Back to top

Valhalla Saga 26-2

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Episode 26/Chapter 2: Tanah Pertempuran Sengit (2)

Tempat di mana Bifrost meluas bukan Kataron atau Radetza.

Tangga pelangi terhubung ke sebuah pulau yang indah di tengah danau. Danau itu besar, cukup besar untuk dikira lautan.

“Prajurit, aku menyambut kalian.”

Yang menunggu kedatangan mereka, ujung tangga tidak lain adalah Valkyrie Rasgrid. Sama seperti Ingrid, ia mengenakan jubah seremonial yang layak. Di belakangnya adalah para prajurit Valhalla bersama beberapa orang yang mengenakan pakaian yang dipahat dari bulu binatang.

“Valkyrie Rasgrid, aku berterima kasih atas kedatanganmu untuk menyambut kami.”

Ingrid memukul dadanya, dan Rasgrid melakukan hal yang sama.

“Untuk Asgard, dan Sembilan Dunia.”

Ketika kedua Valkyrie tersenyum, mata mereka hampir sama, para prajurit Valhalla di belakang Rasgrid menyambut kelompok Tae Ho menggunakan formalitas mereka sendiri.

“Ini adalah kuil Danau Elidi. Aku pernah berkunjung di sini ketika aku masih hidup. Mereka datang untuk menanyakan apakah aku benar-benar putra Thor.”

Bracky melihat sekelilingnya dan berbicara dengan suara yang dipenuhi dengan kesedihan dan kenangan. Ketika Tae Ho mengangguk, tak yakin apa yang dia maksud, Siri berbisik dengan suara rendah dari sampingnya.

“Ini yang kau sebut Pantheon. Itu adalah kuil yang memuja beberapa Dewa Asgard secara bersamaan. Itu adalah salah satu tempat terkenal Midgard.”

Tae Ho langsung mengerti. Sepertinya yang mengenakan pakaian bulu adalah penyembah yang taat.

Rasgrid menyelesaikan sapaannya dengan Ingrid dan kemudian mendekati Tae Ho dan Siri dengan senyum aneh.

“Kalian juga datang. Sekarang kita bisa melanjutkan pelajaran kita lagi.”

Tae Ho dan Siri tersentak pada saat bersamaan. Suara dari ucapannya tidak sesuai dengan julukan ‘Putri Es’.

“Setengahnya lelucon.”

Itu akan jauh lebih baik sebagai lelucon penuh.

Sementara Tae Ho dan Siri menghindari matanya, Rasgrid mengamati langit di atas para prajurit dan kemudian berbicara, wajahnya berubah serius.

“Tempat ini sedang mengumpulkan informasi mengenai pecahan jiwa Garmr. Seiring keadaan, pecahan jiwa Garmr ditemukan di lokasi lain. Manusia dari beberapa daerah Midgard memberikan kita bantuan.”

Baik di darat atau di air, Danau Elidi adalah daerah yang berkembang dengan baik, sangat padat.

Selain itu, karena asal-usul bangsa Asgard mereka, baik prajurit Valhalla dan Valkyrie tidak bisa tinggal di desa-desa atau kota-kota Midgard selamanya. Tinggal untuk waktu yang singkat dapat diterima, tapi tinggal jangka panjang mengharuskan perubahan lokasi ke kuil.

“Kalian harus istirahat sekarang.”

Rasgrid mengucapkan ini sebelum pergi, dan para penyembah yang mengenakan pakaian bulu mendekat dan membawa mereka ke kamar mereka. Seperti di Radetza, ada kamar yang disiapkan untuk setiap prajurit.

Meskipun kamar Tae Ho tidak besar, itu bagus dan nyaman. Bukan itu yang mungkin diharapkan seseorang dari sebuah kamar di sebuah kuil.

Tae Ho mengeluarkan barang bawaannya dan pergi keluar. Tampaknya kedatangan mereka sudah satu jam lalu, karena matahari sudah mulai terbenam. Para prajurit sudah muncul dari kamar mereka sedang duduk di sekitar api unggun dan menikmati persediaan alkohol dan makanan.

“Apa yang kalian bicarakan?”

Ketika dia duduk di sebelah Siri, seorang prajurit mengangkat cangkirnya yang diukir dari tanduk dan menjawab

“Soal mengapa kita bertarung-”

“Meskipun jawabannya sudah jelas.”

Ketika kedua prajurit itu berbicara di waktu yang hampir bersamaan, mereka berbalik untuk saling memandang dengan terkejut. Bersamaan, mereka memukul dada mereka dua kali seolah-olah telah berjanji sebelumnya dan berteriak.

“Untuk Asgard dan Sembilan Dunia!”

Tawa yang jelas mengikuti.

Untuk Asgard dan Sembilan Dunia. Untuk melindungi Midgard dan sisanya dari para raksasa.

