Date A Bullet v1 11

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

○Empty (ditangkap)

Begitu dia membuka matanya, Empty melihat dua Quasi-Spirit yang menakutkan di depannya.

Selain itu, bertentangan dengan apa yang mereka berdua katakan (kira-kira dia tak ada nilainya di mata Kurumi), mereka mengikatnya sebagai sandera.

Jumlah itu atau lebih saat ini adalah konfirmasi statusnya saat ini.

Saat ini, waktu telah berlalu dan malam segera mendekat. Artinya pertarungan telah berakhir untuk sementara.

Tapi tetap saja, dia penasaran kenapa dia diculik.

“......Katakan, tali ini adalah...”

“Percayalah. Kami tidak berencana melakukan sesuatu seperti penyiksaan padamu.”

Tonami Furue tersenyum pada Empty. Karena itu, dia tak bertanya tentang itu.

“Haah, terima kasih......kalau begitu, bisakah kamu melepaskan ikatan ini, kedua tanganku sudah mati rasa.”

“Itu takkan bagus♪”

Hagu, Empty menghela napas sedikit. Kedua lengannya diikat kuat dan digantung di tiang dari belakang. Selain rasa mati rasa, itu juga terasa gatal dari tali menggali ke lengannya.
Meskipun bukan penyiksaan, itu masih merupakan kondisi yang tak nyaman.

“Kalau kamu ingin berpikir seperti itu, bukankah interogasi melalui penyiksaan tak mustahil?”

Dengan suara ceria, Sheri mengangkat gelas pembesarnya. Lalu, dia melirik sinar laser yang terfokus ke arah pipi Empty.

“Panas......! Tidak tunggu, apa ini benar-benar super-panas sesaat yang lalu!? Wajahku, apa wajahku baik-baik saja!”

“Berhenti, tolong jangan lakukan ini pada sanderanya. Aku orang yang membenci kekerasan yang tak perlu.”

Tonami memelototi Sheri. Sheri mengangkat bahu sambil berkata, “Apa salahnya
sesuatu seperti ini” ketika sedikit saja renungan nuraninya sendiri terbang melewati kepalanya.

“J-jangan menatapku seperti itu. Apa wajahku baik-baik saja? Sebagai seorang gadis jatuh cinta, wajahku tuh sangat penting.”

“Tak apa-apa untuk saat ini. ......Cinta?”

“Untuk saat ini!? Kalimat itu terlalu kabur dan subyektif; tolong minta cermin sekarang! Selain itu, benar juga; aku sekarang terbenam dalam cinta!”

Tonami dan Sheri saling memandang.

“Tidak, dengan Tokisaki Kurumi?”

“Hobi yang tak biasa?”

“Aku tak punya perasaan semacam itu pada orang itu!”

“......Terus, siapa itu?”

“Maaf, aku tak tahu namanya! Aku tak bisa mendengarnya!”

“Jika itu masalahnya! Dia terlihat seperti apa!? Apa ini seseorang di sini!? Atau seseorang di sana!?”

Empty merasakan perutnya bergemuruh ketika dia menelan ludah. Aneh rasanya malu untuk membicarakannya.

“Itu bukan Spirit. Eh, dia bukan orang di dunia tetangga! Seorang laki-laki manusia! Murid SMA! Sejauh yang aku tahu, dia adalah tipe orang yang akan berbicara dengan Spirit......!”

Kata-katanya berhenti di sana. Wajah keduanya penuh kejutan.

“......Maaf, apa......?”

“Hebat. Kamu benar-benar jatuh cinta.”

Ketika Sheri berbicara, ada iri hati yang tak salah dengan matanya tak bisa sembunyikan.

“Jadi......itu benar.”

Tonami bergumam sambil bingung. Sampai sekarang, keduanya yang begitu robot dan menakutkan mendadak membentuk respon yang konsisten dengan seorang gadis seusia mereka.

“Maaf......apa yang terjadi?”

──Malam mendekat dengan sungguh-sungguh. Di pabrik, sebuah lampu yang akan rusak sedikit menerangi tiga orang tersebut. Bagian luar sudah sepenuhnya diselimuti oleh kegelapan tanpa ada tanda-tanda orang.

“Anak itu adalah semacam legenda bagi kita Quasi-Spirit.”

Meskipun tak berubah dari diikat, mereka berdua mengobrol dengan Empty secara lebih terbuka daripada sebelumnya.

“Legenda......?”

Saat Empty memiringkan kepalanya, Sheri membuka mulutnya dengan ramah.

“Mungkin itu sekitar waktu kompilasi dunia tetangga. Kamu pasti tersedot ke pilar hitam, kan?”

Legenda di dunia tetangga sangat banyak. Rumor menyebar dengan cepat di jaringan khusus perempuan, menjadi legenda yang cepat atau lambat akan hilang.

Namun, ada juga legenda yang sudah mendarah daging.

“Pada awalnya......itu sekitar lima tahun yang lalu. Itu adalah era ketika dunia tetangga masih didominasi oleh sejumlah Spirit. Pada saat itu, Quasi-Spirit yang terlibat dalam dunia tetangga dikatakan telah berbicara ‘Aku sepertinya jatuh cinta’ atau sesuatu seperti itu.”

“Dengan perginya banyak Spirit, kata-kata itu menjadi semakin umum.”

“Sepertinya Spirit sudah pergi untuk tinggal di dunianya. Namun, ketika hati mereka sangat terpengaruh atau mungkin ketika mengalami semacam sukacita tertinggi, kondisi mental para Spirit masih meninggalkan pengaruh terhadap dunia tetangga.

“Ada beberapa peristiwa belakangan ini mengingat masa lalu yang intens. Para Spirit yang tertangkap dalam semua itu kembali tampak......kebanyakan seperti mereka telah jatuh cinta.”

“......Lalu, sebagai hasil dari diskusi berbagai rumor ini, mungkin benar bahwa para Spirit juga jatuh cinta.”

“Cinta──tunggu......apa pada orang itu? Pada cowokku!?”

“B-Bisa-bisanya bicara seolah-olah kamu sudah memiliki dia seperti harta benda......”

“Seorang gadis dengan keinginan kuat akan eksklusivitas akan dibenci; Aku mengerti itu meskipun aku belum punya pengalaman!”

“K-kenapa begitu! Bagaimana bisa jadi seperti itu──────────!”

Meskipun ingin menahan teriakannya di kepalanya, dia tak bisa memelintir tubuhnya dengan keras karena tangannya diikat. Jelas, itu tak banyak berguna.

“Ah, ya, ya, tenang.”



Sheri berusaha menenangkan perasaan hangat ini.

......Misalnya, apa yang akan terjadi setelah seseorang selain dirinya yang akan merasakan pengalaman ini?

Tak punya petunjuk tentang apa yang harus diimpikan, bahkan tak tahu ke mana harus pergi. Tak bisa mengingat nama apa pun, tipe Quasi-Spirit yang sama seperti dirinya.

Kalau kamu melihat ekspresinya yang ramah, mendengar kata-katanya meskipun itu tak ditujukan pada dirinya sendiri. Jika kamu menerima ketulusan itu.

Maka kemungkinan......yah mungkin, dia benar-benar akan jatuh cinta.

Dengan senyum ramah, Tonami melanjutkan.

“Jadi Quasi-Spirit yang kembali pada dasarnya jatuh cinta......sepertinya menemukan kekuatan untuk mendukung kelangsungan hidup seseorang. Dikatakan bahwa takkan ada lagi perasaan “tersesat” dan sejenisnya.”

“Haha──, jadi begitu. Tak heran tangan kiriku memulih......”

“Jadi, tangan kiri itu hampir menghilang. Maka tak ada yang lebih baik untuk tangan kiri itu kembali seperti semula.”

Sheri mengangguk kagum ketika dia tiba-tiba mendongak ke langit dengan kesepian. Langit-langit pabrik yang runtuh penuh dengan celah yang memungkinkan bintang-bintang terlihat.

Tentu saja, bintang-bintang ini hanyalah palsu. Ketika mereka berulang kali berkedip, mereka tak lebih dari pengganti yang lebih rendah untuk bola lampu.

Sejauh apa pun perjuangannya, seekor elang malam yang terbang ke bintang-bintang dengan sia-sia adalah harapan yang tak terjangkau.

“Cinta, apakah ini benar-benar hal yang indah? Aku tak mengerti; Aku tak mengerti sama sekali.”

“Sheri dan aku adalah teman dalam hal ini. Aku juga tak mengerti ini dengan baik.”

Seolah menunjukkan persetujuannya, Tonami tanpa henti menganggukkan kepalanya.

“Aku merasa kamu harus datang dari negara yang tak punya waktu luang untuk urusan cinta.”

“Tentunya menurutku aku harus menjadi tipe pemalu yang akan memperlakukan jatuh cinta sebagai hal yang terlarang.”

Keduanya memandangi langit berbintang bersama-sama. Berdasarkan situasi ini, Empty benar-benar tak berdaya. Dua di depannya adalah Quasi-Spirit terkenal yang terampil dalam pertarungan. Jika mereka menaruh minat, itu bisa sampai Empty akan dihilangkan dari dunia ini pada saat itu juga.

Perbedaannya adalah memilih antara dibakar menjadi abu atau dipotong-potong.

......Tapi, terlepas dari pemahaman bahwa cara berpikir ini ganjil terlepas dari situasinya, Empty masih menganggap situasinya adalah kesalahpahaman yang tak dapat diperbaiki.

Keduanya tampak sangat menyedihkan.

Bukan karena tak ada cinta. Keduanya seharusnya memahami perasaan cinta, tapi mereka juga tak bisa mencarinya.

Poin itu tak bisa disangkal. Itu bukan masalah tak mampu menyukai seseorang, melainkan ada banyak orang yang menyukai objek tertentu selain orang. Namun terlepas dari itu, mereka tampaknya tak punya pengetahuan tentang hal itu.

“Jatuh cinta, ada apa di dunia ini? Tonami.”

“Apa sebenarnya itu? Sheri.”

Namun untuk mempertimbangkan bahwa mereka tak tahu apa-apa tentang cinta sedari awal.

Mereka tak tahu jenis pengabdian yang tak terlihat pada seseorang atau sesuatu, kehangatan gairah yang melayang di sini seperti aliran yang datang dari ombak.

Itu karena mereka tak tahu, mereka tak bisa menilai apakah cinta itu permata yang tak ternilai atau batu yang tak berharga.

.....Sudah kuduga, itu dia. Benar saja, Empty masih merasa sedikit sedih terhadap mereka.

Bzz.

Tiba-tiba, lampu pabrik ditembak jatuh secara berurutan. Bahkan tak ada cukup waktu untuk Empty menjerit karena lingkungan sekitarnya segera tertutup dalam kegelapan.

“Sheri.”

“Ya.”

Berbeda dengan kata-kata sederhana yang mereka berdua katakan, itu cukup untuk memahami bahwa mereka telah sepenuhnya beralih ke mode yang berbeda.

Suasana seperti gadis baru saja menghilang. Tentu saja, ekspresi mereka pasti telah berubah agar sesuai dengan sosok prajurit yang layak .

“Biarkan aku memberi tahumu ini sebelumnya. Jika kamu melarikan diri sekarang, aku akan membunuhmu.”

“Saat kamu mencoba untuk melarikan diri, chakramku akan memisahkanmu dari kepalamu sampai pantatmu.”

“T-tidak, aku takkan lari. Tolong percayalah bahwa aku takkan melarikan diri.”

Dia bisa merasakan bahwa keduanya perlahan akan pergi. ......Pabrik ini tampaknya penuh dengan celah dan mudah untuk diserang, tapi sebenarnya penuh dengan jebakan.

Tampaknya ada seseorang di antara Quasi-Spirit dengan kemampuan untuk mencuri Astral Dress dan Unsigned Angel dari Quasi-Spirit lainnya untuk merusak dan mempertahankannya. Dikatakan bahwa dia berkeliaran di seluruh dunia tetangga, menjual barang-barang yang dirampas itu kepada mereka yang membutuhkan. Tentu saja, kalau kamu menggunakan item itu, Quasi-Spirit yang lemah pun dapat meningkatkan efektivitas tempur mereka dalam-dalam.

Astral Dress yang digunakan untuk menjerat mangsanya dan Unsigned Angel yang ditiru digunakan untuk satu serangan balik.

......Adapun bagi mereka yang ditipu, itu agak tak terbayangkan.

Lagipula, pabrik ini dipenuhi dengan jebakan tipe Astral Dress yang ditingkatkan dengan cara itu.

Jika masuk dengan ceroboh, bahkan Spirit harus membayar harga yang lumayan.

Selain itu, baik Sheri dan Tonami memiliki waktu reaksi yang tepat dan cepat. Meskipun hampir tak punya minat, keduanya mendorong maju menuju kemenangan dengan sikap dingin yang menakutkan.

Di mana pun diserbu atau bagaimana diserang, mereka siap untuk menanggapi taktik apa pun. Meskipun sederhana, itu juga memakan waktu yang luar biasa──tapi jika disiapkan cukup; mereka akan niscaya keluar sebagai pemenang.

Namun, tak ada yang bisa sepenuhnya dipersiapkan. Bahkan sebagai Quasi-Spirit, itu tak berarti mereka dapat melampaui kemampuan berpikir manusia. Langkah pertama Kurumi benar-benar tak terduga untuk mereka.

Tokisaki Kurumi memiliki kendali atas waktu dan bayang-bayang, sebuah domain tak kasat mata yang tak dapat dilihat bahkan oleh Quasi-Spirit.

Saat itulah Empty memperhatikan napasnya yang samar menyentuh rambutnya sesaat. Kurumi muncul dengan lembut dari bayangan pilar tempat Empty diikat. Kurumi menyelinap masuk ke pabrik melalui bayang-bayang, seolah-olah dia tahu tentang jebakan yang didirikan Tonami. Dua Quasi-Spirit yang bersiaga di luar takkan menyadari hal ini.

Kurumi berbisik pelan di dekat telinga Empty.

“──Tolong diam dan jangan membuat suara.”

“......!”

Ketika mendengar itu, Empty sangat terpana oleh Kurumi sehingga dia bahkan tak bisa bernapas.

“Kalau tidak menyusahkan, aku akan membunuhmu selanjutnya. Tolong lakukan yang terbaik untuk mati.”

(Maksud kamu apa? Itu──!)

“Ya, tolong dibunuh dengan patuh olehku.”

Tak ada gunanya untuk terus mengajukan pertanyaan saat dia melemparkan cairan dengan aroma zat ke pakaian Empty.

(Ba-bau amis......bau ini karat atau apalah......apa ini!?)

Tak ada balasan. Kurumi menghilang dengan cepat seperti saat dia muncul.

“......Hm? Bau ini......”

Segera setelah Sheri merespons, sebuah tembakan berbunyi di dekat Empty.

Atau mungkin lebih baik mengatakan Empty telah ditembak.

“Ah......gu......?”

Darah menyembur dari mulutnya. Sebuah lubang terbuka di dadanya karena syok.

“Eh......?”

Baik Tonami dan Sheri menatap gadis yang baru saja ditembak. Ketika melihat leher Empty membungkuk sedikit, keduanya berdiri dengan waspada.

Tonami berlari mendekat untuk mengangkat wajah Empty.

“Hatsyi!”

Dengan bersin berlebihan ini, Tonami disemprot dengan saus tomat. Dari ini, dia segera mengerti segalanya dan memberikan peringatan.

“Ini jebakan!”

Sheri membuat keputusan menggunakan <Sekhmet> untuk langsung menyapu sekeliling. Sinar matahari yang tersimpan di siang hari merobek kegelapan.

“Ketemu...di atas, pada arah jam 1.”

Mengikuti suara Sheri, Tonami mendongak. Dari balok baja yang menopang langit-langit── bayangan hitam berdiam di sana.

Seolah-olah larut ke dalam kegelapan, Tonami kehilangan suaranya untuk sepersekian detik. Seolah-olah tak ada jebakan sama sekali. Bagaimana dia pindah diam-diam ke tempat itu?

Kemampuan Astral Dress-nya......atau kekuatan Spirit?

Kurumi mengabaikan keduanya dengan ekspresi bangga.

“Gagasan tentang sandera sangat bagus. Tapi lokasi yang dipilih terlalu buruk. Sangat menarik bahwa kalian tidak memiliki tindakan pencegahan selain berdiri siap dan menunggu.”

Diam. Meskipun tak ada penerangan, tak ada masalah dengan kontak mata karena pencahayaan yang dibawa oleh sinar matahari Sheri.

Tak jauh dari lokasi Kurumi, ada jerat tipe Astral Dress buatan pabrik. Melalui penggunaan getaran suara Spirit tipe Kesembilan, itu menyebabkan efek kelumpuhan sementara. Bahkan untuk Tokisaki Kurumi, itu akan menghasilkan beberapa celah sesaat.

Dan keduanya takkan pernah melepaskan kesempatan itu.

“Sekarang!”

Pada saat yang sama Sheri menjerit dan mengepal erat pada <Sekhmet>, Tonami melemparkan <Silphid>-nya.

“Ara, ara.”

Benar saja, itu seperti tersedot ke dalamnya. Kurumi jatuh ke dalam jebakan efektif.

Tonami menekan tombol. Setelah sepersekian detik, gelombang kejut berlari bersamaan dengan ledakan.

Pada saat dia berhenti bergerak, Sheri akan melepaskan semua energi sinar matahari yang tersimpan di Unsigned Angel-nya. Sampai cadangannya habis, dia akan memberikan semua kekuatannya menjadi satu serangan.

──Namun.

“Kya......aaaaaaaah!?”

Sheri berteriak bersamaan ledakan itu terjadi. Mencermati, bukan Kurumi yang lumpuh oleh getaran suara.

“Kenapa!?”

“Tepat saat kalian berdua bergegas untuk memeriksa Empty.”

“P-pada saat itu, kamu melihat dan menghilangkan jebakannya!? Mustahil......kamu bohong......”

“Tidak, melihat jebakan itu sejak awal. Melangkah lebih jauh, aku sudah tahu kapan kamu mengatur jebakan di sini.”

“Mulai dari sepuluh hari yang lalu!?”

Ada banyak waktu sebelum dimulainya permainan pembunuhan. Sebelum bekerja sama dengan Sheri, Tonami Furue telah berencana menggunakan pabrik ini sebagai benteng untuk meletakkan jebakan.

Ada banyak jebakan, perangkat, dan bahkan Astral Dress yang bahkan tak diceritakannya pada Sheri.

“Karena kamu adalah orang yang sangat kuat. Sangat, sangat kuat. Kamu kemungkinan akan menarik lawan ke jebakan. Kamu adalah tipe orang yang akan menyebarkan umpan dan menghancurkan musuh dari atas jurang. Karena itu, tak mungkin bagiku untuk tidak mengambil tindakan pencegahan yang keras seperti itu lebih dulu.”

Berapa pun jebakan yang ditetapkan, 90% terakhir atau lebih akan sia-sia.

Cukup berhati-hati untuk diejek sebagai pengecut, ditertawakan karena paranoid, itulah metode Tonami Furue untuk bertahan hidup──cara hidup yang sangat sulit.

Para Quasi-Spirit, yang semuanya jatuh ke dalam jebakan seperti itu, berteriak kutukan padanya tanpa kecuali.

Mengutuknya sebagai ‘pengecut tercela’. Tapi jika seseorang bertanya pada Tonami, para Quasi-Spirit yang jatuh ke dalam jebakan seperti itu adalah ‘pengecut tercela’. Perilaku mereka sama sekali tak mencerminkan kesalahan mereka sendiri dan mengabaikan tanggung jawab kepada orang lain.

Meski begitu, ketika dikritik oleh orang lain, hati Tonami masih terasa sedikit tersengat.

“──Jadi. Kamu tidak berpikir aku pengecut tercela?”

“Bukankah itu sudah jelas. Kalau kamu ingin mengolesi upayamu sendiri untuk meraih kemenangan, maka kamu memang tercela──dalam pertarungan hanya ada yang kuat mengalahkan yang lemah untuk menang.”

Kata-kata itu tidak bohong. Kurumi benar-benar memikirkan itu untuk Tonami.

(──Ah, aku selalu merasa itu sudah cukup.)

Kemungkinan, penyebab sebenarnya kekalahannya bukanlah karena jebakannya telah terlihat. Melainkan karena pujiannya, hatinya merasa terpesona. Meskipun di masa lalu dia muak dengan kata-kata jahat yang diucapkan di belakangnya, mendengar itu hari ini membuatnya merasa seolah-olah semuanya telah dihargai.

