Dragon Blood Warrior 1-4

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Chapter 4: Perselingkuhan

Semenjak awal, batangnya melengkung ke atas, tapi karena permintaan mendesak Margaret, ia menjadi agak gugup. Karena kegugupannya, apa yang awalnya keras, melunak. Hari ini, dia sudah bersama Nona Ruth dan Sally sehingga dia tidak asing dengan wanita, tapi ketika dia mencoba memasukkannya ke dalam Margaret, si kecil tidak akan mengeras.

“Aiwa, ada apa? Bukankah kau baik-baik saja tadi?”

Margaret berbaring di lantai tapi dia tak bisa memulai. Dia juga sangat gugup karena dia tak tahu kapan Master Kyle akan kembali.

“Aku…aku juga tidak tahu apa yang salah…”

Aiwa telah dirangsang sepanjang hari dan pada saat ini hatinya terlalu cemas. Dan semakin dia khawatir semakin dia tak bisa bangun.

“Jangan cemas, Sayang, kau pasti terlalu gugup. Apa kau akan membiarkan Ibu membantumu?”

Margaret membantu Aiwa berdiri, dan berlutut di depan Aiwa. Tubuh bagian atasnya mendekat secara perlahan ke arah Aiwa. Semakin dekat dan semakin dekat sampai akhirnya, mulut kecilnya menyentuh batang lembut Aiwa yang sekarang menjadi terong besar berwarna krem.

“Tenang, pasti akan terasa enak!”

Ujar Margaret dengan tegas. Dia melirik ke atas pada Aiwa, matanya dipenuhi dengan kepercayaan, keyakinan dan juga penuh kelembutan. Aiwa menatap Margaret, merasa bahwa wajahnya yang cantik tampak semenarik dulu. Dia melihat hidungnya yang tajam, puncak kembar yang lembut, dan kulitnya yang seputih salju. Ketika Margaret menundukkan kepalanya, Aiwa merasakan batangnya yang keriput perlahan ditelan oleh mulut kecil Margaret yang hangat.

Lidah pintar Margaret dengan sabar mengelus ujungnya; pada saat yang sama, Aiwa merasakan kekuatan mengisap yang kuat pada batangnya.

Darah mulai terkumpul di batangnya sekali lagi. Batang lembut di mulutnya mulai mengeras sedikit lebih panjang dan lebih tebal.

Mulut Margaret jelas bisa merasakan perubahan yang terjadi pada daging lembut di dalamnya. Dia mendongak dengan puas pada Aiwa. Matanya yang cerah dipenuhi dengan dorongan dan apresiasi – Usahaku tidak sia-sia!

Menerima dorongan Margaret, batang Aiwa mulai membesar dengan cepat. Setelah mengisap selama dua menit, mungkin karena dia khawatir Master Kyle akan kembali dan mengganggu perselingkuhannya, dia memutuskan untuk segera melanjutkan ke langkah berikutnya.

“Kita bisa mulai sekarang, ayo, masukkan ke Ibumu di sini.”

Margaret berbaring lagi, merentangkan kedua kakinya. Di bawah ada lubang lembut dan merah muda. Dari dalam mengalir keluar susu. Aiwa tahu bahwa ini adalah pelumas yang dikeluarkan ketika wanita terangsang secara seksual.

Kali ini batangnya tidak gagal memenuhi harapan Margaret. Kali ini tidak melunak tetapi lebih besar dari terakhir kali.

“Aiwa, milikmu sangat besar! Ibumu sangat menyukainya.”

Margaret mengarahkan batangnya yang kaku dengan jemarinya yang ramping. Aiwa juga tidak mau membuang waktu lagi. Dia ingin memanfaatkan momen ini dan memberikan wanita ini waktu yang baik.

Dia takut si kecil akan mengecewakan lagi sehingga dia dengan berani menangkap Margaret dan meremas puncak kembarannya yang montok.

Tapi dia masih belum berencana mencium mulut kecil Margaret. Bukannya dia tidak mau tetapi karena dia tidak berani. Dia hanya memandangi bibirnya yang kemerah-merahan dan seksi, dan mencoba memasukkan batang panasnya di antara kedua kakinya yang panjang. Kaki Margaret terbentang berjauhan, jadi jika Aiwa tidak begitu gugup, ia akan bisa dengan mudah memasukkannya. Tetapi tubuhnya gemetar tak terkendali sehingga setelah 2 atau 3 kali pun ia tidak dapat menemukan lokasinya.