Para prajurit itu sesegar dan secerah biasanya. Tae Ho juga tertawa tanpa sadar dan melirik Siri di sampingnya. Pipi putihnya memerah karena api, dan dia tersenyum cerah.

“Sepertinya kau dalam suasana hati yang baik.”

Ketika dia berbicara dengan suara pelan, Siri mengangguk sebagai jawaban.

“Bekerja bersama prajurit Valhalla selalu merupakan situasi yang menggembirakan. Aku pikir aku sudah mengatakan ini padamu... tapi aku seorang prajurit Valhalla dan aku benar-benar menikmati gaya hidupku saat ini. Aku berjuang untuk menjadi lebih kuat demi semua orang dan untuk melindungi rekan-rekanku... Tidak ada kecemburuan atau keirian di sini. Kita semua saling menghargai. Ini hal yang luar biasa.”

Dia telah mendengar sebelumnya di tempat terpencil yang bisa disebut sebagai jejak Perang Besar.

Suara Siri yang berisi perasaan aslinya benar-benar tenang, tapi para prajurit Valhalla tetap mendengarkannya. Mereka berhenti tertawa dan semua membuka mata lebar-lebar.

Huk! Siri! Jadi kau menyukai kami!”

“Dan kami bahkan tidak tahu itu!”

“Kami juga- Tidak, aku juga menyukaimu, Siri! Sini kupeluk! Aku mesti berpelukan dengan namamu!”

Orang yang membuka lengannya adalah Bracky. Siri mengenakan mata dingin yang sama dengan yang dikenakannya di medan perang dan merespons.

“Aku mulai lebih membencimu sekarang.”

Bracky mengempis seperti balon dan para prajurit Valhalla tertawa terbahak-bahak.

Salah satu prajurit mengosongkan cangkirnya dan berbicara.

“Memang benar bahwa kita bertarung untuk Asgard dan Sembilan Dunia, tapi aku juga bertarung untuk menjadi lebih kuat. Sungguh luar biasa bahwa kalian bisa menjadi lebih kuat setiap kali kalian bertarung, benar kan?”

Para prajurit setuju dan kemudian yang lain, berwajah merah berdiri dan berkata-

“Kau tahu, aku berencana untuk menembak Valkyrie dari legiunku setelah ekspedisi ini.”

“Um, benar... Oke. Semangat! Jangan putus asa. Valkyrie bukan satu-satunya gadis di dunia. Hari yang cerah akan segera datang.”

Para prajurit mengangguk setengah hati dan menghiburnya.

Dan mereka minum berapa banyak cangkir?

Setelah Tae Ho mabuk sampai merasa puas, dia kembali ke kamarnya dan bersandar di tempat tidurnya.

“Untuk Asgard dan Sembilan Dunia...”

Itu adalah moto para prajurit, alasan mengapa mereka bertarung.

Tae Ho juga merasakan hal yang sama, karena tempat kelahiran Tae Ho juga termasuk di antara Sembilan Dunia.

Tidak, itu belum semuanya.

Midgard. Para prajurit Valhalla. Siri dan Bracky. Semua orang yang tinggal di kediaman Idun.

Heda dan Idun...

Gagasan untuk melindungi dunia adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dipahami. Tae Ho tidak berdiri di garis depan Asgard yang dibicarakan Ragnar. Dalam pikiran, tidak mudah untuk memahami bahwa dia membantu melindungi Asgard dan Sembilan Dunia.

Akankah hari itu datang?

Akankah dia berdiri di pusat gempa untuk melindungi Asgard dan Sembilan Dunia?

Tae Ho membayangkan pikiran indah saat dia memejamkan mata dan tertidur lelap.

Entah berapa lama....

“Tae Ho, bangun.”

Ada tangan yang mengguncangnya. Tae Ho membuka matanya layaknya seorang prajurit secara insting, bersiap untuk bertarung pada saat itu juga.

“Kapten Siri?”

Dia melihat Siri yang sedikit merah karena alkohol, tapi wajahnya seserius sebelumnya.

Dia mengungkapkan kata-katanya dengan cepat dan dengan tenang.

“Kita sudah dipanggil. Rasgrid ingin menyampaikan sesuatu.”

“Sekarang juga?”

“Bukan hanya kita. Dia ingin semua prajurit bangun cepat-cepat. Yang lain seharusnya sudah dikumpulkan.”

Para prajurit Valhalla melanjutkan pesta mereka setelah Tae Ho pergi. Bisa dimengerti kalau mereka sudah berkumpul.

Tae Ho buru-buru bangun dan mengikuti Siri ke lorong. Anehnya, para prajurit berkumpul di tempat tinggal Rasgrid alih-alih aula.