Moncong pistol Kurumi menunjuk ke arah Tonami. Jika dia menggunakan <Silphid> untuk memblokir tembakannya, maka dia harus dapat melanjutkan pertarungan. Namun, Tonami tak ada niat seperti itu sama sekali.

Jebakan itu terlihat jelas, dan dia dibodohi dengan menggunakan itu untuk dirinya sendiri, ini lebih merupakan kehancuran satu sisi daripada pertarungan.

Namun, Tonami benar-benar berpikir itu adalah saat yang tepat.

Selanjutnya, dia merasa sedikit kasihan pada pasangannya Sheri ketika keinginan terakhirnya keluar dari mulutnya. Membicarakannya, rasanya lebih memalukan dan menyenangkan daripada yang dia bayangkan.

“Ah~ ah, aku juga ingin jatuh cinta.”

Tembakan bergema saat Sephira Crystal dihancurkan.

Namun, Tonami Furue tersenyum senang sambil menerima peluru itu.

Yang tersisa.

Kurumi mengalihkan pandangannya ke arah Sheri, yang masih lumpuh.

“......Kamu, ini..........!”

Sheri menatap Kurumi dengan tatapan penuh kebencian. Dalam beberapa detik, dia akan segera pulih dari kelumpuhan.

Tak ada waktu untuk ragu. Kurumi, yang membuat keputusan itu, segera mengarahkan pistolnya ke arahnya.

Suara batuk. Kali ini, Kurumi, bukan Sheri yang menunjukkan kesempatan
celah. Daripada ragu-ragu menarik pelatuk, Kurumi berbalik ke arah Empty.

Hal paling menakutkan tentang Sheri Musika adalah kemauannya untuk tetap bertahan.

Untuk bertahan bahkan lebih lama, meski itu hanya sepuluh detik. Pikirkan terus hidup sampai tepat sebelum dia mati.

Sheri menyadari pada saat itu bahwa Kurumi telah berpaling darinya dan menuju Empty.

Hanya ada sekejap ini, ingin hidup, butuh kurang dari satu detik baginya untuk mempertaruhkan segalanya.

Sheri secara paksa memajukan pemulihan yang seharusnya memakan waktu beberapa detik lagi. Dia memfokuskan semua saraf dan reiryoku ke lengan kanannya untuk melepaskan <Sekhmet> ke arah Empty.

“Eh──?”

Sinar matahari yang menyilaukan mengalir dengan sangat cepat. Mata Empty dan Sheri juga bertepatan saat itu.

Sheri merasa sedikit menyesal. Tapi meskipun begitu, dia masih ingin hidup. Karena gadis yang seharusnya kosong tanpa nama itu dengan antusias menunjukkan padanya kecemerlangan hidup.

Tak hanya bertarung, tak hanya membunuh, di akhir semua ini pasti ada seseorang yang menunggunya usai bekerja keras sejauh ini.

Jadi──dia harus bertahan hidup dengan segala cara yang memungkinkan. Karena kebingungan, perubahan drastis dalam situasi itu diperlukan.

Karena itu, pilihan serangan ini adalah Empty. Tentu saja, juga benar bahwa lengannya yang lumpuh tak dapat mengambil tindakan lebih lanjut.

Tampaknya nasib baik menghujani Sheri. Kurumi, dengan ekspresi terkejut yang tak cocok dengannya, melakukan tindakan sembrono. Mengulurkan tangan dan kakinya, keraguan sesaat memisahkan hidup atau mati untuknya. Karena itu, Kurumi tak ragu sedikit pun.

Empty membelalakkan matanya. Setelah beberapa saat karena tak tahu dengan apa yang telah terjadi, dia melihat Kurumi berdiri di depannya──darah mengalir dari lengan kanannya yang hilang.

“......Kamu benar-benar pekerja yang merepotkan.”

“M-Ma......af?”

Tidak, sekarang bukan waktunya untuk berbicara dengan tenang dan tanpa stres. Saat Empty memikirkan itu, Kurumi tersenyum.

“Tidak, ini tanggung jawabku. Kelalaianku sendiri yang harus disalahkan untuk ini.”

Kurumi memotong tali yang mengikat Empty. Lalu, dia melemparkan lengan kanannya yang terlepas ke arahnya.

“......Ha, menjijikan. Tunggu dulu, kenapa kamu memberikan ini padaku untuk diamankan!?”

“Tolong tunggu sebentar. Aku harus mengakhiri anak itu──. Juga apa maksudmu dengan menjijikan? Lengan kananku seharusnya cantik, kan?”

“Un, tapi menjijikkan untuk berjalan-jalan dengan anggota tubuh yang patah seperti itu!”

Kurumi tidak menanggapi kritik tajam Empty. Sebagai gantinya, dia mengambil pistol dengan tangan kirinya. Awalnya, tidak peduli dengan tangan mana yang digunakan, Kurumi bisa menggunakan pistolnya dengan terampil.

Tapi──pada saat itu Sheri telah tiba di pintu masuk pabrik. Sheri, yang melarikan diri dan menunjukkan punggungnya, menoleh pada Kurumi.

Angin kencang bertiup.

“Aku takakn membiarkanmu kabur.”



“Aku tidak berencana untuk lari.”

Akibatnya, dia mengerti bahwa kemenangan akan menuju kemenangan dengan serangan yang lebih cepat.

Sheri mengungkapkan senyum licik saat dia memacu tubuhnya yang lumpuh. Bahkan selama percakapan seperti ini, kelumpuhan secara bertahap mereda. Kerusakan yang dia terima dari ledakan itu tak terlalu dalam.

Jika dia terus seperti ini, kekuatannya akan segera kembali.

Sebaliknya, kerusakan yang diterima Kurumi sangat serius. Lagipula, lengan kanannya terputus. Lengan kanannya terputus karena terbakar, tapi untuk lebih tepatnya, itu adalah serangan langsung ke punggung lengan kanannya. Meskipun dia mengandalkan perlindungan dari Astral Dress miliknya, punggungnya masih berdarah.

Sheri, bukan Kurumi, yang akan mendapat keuntungan dari lebih banyak waktu yang dihabiskan.

Namun, karena hal inilah Sheri memilih untuk bertindak cepat. Dia takkan membiarkan Kurumi bangkit kembali. Ini adalah perang. Jika dia terus bergerak perlahan, Quasi-Spirit yang tersisa dapat menyerbu pertarungan ini.

Itu adalah kemungkinan paling berbahaya saat ini. Lagipula, tinggal menyisakan dua Quasi-Spirit. Tak ada banyak masalah dengan salah satu dari mereka; seperti False Proxy akan dibantai tanpa banyak kesulitan.

Masalahnya dengan yang lain.

Biscuit Smasher. Quasi-Spirit yang telah mereka rencanakan untuk dibunuh setelah Tokisaki Kurumi.

Tapi sekarang Tonami sudah mati, tak ada peluang untuk menang kecuali dia kembali ke kondisi sempurna. Karena itu, Sheri mengatur Unsigned Angel-nya untuk memutuskan pertandingan ini.

Entah itu peluru, atau sinar.

(Aku lebih cepat......aku lebih gesit......aku lebih baik!)

Pemulihan dari kelumpuhan, kerusakan pada lawan, bobot senjata, dan laju tembakan, jika semua itu dipertimbangkan bersama-sama, Sheri percaya dirinya memiliki keuntungan.

Tetap saja.

Ini seperti berjalan di atas tali.

Dia ingin hidup. Sheri terus ingin mempertahankan keinginan itu.

Dia tak boleh mati, Kurumi juga memiliki obsesi itu.

Pada saat itu.

Tak tahu dari mana sinyal datang, mereka berdua mengatur senjata masing-masing pada saat yang sama.

“Fokus <Sekhmet>──!!”

“<Zafkiel>── Peluru Pertama <Aleph>!!”

Bahkan tanpa membidik, cahaya dari <Sekhmet> hendak menembus Sephira Crystal milik Kurumi──sebelum itu, Kurumi mundur ke luar pabrik dengan Empty. Sesaat kemudian, sinar <Sekhmet> melewati posisi di mana Kurumi baru saja berada.

“Eh......?”

Kurumi tidak mengarahkan moncongnya ke arah Sheri. Tujuannya adalah menembak dirinya sendiri. Itu adalah peluru yang sama yang digunakan selama pertarungan melawan Nogi Aiai untuk meningkatkan kemampuan fisik.

......Bagaimanapun, dia selamat.

Dia──entah bagaiman berhasil bertahan hidup.

Tak dapat dipungkiri bahwa peluang kemenangan telah berkurang. Namun meski begitu, dia telah membawa Tokisaki Kurumi ke titik mundur.

Dia tak bisa mengalahkan Biscuit Smasher. Pada saat yang sama, sekarang mustahil untuk bekerja sama dengan Tokisaki Kurumi.

Lagipula, dia sangat lelah hari ini.

Pergi mandi. Menyantap makanan. Beristirahatlah di tempat tidur yang hangat. Lalu berdoa agar Tonami dapat naik ke surga. Lain kali dia dilahirkan kembali, Sheri berharap dia bisa hidup bahagia di dunia lain──

Tiba-tiba, kaki Sheri kehilangan kekuatannya.

“A.....pa......”

Ada rasa sakit yang tajam datang dari lututnya. Sambil memikirkan apa yang terjadi, dia
menemukan ada panah kecil di sana.

“K-kenapa......siapa......!? Seharusnya sudah berakhir hari ini!!”

Bahkan saat panik, Sheri mengangkat <Sekhmet>.

“Tak ada yang mengatakan apa pun tentang itu. Benar, kan?”

Melihat sosok Quasi-Spirit itu, Sheri kehilangan kata-kata. Bahkan kesediaannya untuk bertarung tercabut oleh keterkejutannya.

“......Hei......kenapa......kenapa bisa......!?”

Di sisi gadis itu adalah Quasi-Spirit yang lain. Wanita yang diperban yang dibenci Sheri.

“Ini bukan permainan. Tak ada Tuhan dengan aturan yang jelas. Aliran hukuman tanpa makna. Kalau kamu tak bisa memahami sesuatu dari hal itu, tak heran kamu hanya bisa berfungsi sebagai umpan.”

Dia membuat pengumuman besar dengan tangan terbuka lebar. Alhasil, Sheri juga mengerti.

“Ada dua orang kali ini......!?”

“Tersenyum!”

Suara jari menggema.

Kusukusu, kusukusukusu, kusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusukusuku ukusukusukusukusukusukusukusukusu────.

Tawa itu bergema sekaligus dari lingkungan sekitar.

Melihat itu muncul dari kegelapan, Sheri merasakan putus asa dari lubuk hatinya.


Kembali ke rumah Kurumi, Empty pun menghela napas lega.

“P-perban, perban......”

“Tidak......perlu......”

Bersandar di pintu depan, Kurumi mendorong Empty untuk menyerahkan lengan kanannya. Ketakutan, Empty mempersembahkan lengan yang diamputasi sembarangan untuk disambungkan kembali.

“Dan juga, jarum dan benang......”

Setelah Empty samar-samar membayangkan penciptaan jarum dan benang, Kurumi meremas kerah bajunya dan secara paksa menjahit lengan itu kembali.

“Tunggu, apa itu tak masalah!?”

“Apa kamu pikir ada risiko terinfeksi di dunia tetangga? Bahkan hukum fisika pun aneh di sini.”

“Tapi......setidaknya, kamu harus pergi ke kasur untuk tidur.”

“Tak usah......tolong......lepaskan......”

Kurumi menutup kelopak matanya. Sepertinya kelelahannya telah mencapai batasnya. Empty tak membaringkannya di pintu masuk saat dia memegang tangan kiri Kurumi.

“......Kamu harus tidur senyaman mungkin.”

“Itu mustahil......sungguh.”

Setelah Empty selesai berbicara, Kurumi tertawa riang seperti palsu──tawa yang agak kesepian.

“Kepribadianmu akan serupa jika wadahnya berubah.”

“Eh?”

Kurumi tersenyum kesepian saat dia mengulurkan tangan kirinya untuk menyentuh dahi Empty. Tapi, mungkin itu karena kesadarannya mulai kabur, sepertinya matanya tidak menatap Empty.

“Aku pernah, tahu kamu. Meskipun ada ingatan, jika wadahnya berbeda, kamu bisa berbeda. Terlebih lagi, bahkan tanpa ingatan, jika wadah tetap sama──tentu saja, kamu sama seperti sebelumnya.”

Empty melihat air mata Kurumi untuk kedua kalinya.

“Keberadaan yang bodoh, konsep yang bodoh, betapa bodohnya......aku.”

“Apa yang kamu bicarakan”, Empty baru saja akan menanyakan itu. Namun, Kurumi menghentikannya dengan terus mengungkapkan kata-katanya.

“Kamu bukan kamu. Aku bukan saya. Kalau begitu, apa artiku, apa arti dari keberadaan ini?
Impuls-impuls ini, tekad ini, semuanya......mungkin saja halusinasi.”

Kata-kata yang dia ucapkan cukup menjijikkan sehingga darah menjadi dingin.

“Aku lelah......benar-benar......lelah.”

Sambil mendesah, hidupnya perlahan mulai memudar. Dengan lmbut, jemari di tangan kanannya menghilang.

“Kurumi-san!”

Empty bergegas dan berteriak saat dia mengguncang bahu Kurumi.

“Kurumi-san! Tidak! Kamu tidak boleh menghilang! Kembalilah! Kurumi-san! Kuru──mi──san──!”

“......Sejak awal......kamu sangat berisik........kamu tidak diizinkan memanggilku Kurumi......Empty......”

Empty membelalakkan matanya. Hanya sedikit, pigmen rambut hitam Kurumi mulai kehilangan warnanya.

Sesuatu yang fatal sedang terjadi.

“Buka matamu! Bangun! Bangun! Kamu masih harus melakukan sesuatu!”

“Hal itu......harus dilakukan......”

“Apa kamu tidak ingin memenangkan perang (permainan) ini!? Kalau kamu ingin menang, bukankah itu sesuatu yang ingin kamu lakukan!? Meskipun aku tak tahu apakah itu benar atau tidak, aku hanya bisa mengatakan ini! Aku tak ingin kamu mati!”

Di dunia yang penuh dengan hal yang tak diketahui, orang yang memberiku panduan untuk hidup sedikit adalah──

“......Iya. kamu tak ingin aku mati.”

“Aku tak ingin kamu tiada!”

“Aku punya banyak perselisihan denganmu, menggunakanmu sebagai umpan, mungkin......bahkan berniat menghabisimu? Dan kamu masih tak ingin aku mati?”

“......Kalau kamu memutuskan untuk menyingkirkanku, kamu pasti sudah melakukannya sejak lama. Meskipun bagiku untuk digunakan sebagai umpan sebelumnya sangat menyakitkan!”

Karena hubungannya dengan Kurumi terasa seperti bubuk mesiu, secara umum itu adalah keadaan yang seperti mimpi, meskipun ada kemungkinan dari kehilangan kesadaran karena dampaknya.

“......Sungguh......”

Kurumi berdiri terhuyung-huyung. Luka di punggungnya tidak lagi berdarah dan sudah
mulai sembuh.

“Kekuatan Sephira Crystal akan pulih jika dibiarkan sendiri. Meskipun, itu akan memakan waktu.”

“Um, apa kamu ingin mandi......”

“Tidak. Tak ada masalah, aku takkan hilang, aku masih tak boleh menghilang, aku hanya ingat itu.”

Menengok ke belakang, Kurumi tersenyum. Itu bukan senyum kesepian melainkan senyum di mana pengabdian bisa dirasakan.

“Sepertinya, besok akan menjadi yang terakhir. Quasi-Spirit yang tersisa adalah musuh yang sangat kuat.”

Empty memiringkan kepalanya.

“......Eh? Um, bahkan tidak termasuk Sheri-san, bukankah masih ada dua musuh yang tersisa?”

“Tidak masalah jika kamu menghitung satu lagi. Ada Quasi-Spirit yang ada
dikalahkan......Ya, meski itu hanya umpan.”

Usai mengatakan itu, Kurumi berayun ke arah kamar tidur.

“Lalu, musuh yang super kuat adalah──”

“Tsuan. Atau lebih tepatnya Quasi-Spirit yang disebut......Biscuit Smasher.”

“Biskuit? Apa, itu sedikit lucu.”

“Dia bisa menghancurkan musuh semudah biskuit, jadi dari situlah dia mendapatkan nama itu.”

“Aku ingin menarik kembali apa yang aku katakan. Itu tak lucu sama sekali, itu sesuatu yang langsung dari film horor.”

Kurumi tak menanggapi kembali Empty. Sebagai gantinya, dia terus berjalan ke kamar tidur dengan langkah kaki yang tidak stabil.

Mencium pakaiannya......berbau mesiu dan darah. Sebagian besar itu darah Kurumi.

Itu tak bisa dipakai lagi. Merasa kasihan, Empty menanggalkan pakaiannya.

Usai memasuki kamar mandi, dia juga melepas pakaian dalamnya. Lalu dia mandi untuk membersihkan noda.

Mandi di bawah air, gadis itu memikirkan bagian akhirnya.

Seperti kata Kurumi, besok akan menjadi yang terakhir. Itu antara ditangkap, dibunuh, atau
terus hidup seperti ini.

Kenapa mereka ingin saling membunuh? Meskipun menanyakan penyebab dasarnya, mereka hanya akan menjawab dengan “hanya karena seperti ini”. Bagi mereka, hidup sama dengan bertarung.

......Tapi, Tonami-san ingin jatuh cinta. Sheri-san juga merindukan cinta.

Jantungnya, yang seharusnya kosong, hangus oleh kata-katanya, penampilannya.

Orang itu.

Seorang anak laki-laki dari dunia lain yang membuat semua Spirit jatuh cinta.

Lalu, ide mendadak muncul pada Empty. Jika itu semua Spirit──maka, Tokisaki Kurumi juga sama.

Dia sangat kewalahan sehingga dia benar-benar lupa. Apa Kurumi tahu sesuatu tentang orang itu?

Mungkin dia adalah seorang kekasih, mungkin dia menyukainya, dan mungkin mereka berkencan, bagaimanapun dia harus tahu!

Seorang gadis jatuh cinta pada dasarnya takkan bisa mengurusi apa pun selain minat cintanya. Tidak, mungkin orang seperti itu ada di luar sana, tapi setidaknya Empty tidak seperti itu.

Setelah selesai mandi, dia menyeka tubuhnya dan meninggalkan kamar mandi. Sambil mengganti pakaian dalamnya, Empty berjalan melintasi koridor dan bergegas ke kamar tidur.

“Um──, Kurumi-san! Aku ingin berbicara sedikit tentang......”

Aroma darah menusuk hidungnya di samping melihat wajah pucat Kurumi.

“Gu......ah......ku......!”

Kurumi berjongkok di tempat tidur, dengan putus asa menekan kepalanya dengan tangan kanannya sambil mengeluarkan erangan yang menyakitkan.

“A-apa kamu baik-baik saja!?”

“......Tangan masih...terhubung...percayalah.”

Kurumi mengerang ketika dia berjuang untuk berbicara.

Saraf-saraf itu disambungkan kembali secara paksa. Rasa sakit dari amputasi luar biasa, tapi dia masih harus mengatasi rasa sakit untuk memulihkan lengannya. Dia tak bisa kehilangan kesadaran; tak ada pilihan selain terus bertahan selama beberapa jam lagi.

“A-apa yang bisa aku lakukan......”

Saat Empty gemetar saat bertanya, Kurumi hanya menggelengkan kepalanya. Tidak ada. Dia tak bisa melakukan apa pun untuknya atau bahkan dirinya sendiri.

“......Kamu ingin membicarakan sesuatu......bukan? Bisakah kita membicarakan itu?”

“Oh, tapi. Sekarang bukan waktunya untuk bertanya pada Kurumi-san......”

“Tidak apa-apa. Sekarang, aku ingin mendengarkan......ini dapat......mengalihkan rasa sakit, bukan?”

Kurumi tertawa lemah, tapi masih──kerut mendistorsi wajahnya dari rasa sakit yang tajam yang kadang-kadang muncul ketika dia mengulurkan tangan kirinya pada Empty.

Ini sama sekali bukan kesaksian kepercayaan.

Bagaimanapun, itu bisa saja berasal dari kegelisahan di hatinya. Toh, Empty tidak ragu-ragu meraih tangannya.

Betapa pun kuatnya Spirit, cukup satu orang saja kemungkinan akan menderita kesepian.

