga di lantai dan juga di langit-langit dan dinding.

“Uh, ya. Mari kita cerahkan sedikit.”

Sampai-sampai mereka tidak bisa melihat langit-langit.

Siri sedikit meningkatkan kecepatan Scuabtuinne sementara Adenmaha menjerit dan memasang wajah berkaca-kaca.

 

Meskipun bergerak melalui sungai itu cukup menyeramkan, itu benar-benar nyaman. Kelompok Tae Ho tiba tujuan mereka hanya dalam dua hari dan pergi ke desa yang ditandai pada peta setelah menyimpan Scuabtuinne.

Nidavellir adalah tempat yang bisa kau gambarkan sebagai tempat buatan bawah tanah. Tempat di mana langit-langit rendah hanya 2 meter tapi di tempat-tempat tinggi, mencapai puluhan meter.

Lantai, dinding, dan langit-langit adalah batu yang keras dan halus pada saat yang bersamaan dan karena sinar matahari tidak memasuki tempat ini, semua di sekitarnya terasa dingin.

Desa dwarf yang dibangun di tempat yang tingginya sepuluh meter, bagian depannya diblokir dengan dinding batu besar. kau bisa merasakan sisa-sisa manusia di sekitarnya, tapi perbedaan terbesarnya yakni keberadaan cahaya.

Perhiasan yang diukir di langit-langit memancarkan cahaya redup seperti bulan atau bintang-bintang di malam hari. Berkat itu mereka dapat melihat dengan jelas di sekitar mereka bahkan tanpa bantuan bola cahaya.

“Indah.”

Siri memandangi perhiasan yang diukir di langit-langit dan berkata dengan suara nyaring di depan gerbang desa.

“Kami adalah prajurit Valhalla. Ada sesuatu yang ingin kami tanyakan. “

Itu karena dia merasakan ada dwarf di balik tembok. Setelah itu, seorang dwarf mengulurkan kepalanya ke tembok dan berkata dengan cepat setelah memeriksa Siri, Tae Ho, dan Bracky.

“Tunggu sebentar. Tetua akan segera datang.”

Matanya ragu apakah mereka benar-benar prajurit Valhalla tapi Siri hanya menerima tatapannya tanpa merasa tidak nyaman.

Dan setelah beberapa waktu berlalu, gerbang terbuka dan dwarf dengan janggut putih dingin dan beberapa dwarf muda dengan tubuh yang baik muncul.

“Aku adalah tetua di desa ini, Gordon. Kenapa kalian datang ke tempat ini prajurit Valhalla?”

Tetua dwarf, Gordo, berbicara dengan nada waspada tapi sepertinya dia menghindari kelompok Tae Ho. Mereka merasa seperti sedang menjalani beberapa prosedur.

“Kami adalah prajurit tingkat menengah Valhalla, Siri, Bracky, dan Tae Ho.”

Siri memukul dadanya dua kali dan kemudian langsung ke poinnya.

“Kami datang ke tempat ini untuk mencari yang bernama Paul. Apa kau tahu tentang dia?”

“Bisakah kau memberitahuku kenapa kau datang mencarinya?”

Gordon segera bertanya. Siri menoleh untuk melihat Tae Ho dan dia mengeluarkan Liberatus dari Unnir.

“Ini pedang yang dibuat oleh Paul. Ada peta di sana dan tempat ini muncul.”

Bukan hanya Gordon tapi para dwarf lain yang bersamanya juga menunjukkan minat pada Liberatus. Sepertinya mereka memiliki cara untuk mengenalinya sebagaimana hanya ahli yang bisa, tapi beberapa dari mereka mengeluarkan tanda seru meskipun mereka melihatnya dari jauh.

“Jadi begitu. Sepertinya ceritanya akan menjadi panjang, apa kalian keberatan jika kita berganti tempat?”

“Ini negerimu jadi kami akan mengikuti kehendakmu.”

Mendengar jawaban Siri, Gordon dan para dwarf tersenyum puas. Sepertinya mereka senang Siri menghargai mereka.

“Dia bisa diandalkan seperti Valkyrie.”

Bracky bergumam dengan suara rendah dan para dwarf mulai memimpin mereka. Ada beberapa rumah yang saling terhubung dan mereka menyerupai stalaktit dan bebatuan yang dipahat dengan tetesan air sangat lama.

Rumah tetua Gordon sangat besar, dan bagian dalamnya seterang pagi hari berkat permata besar yang menempel di langit-langit.

“Kami suka sedikit lebih gelap tapi itu harus cocok untukmu.”

“Terima kasih atas pertimbanganmu.”

Gordon mengangguk beberapa kali pada jawaban Siri dan kemudian menawarkan tempat duduk kepada kelompok itu. Karena kursi dwarf sangat kecil, kelompok itu harus duduk di tanah dengan bantal.

Kata Gordon segera.