Margaret yang harus mengambil batang tebalnya dan memasukkannya ke lubang banjirnya.

“Ya, itu saja, tekan tubuhmu ke bawah…”

Tangan Margaret melepaskan dan membiarkan batang tebal yang panas menembusnya.

Saat batang tebal itu perlahan maju, dia dengan jelas bisa merasakannya di dalam dirinya.

Ah! Ini terasa segar! Senapan daging anak nakal ini benar-benar kuat. Setiap lipatan di dalam dirinya bisa menikmati rangsangan panas.

“Oh…enak sekali, begitu…teruslah…”

Margaret mengangkat pinggulnya sedikit sehingga Aiwa bisa masuk lebih dalam ke dalam dirinya.

Orang yang berada di bawahnya adalah ibu tirinya dan bukan Ruth yang suka mengintimidasi. Karena itu, Aiwa tidak terlalu kasar. Meskipun saat ini dia ingin memukulnya dengan liar, dia sangat lembut.

Semakin dia mendorong semakin dalam dia menuju. Akhirnya, ia mencapai benang sari. Ketika batang tebalnya menyentuh benang sari, seluruh tubuh Margaret tidak bisa menahan diri untuk tidak menggigil.

Karena Aiwa ingin melihat tubuhnya yang panas, dia mengangkat tubuhnya.

“Oh…enak…”

Tubuhnya gemetar menyebabkan dua ujung merahnya bergetar.

Dengan satu tangan menopang dirinya sendiri, tangan yang lain membelai payudaranya yang halus. Menyentuh payudara menggairahkan ini selalu menjadi mimpi baginya dan hari ini dia bisa menyentuhnya! Dia meremas payudaranya yang seputih salju untuk merasakan kelembutan dan elastisitasnya yang menyebabkan Dragon Blood-nya mendidih. Batangnya di dalam Margaret mulai melebar dengan cepat.

“Aiwa, seolah-olah kau menjadi lebih besar…”

Kata Margaret, terkejut. Dia jelas bisa merasakan perubahan di dalamnya.

“Itu karena kau!”

Aiwa akhirnya bisa menggunakan mulut untuk memikat wanita.

“Benarkah aku?”

Dengan penuh semangat Margaret menempel di pinggang Aiwa. Meskipun si kecil sudah mencapai akhir, dia merasa masih ada yang terpapar. Tapi dia menginingkan Aiwa lebih dalam.

“Aiwa, bisakah kau masuk lebih dalam?”

Dia menatap wajahnya dengan tatapan mabuk. Ada kekuatan wajahnya yang tampan!

Batang Aiwa semakin menekan dan Margaret memejamkan matanya membuat erangan yang tak terkendali: “Oh…rasanya begitu enak, teruskan…!”

Kedua kakinya yang panjang melilit pinggang Aiwa mengarah ke atas untuk lebih baik menahan dorongan Aiwa.

Ketika Aiwa tengah bersenang-senang, Margaret juga meremas senapan dagingnya dengan erat. Terkadang dia akan bersantai memberikan Aiwa lebih banyak kebebasan untuk masuk dan keluar.

Ketika Margaret akan santai, Aiwa akan mengambil kesempatan untuk memukul dengan liar. Dia tak tahu teknik apa pun, hanya kekuatan kasar. Segera bunga Margaret tidak mampu menahan hantaman.

“Oh……cabut…….kau akan menghantam Ibu sampai mati……”

Margaret hanya bisa berteriak.

Baru kemudian Aiwa menyadari bahwa dia terlalu kasar. Dia hanya bisa mencabut setengah dan pergi dua pertiga lebih cepat.

Sudah cukup, senyum memabukkan perlahan-lahan muncul di wajahnya: “Oh…benar-benar pintar, seperti ini, nikmati waktumu…oh…”

Kaki Margaret yang panjang bergetar lembut di udara.