“J-jadi......dari awal.”

Empty dengan malu-malu membuka mulutnya.

“Anak laki-laki yang dicintai oleh para Spirit......apa kamu mengenalnya?”

Ekspresi Kurumi tetap sama sekali tidak berubah.

“......Tidak, tidak ada yang istimewa.”

Sambil merasakan sesuatu yang aneh, Empty melanjutkan.

“Anak laki-laki yang dicintai semua Spirit. Apakah kamu sungguh tak tahu apa-apa?”

“......Aku tak tahu.......kamu......melihat......aah, begitu ya......kamu......dibawa masuk......”

“Iya. Apakah itu disebut kompilasi dunia tetangga? Aku melihatnya selama waktu itu. Dunia di sana......dan juga orang itu.”

“Kamu jatuh cinta......?”

“......Mungkin. Tidak......tidak mungkin......aku mencintainya.”

Saat Empty berbicara, wajah Kurumi berubah rumit.

“Karena ini pertama kalinya aku merasakan hal ini────huh?”

Jantungnya gemetar. Pipinya semakin hangat. Detak jantungnya berdetak kencang, ada perasaan gatal yang luar biasa menyebar di sekujur tubuhnya yang membuatnya merasa seringan bulu.

Mengapa dia begitu yakin bahwa ini adalah cinta?

“......Mungkin, ini bukan pertama kalinya.”

“Eh, itu───”

Itu.

Ini adalah sesuatu yang berbeda, Empty merasa ada yang tak beres. Untuk mempertimbangkan bahwa dia dulu memiliki perasaan ini untuk pria lain. Tidak, tunggu sebentar, tenang. Tandingannya juga akan tampak terlalu rewel.

“Cuma bercanda.”

“Hah?”

“Kamu pasti mencintai orang yang sama. Hanya saja ini baru kedua kalinya.”

Teka-teki Kurumi terasa seperti potongan puzzle yang jatuh tepat ke tempatnya.

“Aku belum jatuh cinta. Tapi, aku tahu sesuatu yang dekat dengannya. Un, entah itu dekat atau tidak──aku tak tahu. Tetapi seharusnya hampir sama.”

Napas Kurumi menjadi acak-acakan. Kerutan menyakitkan menandai wajahnya saat dia terus berbisik.

“......Itu......”

Berbicara tentang perasaan yang dekat dengan cinta.

“......Aku punya teman. Aku──bagiku itu adalah teman yang penting.”

Solilokui Kurumi tampaknya menurunkan suhu ruangan. (TLN: Solilokui, percakapan seorang diri)

Dengan pandangan tenang, Empty dengan tenang melihat ke mata Kurumi.

“Apa menurutmu......itu mengejutkan?”

“Tidak, entah bagaimana aku tahu.”

Pada saat itu, orang yang dicari Kurumi sambil mengulurkan tangannya bukanlah dia.

Tangannya bukan untuk Empty, tapi untuk seseorang dalam ingatan Kurumi.

Meskipun dia merasa sedikit kesepian usai memikirkannya......tapi mau bagaimana lagi. Tidak, itu karena jejak ingatan itu sehingga dia bisa diselamatkan pada awalnya.

“Begitu?”

Kurumi tampak ragu-ragu. Tindakan itu sama sekali tidak cocok dengannya, pikir Empty. Empty berharap dia akan mengungkapkan senyum iblisnya yang biasa dan bukan tawa kecil jahat ini.

“Tolong, tertawalah padaku seperti biasa dengan tawa kakakakaka-mu.”

“Tidak, aku tak ingat pernah tertawa seperti itu!?”

“Benarkah? Mungkin itu tawa ohohohohoho.”

“......Sebentar; tunggu sampai lengan kananku terhubung kembali sepenuhnya.”

Kurumi berbicara sambil secara terbuka menyimpan dendam.

Dalam hal itu, Empty merasa sedikit bahagia.

“Jadi Kurumi-san, ayo kita lanjutkan.”

Atas desakan Empty, Kurumi mulai berbicara sekali lagi.

“Di daerah kesepuluh Malkuth, ada banyak Quasi-Spirit yang menggunakan kelangsungan hidup sebagai motivasi untuk hidup. Namun, itu bukan berarti semua orang. Ada juga Quasi-Spirit yang dapat terus hidup hanya melalui keinginan menikmati hidup.”

Dengan nada nostalgia dan menyedihkan, dia mengingat kembali kenangannya.

“Aku senang bersama anak itu. Dia mendorong dan mendukungku yang kehilangan
segalanya. Tertawa dan hidup bersama saja sudah cukup untuk membuatku puas. Tapi──”

Ekspresi Kurumi berubah dari nostalgia menjadi terukir dengan kebencian.

“Dia terbunuh.”

“Eh......terbunuh......?”

“Dia terlibat dalam permainan ini, bertarung, bertarung, bertarung dengan panik──sampai dia terbunuh dengan kejam. Tidak, itu tak bisa dianggap sebagai pembunuhan. Dia dipermainkan. Dia dirusak, dihina, diinjak-injak sampai tak menyisakan martabat kemanusiaan lagi.”

“Eh, siapa yang melakukan itu......!?”

Kurumi mengatakan nama yang tak jelas itu dengan ekspresi jijik yang dipenuhi dengan kebencian.

“──Doll Master, Dominion dari wilayah kesepuluh Malkuth.”

Saat dia mengucapkan nama itu, Kurumi bahkan sepertinya melupakan rasa sakitnya. Yang ada di sana adalah serigala sendirian menajamkan taringnya melalui kebenciannya.

“......K-kalau begitu. Alasan kamu ikut serta dalam pertarungan ini adalah untuk mengalahkan Doll Master?”

Ya, memang hadiah untuk perang ini adalah Sephira Crystal yang kuat. Usai mendengarkan apa yang dikatakan Empty, Kurumi tersenyum.

“Fu~. Kamu benar-benar idiot ya? ......Apa kamu benar-benar berpikir bahwa hal seperti itu akan diberikan sebagai hadiah?”

Empty merasakan hawa dingin yang mengerikan berlari di belakang punggungnya.

“......Lalu, semua orang telah tertipu......”

“Iya. Bagaimanapun juga, semua pembunuhan ini hanyalah tipuan. Lelucon bodoh. Sebuah lelucon──yang harus dirangkul kalau tidak, Dominion takkan muncul.”

Hati-hati, licik, paranoid.

Dominion daerah kesepuluh Malkuth adalah Quasi-Spirit semacam itu.

Bahkan dengan kekuatan luar biasa yang melebihi semua yang lain, dia takkan pernah muncul. Selalu Quasi-Spirit di bawah kendalinya yang muncul.

“False Proxy adalah salah satunya. Aku sudah memastikan ini. Pertama, False
Proxy......ada batas seberapa banyak kamu bisa membodohi orang lain.”

“Ah──......!”

Empty menepuk telapak tangannya dengan tinjunya yang lain.

“Mungkin beberapa Quasi-Spirit lainnya sudah menyadarinya. Tidak, meskipun diperhatikan, mereka tidak akan bisa menahan godaan. Selain itu, tak dapat diprediksi bahwa Dominion akan memimpin dalam merusak peraturan.”

Seolah-olah pertarungan besi yang panas, medan perang yang menggelegar, neraka yang berkobar.

Dengan mampu mengikis kehidupan, Quasi-Spirit di daerah ini diberikan rasa hidup yang nyata. Percaya pada hal itu, mereka akan terus bertarung jika seperti dalam mimpi.

Demikian juga, Dominion juga sama, secara diam-diam berpartisipasi dalam pertarungan untuk mengalami sensasi kehidupan yang sama.

Namun, Tokisaki Kurumi tahu. Kejahatan selalu ada di mana-mana di dunia ini dan akal sehat akan dengan mudah ditumbangkan oleh kejahatan semacam itu.

Jika Quasi-Spirit kehilangan mimpi mereka, mereka akan menghilang.

Dan tentu saja ada kejahatan yang ingin memanipulasi mimpi-mimpi itu demi kelangsungan hidup pribadi.

“Jadi, Kurumi-san adalah──”

“Seperti yang kamu pikirkan, aku bertarung dengan musuh untuk membalasnya.”

“Itu──sesuatu──”

Empty berpikir bahwa ini adalah motif yang bagus. Namun, masih ada perasaan gelisah yang halus.

Namun, dia merasa bahwa jika dia menunjukkan ini sesuatu kemungkinan akan berakhir.

“......Ekspresimu sangat menarik.”

“Apa tak ada batasan untuk kekasaranmu, Kurumi-san!?”

“Aku jelas memuji kamu.”

“Tak ada kebanggaan. Itu bukan pujian.”

“Aku seorang gadis jatuh cinta. Mohon sedikit lebih perhatian.”

“Ya ampun. Apa kamu ingin membuat nasi merah menjadi nyata?”

“Setelah sekian lama......dan kamu masih belum mempertimbangkan......”

Seharusnya tidak ada gunanya menaruh nasi kacang merah di atas meja makan kecuali seorang gadis muda melewati masa pubertas atau setidaknya Empty mengira begitu.

“Um......teman itu, orang macam apa dia?”

“Kalau kamu ingin mundur, dia adalah tipe yang akan mendorongmu ke depan meskipun itu berarti mematahkan lehermu.”

“Wanita kejam!?”

“Maju, maju, dan terus maju. Walaupun itu menyakitkan dan kamu ingin menangis, teruslah bergerak maju. Kebiasaan itu sangat naif dan mudah baginya untuk terluka.
Karena dia sering menangis, jadi aku akan menghiburnya......sering.”

Di daerah kesepuluh Malkuth, seseorang harus bertarung, membunuh, dan bertahan hidup untuk menjadi lebih kuat.

Itulah yang dibutuhkan untuk mimpi dan tidak pudar.

“Tapi gadis itu memiliki mimpi yang sama seperti diriku. Melihat seseorang dengan mimpi yang sama memudar, aku menyadari bahwa aku merangkul fantasi sementara yang tak bisa disembuhkan.”

Mimpi bukanlah sesuatu yang bisa dipegang dan diselesaikan sendirian.

Dalam bayang-bayang mimpi seorang gadis yang tercapai, akan ada lebih dari sepuluh gadis menangisi mimpi mereka. Teori semacam itu adalah kesimpulan logis dan alami.

“Hal yang sama berlaku untuk cinta. Ketika cintamu terwujud, seseorang yang juga menyukai orang itu pasti akan menangis. Itu akan membuatnya sangat patah hati. Mungkin, itu akan membuatnya tak bisa jatuh cinta lagi.”

“......Iya.”

Dia tahu. Empty sudah tahu ini.

Dan tentu saja, dia tahu bahwa cintanya takkan pernah terpenuhi.

Jika semua Spirit jatuh cinta, maka dia pasti telah jatuh jauh di belakang. Bahkan ada batas untuk cinta terlarang. Belum lagi, dia tidak cantik atau kuat.

Dia kosong, tidak ada, sama sekali tidak ada.

Karena itu, dia sudah sadar akan kesimpulan yang dibawa oleh cinta ini.

......Meskipun begitu.

“Meski begitu, tidak apa-apa.”

Suara Empty lebih tenang dari yang dia duga.

“Aku yakin akan sedih ditolak, tapi aku merasa hidup sekarang. Memikirkan orang itu saja membuat hatiku terasa lebih hangat──saat ini sudah cukup.”

Aku cukup puas dengan jatuh cinta.

Kurumi menyipitkan matanya dengan kasihan dan kebaikan.

“......Membantu kamu mencapai......cintamu......tidak akan buruk......”

Mendengar baris skrip itu membuat Empty merasa ragu.

“......T-terima kasih......eh, apakah tidak ada arti lain di balik kata-kata itu......?”

Sejujurnya, kata-kata itu terdengar seperti kutukan yang mengijinkannya untuk gagal, Empty menganggap artinya seperti itu.

“Haruskah aku menembakmu?”

Kurumi mengeluarkan pistol pendeknya dari suatu tempat saat Empty bergegas menjelaskan.

“M-maaf. Aku pikir kamu benar-benar tidak akan membantu!”

“.....Yah, kalau begitu tidak bisa dihindari.”

“Dibandingkan dengan itu, apakah tak ada masalah dengan berada di sini?”

“Maksud kamu apa?”

“Uh, karena Doll Master akan dengan tenang melanggar peraturan dan meluncurkan serangan, bukankah dia juga akan melakukannya lagi kali ini?”

Lonceng yang menandakan akhir dari pertarungan hari ini sudah pasti berbunyi, tapi bukan berarti takkan ada lagi serangan.

“Iya, itu sebabnya aku merancang jebakan dengan hati-hati. Sekitar 40% rumah di kota ini memiliki jejak dan jebakanku. Aku sangat menyadari triknya. Perhatikan bagaimana rumah ini tidak sama dengan yang dari kemarin?”

Empty sama sekali tidak menyadarinya. Bahkan tak ada sedikit pun tanda tidak nyaman. Jika penampilan eksterior dan interiornya sama, mustahil untuk menemukan bagaimanapun dia mencari.

“Hei, bukankah kita mengikuti kemarin?”

“Tentu saja, itu disengaja. Doll Master hanya terlibat dalam perang sejak hari kedua.
Pada hari pertama, dia hanya mengabaikan situasi, jadi tak perlu waspada. Pada hari berikutnya, kita harus waspada terhadapnya.”

Boom, suara ledakan terdengar. Itu bukan di rumah ini. Tapi sepertinya ada sesuatu yang meledak di kejauhan.

“......Baruan......”

Kurumi meletakkan jarinya di bibirnya.

“Tampaknya mereka tertipu. Akan sangat menjijikkan untuk dikonsumsi oleh bawahan. Seharusnya tidak apa-apa untuk hari ini......meskipun tak ada yang bisa dilakukan selain berdoa.”

“Berdoa──ya.”

Tak ada pilihan selain meninggalkan peluang mereka ke surga. Tapi tetap saja, kecemasan itu tetap ada. Jika seorang bawahan menemukan tempat tinggal ini, semuanya akan berakhir.

“Aku harus bertahan selama beberapa jam lagi. Pasti akan ada pertarungan berkelanjutan besok.”

Menahan nyeri, menahan takut, dan terus menunggu hari esok datang.

Selain itu, dia harus bersiap untuk pertarungan berkelanjutan. Salah satu yang tersisa adalah musuh yang kuat──Tsuan. Yang lainnya adalah Dominion di daerah ini, Doll Master.

Keyakinan ini seperti dingin yang membekukan tubuh Empty.

Siapa pun itu, semua orang pasti ingin hidup untuk kebahagiaan.

Masalahnya terletak pada bagaimana, biarpun itu membawa kesengsaraan kepada orang lain, tak seorang pun kecuali dirinya yang dapat memahami kebahagiaan ini selama dia masih merasakan kebahagiaan ini.

Untuk pihak ketiga, kesimpulan hanya bisa dibuat melalui penilaian etis dan akal sehat.

Empty adalah pihak ketiga. Tak tahu seberapa besar Kurumi merindukan temannya. Namun, hanya ada satu hal yang bisa dikatakan dengan pasti.

“Semoga berhasil......”

Kurumi pasti berpikir bahwa jika keinginan ini bisa dikabulkan, dia bahkan takkan keberatan mati.

“Silakan coba yang terbaik......”

Dari dorongan Empty, suara Kurumi mulai bergetar.

“Jika menurutmu begitu, terus bicara padaku. Juga tolong jangan tertidur lebih awal dari aku──”

Kurumi tersenyum usai mengatakan itu.

Empty mengangguk ketika dia mulai berbicara. Meskipun dia kekurangan ingatan, ada banyak hal yang bisa dia bicarakan.

Toh, Empty jatuh cinta. Meskipun sesekali Kurumi turun tangan untuk menggeram, ekspresinya tetap halus sehingga tak terbayangkan bahwa dia masih menahan nyerinya.

Dalam beberapa hari yang dihabiskan bersama, ini adalah waktu yang paling lama dan paling tenang bagi mereka berdua.


“──Mu, mu, mu. Mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu
mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumumu mumu......fu.”

Doll Master menghela napas. Setelah menghancurkan, para bawahan dan rumah itu meledak oleh jebakan yang terbuat dari rombakan Astral Dress Spirit tipe Kelima. Dua boneka yang berharga mahal, penting, dan indah benar-benar terbakar hingga mereka tak bisa dibawa kembali.

Hanya dua. Meskipun baru berusia dua tahun, hati Doll Master sangat terluka. Persis seperti seorang ibu yang kehilangan anak kesayangannya.

Gambar itu bergeser ketika wajah Lycos muncul. Doll Master berpikir untuk menyombongkan diri sehingga terlihat cantik hari ini juga.

“Apa yang ingin kamu lakukan?”

Mendengarkan Lycos, Doll Master berbicara usai mempertimbangkan dengan cermat.

“Berapa banyak tanggapan yang tersisa?”

“136 rumah telah terdeteksi dengan respons gelombang Spirit. Aku takut bahwa semua kecuali satu telah dipasang jerat.”

“Sungguh siap dipersiapkan. Ini bukan sesuatu yang akan memakan waktu dua atau tiga hari untuk bersiap-siap.”

“Menurut perhitungan, ini akan memakan waktu paling lambat tiga bulan. Tambahan tiga bulan lagi untuk bergerak tanpa diketahui, sehingga totalnya setengah tahun.”

“Yah, mungkin ada jebakan di tempat lain juga. Meskipun ini menggangguku, mundur dulu.
Ayo bertarung dengan Tokisaki Kurumi besok.”

“Dimengerti, Akako Machi, master memintamu.”

“Dimengerti.”

Gambar Lycos terputus.

“Hari ini, besok, lusa, untuk selamanya──daerah ini adalah milik kita.”

Meskipun pertarungan itu konyol, kemenangan itu benar.

Jadi yang terpenting adalah menang sebelum bertarung. Perang bodoh ini, bahkan sebelum dimulai, Doll Master menang.

“Master, master, aku sudah kembali.”

Sambil bolak-balik, dua boneka telah kembali. Dengan pakaian yang menirukan malaikat, ada sayap di punggung mereka yang merupakan karya buatan Doll Master.

“Apa yang terjadi?”

Saat Ayako Machi dipanggil, dua boneka malaikat itu menggeliat seolah-olah diliputi dalam-dalam oleh emosi.

“Ini adalah pertama kalinya aku pergi ke daerah keenam (Tiphereth).”

“Mengerikan sekali──”

“Hei──”

“......Apa ada panen?”

Menanggapi, untuk pertanyaan Ayako Machi, boneka malaikat menganggukkan kepalanya.

“Tentu saja. Kami diperintahkan untuk tidak kembali sampai menemukan sesuatu!”

“Itu berarti kita memiliki kemungkinan untuk tidak pernah kembali!”

“Aku takut──”

Ayako Machi membanting kipas di tangannya ke boneka malaikat.

“......Baiklah, tolong jelaskan.”

“Ya”. “Ya, ya.”

Boneka malaikat mulai menjelaskan informasi yang dikumpulkan. Segera setelah itu, ekspresi Doll Master berubah puas dalam sekejap mata.

“Ya, tentu saja kalian sudah bekerja. Kalian bisa keluar sekarang.”

Boneka-boneka malaikat dengan gembira keluar dari ruangan.

“Apa yang harus dilakukan tentang Tokisaki Kurumi?”

Mendengar Ayako Machi, Doll Master menghela napas lega.

“Tidak apa-apa itu bisa diurus kapan saja. Tapi, masih perlu hati-hati. Ada satu masalah lagi selain itu. Bagaimana Tsuan?”

Ayako Machi membaca laporan yang baru saja diterimanya.

“Tidur, di padang gurun.”

“Apa dia tidak mempertimbangkan untuk diserang?”

Doll Master berbicara dengan terkejut.

“Atau mungkin dia percaya dengan kekuatannya sendiri.”

“......Yah, lupakan saja. Besok adalah hari terakhir. Meskipun ada lebih banyak laskar dari biasanya, hasilnya akan sama. Ini tempat berburu Doll Master; tak ada ruang bagi orang lain untuk masuk.”


Tak tahu kapan dia pergi tidur──Empty membuka matanya dan mendapati Kurumi menutup dan membuka tangan kanannya.

“Kamu...baik-baik saja?”

Saat Empty bertanya dengan takut-takut, Kurumi tertawa.

“Ya, sepertinya tidak ada masalah.”

“Itu melegakan......”

Empty dengan tulus merasa lega dari lubuk hatinya.

Kurumi, yang mandi di bawah sinar matahari pagi, masih memiliki jejak dan bekas luka pertarungan kemarin.