“Sudah 30 tahun sejak Paul mengunjungi desa ini. Aku berbicara waktu ketika aku hanya memiliki dua kerutan di dahiku.”

Belum 20 tahun sejak Paul mendirikan Kataron sehingga mungkin ada lebih banyak tempat yang ia kunjungi pada waktu itu.

Gordon memejamkan mata seolah-olah dia mengingat masa lalu.

“Dia dengan santai muncul suatu hari dan mengalahkan iblis yang telah mendorong desa ke jurang kehancuran. Dia adalah seorang pria dengan banyak keterampilan. Dia membantu pemulihan desa melalui penggunaan beberapa sihir dan kekuatan mistis dan ketika desa menjadi stabil dia menghilang secara mendadak, sama seperti ketika dia pertama kali muncul.”

Itu mirip dengan Kataron. Karena itu, Tae Ho menunggu kata-kata Gordon dan Gordon mengatakan kata-kata yang ditunggu Tae Ho.

“Tapi dia tidak pergi sendirian. Dia menancapkan pedang yang dibuat dengan girder di tempat dia mengalahkan iblis itu dan menghilang.”

“Ohh! Girder!”

Bracky berseru saat itu. Mata Gordon melebar dan berkata.

“Oh, kau tahu soal girder? Tentu saja, prajurit tingkat menengah Valhalla. Benar-benar berpengetahuan!”

Melihat wajah Gordon, sepertinya dia benar-benar terkejut. Tapi Siri dan Tae Ho memasang ekspresi malu dan Bracky memberikan jawaban yang diharapkan Tae Ho.

“Tidak, aku tidak tahu. Apa itu girder?”

“Aku mengatakan ini untuk berjaga-jaga, tapi tidak semua prajurit Valhalla seperti ini.”

Kata Siri dengan suara rendah tapi ragu apakah kata-katanya cukup meyakinkan.

Gordon menjawab dengan wajah astringen.

“Girder adalah logam mistis dan magis. Benda yang dibuat dengan girder dapat menyimpan kekuatan sihir atau kekuatan kehidupan di dalamnya dan bisa menekannya.”

“Apa pedang ini juga dibuat dengan girder?”

Tae Ho mengulurkan Liberatus lagi. Dan kemudian Gordon mengendus dan berkata.

“Yah, aku memang mencium bau girder di dalamnya.”

Tae Ho juga mengendus tapi hanya memutuskan bahwa dia benar. Karena atribut dari semua ras berbeda, ia berpikir bahwa ada sesuatu yang hanya bisa dicium oleh para dwarf.

Siri bertanya pada Gordon lagi.

“Bisakah kau memberitahu kami di mana pedang itu berada?”

Berdasarkan cerita sampai sekarang, itu adalah benda yang sebanding dengan harta karun desa.

Dan untungnya, Gordon mengangguk.

“Baiklah. Pertama-tama, Paul meninggalkan peta untuk tempat ini karena suatu alasan. Selain itu, bukankah kau prajurit Valhalla? Kau adalah eksistensi yang paling bisa diandalkan di Asgard.”

Gordon meninggalkan desa.

Tempat pedang itu berada tidak jauh dari desa. Setelah berjalan sekitar tiga puluh menit dengan langkah-langkah lambat Gordon, tempat yang jauh lebih besar dari apa yang mereka lihat sampai saat ini muncul, dan ada batu besar yang bergelombang di tengah-tengah tempat itu seperti gunung.

‘Kata-kata berwarna pelangi.’

Dia bisa melihat kata-kata berwarna pelangi di atas pedang tersangkut di batu. Ketika dia semakin dekat dengannya dia bisa melihat bahwa itu jauh lebih besar daripada Liberatus.

‘Daripada pedang, itu terlihat seperti pentungan.’

Tae Ho menyetujui kata-kata Cuchulainn. Itu adalah senjata yang seharusnya lebih disebut tombak untuk tombak penyerbu.

[Prototipe Liberatus]

Tae Ho membaca kata-kata berwarna pelangi di dalam dan mendekati batu. Tapi Bracky melangkah di depannya dan berkata.

“Bisakah aku mencoba dulu?”

Sepertinya dia ingat apa yang terjadi di Kataron. Tae Ho ragu-ragu sejenak tetapi kemudian mengangguk.

“Sesuai keinginanmu.”

“Aku akan menariknya kali ini.”

Bracky menyeringai, lalu berlari dan meraih pedang dengan kedua tangannya. Cuchulainn mendecakkan lidahnya.

‘Tidak ada gunanya. Tak seorang pun selain penerus Erin yang bisa menariknya.’

Ketika dia berbicara seperti itu. Meskipun pedang tidak ditarik keluar, itu bergerak sedikit dan batu itu bergetar. Itu adalah kekuatan luar biasa dari Bracky.

“Kuho.”

