Fantasia Heroine 2014 Calendar Book

Terjemahan SETIA BLOG, dilarang copas

Fantasia Heroine 2014 Calendar Book

Pada hari itu, murid kelas 1 dan kelas 2 dari Klub Penelitian Ilmu Gaib melaksanakan rencana tertentu. Kami menyambut Rias, Akeno-san, dan Rossweisse-san ke kamarku di Kediaman Hyoudou dan membuat pengumuman kepada Onee-sama kami sebagai adik kelas.

“Karena hari ini adalah Hari Pekerja [https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pekerja], izinkan kami untuk membantu kalian bersantai.”

Aku menyatakan dengan keras. Memang, itu adalah Hari Pekerja. Aku telah mendiskusikannya dan membuat keputusan dengan yang lain bahwa itu adalah ‘cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para senior kami yang telah merawat kami’. Menghadapi pertemuan yang tak terduga, Rias, Akeno-san dan Rossweisse-san saling bertukar pandang saat mata mereka melebar karena terkejut.

Trio Gereja yang terdiri dari Asia, Xenovia, dan Irina kemudian menawarkan kue dan teh kepada mereka.

“Kami menyiapkan keramahtamahan ini hanya untuk Onee-sama kami hari ini.”

Ujar Asia sambil menuangkan teh hitam ke cangkir teh untuk mereka. Saat Xenovia memotong kue menjadi irisan, dia juga menambahkan,

“Iya, itu karena aku selalu membuat masalah untuk kalian semua.Aku membuat kue ini bersama dengan Asia dan Irina.”

Itu adalah kue buatan tangan yang telah mereka bertiga panggang. Itu memiliki bentuk yang rapi, dan itu adalah produk yang bisa mereka banggakan sebagai amatir. Irina meletakkan potongan kue di piring dan menyerahkannya pada Rias dan yang lainnya.

“Fufu, kalian bertiga selalu berdiri di depan untuk membimbing kami, jadi hari ini adalah kesempatan bagi kami untuk membalas budi.”

Usai menyelesaikan sepotong kue dan tehnya, senyum terbentuk di wajah Rias.

“Kalian tidak harus melakukan ini, tahu?”

Akeno-san menunjukkan senyum tipis.

“Ara ara, aku merasa sangat senang.”

“Rasanya agak memalukan.”

Rossweisse-san sepertinya agak malu tentang itu. Sementara Trio Gereja menangani kue, Kiba memasak beberapa hidangan di dapur di lantai satu. Trio murid kelas 1 yang terdiri dari Koneko-chan, Gasper, dan Ravel menyiapkan rangkaian bunga yang diawetkan yang penuh warna. Bahkan, aku juga menyiapkan rangkaian bunga yang diawetkan berwarna merah, dan itu diberikan kepada mereka bersama dengan yang lainnya.

—Tiba-tiba, Akeno-san berkata kepadaku,

“Ufufu, karena ini adalah kesempatan langka, aku ingin Ise-kun memijat bahuku.”

Karena Akeno-san telah memintaku, aku tidak punya pilihan selain mewujudkannya!

“Aku mengerti!Aku merasa terhormat untuk melakukannya.”

Aku segera mulai memijat Akeno-san. Bahkan aku pernah diminta oleh beberapa orang untuk memberi mereka pijatan, jadi aku memiliki beberapa pengalaman dan juga memiliki pemahaman akan hal-hal yang penting. Tak lama setelah itu, ekspresi Akeno-san berubah.

“...Ahfu...pijatan bahu Ise-kun...aku benar-benar bisa merasakannya.”

—Huh!? Dia benar-benar bisa merasakan apa sekarang!? Memang sih, wajah Akeno-san menjadi merah cerah! Apakah pijatan bahuku benar-benar sehebat itu!?

“Kalau begitu, tolong lakukan padaku juga.”

Usai Rias mengatakan itu, dia adalah orang berikutnya yang menerima pijatan bahu dariku. Beberapa saat kemudian, erangan keluar dari bibir Rias.

“...Ahmm...i-itu sungguh menakjubkan.Itu benar-benar...efektif.”

Serius!? Bahkan Rias setuju!

“Kamu menggelitik minatku.Tolong juga lakukan padaku.”

Rossweisse-san adalah yang terakhir menerima pijatan bahu dariku. Seperti yang kuduga, ekspresi Rossweisse-san juga berubah ketika aku memijatnya. Dengan pipi kemerahan dan mata lembab, dia memiliki ekspresi yang tidak seperti apa pun yang biasanya dia tunjukkan saat dia berkata,

“...Ah...itu benar-benar pijatan yang ‘buruk’....Itu tidak senonoh...”

Tidak senonoh!? Umm, apa pijatan pundakku benar-benar luar biasa? Aku tidak begitu mengerti, tapi mereka semua tampak sangat puas.

“Ise-kun, maukah kamu melakukannya untukku lagi?”

Akeno-san bertanya dengan pipi memerah. Rias lalu mengikuti,

“Tidak, aku selanjutnya lagi.Dia pacarku, jadi wajar saja.”

“Ayolah, hanya untuk hari ini.Ise-kun milik semua orang.”

Rias dan Akeno-san segera mulai saling melotot! Hei, hei, hei, tidak perlu berdebat tentang pijatan bahu dariku, kan!?

“Lalu, bisakah aku juga meminta yang lain?”

Bahkan Rossweisse-san menimpali!? Tolong berhenti memperebutkan pijatan bahuku!

“Aku juga senior, jadi aku ingin kamu juga menggosok bahu dengan baik.”

Kalau kamu akan bersaing, orang yang paling senior di rumah ini adalah Ophis! Aku mulai merasa takut bahkan ketika Kuroka ikut bergabung! Usai melihat ini, Koneko-chan hanya berkata,

“...Ise-senpai untuk sementara dilarang memijat bahu.”

Aww! Bagaimana hasilnya seperti ini!?
Load comments