“Waktunya mandi──”

“Ya, masih ada waktu yang tersisa.”

“Lalu, aku akan menyiapkan pakaian untuk ganti, eh, di mana pakaian cadangan?”

“Aku akan membuat penggantinya sekarang. Mohon kesampingkan itu.”

Kurumi melempar pakaian yang dia buatu dari reiryoku pada Empty.

“Mengerti. Aku akan membuat kopi kalau begitu.”

“Tolong tambahkan tiga potong gula untuk milikku.”

Setelah Kurumi memasuki kamar mandi sebentar, suara pancuran mulai terdengar.

Mendengarkan suara itu, Empty menempatkan pakaian pengganti di kamar mandi. Tiba-tiba, Kurumi tanpa sengaja memasuki garis pandang Empty. Meskipun dia tak bisa melihat melalui kaca kilap, tapi ada daya pikat halus yang berasal dari punggung putihnya yang kabur. Merasa bahwa dia bertingkah aneh, Empty dengan cepat memalingkan muka.

Empty mengambil pakaian kotor untuk ditempatkan di mesin cuci.

Kalau dipikir-pikir, gaun ini dirajut melalui reiryoku, itu harus dimaksudkan untuk dibuang setelahnya. Kurumi tidak akan mengharapkan Empty untuk mencucinya.

Oleh karena itu, benar-benar kebetulan bahwa Empty menemukan foto ini.

Mengambil pakaian, itu jatuh ke keset kamar mandi. Apa itu catatan atau sesuatu yang serupa, karena dia mempertimbangkan itu──Empty membeku di tempat setelah mengintip.

Suara pancuran dan segala yang lainnya terasa begitu jauh.

Jika itu adalah Kurumi di foto, dia akan tersenyum. Jika itu adalah Kurumi bersama dengan orang lain di foto itu, dia akan bertanya-tanya apakah itu adalah teman yang tidak enak Kurumi gambarkan.

Kurumi tak ada di foto. Di sana ada seorang gadis dengan rambut biru pendek. Gadis lainnya adalah seseorang yang dia kenal sebanyak Kurumi.

Itu Empty.

Itu dirinya, Empty, yang tak punya ingatan dan sama sekali tak berdaya.

Dia berpegangan tangan dengan gadis berambut pendek, sambil tersenyum malu-malu.

“Ini......aku......?”

Contoh seperti ini adalah di mana ingatan dapat dipulihkan oleh sengatan listrik dari melihat ini.

Jika hal seperti itu terjadi, mungkin Kosong akan berteriak.

Tapi Empty tidak merasakan apa-apa. Melihat seseorang yang identik dengan dirinya di foto, dia penasaran seberapa banyak itu benar-benar lelucon.

Empty berdiri tak bergerak dalam keheranan. Tapi──tak ada seperti emosinya yang sebenarnya atau semacamnya telah muncul kembali.

Jelas bahwa hubungan dalam foto itu dekat. Tapi tak ada sedikit pun ingatan terlintas di benaknya.

Empty dengan tenang menempatkan foto itu kembali ke pakaian. Dia meletakkan pakaian segar ke samping dan meninggalkan kamar mandi.

Masih ada satu pertanyaan lagi. Kenapa Kurumi memiliki dan menyembunyikan foto dengan dirinya di sana?

Menyembunyikan......mungkin lebih baik mengatakan menghargai.

──Bisa jadi seperti itu.

“Kurumi-san dan aku......tidak bertemu secara kebetulan?”

Jika demikian, apakah pertemuan itu juga dihitung? .....Dia tak tahu. Semakin dia memikirkannya, semakin dia menjadi pusing. Itu adalah perasaan sengsara seperti dengan panik mencari sesuatu di rak tanpa ada yang tersisa.

Empty berusaha mengingat sambil menyeruput kopi. Tapi, tentu saja─ dia tak bisa merasakan apa pun selain kejutan dari foto itu.

“......Aku, sangat tak berperasaan, sangat keterlaluan. Tidak, rasanya jadi tidak peka, tapi──”

Teman yang harus dihargai bisa dilupakan dengan mudah. Aku benar-benar payah tak berguna.

“Fu......sangat menyegarkan.”

Empty menarik napas dalam-dalam.

Berbalik, dia tersenyum.

“Aku sudah membuat kopi. Tiga potong gula, kan?”

“Ya, terima kasih.”

Kemungkinan besar, dia juga akan menertawakannya, pikir Empty.

“Sekarang, mari kita pergi.”

“Baik!”

Kosong memutuskan untuk membuat tempat tidur di kamar tidur. Itu adalah rumah kosong, tapi masih perlu memiliki etiket minimum yang layak.

Kurumi memaksakan senyum sambil menunggunya.

“Aku membuatmu menunggu, Kurumi-san, sekarang──”

Suara itu sangat keras. Selain itu, itu adalah jenis yang akan terdengar setiap hari. Ding dong, itu suara elektronik yang cepat. Tapi itu bukan suara yang seharusnya berdering.

Kurumi sudah memegang pistol pendeknya saat Empty tampak tertegun di pintu depan.

Perlahan-lahan Kurumi membuka pintu masuk.

“......”

Seorang gadis sangat berhati-hati. Di punggungnya ada tombak panjang. Extreme Death Spirit Dress no. 15 <Brinicle>-nya hampir seperti baju besi seorang ksatria──Tsuan, satu-satunya Quasi-Spirit yang masih hidup selain yang palsu.

“Kenapa kamu di sini?”

“Suara pancuran. Hawa reiryoku dapat menipu, tapi mustahil untuk memalsukan suara murni.”

Empty tidak bisa menekan getaran yang disebabkan oleh perkataan Tsuan.

Suara pancuran samar di rumah tertutup. Bagaimana dia bisa mendengar itu?

“Yah, kamu punya telinga yang sangat bagus.”

Tsuan mengangguk. Mungkin itu dari pujian Kurumi, tapi ada sedikit warna kemerahan yang menyinari wajahnya yang putih bersih.

“U-um. Tujuanmu adalah......”

“Hanya kamu yang masih hidup.”

Tsuan dengan tenang menatap Kurumi.

“Ara, bukankah ada satu orang lagi yang tersisa dengan nama yang sama dengan roti panggang?” (TLN: roti panggang (Pirozhki) memiliki pengucapan yang mirip dengan False Proxy)

“Itu tak ada artinya.”

Tentu saja, dengan nada tak peduli, Tsuan membuang kata-katanya. Berarti, yang juga berarti mengatakan──dia, juga tahu.

“U-um, Tsuan-san.”

“......?”

Tsuan menatap Empty. Matanya jelas berbeda dari ketika dia berbicara dengan Kurumi; mereka dipenuhi dengan niat membunuh.

“Hii, k-kenapa kamu memelototiku?”

Saat Empty menjadi ketakutan, ekspresi Tsuan segera berubah menjadi minta maaf.

“Maaf, itu tidak dilakukan secara sadar. Jadi apa itu?”

“Um, bisakah kamu membantu kami? Bisakah kita bertarung melawan Dominion bersama?”

“Mustahil.”

Tsuan dengan datar menolak saran Empty. Lalu, dia mengarahkan jarinya pada Kurumi.

“Orang itu kemungkinan akan bersekongkol melawan dari belakang.”

Empty berteriak marah.

“Hal semacam itu! Tidak akan terjadi! Tak ada alasan! Tak butuh! Mungkin!”

“Bertentangan dengan apa yang mungkin diharapkan seseorang, kamu pasti memiliki batas.”

Kurumi memilih untuk mengejek mereka berdua.

Yah, sejujurnya, Empty yakin bahwa Kurumi kemungkinan akan bersekongkol melawannya. Dan Kurumi juga menyadari itu. Bahkan Tsuan yakin untuk curiga terhadap hal itu.

“Semua orang tampaknya saling kenal dengan sangat baik!”

“Tepat.”

“Lokasi, di mana?”

Tampaknya Tsuan tidak memiliki preferensi ke tempat duel terjadi.

“Aku akan berterima kasih jika kita bisa pergi sedikit lebih jauh dari sini......”

Tsuan membalas anggukan.

Terhadap matahari yang menyilaukan, Empty menyipitkan matanya. Kurumi berjalan di depan bersama Tsuan mengikutinya dan Empty membuntuti dari akhir.

Tiba-tiba Kurumi berhenti berjalan. Duel berada di tengah-tengah area perumahan ketika Empty berusaha bersembunyi di balik tiang telepon.

“......Apa yang sedang kamu lakukan?”

Kurumi melihat ke puncak tiang tempat Empty bersembunyi di belakang. Ketika Empty memandang ke arah langit, dia melihat bahwa salah satu boneka Doll Master tergantung di atas tiang.

“Tidak, tidak──. Hanya menonton, tolong jangan pedulikan.”

Tanpa melihat ke belakang, dia dengan santai meraih kapak tombak di punggungnya dan mengayunkannya secara vertikal ke langit.

Tiang telepon dan boneka hancur. Sama seperti nama Biscuit Smasher yang disarankan, itu dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil. Kepala boneka yang rusak itu berguling ke arah Empty, yang berteriak “fugyaa”.

“Di jalan.”

Tsuan menatap ruang kosong itu. Mungkin mereka disembunyikan melalui beberapa bentuk kamuflase optik, tapi beberapa boneka muncul dalam ketakutan dan melarikan diri dengan panik.

“Kerja bagus.”

“Un. Yah, meski bertarung, mereka tetap muncul, ayo......”

Saat menanggapi pujian Kurumi, Tsuan tiba-tiba berhenti berbicara saat dia membalas.

Sosok Kurumi telah menghilang.

“Apa yang terjadi......?”

Itu terjadi dalam hitungan detik. Kurumi menghilang di depan Tsuan dan Empty.

“Di mana......!?”

Tsuan mencari-cari dengan panik. Meskipun area perumahan ini berada di dekat persimpangan, masih abnormal untuk menghilang secara tiba-tiba.

Tapi Empty tahu bagaimana dia menghilang.

(Ini bayangannya......)

Tokisaki Kurumi telah menyelinap ke dalam bayang-bayang. Jika kamu meninggalkan matamu dari Kurumi dalam sekejap, dia mungkin bisa segera mengaktifkannya untuk menghilang.

Tsuan menatap Empty.

“Ah, a-aku tak tahu apa-apa, aku tak tahu apa-apa!”

Empty buru-buru melambai tangannya untuk membantah klaim. Tsuan tak bisa menilai apakah ini karena dia berbohong atau jika ini dilakukan murni karena ketakutan.

Tsuan melompat untuk memposisikan tubuhnya ke langit. Dia melihat ke sekelilingnya dari pandangan mata burung──Tak ada tanda-tanda sosoknya maupun suara yang terdengar.

Namun, ada satu lagi bakat supranatural yang dia banggakan. Itu adalah indra penciumannya yang tajam.

Dengan level penciumannya yang luar biasa selevel anjing pemburu, dia mengendus-endus untuk mencari aroma Kurumi beberapa saat yang lalu. Bau kecil menggelitik lubang hidungnya.

Arah terdeteksi──jarak terdeteksi──menghitung koordinat yang benar.

(Ketemu──!!)

Menghadapi arah itu, Tsuan melepaskan niat membunuh. Jika itu orang biasa, gerakan mereka akan membeku dalam sekejap seperti es.

Namun, tak ada apa-apa di sana. Hanya ada kantong sampah dan tiang listrik yang tertumpuk di dalam bayangan.

“......!?”

Kejadian aneh terjadi satu demi satu menyebabkan pikiran Tsuan jatuh ke dalam kekacauan.

Percayalah pada instingmu, Quasi-Spirit yang telah mengajarinya cara bertarung pernah berkata demikian.

──Menjadi lebih bijaksana berarti menjadi lebih kuat.

──Tapi sampai saat itu, kamu tidak perlu memikirkan hal lain selain bertarung.

──Akan lemah untuk mempertimbangkan terlalu banyak hal-hal asing, itulah sebabnya tubuh fisikmu telah tumbuh semakin kuat.

──Ikuti nalurimu untuk membunuh musuh, dengan cara ini kamu bahkan bisa mengalahkan Dominion.

──Tapi jika ada musuh yang tak bisa dikalahkan dengan cara ini.

──Jika kompatibilitasnya buruk dan pertandingan terburuk untuk kemampuanmu, maka musuh yang paling menjijikkan untukmu telah muncul.

──Lalu, hanya ada satu hal yang harus dilakukan.

Dari bayangan kantong sampah, lengan putih licik melompat keluar.

“!!”

Peluru ditembakkan. Seiring dengan suara memecahkan penghalang udara, peluru hitam legam terbang. Jarak ke target sekitar 200 meter. Pada jarak sejauh itu akan menjadi keajaiban bagi pistol untuk mendaratkan tembakan, tetapi bagi Kurumi ini adalah permainan anak-anak.

Tetapi diberi jarak 200 meter juga memberi Tsuan cukup waktu untuk merespons. Meskipun agak frustasi untuknya, itu juga sedikit menyenangkan.

Dia sangat menakutkan sehingga bahkan semua temannya telah meninggalkannya.

Apakah itu kemarahan yang benar, atau kemarahan yang ditempatkan dengan buruk tanpa alasan? Bagaimanapun, dia merasa agak senang bahwa kekuatannya telah dikenali.

Tentu saja, peluru itu terpental.

Selama <Zafkiel>-nya menggunakan pistol pendek, pertahanannya tidak akan rusak. Tak perlu dikatakan, kemampuan pelurunya juga sudah lama dikenal.

Dia waspada terhadap serangan mendadak dengan menembaki dirinya sendiri untuk melipatgandakan kemampuan fisiknya.

Untuk mencapai jarak 200 meter, Tsuan memutuskan untuk meningkatkan Astral Dress-nya dengan kekuatan penuhnya untuk melintas dalam sepersekian detik.

Sedetik untuk menariknya keluar dari bayangan, sedetik lagi untuk membuatnya tak sadarkan diri melalui pukulan kepala, dan sedetik terakhir untuk meremukkan tubuhnya dengan <Lailaps>.

Sebanyak empat detik.

Selama ada banyak waktu, itu sudah cukup untuk membunuh Kurumi. Dia tidak takut terluka dalam proses itu. Satu-satunya ketakutan adalah kekalahan──tidak, bukan itu saja.

Tsuan sadar bahwa dia takut.

Meskipun dia tak tahu secara spesifik, ada satu hal yang pasti.

Ketakutan ini pasti disebabkan oleh Tokisaki Kurumi.

Jadi Tsuan meraung. Melolong, mengintimidasi, dia melotot untuk menyampaikan semua niat membunuh itu.

──AYO, AYO, AYO!

Memberi perintah untuk dirinya sendiri, Extreme Death Spirit Dress No. 15 <Brinicle>-nya dengan rakus mengonsumsi reiryoku-nya untuk benar-benar mengisi Tsuan dengan kecepatan gila.

Jika Kurumi menembakkan peluru, itu akan menjadi serangan khusus yang ditembakkan pada dirinya sendiri.

Hampir tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan keselamatannya sendiri. Karena lawannya adalah Spirit Tokisaki Kurumi, Tsuan memutuskan bahwa harganya sepadan.

Satu detik untuk mencapai sisi bayangan.

Satu detik untuk menariknya keluar dari bayangan.

Satu detik, dia seharusnya memberikan serangan kepala yang kuat.

Sebuah tembakan.

Namun, kerusakan Astral Dress-nya minimal. Jika dia mengabaikannya, dia bisa mendaratkan pukulan berat ke kepalanya──ya, itu tak bisa disampaikan.

Lambat, berat, menyakitkan.

Tubuhnya terasa berat seolah terperangkap dalam pasir isap. Gerakannya lamban seperti kura-kura, tapi karena kecepatan proses pemikirannya tetap sama, Tsuan menyadari bahwa itu adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa dia telah melambat.

“<Zafkiel>──Peluru Kedua <Bet>.”

Itu adalah salah satu keterampilan membunuh tertentu Tokisaki Kurumi. Memperlambat kemajuan waktu sehingga kecepatan terhebat pun akan berhenti, itu adalah dongeng buruk di mana kelinci menjelma menjadi kura-kura.

Kurumi tertawa sinis.

Tsuan sekarang tak punya cara lagi untuk berurusan dengan rentetan konstan berkecepatan tinggi. Dalam suksesi cepat, karena peluru yang melewati, Astral Dress-nya mengeluarkan suara berderit saat mulai remuk.

Giliran pihak lain yang benar-benar hancur.


Tokisaki Kurumi menyerang dengan seluruh kekuatannya. Dia tahu bahwa jika dia melewatkan kesempatan ini, dia mengerti bahwa dia takkan bisa mengalahkannya. Dia juga menyadari bahwa dia tak bisa berhenti sampai membunuhnya.

Bahkan antara kemenangan tentara pemberontak dan kekalahan tentara pemberontak, tak ada kejahatan atau keadilan baginya. Dalam hal ini, itu adalah sikapnya untuk merencanakan tindakan tidak bermoral yang mungkin dilakukan.

Benar-benar tindakan nekat, pikir Kurumi pada dirinya sendiri mencela diri sendiri.

Mimpi yang tak terhitung jumlahnya, tujuannya berarti menginjak-injak Quasi-Spirit yang tak terhitung jumlahnya di bawah telapak kakinya.

Seberapa berharganya hal ini di mata orang lain?

Walau begitu.

Walau begitu, tubuh ini, pikiran tak bisa menekan apa yang mulai bergerak dengan gelisah.

Setelah menghancurkan Astral Dress Tsuan, peluru akhirnya mendarat langsung. Setelah itu, yang tersisa adalah terus menembakkan peluru ke tubuhnya sampai efek dari Peluru Kedua <Bet> berakhir.

Tembak.

Terus menembak sampai dia mati, terus membunuh sampai dia mati.

Tembak.

Menghancurkan Astral Dress, peluru menghantam tubuhnya.

Tembak.

Mendadak, Kurumi teringat sesuatu tentang Astral Dress-nya.

Tak seperti Quasi-Spirit lainnya, Astral Dress-nya dianggap minoritas sebagai salah satu bidat terbaik. (Tentu saja, ini tak termasuk keagungan Tuhan yang dikenakan oleh para Spirit)

Lebih baik berarti licik.

Dan licik berarti kuat.

Menurut rumor yang disebarkan oleh Quasi-Spirit, kekuatan Astral Dress terkait erat dengan kekuatan mental orang itu.

Tapi hanya Astral Dress yang sesuai dengan aturan ini.

Daya tahan luar biasa, kecepatan presisi tak biasa, dan kemampuan manuver unggul.
Namun, bukan itu alasannya licik.

Esensi sejati dari Extreme Death Spirit Dress No. 15 <Brinicle> adalah membunuh musuh hanya dengan mendekat.

Karena itu, ketika menjadi lawannya, jarak harus dijaga tanpa mendekat agar dapat menghancurkannya secara seragam.

Ada penundaan tiga puluh detik sebelum Tsuan melintasi seluruh 200 meter dalam satu detik.

Empty pun pada titik di mana dia bisa melihat pertarungan mereka.

“Kurumi-sa──”

Empty kehabisan kata-kata.

Untuk Kurumi, yang cukup dekat untuk menyentuh Astral Dress Tsuan, itu terjadi dalam sekejap. Lengan kiri memegang pistol dan kaki kanannya mulai membeku.

“......Ini......Astral Dress......!!”

Meskipun ekspresinya kosong, tangan Tsuan perlahan mendekati Kurumi, yang memiliki ekspresi sedih di wajahnya. Tiang listrik, dinding, dan bahkan jalan juga mulai membeku.

Berdiri di tengah adalah gadis bernama Tsuan.

“Kurumi-san, bertahanlah......!”

Apakah kesadarannya merevitalisasi dari dorongan Empty?

Atau apakah dia masih tak sadar?

Bagaimanapun, pelatuknya ditarik. Es itu hancur berkeping-keping saat Astral Dress dihancurkan.

“Gu, u~u~u~u~u......!”

Tsuan mengulurkan tangan untuk meraih leher Kurumi yang ramping.

“Apakah kamu tidak akan meremukkanku menjadi debu......!?”

“Aku, tidak berniat, terikat, dengan hal semacam ini......!! Pada dasarnya, denganku sebagai lawan, bisakah kamu masih memutuskan strategimu......!”

Dibunuh saat membunuh.

Biarkan orang mati ketika mereka mati.

Perlahan, Kurumi mendekati kematian selangkah demi selangkah. Tapi pada saat itu pun, dia tak tahu apakah itu karena kemauannya yang kuat atau mungkin itu karena keberadaan Tokisaki Kurumi.