Tapi batang Aiwa terlalu panjang, dengan setengah terbuka, itu terlalu tidak nyaman baginya. Usai melewati dua pertiga jalan, ia menghitung sampai 10 dan kemudian terus memukul dengan keras. Dengan ritme ini. Bunga Margaret perlahan melebar dan terbuka. Ketika Aiwa bergerak maju, itu secara alami akan mendorong ke leher rahimnya. Ini membuat perasaan Margaret yang segar kembali menjadi sakit lagi. Dia berteriak tak terkendali dan bahkan berpelukan erat pada Aiwa, takut untuk membiarkannya bergerak lagi: “Aiwa…jangan lagi, kau akan mengambil kehidupan Ibu ini!”

Dia membuka mulutnya, sedikit terlihat sangat lemah dan menyedihkan sehingga Aiwa tidak tahan untuk melanjutkan. Ketika dia melihat ke bawah, Margaret dengan liar menyemprotkan susu seperti air mancur.

“Kau sudah keluar?”

Kedua mata Aiwa menatap sosok Margaret yang sudah mabuk, bertanya padanya. Dia tahu bahwa Margaret tidak mungkin mengalahkannya. Toh, ia mempraktikkan teknik qi sedangkan Margaret hanya mengandalkan instingnya.

“Oh…hantam aku seratus kali dengan lembut…oke…aku akan…aku akan menghitung untukmu…”

Margaret sudah terlalu takut untuk membuka matanya, seluruh tubuhnya mengepal. Jika dia sedikit rileks, maka dia seharusnya tidak akan mampu menahan hantaman Aiwa.

“Oke, kalau begitu 100!”

Mengatakan itu, Aiwa siap untuk memberi Margaret seratus pukulan.

“Satu…dua…tiga…”

Pada awalnya, Margaret masih bisa menghitung dengan jelas. Tetapi setelah sekitar 10 dia tidak bisa terus menghitung. Senapan Aiwa terus menyodok kuncup bunga dan nektar di dalamnya terus menyembur dengan liar. Dia merasakan seluruh tubuhnya berkedut.

“Ah! Jangan lagi…cepat…”

Margaret tidak bisa bertahan lebih lama lagi dan kuku jarinya menggali ke dalam Aiwa.

Tapi Aiwa bersikeras melanjutkan sampai dia selesai menghitung.

“Sepuluh…sebelas…duabelas…ah…..sepuluh…sebelas…”

Akhirnya, ia mengarahkan senapannya ke leher rahimnya, menembakkan cairan panasnya. Batang Aiwa sangat kuat, ketika dia datang, tubuh Margaret bergetar selama beberapa saat.

Aiwa sudah berpakaian, tapi Margaret masih berbaring mengerang. Aiwa tak tahu apakah itu karena dia merasa bersalah atas perselingkuhannya, atau karena tubuhnya tidak punya kekuatan untuk bangkit.

Usai berpakaian, seperti seseorang yang memakan makanan orang lain, Aiwa kembali ke kamarnya untuk membaca. Tetapi kenyataannya dia tidak bisa membaca sama sekali. Itu mungkin karena kepalanya penuh dengan tubuh Margaret yang seputih salju dan memikat, puncak kembarnya yang membanggakan, dan bagian dalamnya yang hangat. Semuanya membuat anak lelaki berusia 17 tahun ini terpesona.

Sekarang dia menyesal tidak mencium ibu tirinya saat melakukan hubungan seksual. Lidahnya yang harum pasti memiliki perasaan lembut.

Saat menikmati khayalan, ia mendengar suara cambuk di halaman. Tanpa melihat, dia tahu pasti ayahnya, Kyle, yang kembali. Dan dari suara cambuk yang jernih, dia bisa menebak bahwa ayahnya membawa kabar baik. Aiwa mencondongkan tubuh ke luar jendela dan melihat-lihat.

“Nak! Yang Mulia Ratu menginginkanmu!”

Jenderal Kyle dengan gembira melompat keluar dari kereta sama sekali tidak seperti seorang jenderal yang layak dan bermartabat dan seperti anak kecil berusia 3 tahun yang bersorak dan menari.

Aiwa berpikir: “Apa yang diinginkan Ratu denganku? Apa hal mustahil yang bisa kulakukan? Mungkinkah itu membuatnya bahagia seperti Margaret?” Ketika Kyle berlari ke lantai dua, Margaret masih di kamar mandi sementara Aiwa dengan hormat menyambut ayahnya.

“Ayah, apa kabar baiknya?”