Kamar Rasgrid dua kali lebih besar dari kamar para prajurit lain, tapi rasanya sangat sempit dengan tiga Valkyrie dan sepuluh prajurit yang terkumpul di dalamnya. Saat Tae Ho dan Siri berdiri menekan pintu, Rasgrid mengangguk sambil menghadap kelompok.

“Kalian semua sudah berkumpul.”

Cara bicaranya mirip dengan sikapnya di medan perang, dan wajah Ingrid lebih kaku dari biasanya. Kaldea adalah satu-satunya yang tersenyum cerah. Rasgrid membuka mulutnya lagi.

“Valkyrie Kaldea dari legiun Hermodr datang setelah menerima perintah rahasia.”

Rasgrid menoleh untuk melihat Kaldea. Ada seekor burung gagak yang bertengger di pundak Kaldea.

Dia menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan.

“Tujuan dari ekspedisi ini bukan hanya untuk mencari pecahan jiwa Garmr. Ada tujuan lain yang lebih tersembunyi.”

Biasanya, satu Valkyrie sudah cukup untuk memimpin ekspedisi. Jelas ada alasan mengapa Kaldea dimasukkan ketika Ingrid sudah menjadi komandan.

“Aku perlu sedikit menjelaskan. Aku kira kalian semua tahu tentang penghalang besar yang menutupi Midgard?”

Para prajurit mengangguk atau menjawab ‘ya’ atas pertanyaan Rasgrid. Tae Ho juga mendengar cerita tersebut dari Ragnar.

Penghalang sihir yang menutupi Midgard diciptakan oleh Odin dan Freya.

Alasan mengapa raksasa tidak bisa menyerang Midgard dan memusatkan pasukan mereka di garis depan adalah karena penghalang tersebut.

Rasgrid mengangguk.

“Betul. Seperti yang kalian tahu, penghalang besar itu dimaksudkan untuk melindungi Midgard dari musuh kita; sayangnya sudah cukup, bagaimanapun, itu bukan pertahanan yang sempurna. Alasan bahkan orang-orang dari Asgard dapat lewat dengan bebas adalah berkat salah satu kelemahan utama penghalang.”

Karena Midgard terlalu besar, pasti ada celah di penghalang besar. Mereka tidak bisa menghentikan jumlah sedikit yang datang dan pergi melalui lubang kecil itu.

Walau begitu, menjadi lebih sulit untuk melewati penghalang yang lebih kuat. Karena itu, para pelindun gbisa melindungi secara efektif terhadap raksasa yang kuat, tapi monster yang lebih lemah masih bisa menyelinap lewat.

“Selama ekspedisi terakhir, banyak fomoire muncul bahkan di samping raksasa yang kuat. Awalnya, ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak mungkin.”

Kata-kata Kaldea valid. Bahkan dengan cacat pada penghalang, peristiwa yang terjadi selama ekspedisi terakhir melampaui itu.

“Bukannya ada masalah di dalam penghalang. Dengan pengetahuan ini, para Dewa sudah sampai pada satu kesimpulan, dan Heimdal menemukan penyebabnya.”

Yang mengejutkan, ada fomoire tersembunyi di Midgard. Entah mereka telah menyusup sebelum ereksi penghalang atau perlahan-lahan menyelinap selama bertahun-tahun, tindakan mereka tidak bisa dimaafkan.

“Tujuan dari ekspedisi ini adalah sebagai berikut: untuk menghancurkan markas fomoire dan mengusir mereka dari Midgard.”

Jika para prajurit menampilkan gerakan berskala besar, para fomoire akan memperhatikan mereka. Yang mereka perlukan adalah serangan kejutan yang sempurna.

“Kita bukan satu-satunya yang berpartisipasi dalam serangan ini. Kita bisa dikatakan korps d’elite.”

“Ketika pertempuran dimulai, aku akan memanggil bala bantuan dari Asgard. Cakupan dari ekspedisi ini sama sekali tidak singkat. Itu akan menjadi pertempuran skala besar.”

Kaldea mengatakan ini setelah Rasgrid selesai. Dia masih tersenyum cerah, tetapi matanya memberi kesan berbeda. Kedengarannya sederhana, tapi bala bantuan yang dia bicarakan tidak akan berakhir hanya dengan memanggil sepuluh orang.

“Kita akan bergerak besok. Mereka seharusnya sudah menyadari gerakan kita, dan karena itu, kita akan mendekati mereka pada berbagai interval waktu.”

Ada tiga Valkyrie. Banyak yang membodohi mata mereka.

Kaldea selesai berbicara dengan seringai. Bracky dan para prajurit tampak bersemangat dengan gagasan bertarung, sehingga mereka mengepalkan tangan mereka dan mengangguk.

Cuchulainn juga senang, karena fomoire adalah musuh lama Erin. Selain itu, mereka telah menekan Scathach dan membidik Tae Ho. Mereka adalah musuh yang perlu dikalahkan.