Kurumi tanpa ampun menarik pelatuknya. Setiap kali peluru ditembak, genggaman Tsuan melonggar.

Hanya dari celah yang longgar itu, sebuah pistol keluar dari bayangan.

Saat keduanya berjuang sampai akhir dengan tujuan membunuh yang lain, itu bukan Angel atau Astral Dress yang menentukan perbedaan.


Ada perbedaan dalam niat membunuh.

Tsuan tidak secara sadar ingin membunuh sampai sekarang.

Mengayunkan Unsigned Angel <Lailaps> padanya, menghancurkan lawannya hanyalah konsekuensi dari itu. Dalam keadaan di mana tak ada lagi tangan untuk dimainkan, dia rela bertarung sampai mati demi kemenangan.

Namun, Tokisaki Kurumi berbeda.

Dia harus menang, dengan kesadaran bahwa jalannya di depan akan penuh dengan darah; dia takkan membiarkan mayat-mayat itu melangkah di bawah kakinya kehilangan artinya.

Berapa pun banyaknya orang, berapa pun banyaknya orang.

Biarpun itu kurang dari Doll Master, jumlah mayat yang dia kumpulkan juga sangat banyak.

Agar dapat terus menerus membunuh, harus ada kesadaran yang dapat dipertahankan sepenuhnya.

Memaksa hatinya yang hampir hancur untuk bergerak, makhluk yang hanya bermimpi balas dendam.

Akibatnya, Tsuan ingin mengalahkan Tokisaki Kurumi.

Tokisaki Kurumi juga mengerti bahwa dia harus membunuh Tsuan.

Dalam keadaan ini, kekuatan atau kemampuan tidak lagi berarti.

Ada perbedaan dalam niat membunuh, perbedaan dalam tekad untuk menghadapi kematian. Setiap kali ada peluru, ingatan Tsuan tentang masa lalu terbangun.

──Biarpun ada seseorang, toh tak ada yang bisa menangani kekuatanmu.

──Ini adalah akhir masa kanak-kanak untuk bertarung tanpa berpikir.

──Gerakkan kepalamu yang berkarat. Sekalipun jantung runtuh karena takut akan kematian, gunakan setidaknya 30% otakmu untuk mulai berpikir.

──Kamu idiot, tapi tak ada hukum yang tak bisa dipikirkan oleh idiot.

──Nah, kalau kamu mati, semuanya akan berakhir!

Sama seperti itu, Tsuan menyadari.

Ini adalah akhir masa kanak-kanak. Dia bukan lagi binatang buas yang tidak memikirkan hal lain selama pertarungan. Malahan, dia sekarang adalah Quasi-Spirit yang bisa secara akurat merenungkan tindakan pembunuhan.

Dia melonggarkan kekuatan di tangannya.

Tidak kurang dari 28 suara tembakan ditembakkan, yang cukup untuk merobek tubuhnya.

Menghadapi peluru ini, Tsuan melepaskan kesadarannya────── walaupun itu hanya sesaat.


Es itu langsung berubah menjadi air saat Kurumi mendapatkan kembali kebebasannya.

“Ka, ha......!”

Dia tak bisa bernapas ketika batang tenggorokannya terasa sesak, tapi dalam kenyataannya ini tak terlalu serius.

Di dunia tetangga, kematian adalah kematian jiwa. Itu tak ada hubungannya dengan kematian fisik. Jadi, daripada dibunuh oleh mati lemas, banyak sesak napas putus asa akan disebabkan oleh jiwa yang memilih kematian.

“Kurumi-san!”

Empty berlari dengan panik──tanpa henti dari firasat buruk.

“Tunggulah di sana──bugya!?”

Dari es yang mencair, sejumlah air menumpuk bersama lumpur dari bagian bawah jalan. Itu adalah genangan air keruh; selain itu, yang relatif dalam telah terbentuk sementara.

Dan tentu saja, Empty tidak memperhatikan ini saat dia melangkah maju.

Dan tentu saja, genangan itu ada di depan Kurumi.

Dan tentu saja, jawaban yang bisa diambil dari situasi di atas adalah──

“......Apa sangat bagus untuk memercikkan air berlumpur ke wajah orang lain?”

Dengan jarinya sudah di pelatuk, Tokisaki Kurumi-sama sangat marah. Saputangan putih langsung kotor oleh lumpur.

“M-maaf, maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku tak sengaja melakukannya. Um, itu tak disengaja! Itu tak disengaja!”

“Meskipun itu tak disengaja, itu hanya berarti keji dalam arti lain.”

“T-tapi. Dengan ini kamu telah mengalahkan semua orang!”

Mendengar kata-kata itu, Kurumi menarik napas dalam-dalam.

Tapi itu bukan berarti dia bisa menurunkan kewaspadaannya. Kurumi juga mengerti itu saat dia menyusun kembali pikirannya untuk bertarung sekali lagi. Mendengarkan Empty, dia tak bisa membiarkan pikirannya gemetar sekarang.

Sekalipun ini.

Jika dia mengambil satu langkah lagi ke depan pada saat itu, pergelangan kakinya akan terperangkap dalam jebakan pada saat itu juga ketika punggungnya akan benar-benar beku.

Berdiri.

Usai menerima lebih dari 30 butir peluru, gadis itu masih berdiri. Bahkan sedikit saja rasa sakit tak bisa dilihat, ekspresi yang sangat tenang──hanya perutnya yang berlumuran darah. Itu seperti daging hancur, omong-omong.

Mustahil untuk tak merasakan sakit sama sekali.

Meski begitu, gadis itu mengenakan Astral Dress-nya lagi. Tangannya mengepalkan tombak kapaknya.

Lalu, dia mengatakan ini pada Kurumi.

“──Terima kasih.”

Suara bersih dan jernih itu rileks dan ceria.

Tapi itu juga kalimat makna yang tidak diketahui.

“Terima...um...apa yang kamu bicarakan?”

Suara Empty bergetar saat dia bertanya. Tsuan, seolah-olah sepertinya tidak peduli berapa kali dia dimintai balasan, terus mengangguk sebelum berbicara.

“Terima kasih banyak. Berkat kamu, aku bisa tumbuh lebih kuat.”

Ah, jadi begitu.

Kurumi dan Empty saling memandang sambil mengangguk sedikit.

Di dunia ini, ada lawan yang tidak boleh dihadapi. Bukan hanya karena mereka kuat, tetapi karena mereka terlalu menakutkan dan brutal.

Pecandu perang yang menikmatinya untuk bersenang-senang.

Lawan yang bertarung dengan mentalitas ini kuat dan menakutkan, tapi di atas semua itu pikiran yang harus dihindari.

Karena itu, cara berpikir mereka tidak terhindarkan membuat mereka mencari lawan untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Tokisaki Kurumi telah mengatasi semua lawannya sampai saat ini dengan menganggap mereka sebagai hambatan untuk Doll Master.

Namun, ketika sebuah hambatan kembali dan senang melihatnya──itu bukan lagi hambatan melainkan masalah yang bahkan lebih menyusahkan. Dalam situasi ini bisa berakibat fatal.

Itu adalah eksistensi yang bisa disebut seorang rival.

“......Jadi, lagi, lagi, lagi. Aku ingin bertarung denganmu.”

Memang, perutnya berdarah. Namun, rasa sakit ini seharusnya menyenangkan baginya sampai kenikmatan.

“Kurumi-san......”

Meskipun dia memanggil, Kurumi tidak memperhatikan Empty sama sekali. Rasa urgensi di sini telah meningkat.

“Kamu menyenangkan, menarik, dan mengasyikkan. Aku ingin kamu semakin melukaiku. Lalu, aku akan menjadi lebih kuat dari setiap serangan.”

“Tolong jangan memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu.”

Biarpun jantungnya dipukuli dan dihancurkan, biarpun luka fatal telah diberikan, dia akan berdiri lagi dan lagi, bertahan sampai akhirnya menang.

......Secara umum, ada nama yang diberikan pada keanehan semacam itu.

Pahlawan──seorang gadis dengan kekuatan untuk mengalahkan semua irasionalitas sambil gemetar karena kegembiraan pertempuran.

Udara terasa beku. Empty bergegas untuk mengambil langkah mundur, tapi merasa bahwa dia tidak bisa bergerak di bawah tekanan berat.

Namun, meskipun dia tak punya ingatan tentang pertarungan , dia tahu bahwa ini sebenarnya adalah situasi yang tidak menguntungkan bagi Kurumi.

Tokisaki Kurumi pada dasarnya menggunakan kelemahan lawan-lawannya. Meskipun itu tidak setepat masalah shogi, dia telah menipu dengan peluru istimewanya dan menggunakan trik bersembunyi di dalam bayangan untuk benar-benar mengalahkan lawannya.



Dengan kata lain, itu adalah pertanda bahwa dia tidak pandai dalam konfrontasi secara langsung.

......Tidak, meskipun dia belum pernah mengatakannya......itu sudah sepenuhnya terlihat. Baginya, tipe pasangan terbaik adalah dengan Quasi-Spirit seperti Tsuan, yang tak tahu apa-apa selain pertandingan gaya konfrontasi.

Bagi Kurumi, itu akan seperti binatang yang rela melompat ke dalam jebakan.

Namun, masalah terjadi di sini.

Sangat jarang, itu ada.

Seekor binatang yang menerobos jebakan, itu adalah binatang buas dengan kekuatan yang tak bisa dilawan dengan kebijaksanaan manusia yang dangkal.──Kami akan menggambarkannya seperti ini──tidak; kami akan memanggilnya konsep seperti ini.

“Kamu benar-benar monster──”

Tsuan tersenyum lembut saat dia melangkah maju. Kurumi menghela napas, terlihat kelelahan di depan Empty.

Gerakan itu anehnya manusia, itu memberi Empty perasaan aneh. Saat ini pun, Kurumi masih memegang pistolnya.

Matchlock pertempuran tipuan itu hening. Lalu, terputus perlahan-lahan.

Dan pada saat bersamaan.

Ini juga kesempatan baginya untuk mulai bergerak.


Ruang kelas sekarang panggung karena bonekanya memadati seluruh ruangan. Boneka-boneka itu melaporkan kabar buruk tentang Tokisaki Kurumi kepada Doll Master, sementara boneka malaikat itu menyampaikan kabar baik.

Ada juga segala macam boneka lain yang saling berbisik.

“Hanya ada dua yang tersisa di akhir.” “Salah satunya adalah Tsuan.” “Yang lainnya adalah Tokisaki Kurumi.”

“Biarkan mereka menghancurkan dan saling membunuh.” “Aku harus mengamankannya sebelum menghilang.” “Dalam kasus terburuk, tidak masalah untuk menyerah pada Tsuan.” “Tokisaki Kurumi” “Dia tidak seperti keberadaan kita.” “Seorang Spirit asli.” “Benarkah?” “Bohong.” “Tapi memang benar bahwa ada sebagian dari kekuatan itu.” “Kalau memang begitu.” “Kalau tidak membunuh.” “Kalau tidak berakhir.” “Dunia ini.” “Daerah ini.” “Kalau itu tidak menjadi milikku.” “Tolong, aku meminta” “Kamu.”

Tanpa mulut terbuka, False membalas.

“Tidak.” “Kalau kita tidak mampu.” “Yang lebih kuat” “Tim pengintai tak bisa melakukannya.”
“Pertarungan telah meningkat.” “Bahkan lebih kuat” “Diperlukan”

Dari tenggorokan, dari jantung, dari perut, dari betis, suara bocor. Ketika boneka-boneka itu mendengarkan keluhan tersebut, mereka saling melirik wajah sambil gemerisik.

“Siapa yang pergi?” “Siapa yang datang?” “Siapa yang akan melakukannya?”

“Aku.” “Aku.” “Aku.” (TLN: Kata ganti orang pertama (aku) di sini berbeda untuk setiap boneka dalam bahasa Jepang, dari kiri ke kanan adalah アタシ (atashi) , 私 (watashi), 和ボク (boku))

Salah satunya adalah boneka dengan pedang panjang Jepang.

Salah satunya adalah boneka yang memegang busur.

Salah satunya adalah boneka yang memiliki gelas pembesar besar.

Boneka-boneka itu berjongkok, berjalan mendekat untuk naik ke tubuh False. False tak tergoyahkan, benar-benar mengabaikan tindakan mereka. Setelah itu, menggunakan kedua tangan untuk mengabaikan sendi rahangnya, dia membuka mulutnya.

Ketiga boneka itu melompat ke mulut satu per satu. Gufu, perut False membesar.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah......”

False mengeluarkan suara serak kesakitan.

“Gawat.” “Seseorang akan kembali.” “Tiga terlalu banyak.”

Boneka-boneka itu mengeluarkan suara panik. Dari mulut terbuka lebar, boneka lain telah menyelinap keluar.

“Mati?” “Kecewa” “Payah”

Boneka-boneka itu melihat bahwa salah satu dari mereka tidak bergerak, jadi mereka melemparkannya ke luar jendela.

“Sekarang, mari bersiap-siap.” “Pisahkan mereka, False Proxy” “Bunuh mereka”

Memperbaiki wajah aneh yang menyimpang dari boneka yang masuk, False mengangguk perlahan.

......Seperti yang bisa dilihat dari pemandangan mengerikan ini, False Proxy bukanlah Quasi-Spirit atau apapun yang menyerupai makhluk hidup.

Itu adalah koleksi boneka yang disisipkan dengan kulit manusia. Jadi, itu palsu, jadi tak bisa mati.

Boneka ini telah berpartisipasi dalam banyak permainan pembunuhan, terkadang berkelahi, dikalahkan, dan kemudian dibangkitkan. Ada sangat sedikit orang yang tahu kebenaran. Tokisaki Kurumi adalah salah satunya.

Dan tak perlu dikatakan, itu adalah Doll Master yang adalah komandan boneka-boneka ini.

Ya, permainan ini telah menjadi lelucon sejak awal.

“Ketidaktahuan itu mengerikan.” “Sangat mengerikan.” “Upacara pengorbanan” “Kesalahpahaman” “Sangat disesalkan”

Berbagai macam suara anorganik beraneka terjalin.

Doll Master berhati-hati, licik, bijaksana, tak bermoral, tanpa belas kasihan, kejam, dan pengecut.

Saat ini pun, tak pernah ada Quasi-Spirit yang mengalahkannya. Meskipun dia tetap
tak terkalahkan, ada beberapa orang yang bisa mencapai pembalikan.

Tapi selama dia menyerahkan segalanya pada boneka itu, tak pernah mengungkapkan sosoknya sendiri, dan tak pernah membiarkan orang tahu tentang posisinya, maka dia pasti akan tak terkalahkan.

False terbang keluar jendela.

Perban yang terbungkus rapi menari dengan liar bagai kaki laba-laba. Kedua boneka yang bertanggung jawab atas penglihatan False akhirnya menangkap Tsuan dan Tokisaki Kurumi di luar bidang penglihatan.

“Menurut laporan pengawasan (Mata kanan)” “Mereka berdua masih bertarung. (Mata kiri)”

“Apakah lebih baik menunggu sedikit lebih lama?” “Itu bijaksana.” “Ayo lakukan!”

“Karena keduanya sangat kuat.” “Saling brsaing.” “Saling kelelahan.”

“Tapi gadis itu” “Tentunya, segala macam masalah” “Semuanya terdengar dari Tokisaki Kurumi.”

“Kalau begitu, bunuh saja.” “Jangan tinggalkan itu.” “Tak ada yang mau repot.”

“Empty!” “Empty!” “Empty!”

“Gadis itu, Empty!” “Tak bisa dibayangkan bahwa dia berjuang tanpa ingatannya!” “Ayo kita bunuh!”

Suara sorak-sorai berputar-putar, boneka-boneka yang dibungkus False mengacungkan senjata favorit mereka.

Pistol, pedang, tombak, busur, pedang Jepang, kaca pembesar, chakram──

Monster-monster di koloni itu (False Proxy) tertawa terbahak-bahak.


Pertarungan telah berubah menjadi perkelahian yang tak menyenangkan.

Menggunakan Peluru Pertama <Aleph> untuk mempercepat dirinya hingga batas, serangan dari segala arah dilakukan oleh Tokisaki Kurumi.

Lalu , menerima setiap serangan dengan Astral Dress-nya yang ulet, Tsuan membantingnya dengan tendangan sebelum menangkap Kurumi dengan satu tangan.

“C-cepat, lari─────────────!”

Melihat pertarungan ini berlangsung, Empty mengeluarkan teriakan yang masuk akal. Saat itu Kurumi tertangkap; dia menyadari kebenaran di balik nama panggilan dipanggil Biscuit Smasher.

Setelah tertangkap, kamu pasti tidak bisa melarikan diri. Kamu pasti akan terbunuh. Kamu benar-benar akan hancur.

Tsuan, yang melemparkan Kurumi seperti tongkat, menabrak ke dinding batu.
Namun, pilihan itu tak bijaksana.

Mata Tsuan melebar karena dia tak merasakan dampak yang ditransmisikan ke tinjunya.

Segera setelah itu dia mengerti mengapa ini terjadi, ada bayangan di dinding batu yang Kurumi setengah masuk di dalamnya.

“Sekarang, kemarilah......!”

Dengan mengatakan itu, Kurumi dengan paksa menyeret Tsuan ke dalam bayangan. Di ruang di mana mustahil untuk bernapas atau menentukan ke atas, ke bawah, ke kiri, dan ke kanan, Tsuan menggoyang-goyangkan kedua lengannya─

Tombak kapak, yang seharusnya dipegangnya, telah menghilang.

Dipercepat oleh kombo Peluru Pertama <Aleph> yang tak terlihat, akhirnya ada celah dalam Extreme Death Spirit Dress no. 15 <Brinicle> milik Tsuan.

Pada akhirnya, sebuah suara aneh bergema di ruang itu seperti sebuah terompet yang menandakan kematian.

Kusukusu, suara tawa.

Tsuan diam. Tapi itu bukan karena takut. Kegembiraan merayapi tulang punggungnya karena jiwanya terlalu bersemangat untuk dikendalikan.

──Menyenangkan!

Bertarung melawannya sangat menyenangkan! Dia bahkan tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi padanya di detik berikutnya!

Bisa dikatakan bahwa dia sudah terbiasa dengan suara dampak ini. Ketika diserang lagi, Tsuan telah memikirkan itu. Dia telah membangun logika ini sambil memikirkannya. Untungnya, ada satu hal berguna tentang ruang gelap ini.

Tak ada suara dalam kenyataan ini. Ukuran suara, arah, penyimpangan dari pendaratan, dia bisa mengendus mereka semua untuk menjelajahi keberadaan Kurumi di suatu tempat di bayangan ini──dan menemukan dia.

“Tertangkap kamu──!”

Tanpa ragu-ragu, Tsuan dengan kuat memegang leher Kurumi. Seketika, dia kembali ke dunia yang penuh cahaya.

Penglihatannya sejenak menjadi kabur karena kembalinya yang mendadak.

Empty memandang dirinya sendiri dengan sikap tegas──tak ada permusuhan, tak ada ancaman, tak ada masalah.

Di tanah, Tokisaki Kurumi ada di tanah. Darah mengalir dari dahinya saat dia
mengerang kesakitan dari kesadaran kabur......tapi dia masih menyimpan pistol antiknya di tenggorokan Tsuan.

Jika dia bisa menanggung peluru ini, maka kemenangan adalah miliknya.

Tetapi pada saat yang sama, dia tidak merasa yakin bahwa dia dapat menanggungnya.

Extreme Death Spirit Dress no. 15 <Brinicle> telah hancur. Pertahanannya saat ini setara dengan selembar kertas di meja.

Namun, selama peluru itu bertahan, Tsuan bisa menyerang kepala Kurumi lagi dan menang.

Tsuan memiliki kepercayaan diri dalam hal itu.

.....Tentu saja, dia juga memiliki pertaruhan untuk kembali menjaga jarak.

Namun, naluri Tsuan menjerit. Jika dia melakukan itu, tak ada peluang untuk menang.

Jika dia mengalami ini, itu adalah kemenangannya. Jika dia menyerah, itu adalah kemenangan Kurumi.

“Kemenangan, ku......!”

“Tidak, ini kekalahanmu......!”

Yang pertama memperhatikan sesuatu yang tak biasa adalah Tokisaki Kurumi. Itu karena dia berbaring di tanah, dengan kondisi memalukan yang disembunyikan oleh Tsuan menjulang di atasnya.