Aiwa tidak begitu menunjukkan kegembiraan, ketenangannya sangat berbeda dengan anak laki-laki berusia 17 tahun. Tapi Kyle tidak keberatan, kekhawatiran utamanya adalah apakah hasil identifikasi Dragon Blood putranya bisa mendapatkan pengakuan Yang Mulia. Dia menginginkan putranya ketika dia mencapai usia dewasa, untuk memberi sang ratu kesan yang baik dan awet. Ini adalah sesuatu yang bisa dan harus dia lakukan sebagai seorang ayah.

“Seperti yang disarankan Nona Ruth, Yang Mulia setuju untuk membiarkan kau bergabung dengan pengawalnya sebagai seorang prajurit biasa. Bagaimana menurutmu?”

Kyle sangat bersemangat. Di depan ratu dia telah menekan kegembiraannya dan sekarang dia bisa dengan aman melepaskannya. Karena itu, dia tidak memperhatikan perubahan pada tubuh dan penampilan putranya.

Pada saat ini, Margaret keluar dari kamar mandi dengan handuk, tersenyum dan berkata, “Ini memang berita baik. Ini suatu kehormatan bagi Hotlzer Clan. Kyle. Kau masih belum menyadarinya. Putra kita menjadi jauh lebih tampan dari sebelumnya!”

Penampilan Margaret tidak menarik perhatian Kyle, tapi perkataannya pun membuatnya berbalik untuk melihat wajah putranya.

“Hebat! Dia sangat tampan, tapi, aku tidak pernah berpikir dia terlihat buruk sebelumnya. Sepertinya dia sama tampan sebelumnya. Apa aku benar, kan?”

Kyle melihat putranya benar-benar menjadi lebih kuat dari sebelumnya, bahunya tampak lebih lebar, dan ujung-ujung wajahnya lebih jelas. Dibandingkan dengan ketika dia masih muda, dia tampak menarik lebih banyak wanita. “Aku tidak hanya berharap bahwa putraku akan menaklukkan musuh-musuhnya, tetapi juga menaklukkan semua wanita Hass!”

Mengatakan itu, Master Kyle menepuk berat di bahu lebar Aiwa. Tidak siap dengan telapak tangan ayahnya, tubuh Aiwa menjadi bengkok. “Ingat, besok kau harus melapor ke ratu. Kau harus tepat waktu, jangan beri kesan buruk pada Yang Mulia Ratu!”

Margaret berdiri di belakang Kyle, tatapannya yang penuh kasih sayang membasahi tubuh Aiwa. Melihat pemuda pemalu ini, dia tak bisa percaya beberapa saat yang lalu dia melakukan hubungan seksual dengannya.

“Yah, kau harus tidur. Jaga pikiranmu waspada. Besok kau akan bertemu dengan ratu. Kita harus menunjukkan kepada Yang Mulia bahwa orang-orang dari Holtzer Clan bukanlah pengecut!”

Mengatakan itu, Jenderal Kyle sekali lagi dengan kasar menepuk pundak putranya. Lalu dia berjalan menuju kamarnya. Tangannya sangat kuat, dan dia selalu suka berbicara dengan tinjunya. Sampai sini, Aiwa menjadi sangat takut tak tahu apa yang akan dilakukan Margaret.

“Kyle, besok putra kita akan pergi ke istana. Dia mungkin tidak mengerti beberapa peraturan, jadi untuk malam ini, izinkan aku melatih anakku. Lagipula aku pernah tinggal di sisi ratu.”

Tiba-tiba Margaret mengirim permintaan seperti itu kepada Kyle ketika dia berada di pintu kamar.

“Itu bagus. Kau benar, kau harus mengajarinya. Kau tidak bisa membiarkan ratu bergurau bahwa orang-orang dari Holtzer Clan tidak mengerti aturan istana. Itu tidak adil, kan? Tapi aku harus istirahat, aku lelah.”

Itu bukan karena dia gemetar karena marah ketika berhadapan dengan Steven dan Ruth, tapi karena dia gemetaran karena ketakutan di depan sang ratu. Sekarang dia sangat membutuhkan tidur. Karena Margaret bersedia mengajari putranya, ia dapat beristirahat dengan tenang.

Usai mendapat persetujuan Kyle, Margaret memberi Aiwa senyum ambigu dan kemudian mendorongnya ke kamarnya.