Tapi dia masih belum bisa mencabutnya. Ketika Bracky terengah-engah dan melangkah mundur, Cuchulainn merasa lega dan Tae Ho buru-buru melangkah di depan.

“Aku akan coba sekarang.”

Saat Bracky terengah-engah dan mengangguk, Tae Ho meraih gagang pedang. Dan kemudian kalimat bangsa Milesia muncul di atas tangan Tae Ho dan dapat ditarik keluar dengan mudah.

“Kugh! Aku hampir memilikinya!”

“Kurasa bukan itu masalahnya.”

Kata Siri dengan suara rendah di sebelah Bracky dan Tae Ho memeriksa pedang yang telah dicabutnya. Itu sangat besar sehingga bilahnya panjangnya sekitar 2 meter.

‘Itu memiliki struktur yang sama dengan Liberatus. Ada benda yang tersembunyi di dalamnya.’

Itu sama dengan Kataron. Kata-kata berwarna pelangi pasti milik item di dalamnya daripada pedang ini.

Apa yang ada di dalam?

Mungkinkah itu juga merupakan pecahan dari Gae Bolg?

Tae Ho mulai membaca mantra pelepasan yang ia pelajari dari Scathach. Lalu pedang itu terbelah dua dan senjata di dalamnya muncul.

Itu adalah pedang yang terlihat sangat aneh. Pedang dengan warna kusam memiliki bentuk segitiga yang menjadi sempit saat mencapai puncak dan ada satu pegangan lagi yang bisa kau ambil di sebelah gagang seperti dayung perahu.

Cuchulainn menarik napas dan tidak bisa mengatakan apa-apa untuk sesaat. Itu bukan karena dia juga melihat kata-kata berwarna pelangi seperti Tae Ho.

Itu karena dia tahu nama pedang ini. Dia bahkan menghadapinya beberapa kali.

‘Caladbolg.’

Pedang musuh dan pembunuh Cuchulainn, Fergus mac Roich.

Kilat yang kuat dan serangan kuat yang bahkan bisa menghancurkan gunung.

Pada saat Erin dihancurkan, Fergus mac Roich kehilangan nyawanya. Pedangnya dan semua benda miliknya lenyap di bawah api Sutr.

Pecahan pedang tak dikenal bergetar. Tae Ho menarik napas dalam-dalam dan meraih Caladbolg. Kalimat bangsa Milesia bersinar sekali lagi dan Tae Ho bisa merasakannya.

Itu asli. Pedang ini benar-benar Caladbolg, pedang yang digunakan pahlawan yang digunakan Fergus mac Roich.

Siri menelan ludah kering tanpa sadar. Gordon menghela napas kagum beberapa kali dan Bracky menoleh untuk melihat ke tanah.

Getaran bisa dirasakan. Awalnya kecil tapi menjadi lebih besar. Tanah bahkan mulai berpisah.

Bracky bangkit dari tempatnya dan meraih Gordon dan memegangnya di samping dengan satu tangan.

Itu bukan gempa biasa. Getaran hanya terjadi di tempat ini dan bukan di seluruh tanah.

Tae Ho, yang melihat pedang itu, mengangkat kepalanya. Sebuah kalimat yang terbuat dari cahaya muncul di atas kata-kata berwarna pelangi. Itu adalah kalimat yang bisa dibaca semua orang.

 

Yang memiliki kualifikasi, aku akan memintamu untuk menyelesaikan apa yang tidak bisa kulakukan.

Aku harap kau tiba sebelum segelnya hilang.

Selesai.

 

Apa yang tidak bisa dia lakukan.

“Dia datang! Dia datang! Dia datang!”

Teriak Gordon dengan suara takut. Siri bisa merasakannya. Paul tidak bisa sepenuhnya mengalahkan iblis itu. Dia hanya menyegelnya.

Dan pada saat ini, segel itu terlepas. Karena pedang, itulah kunci menuju segel, ditarik keluar.

Tanah berguncang dan iblis menembus tanah yang terbelah dan muncul. Itu adalah ular besar yang memiliki tubuh batu. Hanya dengan melihat bagian yang naik ke permukaan, sepertinya jauh lebih besar dari Adenmaha.

Ia memelototi kelompok itu dengan mata merahnya. Gordon menjerit dan Siri menghela napas tenang dan mengeluarkan pedangnya. Braky tertawa dan kemudian memegang palu.

Tae Ho mengembalikan prototipe Liberatus ke Unnir dan kemudian mencengkeram Caladbolg. Ia berbicara kepadanya melalui kalimat bangsa Milesia. Bagaimana dia harus menggunakannya, apa yang harus dia lakukan untuk mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya.

[Saga: Orang yang mengendalikan angin kencang dan guntur]

Guntur yang muncul di tangan Tae Ho ditransmisikan ke Caladbolg. Itu menutupi pedang dan meledak.

Caladbolg, pedang guntur.

Suara guntur mengumumkan dimulainya pertarungan.