Quasi-Spirit yang turun dari langit──False Proxy. Di mulutnya yang berlubang, dia memiliki enam tangan yang terentang.

Saat dia melihat sosok itu, sesuatu pecah dalam benak Tokisaki Kurumi. Tak peduli betapa brutalnya pertarungan sampai mati dengan Tsuan sampai sekarang, bahkan mentalitas membunuh atau terbunuh, semuanya telah tersingkirkan dari benaknya.

Dia menggeser pistol yang ditujukan ke tenggorokan Tsuan dan menarik pelatuk ke arah langit.

False mencoba menjangkau untuk menangkap peluru. Secara alami, itu gagal. Pekikan yang menggelegar, dagingnya berceceran──retak kecil menyebar ke seluruh tubuh dalam sekejap.

False meledak. Pada saat yang sama, boneka yang tersembunyi di dalam muncul satu per satu.

Suara teriakan perang bernada tinggi.

Tsuan memperhatikan ini dan berbalik. Karena ketidaknyamanan ini, Kurumi melompat dan terus menembak dari pistol antik dalam suksesi cepat ke langit.

Yang mengherankan, semua peluru telah dihindari.

“Ayoooooo!” Didampingi oleh suara nyaring itu, sebilah pedang Jepang diacungkan
ke atas.

“Konfirmasi target. Tembak────!” Dengan suara nada tinggi, busur diatur.

“Bakar──────!” Bersamaan dengan suara yang lekas pecah, kaca pembesar terangkat.

Kaca pembesar.

Saat dia menyadari hal ini, Kurumi mengertakkan giginya. Jika diperhatikan dengan seksama, boneka-boneka ini memiliki kesan yang sama dengan orang lain yang dapat ia ingat.

Tsuan mengangkat tinjunya untuk mencegat serangan itu. Boneka itu hanya tertawa.

“Lambat” “Terlalu lambat” “Terlalu lamban” “Mau bagaimana lagi” “Karena” “Dia pasti kelelahan!”

Bahkan dengan mengingat hal itu, gerakan boneka itu sangat gesit. Boneka itu melambaikan pedang Jepang menusuk dada Tsuan dengan bilahnya. Sebuah panah kecil menembus tenggorokannya. Sinar matahari yang kental membakar tubuhnya.

Melihat Tsuan terguling, Empty menjerit sedih.

Apa itu karena Tsuan dirobohkan lagi dan mereka dikelilingi oleh boneka?

Tidak.

“......Boneka-boneka......ini......”

Empty gemetar sambil mengarahkan jarinya ke boneka itu. Itu adalah gambar Hijikata Isami.

Yang di sebelahnya persis seperti Takeshita Ayame. Dan terakhir, boneka yang telah menyerang Tsuan dengan kaca pembesar jelas sama dengan Sheri Musika.

Boneka-boneka itu menjerit, ketika mendengarkan dengan seksama itu memang suara mereka.

Sudah berdiri, Tokisaki Kurumi bergumam dengan sangat mengerikan ketika dia mengalir dengan niat untuk membunuh.

“Semua orang berubah menjadi boneka. Tidak, akan lebih baik untuk mengatakan bahwa mereka diubah menjadi boneka.”

“B-berubah menjadi......?”

Semua Quasi-Spirit didasarkan pada pecahan Sephira Crystal. Jadi jika mati, Sephira Crystal akan menjadi milik orang lain.

Doll Master telah menjarah pecahan Sephira dari lebih dari 100 Quasi-Spirit dan mengubahnya menjadi boneka.

Boneka Isami, Ayame, dan Sheri mulai menari.

Mereka merasa itu sangat menyenangkan dan lucu, tetapi bagi Empty itu terasa menjijikkan.

Seperti karikatur yang menggelikan, hingga akhir yang paling keji dan menghujat bagi mereka yang dikalahkan karena kurangnya kekuatan.

“Jadi ini keburukanmu. Doll Master.”

Dia tak hanya puas mengubahnya menjadi boneka.

Menjaga sebanyak mungkin kepribadian dan kemampuan asli di atas mereka yang dibuat menjadi boneka lucu. Selain itu, bagian fatal dari kepribadian telah diubah──tidak peduli seberapa sombong kepribadian aslinya, mereka akan menjadi pelayan yang setia kepada Doll Master.

“Menyenangkan, itu menyenangkan.” “Semua orang berteman dengan baik, sangat indah” “Ah, senang menjadi boneka.”

“Diam!!”

Untuk pertama kalinya, dia melihat Tokisaki Kurumi benar-benar marah.

Ketika mendengar ini, boneka-boneka itu mulai tertawa semakin riang.

“Marah, kamu marah!” “Hancur dan runtuh!” “Ayo bunuh, ayo bunuh!” “Spirit ini adalah boneka!”

“Bisa membuat Spirit ini menjadi boneka!” “Bergabunglah dengan keluarga kami!”

Pistol antik melemparkan salah satu boneka yang bermain-main. Sorak-sorai dengan cepat berubah diam sejenak.

“Berisik sekali. Apa orang yang menyebalkan itu mengira dia semacam raja dengan memanipulasi boneka aneh ini?”

Ada kemarahan diam-diam yang terkandung dalam kata-kata Kurumi. Tapi Empty berpikir pada saat bersamaan.

Dia tidak mampu. Bertindak berdasarkan kemarahan murni terhadap sikap mereka
menghilang karena dimakan.

Sebaliknya, bisa jadi karena situasinya telah berubah menjadi krisis. Atau──

“Omong-omong, apakah Doll Master hanya melihat dari suatu tempat? Jika demikian, aku akan menghancurkan setiap boneka. Itu akan membuatnya cepat dan mudah.”

Boneka-boneka itu tertawa sekaligus pada saat bersamaan.

“Mustahil!” “Mustahil!” “Mustahil artinya itu tak bisa diatur!” “Karena kami!”
“Banyak!” “Sosok kecil tak terbatas!” “Sebuah legiun, sebuah legiun!” “Seribu tentara yang kuat!”

“Bahkan untuk Spirit, mustahil untuk mengalahkan kami!!”

Sama seperti kata-kata itu diucapkan, mereka dikelilingi oleh boneka. Empty jatuh dengan lembut ke tanah.

Pupil mata anorganik itu, lebih dari 2000 mata kaca itu menatap Tokisaki Kurumi. Dia tak takut, tak gemetar, tak menangis─

Ekspresinya penuh amarah, tapi tak ada rasa takut. Namun meski begitu, dia tak tersenyum seperti biasanya.

Dengan tenang, dia menarik napas pelan saat dia berbalik untuk melihat Empty.

“Empty.”

Tak ada getaran dalam suaranya.

“Y-ya. Ada apa?”

“Aku benar-benar minta maaf karena membuatmu terjebak dalam pembalasanku. Kamu bukanlah Empty.”

“Eh, kalau begitu......!?”

Kurumi tersenyum sambil menunjuk ke tanah. Dia mengacu pada penutup lubang got, yang dia tendang terbuka untuk membuka pintu masuk.

“Larilah. Kamu akan menjadi penghalang kalau kamu tinggal di sini.”

“Eh, tapi......!”

Meskipun dia berniat untuk mengatakan kalimat heroik karena tak ingin meninggalkannya, tapi──

“Tak ada artinya mengatakan hal lain.”

Tengkuk Empty tiba-tiba dicengkeram ketika dia dilemparkan ke selokan. Untungnya, tak ada bau yang tidak sedap karena kurangnya aktivitas manusia di dunia tetangga.

“Kurumi─sa”

“Sudah kubilang, mengatakan sesuatu yang lebih tak berguna.”

Ucap Kurumi sambil tersenyum saat dia dengan lembut melambai kepada Empty dari atas.

“Kamu melindungi dia!” “Penting? Penting?” “Gadis itu, Empty?”

Boneka-boneka itu memegangi perut mereka sambil tertawa.

Melihat adegan jelek ini, Tokisaki Kurumi tersenyum. Sudah ada kesenangan yang cukup dan
senang tersenyum dari ini.

“Tidak, hanya──benar juga, aku tidak kejam atau cukup bodoh untuk membuatnya terlibat dalam masalah ini. Itu saja.”

Boneka-boneka itu menundukkan kepala dengan bingung.

Kurumi mengangkat pistol antiknya──tidak mencoba melihat boneka itu──tapi di jendela rumah tempat tinggal.

Kemudian.

Kilatan cahaya memenuhi mata saat suara ledakan terdengar oleh telinga.

Namun, itu hanya jika......boneka itu memiliki mata dan telinga.

Terbakar, meledak, dan meletus.

Dengan dia di tengah, satu kilometer persegi telah berubah menjadi tanah kosong.

“Nitro dress yang merupakan kombinasi dari sekitar lebih dari 200 Astral Dress dan pecahan Sephira Crystal. Seberapa sulit mengumpulkan hanya sebanyak itu?”

Kurumi benar-benar berjuang.

Pertama-tama, mengumpulkan lebih dari 200 bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang waras. Tapi nitro dress ini adalah tembakan tunggal yang memiliki kekuatan untuk membalikkan pertempuran. Oleh karena itu, dalam keadaan normal itu akan mustahil, tapi selama ledakan tunggal diperlukan, dia dapat mencapai kesepakatan tak peduli seberapa irasional transaksi itu.

Pada saat mengumpulkan ke-200, yang lain pasti akan mulai mencurigai motifnya. Dan begitu dia dicurigai, Doll Master pasti akan menganalisis informasi itu dan mulai mengembangkan tindakan balasan yang sesuai.

Pertama-tama, untuk mencegah hal itu, dia mengubah penampilannya ketika dia bernegosiasi dengan orang lain. Dia mengubah suaranya, bentuk tubuh, dan bahkan kepribadiannya.

Butuh waktu lama, tapi agar tidak ditemukan oleh Doll Master, dia sedikit demi sedikit memasangnya di rumah sementara.

......Tokisaki Kurumi sudah menduga dia menggunakan boneka itu ketika dia selamat.

Dan sebagai Spirit, dia akan lebih berhati-hati dan menginvestasikan sebanyak mungkin kekuatannya.

Untuk membunuh 1000 boneka, Kurumi sampai pada akhir ledakan area yang luas.

Tentu saja, ini adalah pertaruhan yang menempatkan dirinya pada posisi yang tidak menguntungkan. Frustrasi oleh rasa putus asa, ada satu atau dua kali di mana dia tak bisa tidur.

Tapi, dia menang.

Kurumi duduk dengan tenang di tanah──tidak berusaha untuk pulih.

Sedikit lagi, kemenangan sudah di depan mata. Aku bisa membalas dendam. Aku bisa menyingkirkannya.

“Yue, Yue, hanya sedikit lagi, sedikit lagi......”

Kata-kata itu berhenti. Di depan mata Kurumi adalah Ibusuki Panie. Ibusuki Panie, seseorang yang seharusnya sudah mati.

“Ya, kamu baru bilang Yue-chan. Aku mengerti, akhirnya aku mengerti!”

“......Kamu masih hidup? Mengejutkan sekali.”

Jari Kurumi ada di pelatuk pistolnya. Ibusuki Panie membantahnya dengan senyum polos bak malaikat.

“Tidak, tidak, tidak hidup. Karena Panie sudah mati.”

“Ah, jadi begitu. Lalu, kamu sama dengan False? Apa tubuh kecilmu penuh dengan boneka?”

Ketika dia mendengar Kurumi, Panie tersenyum dan mengangguk.

“Betul! Umm, ada sekitar 400 di Panie (gudang). Jadi, aku punya sekitar 1400 tubuh yang harus disingkirkan!”

Kurumi tak bisa memahami angka-angka itu sejenak.

“Ha......?”

“Seperti kataku, aku punya sekitar 1800 tubuh! Ya, tak ada yang pernah bisa melewati 1000 tubuh sebelumnya! Panie sangat tersentuh! Jadi masih ada sekitar dua pertiga lagi, silakan coba yang terbaik!”

“......Kamu menggertak? Kamu didorong sejauh itu, kan?”

Itu adalah keajaiban bahwa suara Kurumi tidak bergetar. Masih ada 1800 boneka?

Sangat banyak, tak ada peluang untuk menang......!

“Apakah itu penting? Bukankah kamu itu Spirit? Tak bisakah kamu dengan mudah menghancurkan sesuatu yang tak bisa dibandingkan dengan Quasi-Spirit?”

Diam.

Kurumi menahan rasa takut yang melekat erat di hatinya.

“...... Aku Tokisaki Kurumi.”

Ibusuki Panie membuka mulut selebar False Proxy dan mengeluarkan sebuah boneka dari dalam.

Astral Dress yang familier, senjata yang familier, dan wajah yang familier.

Saat dia melihatnya, keinginan Kurumi untuk bertarung meledak dan menghilang.

“Hmm, siapa nama yang ini? Y...Yuei......?”

“Itu Hiriyu Yue, Ibusuki-san.”

“Ah iya, benar!”

“Y...ue......”

Rambut pendek kebiruan, mata jernih, dan pedang tanah liat raksasa yang tak cocok dengan ukuran tubuhnya.

Bahkan dalam kondisi saat ini sebagai karikatur yang buruk, dia takkan pernah melupakan wajah itu.

“Tokisaki Kurumi tak ada hubungannya dengan Yue, kan?”

“Iya! Dia tak ada hubungannya denganku!”

“Dalam─hal─itu──”

Ibusuki Panie melirik Kurumi, menunjukkan senyum sadis yang samar.

“Hiriyu-san adalah temanmu?”

“Sahabatku adalah Quasi-Spirit!”

──Udara membeku.

Semuanya diketahui, semuanya disegel. Walaupun potongan-potongan itu bisa bergerak bebas di papan, mereka masih tidak akan pernah mencapai game master.

“Nah, tolong bunuh Spirit-san itu.”

“Aku mengerti, Ibusuki-san! Aku akan membunuhnya!”

Boneka itu berbalik ke arah sini. Mata berkaca-kaca itu tak bisa mengatakan sedikit pun tanda emosi.

“......Ya, itu dia.”

Tokisaki Kurumi, gadis yang terus menginspirasi dirinya sendiri, menundukkan kepalanya.

Boneka itu bergegas dengan sangat gembira. Itu mengingatkan pada bagaimana dia biasa berlari.

Hilang, hilang, semuanya hilang. Tetapi, dia masih hidup demi Yue.

Namun pada akhirnya, itu tak ada artinya. Boneka polos itu menyiapkan claymore favoritnya.

Suatu hari nanti, rasanya seperti mimpi nostalgia.

Kemenangan, kadang-kadang dia akan berteriak ketika menyambutnya kembali ke rumah. Aku benci bertarung, aku juga benci disakiti, terlebih lagi jika teman itu terluka.

Namun, aku tak ingin mengganggu betapa bahagianya dia terlihat berbicara.

Jadi, aku selalu, selalu menunggu hari dan waktu itu lagi.

“......Aku sudah menunggumu selama ini.”

Selamat datang kembali, gadis itu berbisik pada dirinya sendiri.

Dia merentangkan tangannya untuk menyambutnya ketika pedang boneka itu tertanam di dadanya.

Melihat gadis yang jatuh itu, Ibusuki Panie──boneka-boneka yang tersembunyi di dalamnya mulai terkekeh.

Perang (date) ini juga berakhir dengan cukup berarti. Meskipun sangat disayangkan bahwa Spirit itu palsu, itu bukan berarti bahwa dia menyukai gagasan memiliki Spirit asli sebagai lawan.

Mereka adalah bencana yang seharusnya tak ada di dunia tetangga. Mereka harus hidup bahagia di dunia lain.

Namun, dunia tetangga adalah milik mereka. Daerah kesepuluh adalah miliknya. Doll Master mengangguk puas ketika dia ingin memuji boneka-bonekanya.

Boneka-boneka itu, mengikuti perintah, dengan senang hati merencanakan untuk memotong tubuh Kurumi. Ketika Doll Master mencoba menambahkan perintah untuk tidak merusak Sephira Crystal──dia menyaksikan boneka itu meledak.


Ledakan besar bisa dirasakan bahkan di selokan. Empty menjerit dengan punggung menempel ke dinding, gemetar karena takut tak tahu apakah langit-langit akan runtuh.

Keheningan singkat.

......Usai memastikan dia masih hidup dan tidak terluka, Empty bangkit berdiri.

Itu tak sesuai dengan citra dirinya untuk tetap berjongkok di sini. Penyebab ledakan ini jelas-jelas adalah Kurumi. Dalam hal ini, lebih baik keluar untuk melihat hasilnya.

Empty tidak berpikir bahwa dia akan mati. Meskipun dia tak berpikir bahwa dia akan mati, dia masih punya firasat buruk tentang ini.

Mengikuti cahaya yang masuk, dia memanjat tangga.

Suhu kemungkinan telah meningkat dari ledakan sebelumnya. Lalu, dia bahkan tak tahu apakah Tsuan masih hidup setelah dilanda ledakan. Meskipun gambar daging cincang menakutkan, dia masih merasakan keinginan untuk makan hamburger hari ini.

......Tidak, itu tidak baik untuk saat ini membiarkan pikirannya berkelana ke hal-hal yang tidak berharga.

Namun saat menaiki tangga ini, dia hanya merasakan kegelisahan yang membuat hatinya terasa lemah.

Hal terakhir yang terlihat adalah senyuman kesepian itu─

Dia berdoa agar dirinya salah.

Mungkin niatnya untuk mati terlepas dari kegagalan atau kesuksesan.

Itu begitu penuh kesedihan sehingga tampak seperti itu, senyum yang dengan tenang menerima kehancuran.

Senyum seperti itu tidak cocok untuknya. Tokisaki Kurumi harus lebih agung, menyesatkan, tertawa dengan kejam dan menginjak-injak lawannya.

Tiba di atas tanah; Empty terpana melihat pemandangan luar biasa itu. Daerah sekitarnya telah menjadi puing-puing; tempat di mana rumah seharusnya berbaris sekarang banyak yang kosong.

Seharusnya ini kartu tersembunyi Tokisaki Kurumi.

Untuk berurusan dengan Doll Master yang terkenal jahat, pasti tak ada cara lain selain ledakan skala besar ini.

Tapi......dalam ledakan ini. Dia tak tahu apakah Kurumi selamat.

Biarpun ada Astral Dress......

Ketika dia akan memanggil namanya, Empty menyadari bahwa dia tepat di depannya.

Bahkan jika dia berbalik, tidak mungkin dia bisa melewatkan pandangan ini sekarang.

“Kurumi-sa─”

Suara tusukan itu cukup ringan; percikan darah juga sangat kecil. Tetapi dari dada ke belakang, sebuah pisau tajam dari baja telah menembus.

Tapi itu tak aneh. Itu di tengah pertarungan, jadi itu tidak aneh.

Namun, Empty tidak dapat memahami ini. Pada saat ini, Tokisaki Kurumi benar-benar menumpahkan darah dan jatuh.

“......Kurumi-san?”

Dia tak bisa mengerti apa yang terjadi sama sekali. Dia takkan mati; Tokisaki Kurumi memiliki kekebalan yang tak masuk akal yang tak terduga.

Jangan mati, jangan mati untuk sesuatu yang sepele seperti ini, sama sekali jangan mati.

Namun, darahnya tak mau berhenti. Entah itu adalah Quasi-Spirit atau Spirit, dia akan mati jika darah terus berkurang. Pikiran akan menyerah sebelum tubuh.

Meski begitu, boneka berambut biru itu dengan senang hati memotong bahu, lengan, dan kakinya.

“......Tangan.”

Benar-benar tanpa sadar, Empty meraih apa yang ada di tangan itu. Boneka itu tampak sedikit
terkejut saat menatap Empty.

Apa yang ada di tangan Empty adalah pistol kuno milik Tokisaki Kurumi. Dia memahaminya hanya melalui naluri, peluru masih dimuat, dan setelah itu dia hanya harus membuat keputusan yang kuat......hanya dengan mengandalkan perasaan ini.

“......Berhenti.”

Suaranya dingin, ujung jarinya dingin, hanya hatinya yang terasa hangat. Menarik
pelatuk──kejut, ledakan, kemunduran. Tangan kanan boneka itu hancur dan jatuh ke tanah.

Jelas bagi Empty bahwa sekaranglah saatnya untuk terpana.

Ibusuki Panie menatap kosong dengan bingung. Tapi setelah melihat Empty mencoba menggunakan bahunya untuk membantu Kurumi, kedua tangannya mulai bergetar saat dia menatap mereka.

“Sungguh──! Merepotkan sekali──!”