“Kau tidak suka aku menjadi tutormu? Aku tahu Nancy bukan guru yang buruk tapi aku juga Ibumu. Benar?”

Margaret menutup pintu di belakangnya, matanya bersinar. Handuknya hampir tidak menutupi ujung merahnya yang menawan. Lebih dari setengah gundukannya yang mempesona terpapar. Dan kaki batu gioknya yang panjang hanya ditutupi sampai ke bokong oleh handuk yang menyisakan sedikit imajinasi. Aiwa menatapnya tajam. Meskipun dia telah bergulat sekali dengannya, sangat sulit untuk mencicipi pesona wanita ini hanya sekali saja. Matanya biru bak laut dan bulu matanya yang panjang membuatnya sedikit lebih cantik.

“Aku…”

Bibir Aiwa mulai bergetar. Sekarang ayahnya sudah di rumah, dia tidak ingin menggoda wanita cantik ini yang menggoda dia untuk melakukan kejahatan. Tapi hasrat terdalamnya membakar tubuhnya. Batangnya di bawah sekali lagi bangkit membuat celananya menjadi tenda besar.

“Jika aku mengingatnya dengan benar, ketika kami berada di kamar mandi, kau sepertinya telah meninggalkan bagian penting. Kan?”

Lidah harum Margaret keluar dari mulutnya dengan lembut menjilat bibir merah mudanya. Dan mata birunya yang gelap terpaku menatap ekspresi Aiwa yang pemalu dan bersemangat. “Jangan takut. Aku Ibumu, dan kau adalah putraku. Ayahmu tidak ke mana-mana. Apakah kau tidak melihat, dia benar-benar lelah. Kurasa dia akan tertidur begitu dia diranjang. Aku mengerti sekali karakter Ayahmu. Begitu dia tertidur, bahkan guntur tidak akan membangunkannya”

Mata Margaret mulai dipenuhi dengan nafsu, dan suaranya sangat membangkitkan nafsu. Dia berjalan perlahan menuju Aiwa yang sudah kehabisan napas.

Seorang wanita dewasa suka melihat seorang pria linglung karena penampilan mereka meskipun itu remaja. Tubuhnya yang panas mencapai Aiwa dan tangannya yang lembut meraih pinggang Aiwa.

“Harta karunmu sangat panas. Itu hampir membuat Ibu pingsan!”

Margaret menempelkan wajahnya ke dada Aiwa, satu tangan menggeser dadanya ke celana dan meraih batang tebalnya. Dia perlahan-lahan mendongak, matanya yang indah menatap Aiwa. “Apa kau ingin lagi?”

Tangannya bergerak dari tenda miring ke pinggangnya, dan jemarinya dengan lembut melonggarkan gespernya. Tangannya dengan tenang meraih ke dalam, langsung meraih akar panasnya.

“Kita…masih mempelajari aturan istana, kan …?”

Bibir Aiwa bergetar.

“Tapi kau masih belum menciumku.”

Wajahnya melihat ke atas dengan tangan di celananya membelai lembut. Dia menatapnya dengan bersemangat.

Dengan bibir seksi seperti itu, pria seperti apa yang tidak akan menciummu! Tapi kepala Aiwa masih belum membungkuk. Dia sudah terengah-engah, dengan aroma dari dada Margaret yang meninggi sangat merangsang dia.

“Di mana dua ular yang dilepaskan olehmu? Kau tahu teknik qi?”

Margaret terus tampak terpesona padanya.

Aiwa tidak menyangkal hal itu.

Margaret tersenyum, “Lain kali, kalau kau menginginkan aku, lepaskan saja ular-ularmu dan aku akan datang kapan saja. Tetap buka pintumu…”

Dia perlahan-lahan berdiri berjinjit mengirim bibir merahnya ke atas.

Aiwa masih gemetar menyebabkan bibirnya tertutup rapat. Ketika kedua bibir itu menyentuh, Margaret pertama-tama menyelipkan lidahnya yang harum ke dalam mulut Aiwa dan dengan tergesa-gesa mengisap dan menggodanya: Aiwa menghadapi serangan itu, mulai terkesiap, mencium lidah merahnya yang harum. Satu tangan meraih puncak kembarannya yang lembut dan menggosoknya dengan keras. Dan Margaret diam-diam membiarkan handuk yang menutupi kulitnya yang mengkilap tergelincir ke bawah…

Aiwa mencium lidah Margaret yang harum, dan mencium telinganya yang sensitif. Dan Margaret juga dengan panik melonggarkan celananya, dan menanggalkan kemejanya yang membuatnya telanjang juga.