‘Asgard juga bertindak ketika mereka harus. Aku kira sudah waktunya untuk memutuskan hubungan dengan Bress.’

Cuchulainn tersenyum layaknya pria dan berbicara. Tae Ho hanya mengangguk sebagai balasan.

Rasgrid menghela napas panjang. Dia berbalik untuk melihat Ingrid dan Kaldea yang ada di sebelahnya dan kemudian memukul dadanya dua kali dan berkata.

“Untuk Asgard dan Sembilan Dunia!”

“Untuk Asgard dan Sembilan Dunia!”

Para prajurit berteriak serempak.

Gagak yang berdiri di atas bahu Valkyrie Kaldea menatap para prajurit dengan diam.

 

Raja Ivar dari Kataron berjalan tergesa-gesa menuju aula kastil kerajaan. Rambutnya acak-acakan seolah-olah dia baru saja bangun dan pakaiannya tidak terawat. Paling tidak cocok untuk seorang raja, ia juga bertelanjang kaki.

Tetapi, Raja Ivar terus berjalan, tidak terganggu dengan penampilannya. Ketika dia sampai di aula, wajahnya berkerut untuk mencocokkan dengan anak kecil dan berteriak.

“Paul!”

“Ivar. Sudah lama sekali.”

Nada bicaranya biasanya terdengar ketika berbicara kepada seorang anak kecil daripada seorang raja. Para ksatria dan pelayan di dekatnya mengerutkan kening karena terkejut, tetapi itu berbeda untuk Raja Ivar. Sebagai tanggapan, dia hanya tersenyum ramah.

Mereka belum bertemu selama dua puluh tahun, tapi penampilan Paul sama dengan yang ada di ingatannya. Dia mengenakan jubah hitam yang sama, dan matanya yang jernih dan cerah terukir dengan cemerlang sampai wajahnya yang keriput.

Raja Ivar merasa agak lega dengan sosok Paul, yang tampaknya mengabaikan perjalanan waktu.

Lagipulla, Paul adalah makhluk mitos, dan Ivar akan lebih terkejut seandainya dia tampak lebih tua dan lebih lemah.

Paul berdiri di tengah-tengah aula di tempat perabotannya menghilang dan hanya dekorasi yang tersisa.

“Ivar, ada seseorang yang menarik keluar Liberatus.”

Jadi itulah alasan dia kembali ke Kataron. Raja Ivar merasa sedikit kecewa, tapi dia dengan cepat tersenyum sekali lagi. Helga, yang telah mencapai aula lebih cepat dari Raja Ivar, berbicara dengan suara penuh kegembiraan.

“Prajurit Idun mengambil pedang itu.”

Dia adalah yang terkenal di antara orang-orang yang datang ke Midgard.

Bahkan ketenaran Bracky, mantan anggota Skald Knight yang telah kembali dari kematian, tidak bisa menyaingi itu.

Orang yang dicintai oleh Dewi Kehidupan yang cantik dan anggun. Orang yang dikenali oleh Thor dan menangani petir dan guntur.

Tapi itu belum semuanya.

Prajurit yang menunggangi Valkyrie, Pembunuh Raksasa, Penghancur Hutan Pohon Musim Dingin, dan sebagainya. Dia memiliki terlalu banyak nama panggilan.

Dan Paul menambahkan satu nama lagi ke daftar.

“Pengganti Erin.”

Yang ditakdirkan untuk mewarisi kehendak Camelot.

Paul, yang juga dikenal sebagai Penyihir Hebat Camelot, Merlin, memaksa dirinya untuk tenang. Raja Ivar dan Helga berbicara kepadanya tentang para prajurit Valhalla dan mengatakan kepadanya bahwa mereka berkumpul di kuil Danau Elidi.

“Tapi prajurit Idun telah kembali ke Valhalla.”

Helga, yang telah mengucapkan kata-kata tanpa henti seperti ayam, memasang wajah gelap saat dia menyimpulkan dengan pernyataan itu. Lagipula, dia telah melihat prajurit Idun kembali ke Valhalla dengan kedua matanya sendiri.

Tapi Merlin hanya menggelengkan kepalanya. Dia tahu.

Prajurit Idun ada di Midgard. Dia tidak hanya memiliki Liberatus, juga.

“Aku harus bergegas.”

Ada jarak yang lumayan antara Kataron dan Danau Elidi.

Dia bergumam pelan dan mengetuk pedang yang tergantung di pinggangnya. Itu hanya setengah dari senjata yang rusak, tapi itu adalah barang yang sangat berharga baginya.

Caliburn, Pedang Seleksi.

Itu adalah satu-satunya warisan Raja Arthur yang bisa diambilnya.

Tanpa menunggu matahari terbit, Merlin berbalik dan bergegas ke arah Danau Elidi.