Boneka dilepaskan dari mulut Panie. Jumlahnya sekitar tiga puluh, itu adalah tindakan yang sangat sederhana untuk membunuh dua orang yang ingin melarikan diri.

Empty tak cukup kuat untuk membawa seorang gadis yang kehilangan kesadaran. Jika dia berjalan kaki, mereka pasti akan tertangkap. Selain itu, suasana hati Empty sekarang benar-benar gelisah.

Tangan Kurumi terasa sangat dingin karena darah yang terus mengalir keluar.

“......Lakukan.....”

Kurumi menggumamkan solilokui, tapi sekarang bukan saatnya untuk mendengarkan itu.

Ditangkap berarti terbunuh, mati, bukan hanya dirinya sendiri tetapi juga Kurumi.

Tak ada penyelamatan. Tak ada keajaiban yang akan terjadi. Takdir telah dengan ketat, tanpa ampun, dan sepenuhnya mengikat mereka.

──Jadi, ini bukan keajaiban.

Jika seseorang menggambarkannya, itu adalah kesalahan perhitungan dari Doll Master.

Selera buruknya menyebabkan perkembangan ini.

Ketiga puluh boneka itu menyusul, mereka lebih dari cukup untuk membunuh Quasi-Spirit Empty dan Spirit yang telah kehilangan kesadaran.

Boneka yang akhirnya menangkap dan mengayunkan pedangnya──mencabut yang lain.

“Eh?”

Boneka itu mengeluarkan suara canggung. Tak ada waktu untuk memotong lengan dan kepala mereka dalam sekejap.

“......Eh?”

Kali ini adalah Empty yang mengeluarkan suara kejutan.

Penolong mereka bukanlah Tuhan atau Quasi-Spirit.

“Begitu, jadi seperti ini!”

Boneka satu tangan itu tersenyum senang. Itu adalah boneka yang ditembak Empty barusan──.

“Kenapa......?”

Emptymenghentikan langkahnya sendiri ketika dia berbisik kosong. Boneka itu mengangkat pedang besar dengan satu tangan sambil berteriak.

“Kamu adalah temanku! Aku temanmu! Jadi, tentunya aku seharusnya tidak membunuhnya! Maaf! Aku tidak sadar, maaf!”

Ada air mata di kelopak mata kaca itu.

Menghadapi Empty yang benar-benar binung, boneka itu berteriak keras.

“Aku tak tahu lagi. Semuanya. Tapi aku ingat. Aku hanya bisa mengingat hal-hal yang disukai Hibiki, apa yang disukai Hibiki! Begitu! Karena itu......”

Lari, dia berbisik. Boneka itu memotong boneka-boneka lain yang berhasil ditangkap.

Tak ada yang bisa disampaikan, tak ada yang dijawab. Empty lari dari tempat itu sambil menyeret Kurumi.

Bagaimanapun, mereka pertama-tama perlu mencari jarak. Dia tak memfokuskan apa pun selain pergi lebih jauh ke tempat yang tak terlihat oleh mata boneka-boneka itu.

Pilihan Empty bukanlah bangunan tempat tinggal tapi pabrik yang ditinggalkan. Tempat dimana dia pernah ditahan. Meskipun setengah hancur dari serangan sengit, itu karena dia merasa itu tidak akan menarik perhatian......satu-satunya yang tersisa untuk dilakukan adalah berdoa.

Tetesan dingin menetes ke lehernya.

Untungnya, tiba-tiba ada hujan lebat. Dengan begini, aroma dan jejak kaki mereka akan hilang pada saat yang sama. Meskipun dia khawatir akan kedinginan, hidup saat ini lebih penting.

Setelah itu, jika Tokisaki Kurumi bisa bangun.

“......Di sini......”

“Kurumi-san!?”

Empty bergegas membungkuk. Ekspresi pucat itu, hilangnya warna di bibirnya, aliran darah yang konstan yang takkan berhenti, tapi pada saat itu pun Kurumi masih hidup.

“...Kabur......kenapa......?”

“Iya. Boneka itu membantu kita.”

“Boneka, tapi......?”

“Katanya itu adalah temanku.”

Mendengar itu, Kurumi membuka matanya──lalu; dia mulai terkesiap seakan menghembuskan jiwanya.

“......A-apa itu benar.”

Kurumi menggunakan tangannya yang gemetar untuk menemukan foto di sakunya. Itu adalah foto dengan Empty dekat bersama dengan gadis yang menjadi model untuk boneka itu.

“Apa kamu tidak terkejut?”

“tak ada yang akan mengejutkanku pada saat ini.”

“Kalau begitu. Meskipun aku bilang aku bukan Tokisaki Kurumi, kamu tidak akan terkejut?”

“......Meskipun itu masalahnya. Aku tidak akan terkejut.”

Kurumi menyentuh dadanya untuk menghapus darah.

“Dengan banyak darah yang mengalir......yah, sepertinya tak ada harapan. Aku tidak merasa bisa diselamatkan.”

“Tolong jangan katakan itu!”

“......Apa kamu ingin mendengar cerita lama?”

Tiba-tiba, nadanya berubah. Seolah larut dalam air, rambutnya mulai kehilangan warnanya. Itu adalah kesaksian bahwa Higoromo Hibiki telah melepaskan kekuatan Tokisaki Kurumi.

Sebuah cerita terungkap dari bibirnya.


Pada saat dia menyadarinya, dia sudah tersesat di dunia tetangga.

Dicampur dengan Quasi-Spirit dari semua jenis warna, Higoromo Hibiki adalah bagian dari itu mayoritas yang benar-benar tak berdaya.

Judul Empty bukan nama palsu.

Bukan hanya kenangan, kadang-kadang ada gadis yang berkeliaran yang akan kehilangan mereka kepribadian juga. Hantu tak berbahaya yang merusak pemandangan.

Mungkin, mereka adalah simbol ketakutan yang ingin dihindari orang lain juga.

Itulah Empty.

Tak perlu waktu lama bagi tangan dan kaki mereka untuk menghilang sepenuhnya sebelum akhirnya gadis-gadis itu ditakdirkan untuk menghilang sepenuhnya dari dunia tetangga.

Higoromo Hibiki adalah orang seperti itu. Dia tak tahu apa-apa, dia takut tiba di dunia ini, takut bertarung, Bagi mereka yang tidak cukup beruntung untuk bisa menggunakan Astral Dress, mereka takut menghilang.

Tak ada mimpi.

Tak ada harapan.

Tak ada yang mendambakan.

Bahkan tak ada hati untuk didambakan.

Seseorang yang dilahirkan tanpa mengetahui apapun harus mati sendirian. Seharusnya begitu nasib Higoromo Hibiki.

Dalam kelesuan ini, adalah kebetulan bahwa Hibiki melihatnya.

Di daerah kesepuluh Malkuth yang ditandai──dengan saling membunuh. Ada seorang gadis yang hidup bahagia dengan bertarung.

Setelah beberapa bentrokan, dia memperoleh kemenangan penuh kemenangan. Dengan mata hampa, Hibiki mencoba mencocokkan tampilan mata gadis itu.

Gadis itu penuh senyum. Kepada Hibiki yang menatapnya tanpa daya, dia membuat tanda kemenangan dengan dua jari.

“Aku menang!”

Dengan tatapan kosong menatapnya──Hibiki perlahan mengembalikan gerakan kemenangan.

“Terima kasih!”

Gadis itu menghilang setelah mengatakan itu dengan keras.

Hibiki berdiri. Dia memperhatikan bahwa lengan yang menghilang telah dipulihkan. Dalam pertukaran yang tidak berarti seperti itu, Hibiki telah menemukan harapan.

Nama gadis itu adalah Hiriyu Yue. Nama Empty adalah Higoromo Hibiki.

Yue adalah Quasi-Spirit yang tidak bisa hidup tanpa bertarung. Dan Hibiki adalah Quasi-Spirit yang dapat terus hidup dengan memeluk orang lain tanpa perlu bertarung.

Itu seperti hari yang tenang setelah badai.

Setiap kali Yue kembali terluka, hatinya akan sakit. Di sisi lain, hatinya juga akan merasa lega selama dia kembali.

Hibiki berpikir bahwa dia tak ingin menggunakan kekuatan Unsigned Angel itu.

Ini memiliki kekuatan yang mengerikan, tapi biayanya terlalu besar. Jika digunakan secara sembarangan, semua yang menunggunya menjadi tidak valid.

“Itu sia-sia!”

Meskipun Yue berbicara sambil mengeluh, Hibiki hanya tersenyum seolah sedikit bermasalah. Bagian terburuk dari kekuatan itu adalah mampu menggantikan dirinya sendiri.

Kepribadian terpisah, ingatan menyimpang, dan bahkan nama Higoromo Hibiki perlu dibuang secara paksa.

Memalukan melupakan Yue yang berada tepat di depan dirinya.

“Tidak apa-apa Yue. Aku tidak peduli.”

“Benarkah? Tidak masalah sama sekali untuk tubuhmu?”

“Aku tak suka bertarung, jadi aku baik-baik saja untuk saat ini. Un, tak apa-apa karena aku bahagia.”

Bertarung bukanlah satu-satunya cara untuk mengejar mimpi.

Ada juga mimpi untuk puas hanya dengan menunggu. Hari-hari yang dihabiskan bermain dan mengobrol dengan Yue.

Jadi Hibiki merasa puas hidup di masa sekarang.

──Tapi jika dia kehilangan Yue, perasaan puas ini akan hilang.

Kenapa dia selalu membuang muka setiap kali dia mengatakan itu?

Kenapa dia yakin bahwa selama dia menunggu, kata-katanya “Aku akan kembali!” akan selalu berdering benar?

Terakhir kali dia mengatakan itu adalah setelah menerima undangan ke permainan yang disponsori oleh Doll Master.

“Aku ingin berpartisipasi sejak awal.”

Yue berbicara dengan nada tenang yang luar biasa.

“Tapi untuk berpartisipasi dalam perang yang dia sponsori berarti mempertaruhkan hidupmu. Aku pikir itu agak salah.”

“Hebat, itu melegakan......aku masih bertanya-tanya apakah kamu akan pergi ke sana dengan menantang.”

Mendengar jawaban Hibiki, Yue bergumam seolah malu dari lubuk hatinya.

“Pada saat berjuang untuk hidupku, aku pikir aku ingin tahu.”

“Yue, kapan kamu akan mempertaruhkan hidupmu?”

“Kalau kamu kesusahan, aku pasti akan mempertaruhkan nyawaku untuk menyelamatkanmu.”

Yue selalu dengan tegas mengatakan kalimat itu.

“Ah──......terima kasih. Kalau begitu, aku merasa lega.”

Sangat memalukan, tapi hanya kata-kata itu yang bisa menggambarkan emosi yang memenuhi dadanya.

“Pokoknya, aku akan menolaknya besok.”

Hari kedua setelah Yue mengatakan itu, dia benar-benar menghilang.

Bukan hal yang aneh bagi seorang gadis untuk menghilang di dunia tetangga. Terlebih lagi jika itu adalah gadis yang suka bertarung.

Apalagi, ketika keberadaannya tidak diketahui, yang bisa ia lakukan hanyalah menunggunya.

Belakangan, Hibiki mendengar desas-desus tentang Doll Master. Dia mengoleksi boneka, yang disebut boneka ini dulu Quasi-Spirit. Jika dia memperhatikan, maka kamu benar-benar akan berubah menjadi boneka.

“Doll Master, Doll Master, Doll Master!”

Membalas dendam menjadi mimpi baru Hibiki.

Karena langkah pertama adalah bertarung, ia harus terbiasa bertempur, melihat darah, dan mengobati luka. Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan informasi.

Untungnya, kemampuan Astral Dress paling cocok untuk pengumpulan informasi. Dia melakukan penyelidikan menyeluruh tentang keuntungan, kerugian, rahasia, dan kelemahan Doll Master.

Meskipun berkali-kali dalam proses hidupnya menjadi sasaran, obsesinya tidak mengizinkannya untuk mati.

Langkah terakhir akan menandai selesainya rencana. Untuk membunuh Doll Master, untuk mengalahkan Doll Master, apa yang sangat diperlukan?

Berpikir, berpikir, berpikir──menoleh ke belakang, dia mengetahui bahwa dia sudah jauh.

Membayangkan bahwa dia telah hidup sendirian untuk waktu yang lama.

Biarpun dia bertemu Yue lagi, gadis itu pasti tidak akan mengenalinya. Ya, tapi. Itu tidak masalah lagi. Karena mustahil untuk reuni.

Karena itu, tidak masalah untuk tidak menjadi Higoromo Hibiki (aku) lagi. Unsigned Angel tipe ketujuh <King Killing>. Itu memiliki kekuatan untuk menjarah. Saling bertukar tubuh dengan target, bahkan kemampuan bisa dijarah──kemampuan untuk membalikkan hukum untuk membunuh seorang raja.

Sejauh ini, itu telah digunakan untuk merampok sementara wajah Quasi-Spirit lainnya untuk menyembunyikan dirinya.

Namun, perampokan kemampuan adalah penggunaan yang jauh lebih maju, dunia yang tidak dikenal untuk dirinya sendiri.

Setelah dimulai, dia tak bisa mengangkatnya sampai dia mati. Itu kekuatan dengan risiko besar yang tak bisa diperbaiki setelahnya.

Akibatnya, Hibiki berkeliaran di sekitar dearah mencari kekuatan terbesar dan kehadiran paling kuat untuk dijarah.

Quasi-Spirit dengan kekuatan untuk bersaing dengan Doll Master.

Dan akhirnya dia menemukannya. Bukan Quasi-Spirit, tetapi Spirit yang dikatakan membawa bencana.

Itu cantik.

Di mana pun, itu adalah kecantikan yang tiada tara.

Gadis yang jatuh dari langit akan mati. Namun demikian, dia dapat dengan mudah melihat kekuatan besar itu.

Jika ada sesuatu yang melampaui kecerdasan manusia dan Spirit──itu adalah kekayaan sekali dalam sejuta yang diberikan kepada Higoromo Hibiki melalui pertemuan ini.

......Hibiki tahu. Kemampuannya mencuri tak hanya bentuk fisik dan Astral Dress, tetapi merampok kepribadian seseorang juga.

Ada kemungkinan besar untuk membuang gagasan bodoh seperti balas dendam karena bisa merebut kekuatan ini.

Tidak ada tindakan pencegahan. Jadi dia berpikir dalam-dalam. Dia dengan kuat memeluk kenangan yang dia bagikan dengan Hiriyu Yue ke dadanya.

Tolong aku mohon, tak masalah kalau kamu mengambil apa pun dariku. Setelah balas dendam ini berhasil, aku juga akan menyerahkan hidupku sendiri. Jadi tolong jangan mengambil mimpiku. Tolong biarkan aku mencapai pembalasanku.

Dengan kata lain, diharapkan tidak ada tontonan kesenangan apa pun dalam balas dendam.

Malam yang gelap. Di kedalaman gang tanpa nama tanpa sampah manusia. Dalam hujan, seorang gadis berpegangan tangan dengan Spirit yang sekarat.

“Maaf, maaf, maaf, maaf, maaf......”

Dia menganggapnya tak terhitung, tak terhitung jumlahnya. Pikiran itu sudah melekat di benaknya.

Tapi tangannya tak berhenti gemetaran.

Dengan kepribadiannya berubah, dia takkan menjadi dirinya sendiri lagi. Untuk membunuh lawannya dia harus bunuh diri.

Higoromo Hibiki sekarang siap untuk membunuh dua gadis.

Hanya dengan cara itu, dia mengulangi kalimat itu berkali-kali lagi. Meski begitu, dia tidak bisa mengambil langkah terakhir.

Jadi, dia mengingat lebih kuat.

Pemandangan hari-hari itu; hari-hari damai di mana ia merasa dipenuhi hanya dengan bersama.

Adegan tenang yang takkan pernah bisa dipulihkan lagi.

“Jangan lupa, jangan lupa, jangan lupa, jangan lupa, jangan lupa, jangan lupa!! Sama sekali jangan lupa adegan itu!!”

Dia menjerit.

Unsigned Angel <King Killing> diluncurkan.

Cakar besar merampas segalanya dari gadis Spirit yang ada di sana, menguburnya dalam-dalam kepada Higoromo Hibiki.

Lalu setelah kehilangan segalanya, Spirit itu menjadi Empty.


Di akhir monolog panjang, dia perlahan-lahan berubah dari Spirit menjadi Quasi-Spirit. Dia membuang wadah yang diisi dan kembali menjadi Empty yang asli.

“......Aku telah membohongimu selama ini.”

Gadis yang baru saja Kurumi sampai beberapa saat yang lalu mengatakan itu.

Empty mendengarkan pengakuannya sambil tertegun.

“Aku tahu kenapa kamu tidak memiliki ingatan. Aku tahu siapa kamu. Tapi, aku tidak memberi tahumu. Aku tahu itu dan masih berbohong. Karena aku hanya bisa──berbohong, berbohong, berbohong terus-menerus.”

“......Kenapa kamu tidak membunuhku?”

Gadis itu tiba-tiba tertawa.

“Aku egois. Aku tak ingin melihat diriku mati. Itu saja.”

Mengalir, esensi Tokisaki Kurumi perlahan-lahan tersedot ke gadis yang berdiri di sampingnya.

“Pergi. Kamu adalah Spirit; itu adalah fakta yang tak ada yang bisa ikut campur.”

Gadis yang berdiri di depan matanya bukan lagi Empty.

Spirit dengan tenang mengangkat senjatanya.

“──Aku tidak bisa memaafkanmu.”

“......Ya, maaf.”

Akhir cerita ini juga sangat bagus, pikirnya. Sejak awal dia melakukan sesuatu yang buruk padanya.

“Apakah kamu tidak akan memohon belas kasihan?”

“Bukankah kamu baru saja mengatakannya? Yue melindungi kita. Ketika aku mendengar hal itu, itu sudah cukup.”

Dia melindungiku.

Bahkan setelah diubah menjadi boneka, dia mencoba memenuhi janjinya kepadaku.

Tidak peduli bagaimana atau di mana, Yue akan selalu menjadi pahlawan pribadinya. Hanya dengan mengetahui hal ini, Higoromo Hibiki merasa diselamatkan.

Keheningan yang menggelegar.

Dan dengan demikian, Tokisaki Kurumi mati──.

Dan dengan demikian, Tokisaki Kurumi terbangun.


Ketika gadis itu meninggalkan pabrik, ada banyak boneka di sekitarnya.

Hujan masih belum berhenti.

“Ketemu.”

Sebuah boneka yang sudah babak belur dibuang ke genangan lumpur. Itu adalah boneka Hiriyu Yue. Lebih tepatnya, itu hanya kepalanya. Tubuh yang dilempar itu diiris dengan bekas luka yang tak terhitung jumlahnya. Itu harusnya karena kebencian mereka terhadap pengkhianat.

Gadis itu berjongkok dan dengan lembut membelai wajah boneka itu.

Dia tidak membenci orang-orang seperti itu yang akan dengan tegas menepati janji mereka, terlepas dari apakah itu boneka atau Quasi-Spirit.

“Di mana Tokisaki Kurumi? Kalau kamu tidak menjawab, kami akan menyiksamu.”

“......”

Diam. Meskipun lucu bahwa mereka punya waktu untuk komentar seperti itu, dia mengabaikan mereka sambil terus membelai boneka itu dengan lembut. Tindakannya menyebabkan boneka lain menjadi jengkel.

“Seperti sahabatmu, tidak buruk membunuhmu setelah menjadi boneka.”

Tak ada respon.

Melewati rasa frustrasi ini, ketika rasa dingin yang aneh mengalir melalui boneka-bonekanya.

“Kamu......dengar?”

Tidak ada respon.

Karena hujan lebat, jarak penglihatan menjadi buruk karena tak ada boneka yang bisa melihat wajahnya.

Postur tubuh, pakaian, itu tentu saja Empty──tidak, tunggu.

“Pistol itu, apakah kamu akan menggunakannya?”

Tak ada respon.

Pistol kuno yang digunakan oleh Tokisaki Kurumi dipegang erat-erat di tangannya.

──Dan akhirnya, Empty merespons.



Itu adalah tawa liar seperti datang dari lubang neraka.

Daripada frustrasi, ketika rasa takut mencapai titik kritis, salah satu boneka mengeluarkan teriakan aneh dan melompat.

Boneka Doll Master bahkan mereproduksi salinan palsu dari Astral Dress para Quasi-Spirit. Astral Dress-nya berputar-putar dalam api ketika dia mendorong ke depan seperti roket.