Seolah-olah dia memiliki pengalaman, Aiwa tidak terburu-buru. Sebaliknya, dia membungkukkan tubuhnya, dan membenamkan wajahnya ke dalam dirinya.

“Oh…oh…!”

Margaret terus merintih, perasaan putranya menghisapnya membuatnya mabuk. Sambil menikmati sensasi itu, dia menarik Aiwa ke arahnya. Dia mulai bocor sekali lagi menyebabkan cairan bening mengalir di pahanya…

“Aiwa…cepat. Ibu tak tahan lagi. Ah…”

Margaret dengan lembut mengelus daging keras Aiwa, nafsunya meningkat.

“Jangan terburu-buru, aku masih belum melihatmu dengan baik!”

Aiwa mengangkat kepalanya menatap wajah mabuknya. Bulu matanya yang panjang menyembunyikan mata birunya yang dalam. Tetapi tanpa melihat pun, Aiwa percaya matanya berdesir dengan hasrat.

Dia menggendongnya ke ranjang dan memisahkan kedua kakinya, matanya melirik ke jahitan di antara kedua kakinya. Lubang bundar kecilnya basah oleh susu yang mengalir keluar. Dia sangat patuh berbaring di sana dan membiarkannya memeriksanya. Dia memasukkan satu jari dan mulut kecilnya segera mengencang pada jarinya, mengisapnya.

Aiwa hanya bisa bertanya-tanya. Bagaimana lubang sempit seperti itu bisa cukup besar untuk memuat batang tebalnya? Dia ingin menyaksikan bagaimana batang tebal ini memasuki lubang. Dengan satu tangan, Aiwa mengarahkan batangnya ke lubang Margaret yang mengalir, dan anehnya, hanya dengan tusukan lembut, mulut mungil merah mudanya itu benar-benar menelan batangnya!

Saat dia terus mendorong, mulut kecilnya terus menekan batang tebalnya membuatnya tak bisa masuk lebih dalam. Aiwa hanya menyodorkan beberapa kali sebelum mencabutnya, karena dia ingat apa yang terjadi di rumah sakit. Ruth sebelumnya membawa lubangnya ke mulut Aiwa untuk dijilatinya. Dia berpikir: “Wanita mungkin suka dijilat.” Jadi dia berjongkok, dengan kaki batu giok Margaret di bahunya dan menjulurkan lidah untuk menjilat Margaret. Dengan hanya menjilati, tubuh Margaret tidak bisa menahan diri dan secara bersamaan mengerang: “Ah…”

Aiwa sangat tertarik pada celah merah mudanya. Dia melengkungkan ujung lidahnya yang jauh di dalam ringan dan tubuh lembut Margaret mulai gemetar lagi: “Oh…”

Sementara secara bersamaan muncrat.

Melihat reaksi intens Margaret, Aiwa menjadi lebih tertarik. Dia mengintensifkan jilatannya, dia juga mengisap membuat tubuh Margaret yang lembut gemetar.

“Aiwa, kau anak pintar, cepat sekarang!”

Margaret pun menatapnya.

Aiwa merasa bahwa saatnya telah tiba, dia meluruskan tubuhnya dan membawa batang tebalnya ke pintu masuknya lagi.

*Puzi!*

Senapannya tiba-tiba masuk ke dalam, meraih benang sari Margaret.

“Ah…”

Dengan jeritan pelan dia keluar lagi. Aiwa mengulurkan tangannya dengan penuh semangat sambil meremas-remas puncak kembarnya sambil dengan tenang menghantamnya: Margaret mengikuti cairannya mengalir turun dari tubuhnya ke seprai, membuat genangan air di bawahnya.

Untuk mengendalikan erangannya agar tidak membangunkan Kyle, Margaret tidak punya pilihan selain menggigit seprai, sehingga erangan dan suaranya tidak menyebar ke luar. Aiwa meluruskan tubuhnya, meninggalkan payudara seputih saljunya. Tangannya memegang kaki batu gioknya dan dalam posisi seorang lelaki tua dengan alat bantu jalan, dia mulai menghantamnya. Ini adalah salah satu posisi yang menurut wanita sangat menyenangkan. Perut halus Margaret tiba-tiba membungkuk ke atas karena dorongan dalam Aiwa. Otot-ototnya terus melotot dan seluruh tubuhnya berkeringat.

Untuk meningkatkan energinya ke peringkat berikutnya, pada akhirnya Aiwa tidak lupa untuk menyerap esensi yin Margaret dari tubuhnya. Saat dia menghantamnya, dia juga menggunakan dou qi-nya untuk menyedot semua energi di tubuhnya.

Dan ketika Margaret gemetar ketika dia memasukinya, Aiwa akan membawa energinya ke dou qi-nya sendiri.

Meskipun berbagai peringkat domain Margaret lebih rendah daripada Ruth, dia bukan orang biasa. Energi tubuhnya juga sama pentingnya dengan Aiwa. Itu tidak terakumulasi sedikit demi sedikit, tapi pada tingkat yang luar biasa. Terutama setelah disuntik dengan serum Dragon Blood. Reaksi abnormal tubuhnya mengharuskannya untuk terus-menerus menyerap energi untuk meningkatkan energinya sendiri. Kalau tidak, darahnya akan mengubah gen Dragon Blood-nya. Justru inilah alasan mengapa Ruth menambahkan “Special” pada identitasnya.

Karena itu, ketika Ruth pertama kali berhubungan seks dengannya di ranjang logam, itu untuk melihat apakah anak muda ini beruntung membawa energinya. Dia dengan sengaja menyerahkannya kepadanya tapi dia tidak bisa mengatakannya karena dia tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi padanya. Dan dia tidak mau memikul tanggung jawab kepada Holtzer Clan.

Aiwa mengeluarkan batangnya dari tubuh Margaret dan duduk di tempat tidur. Dia menghadap telapak tangannya ke arah yang lain dan membiarkan dou qi-nya berkumpul di telapak tangannya menjadi bola berapi seukuran apel. Saat bola berapi bergerak di antara telapak tangannya selama beberapa detik, itu menjadi api yang mengamuk.

Stabilitas bola berapi menunjukkan kemajuan seseorang. Setiap kali kau menaikkan peringkat, keseimbangan awal akan rusak. Tapi jika hanya seperti ini maka Aiwa tak akan bisa mencapai peringkat berikutnya. Jadi, dia terus menjalankan dou qi-nya selama 2-3 menit lagi menunggu bola berapi stabil sebelum menariknya kembali.

“Aiwa, kau benar-benar bisa berlatih dou qi?”

Margaret melihat semuanya hanya bisa bersemangat. Lagipula, Aiwa baru berusia 17 tahun. Di masa lalu, Margaret tidak terlalu peduli padanya: Tapi sekarang berbeda, dia tidak hanya bisa memberinya kenikmatan sebanyak ini, tetapi juga dia bisa menjadi dewa yang kuat. Jika Aiwa tidak bisa menjadi lebih kuat di masa depan, begitu Kyle menjadi tua, dia akan memiliki masa depan yang menyedihkan.

“Aku baru mulai mempelajarinya.”

Aiwa sederhana dalam hal ini. Yang lain bisa menggunakan dou qi mereka untuk membunuh dari jarak beberapa meter tapi dia hanya bisa memberikan sedikit demonstrasi di antara telapak tangannya.

“Di masa depan kau akan perlahan-lahan membaik, ayo. Kita harus tetap belajar etiket istana.”

Margaret turun dari ranjang dan membungkus handuk di sekeliling tubuhnya yang memikat lalu mengajarinya etiket istana.

“Aiwa, menemani kedaulatan seseorang bisa seperti menemani harimau!” Meskipun Holtzer Clan memiliki reputasi yang cukup besar, tak ada jaminan tak ada yang mengawasi kita. Sekali seseorang mengambil keuntungan dari kita pada saat kelemahan, itu akan menjadi malapetaka. Kau harus hati-hati!”

Usai mengajarinya etiket, Margaret masih memberinya kata peringatan karena dia paling tahu karakternya. Dia menyukai wanita dan ratu adalah wanita cantik!
Load comments