Di depan boneka yang bergerak maju dengan kekuatan yang ganas, gadis itu, yang seharusnya tak berdaya, menembak jatuh semudah seekor lalat.

“......Ha?”

Boneka-boneka itu meraung. Menonton ini, Doll Master, untuk pertama kalinya dalam beberapa saat, merasakan benda asing yang sangat tidak menyenangkan menyumbat tenggorokannya.

“Aku harap kamu tidak salah paham. Aku tak punya perasaan kuat tertentu terhadap boneka itu.”

──Itu benar. Bagaimanapun, dari sudut pandangnya, dia tak lebih dari seseorang
sama sekali tidak terkait dengan boneka itu.

“Jadi, kupikir pilihan teraman adalah pergi dari sini tanpa pertanyaan.”

Itu adalah sesuatu yang harus dilakukan terlepas dari berapa banyak orang di sana.

“Baiklah, baiklah. Bagaimana mengungkapkannya? Aku agak tak sabar. Tapi sekarang, aku sudah sangat marah. Entah itu tertangkap dengan cara yang menyusahkan, tetap saja segalanya tentang keberadaanmu menyebalkan dan tak tertahankan.”

Nada suaranya berbeda.

Bahkan suaranya pun berbeda.

Melihat lebih dekat, reiryoku yang meluap dari Astral Dress-nya itu tak tertandingi dari sebelumnya.

Tenang, boneka-boneka itu berkata pada diri sendiri. Tokisaki Kurumi adalah seorang penipu, seorang tiruan, penyamaran yang digunakan oleh Higoromo Hibiki; ada Quasi-Spirit yang tak terhitung jumlahnya yang bisa mengurus ini.

Selain itu, biarpun itu adalah satu dari sepuluh ribu peluang. Tidak, kemungkinan menjadi Spirit adalah satu dari seratus juta. Dengan angka-angka ini, tak mungkin untuk kalah.

Doll Master dengan putus asa berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Mustahil untuk kalah. Dengan itu, dia adalah Dominion dari Daerah Kesepuluh──

Paling-paling merasa ragu-ragu tentang satu orang──

Itu tidak pernah diizinkan!

“Semua anggota memulai serangan! Lakukan!”

Tanpa pergi atau menjauh, gadis itu menyambut serangan itu dengan merentangkan tangannya. Di satu sisi adalah pistol, sementara di sisi lain adalah senapan panjang.

Dan di belakangnya, sebuah jam besar muncul.

Itu adalah Angel-nya──penguasa waktu dan bayangan <Zafkiel>.

“Tidak, kesal saja tak cukup untuk mengungkapkannya. Maaf, aku akan menggunakan kata-kata yang lebih singkat dan ringkas──Aku ingin membunuh kalian semua.”

Hitam dan putih mulai berubah.

Alih-alih mencampur, itu berubah tanpa stagnan.

Mendesah, gemerisik, seolah-olah membuat cahaya lingkungan.

Tulang lunak berbagai prajurit merasa pasrah akan kematian mereka.

Berdiri di depan mata mereka adalah binatang buas yang merupakan pertanda maut.

Apa yang menunggu mereka adalah kematian yang berlumuran darah.

Mengatur pistol kuno, melahap peluru bayangan, siluet itu menonjol di antara kengerian.

Sesuatu yang sulit dibedakan, orang luar yang tak manusiawi.

Sekarang datang, berteriaklah dalam kesusahan atas musibah ini.

Hanya ada bakat yang tak tergoyahkan, Dominion waktu dan bayangan. Itu yang terdiri dari sepersepuluh dari dunia tetangga.

Namanya adalah Tokisaki Kurumi.

Gadis cantik yang berusaha menjadi Spirit terburuk dan terhebat dalam sejarah.

“Aku akan dengan hati-hati menginjak (bermain dengan) kalian semua. Sampah.”

Keputusasaan telah dimulai.

Itu bukan masalah Tokisaki Kurumi yang bertarung sendirian dengan serius─

Memiliki Spirit Terburuk sebagai lawan, boneka ini bahkan tak memenuhi syarat.

Peluru ditembakkan secara berurutan dengan cepat dari masing-masing tangan. Setiap peluru menembakkan pecahan Sephira boneka secara akurat. Usai tertawa terbahak-bahak, dia sekali lagi mengisi kembali pelurunya.

“Pertama adalah pemanasan. <Zafkiel>── Peluru Pertama <Aleph>!”

Kurumi menembakkan peluru ke dirinya sendiri, menyerang dengan momentum yang sama seperti badai.

Boneka-boneka yang mendekat untuk menebasnya jatuh ke dalam kepanikan atas hilangnya Kurumi yang mendadak.

“Di mana sih────!?”

Sebuah boneka yang seharusnya berada di bagian belakang diledakkan dan diluncurkan ke langit.

Boneka yang bertanggung jawab atas penglihatan Ibusuki Panie dapat melihat ke belakang hanya beberapa saat kemudian



“......Apa ini.”

Ditemani oleh ledakan, boneka itu hancur di lantai. Kurumi membanting boneka itu di bawah kakinya. Menuju kepalanya yang menggeliat, Kurumi menarik pelatuknya.

“Apa-apaan!? Apa-apaan ini!? Monster......ini!!”

Satu demi satu, boneka-boneka itu dicincang dan dihancurkan.

Boneka-bonekanya bukan tunggal atau jamak, melainkan tentara kolektif. Sebuah boneka yang mendekat melambaikan pisau cukur besar bukan untuk mencukur rambut atau janggut, tetapi untuk memotong pembuluh nadinya.

Kurumi menatapnya dan tersenyum──menggigit pisau tajam dengan giginya.

“Kihi!”

Menerbangkan tengkorak boneka yang tercengang itu, dia meludahkan pisau cukur dari mulutnya dan menendang tanah.

Terbang dengan momentum yang luar biasa, pisau cukur itu menusuk dahi boneka yang membidiknya dengan senapan.

“Katakan, bukankah aku menyebutkan itu? Aku bermain-main, itulah artinya bertarung melawanku, dasar sampah. Jadi──hei? Aku harap kalian bisa lebih ulet.”

Sebuah boneka merangkak dari belakang tanpa diketahui, diam-diam menusuk dadanya dengan tombak panjang.

“Ara, ara.”

“Membunuh!” “Tidak, belum!” “Koleksi!” “Semua anggota!” “Kumpulkan kekuatanmu bersama-sama!”

Dengan Angel (senjata) pegangan panjang di tangan mereka, boneka-boneka itu mendekat ke depan. Tombak panjang dan pedang terus-menerus menusuk tubuh Kurumi. Ada perasaan Sephira Crystal-nya dihancurkan.

“Oke!”

Deru kegembiraan──menghilang dalam sekejap.

“Ke, na......pa......”

Apa yang mereka tusuk dengan riang adalah boneka yang mencoba menusuk Kurumi dengan tombak panjang dari awal.

Boneka-boneka itu menjadi panik. Boneka-boneka yang membentuk Ibusuki Panie tiba-tiba teringat sesuatu.

“Bayangan......!”

Ya, mereka sudah lupa. Kemampuannya memungkinkannya untuk leluasa melompati ruang dengan menggunakan bayangan.

“Lenyap!” “Di mana!?” “Tidak di sini!” “Tidak di sini juga!” “Bahkan di sini!”

Tidak ditemukan, dia bersembunyi di suatu tempat dalam bayang-bayang.

“Jangan ragu! Cari, cari, car──”

Kihihihihihihihihihihi.

Sekali lagi, Kurumi tertawa.

Rasa dingin menembus duri mereka seperti tombak panjang. Jika boneka-boneka itu memiliki kelenjar keringat, keringat dingin yang tumbuh akan membeku karena tekanan mental.

Satu boneka itu terseret ke dalam bayang-bayang──seharusnya itu seperti ini setelah mereka
menggali Sephira Crystal dan membuangnya.

Menghancurkan, menembak, merusak, memutar, memotong, merobek, membongkar, memancung, memukul, mematahkan, menghajar, menjatuhkan, menghancurkan, meledakkan, dan menginjak.

Secara visual sangat menyedihkan dilihat, boneka-boneka itu terus-menerus dihancurkan.

Hanya satu peluru yang dibutuhkan untuk menghentikan sebuah boneka. Biarpun tergelincir melalui hujan peluru dan melemparkan sarung tangan, mereka hanya akan terseret ke dalam bayang-bayang.

Hasil yang sama akan terjadi jika mereka mencoba menyerang dari kejauhan.

Tak bisa membunuh. Sama sekali tak bisa membunuh itu.

Untuk boneka yang membentuk pasukan yang tidak akan takut akan kematian selama instruksi Doll Master dibuat, kematian sama sekali bukan masalah yang tak perlu dikhawatirkan.

Namun, mereka bangga menjadi terkuat, kekuatan kuantitatif terkuat. Mereka percaya selama ratusan boneka menyerang sekaligus, tak ada musuh yang tak bisa dikalahkan.

Bahkan untuk seorang Spirit──Tokisaki Kurumi tak terkecuali. Tentu saja, itu akan menyusahkan jika dia memiliki semacam kekuatan tirani dan tak masuk akal seperti para Spirit lainnya, tapi itu jelas bukan itu masalahnya.

Paling-paling itu hanya memanipulasi bayangan......dan menggunakan senjatanya untuk meningkatkan kemampuan fisiknya.

Salah, sepenuhnya salah.

Pada dasarnya itu adalah sesuatu yang tidak setingkat itu.

Kemampuannya diposisikan jauh lebih dekat dengan yang asli──itu adalah kemampuan untuk menguasai dunia itu sendiri──!!

Muncul dari bayang-bayang, Kurumi muncul. Kenyataan bahwa perutnya berdarah adalah sumber kenyamanan untuk boneka.

Namun, Kurumi dengan antusias menembak dirinya sendiri dengan pistol pendek, lukanya langsung pulih seolah-olah waktu telah berputar kembali.

Apa ini? Kecepatan pemulihan itu konyol.

Kurumi menatap Panie......atau lebih tepatnya dia mengintip boneka-boneka yang bersembunyi di dalam tubuh Panie.

Boneka-boneka itu mengangkat jeritan.

“──Kihi.”

Tawa mengejek.

Tak bisa dilihat sampai sekarang, ada jam di salah satu matanya. Ekspresinya sepertinya mengungkapkan kegembiraan yang luar biasa. Tidak, itu membocorkan kegembiraannya sekarang. Itu adalah jenis kegembiraan yang menyenangkan dari lubuk hatinya yang tidak dapat dia tahan untuk tidak diekspresikan.

“Bukankah ini menyenangkan? Sangat menyenangkan bahwa itu tak tertahankan, kan? Bagaimanapun, ini sama dengan yang telah kamu lakukan sejauh ini. Gunakan kekuatan luar biasa untuk menghancurkan musuh dan menikmati pemandangan mereka yang berjuang dan memohon belas kasihan. ──ya, ya, aku tidak menyangkal ini sangat menyenangkan.”

Boneka yang perlahan-lahan mengintai di belakang punggungnya──ditembak jatuh tanpa dia berbalik.

Tengkorak dan pecahan Sephira ditembak secara bersamaan tepat ketika Kurumi selesai berbicara.

“Hanya saja, sepertinya kamu tidak berpikir bahwa kamu akan menjadi sasaran yang diinjak-injak. Ah, ah, ini tak bisa dilakukan. Itu pengakuan yang mengerikan. Apa pun yang dilakukan akan ditolak, itu adalah hukum surga untuk karma.”

“......D-Diam! Diam! Diam! Hanya ada 300 boneka yang telah kamu kalahkan! Ada lebih dari 1500 boneka Panie yang tersisa! Kamu! Tidak bisa! Menang!”

“Kihihihihihi! Jangan takut. Hei, Panie-san yang manis. ──Biarkan aku memberi tahumu sesuatu yang baik.”

Menunjuk ke pabrik yang ditinggalkan, Kurumi berbicara.

“Belum lama ini, orang yang menggunakan kekuatanku sebagai kulit ada di sana.”

“Ap──!?”

“Tapi itu tidak masalah bagiku. Kalau kamu ingin menyingkirkannya, silakan saja.”

Sambil berkata begitu, Kurumi melompat. Tap, dia mendarat di atas tiang telepon.

“......Apa yang kamu pikirkan?”

Saat Panie bertanya dengan ekspresi takut, Kurumi mengeluarkan tawa yang sangat keras.

“Aku ingin pergi ke Doll Master sesegera mungkin. Tapi melakukan ini, kamu mungkin mencoba menggunakannya sebagai sandera dan memberikan pidato besar-besaran. Aku benci hal-hal yang menyusahkan seperti itu. Kalau kamu ingin membunuhnya, silakan lakukan sesegera mungkin. Untuknya, jika dia disandera, dia mungkin ingin bunuh diri.”

Panie mengerti kengerian yang sebenarnya dari apa yang dikatakan Kurumi.

Menggunakan kemampuannya dan memakainya seperti kulit──

“Kalau begitu, kalau begitu ...... jangan bilang kamu sungguhan?”

“Katakan, entah itu benar. Mungkin kamu akan mengerti kalau kamu mencoba membunuh aku lagi? Meski begitu, tapi......kamu sudah membuatku bosan. Aku akan membiarkanmu kabur. Tolong larilah dengan ekormu terselip di antara kedua kakimu.”

“Jangan main-main!” “Bunuh dia.” “Bunuh──”

Dia menembaknya.

Boneka yang kepalanya hancur jatuh ke tanah. Kekuatan untuk melawan tidak ada lagi di boneka-boneka ini.

“Tolong, bersiaplah untuk bertemu denganku. Atau apakah kamu masih berpikir bahwa 100 boneka yang masih di sini cukup untuk menghancurkan aku?”

Semangat juang dalam boneka-boneka ini telah menghilang. Itu juga termasuk boneka yang masih bersembunyi di dalam Ibusuki Panie. Dia adalah Spirit. Itu hanya bisa dilakakukan untuk mengalahkannya dengan mengerahkan seluruh pasukan.

“Silakan pilih opsi favoritmu. ──Untuk mati di sini atau mati di tangan mastermu. Meskipun tak ada banyak perbedaan dalam hal hasil akhirnya.”

Kihihihihihi, dengan nada tinggi itu tertawa, Kurumi tersenyum sambil menghilang ke dalam hujan.

“Harus kembali!” “Harus kembali!” “Harus cepat kembali!” “Dia akan dibunuh, dia akan dibunuh!”

Ibusuki Panie tak bisa lagi memutuskan. Tapi, tinggal di sini berarti kematian.

“Mundur! Lindungi master! Semua kekuatan yang tersisa kembali untuk melindungi master!”

Setelah mereka semua pergi, Kurumi akhirnya menghela napas lega.

Kakinya gemetaran. Menekan detak jantungnya yang kuat──dia menahan kelelahan yang mengalir deras ke tubuhnya. Merasa bingung, dia hanya bisa menghindari kehilangan kesadaran.

“......Sangat bagus bahwa IQ boneka itu sangat rendah.”

Kata-kata tadi, kebanyakan hanya gertakan semata. Angel yang digunakan Kurumi, <Zafkiel>, memiliki kekuatan yang menakutkan, tapi dengan mengorbankan “waktu” yang diperlukan.

Dengan kata lain, itu juga masa hidup Tokisaki Kurumi.

Baginya, konsumsi ini fatal.

“Meskipun aku terbiasa makan waktu manusia........aku tidak menyangka akan memakan waktu boneka di ambang kematian.”

Dari 280 boneka, hanya sekitar 50 yang pecahan Sephira mereka benar-benar hancur. Sisanya disimpan sebanyak mungkin selama kondisi pertarungan.

......Setelah mengatakan itu, ini sangat murah.

“Sekarang......itadakimasu. Perjalanan yang aman, semuanya.”

Kurumi memanggil kemampuannya yang menakutkan. <City of Devouring Time>, batas yang menyerap “waktu” siapa pun yang melangkah ke bayangannya.

Kurumi tidak ragu-ragu saat dia tanpa ampun menyerap waktu boneka setengah mati itu.

Perasaan yang buruk bahkan lebih dari yang diharapkan, sampai-sampai dia merasa mual. Ini bukan boneka, tapi mantan manusia. Quasi-Spirit tepatnya, tapi bagi Kurumi yang memahami ciptaan mereka, dia masih menganggap mereka sebagai mantan manusia.

Jadi sekarang, dia membunuh 280 orang.

Tentu saja, ada banyak alasan yang bisa dibuat. Pertama, jika dia tidak membunuh, dia akan dibunuh. Kedua, untuk bertahan hidup, waktu tambahan diperlukan. Ketiga, mereka hanya bisa hidup dalam wujud yang menyedihkan ini dengan kepribadian yang menyimpang dalam perbudakan buta kepada Doll Master.

Karena alasan ini, Kurumi berpikir mereka harus dibunuh.

Karena alasan ini, Kurumi berharap mereka akan dibunuh.

Kemudian. Itu saja. Tapi masih ada satu masalah.

“Jika orang itu melihat ini......apa yang akan dia pikirkan?”

Pemandangan dikelilingi oleh sekelompok mayat.

Kemarahan──seharusnya itu bukan yang dipikirkan Kurumi. Meskipun dia memiliki etika dan keadilan yang kuat, aku membayangkan dia dapat menentukan bahwa situasi ini tak dapat dihindari.

Akan lebih baik untuk mengatakan bahwa dia bahkan akan mencoba menghiburnya dengan tatapan sedih. Bukan karena kematian boneka-boneka itu, tapi karena kesedihan dalam pilihan yang telah dipilih Kurumi.

Jika dia melakukan hal seperti itu, dia pasti akan menangis......

“Aku ingin melihatmu......”

Kesunyian itu memudar bersama angin. Setelah itu, Kurumi untuk sementara menutup suaranya yang lemah. Pokoknya, jumlah mayat akan terus meningkat.

Dia melihat ke arah pabrik yang sudah ditinggalkan yang sunyi. Tempat ini tak lagi berguna.

Dia telah mengambil kemampuannya, mendapatkan kembali penampilannya, mengambil ingatannya──tidak, tunggu sebentar.

“......Ara, ara, ara. Aneh sekali.”

Ada kekurangan ingatan. Aku hanya tahu bahwa aku Tokisaki Kurumi. Aku bahkan tak tahu nama orang itu. Aneh. Aku jelas menyukainya, aku sangat menyukainya, tetapi aku bahkan tak bisa mengingat apa pun yang dikatakannya.

Dan kenapa dia ada di dunia tetangga? Jelas bahwa dia seharusnya hidup di dunia lain, dunia yang digambarkan oleh Quasi-Spirit sebagai dunia manusia.

Mati──itu bukan hal yang mustahil.

Namun, ini masih sangat aneh. Bisakah Spirit kembali ke dunia tetangga setelah kematian?

Yang dikatakan sekarang bukan saatnya bagi Kurumi untuk mempertimbangkannya dengan hati-hati. Untungnya, tak ada bagian dari ingatan yang menjadi penghalang untuk bertarung.

Lebih baik menggambarkan ini sebagai motivasi lebih lanjut yang diperlukan untuk mencapai kemenangan.

......Omong-omong, Kurumi juga akan menganggap dirinya kejam. Sudah menjadi sifatnya untuk mengambil keuntungan dari orang lain yang percaya dia berperasaan dan brutal.

Namun, karena ini, dia benar-benar tidak dapat mencemari pikiran mereka.

Mereka memprovokasi pertarungan ini atas kehendak mereka sendiri dan tak ada ruang untuk intervensi Kurumi.

Namun, gadis itu memperlakukan mereka sebagai tak berharga. Dia tak hanya menganggap keinginan dan harapan para Quasi-Spirit itu sebagai tidak penting, dia juga mengejek mereka.

Itu adalah sesuatu yang tak bisa dimaafkan.

Karena itu tak bisa dimaafkan, dia wajib melakukan ini.

“Aku akan mencabik-cabikmu sedikit demi sedikit sampai akhir.”

Dia sementara waktu mengunci ingatan itu di dalam kotak penting.

Dia mempersiapkan tekadnya, sekarang adalah waktunya untuk bertarung melawan musuh yang tidak berhubungan dengan kenyataan, untuk menghancurkan dan membuat daging cincang dari Dominion yang keliru.

“Ayo mulai sekarang Doll Master.”

Senyum muncul di wajah Tokisaki Kurumi ketika udara di sekitarnya terdistorsi oleh suaranya yang rendah.

“Sekarang──mari kita mulai perang (date) kita.”


Load comments